📑 Daftar Isi

Tangkapan layar kawanan robot pengiriman Coco yang mengerumuni trotoar di Chicago.

Robot Kurir Coco Kembali Bikin Masalah, Kini Menyerbu Trotoar Chicago

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Robot kurir Coco menyebabkan kemacetan di trotoar Lincoln Park, Chicago akibat glitch teknis.
  • Video diunggah oleh warga Becca Ostein saat jogging pagi, menunjukkan belasan robot memblokir jalan.
  • Coco telah meminta maaf dan memastikan robot beroperasi normal kembali dalam hitungan menit.
  • Ini bukan insiden pertama; robot Coco sebelumnya mengirim warga ke rumah sakit dan merusak halte bus.
  • Pejabat Chicago telah menetapkan zona larangan operasi robot di bagian kota tertentu.
  • Reaksi warganet mayoritas negatif, terutama dari penyandang disabilitas yang menganggapnya mimpi buruk.

Telset.id – Robot kurir pengantar makanan kembali menimbulkan kekhawatiran di Chicago. Setelah sebelumnya terlibat insiden yang mengirim warga ke rumah sakit, kini sekelompok robot yang dioperasikan oleh perusahaan Coco justru menciptakan kemacetan di trotoar kawasan Lincoln Park.

Sebuah video yang dibagikan oleh warga Chicago, Becca Ostein, merekam momen aneh saat kawanan robot kurir Coco memblokir trotoar yang ramai. Kejadian ini membuat pejalan kaki kesulitan untuk melewati area tersebut dengan aman. Video tersebut diunggah Ostein saat sedang melakukan jogging pagi di sekitar Lincoln Park.

Dalam rekaman tersebut, terlihat belasan robot bergerak tanpa arah yang jelas, berkumpul di trotoar yang sempit dengan lampu yang berkedip. Ostein mencoba melewati “rintangan” berupa robot-robot yang bergerak tersebut. Satu robot lain terlihat bermanuver di kejauhan, meskipun tidak jelas apakah robot itu mendekat atau menjauh dari kerumunan.

“Rute lari saya ramai pagi ini,” tulis Ostein dalam keterangan unggahannya di Instagram.

Insiden ini diduga disebabkan oleh gangguan teknis atau glitch yang tidak terduga. Video tersebut pun menuai beragam reaksi dari warganet, mayoritas di antaranya bernada negatif. Salah satu pengguna berkomentar, “Sebagai penyandang disabilitas, ini benar-benar mimpi buruk.”

“Robot-robot itu mengerumuni,” kata Ostein kepada CBS News dalam wawancara setelah kejadian. “Mereka sepertinya tidak punya tujuan. Tanpa kaki yang lincah, tidak ada yang bisa melewati mereka.”

Menanggapi insiden ini, Coco menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan resmi yang dibagikan di kolom komentar unggahan Ostein. Perusahaan mengakui bahwa kejadian tersebut tidak sesuai dengan cara robot mereka seharusnya beroperasi.

“Tim kami segera menanganinya, dan robot-robot tersebut berhasil dibersihkan serta beroperasi normal kembali dalam hitungan menit,” ujar perusahaan. “Kami telah memastikan hal ini tidak akan terulang lagi.”

Robot Kurir dan Konflik dengan Warga Chicago

Insiden terbaru ini bukanlah yang pertama kalinya robot kurir Coco menimbulkan masalah di Chicago. Sebelumnya, dalam waktu singkat beroperasi di jalanan Chicago, robot-robot ini telah mengirim warga ke rumah sakit dan menghancurkan halte bus. Kejadian-kejadian tersebut mendorong pejabat setempat untuk menetapkan zona larangan yang melarang perusahaan beroperasi di bagian kota tertentu.

Kekhawatiran terhadap robot pengantar makanan semakin meningkat seiring dengan semakin seringnya teknologi ini digunakan. Meskipun dirancang untuk mempermudah pengiriman, kehadiran mereka di ruang publik menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, terutama mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Video yang diunggah Ostein menunjukkan bagaimana robot-robot tersebut dapat menjadi penghalang yang signifikan di trotoar yang sibuk. Dalam situasi tertentu, seperti yang ditunjukkan dalam video, robot-robot itu tampak “mengerumuni” area tertentu tanpa kemampuan untuk bergerak dengan efisien, sehingga menyulitkan orang untuk lewat.

Dampak pada Persepsi Publik terhadap Robot Pengiriman

Reaksi negatif dari warganet terhadap video tersebut menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang besar bagi perusahaan robot pengiriman untuk membangun kepercayaan publik. Komentar dari penyandang disabilitas yang menyebut kejadian ini sebagai “mimpi buruk” menyoroti bahwa teknologi ini belum sepenuhnya siap untuk beroperasi berdampingan dengan semua anggota masyarakat.

Coco sendiri telah merespons dengan cepat dan mengakui kesalahan mereka. Namun, pertanyaan yang lebih besar muncul: apakah kejadian seperti ini akan terus terulang? Bagaimana perusahaan dapat menjamin keselamatan publik ketika robot-robot mereka masih rentan terhadap gangguan teknis?

Insiden di Chicago ini menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi baru di ruang publik memerlukan pertimbangan yang matang. Sementara perusahaan mungkin fokus pada efisiensi dan inovasi, warga yang berbagi ruang dengan teknologi tersebut memiliki kekhawatiran yang berbeda tentang keselamatan dan aksesibilitas.

Ke depannya, perusahaan seperti Coco perlu memastikan bahwa sistem mereka memiliki protokol keselamatan yang kuat dan mampu menangani situasi tak terduga dengan cepat. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan dukungan publik yang sangat penting untuk keberlanjutan bisnis mereka.

Kejadian yang melibatkan robot Coco ini juga menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang peran kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan semakin banyaknya teknologi otonom yang digunakan, penting untuk terus mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat.

Sementara itu, warga Chicago dan pejabat setempat akan terus mengawasi operasional robot-robot ini. Zona larangan yang telah ditetapkan sebelumnya menunjukkan bahwa pihak berwenang tidak segan untuk mengambil tindakan tegas jika operasi robot dirasa membahayakan atau mengganggu ketertiban umum.

Insiden robot Coco ini menjadi pelajaran penting bagi industri robot pengiriman secara keseluruhan. Kepercayaan publik adalah aset yang paling berharga, dan insiden seperti ini dapat dengan cepat mengikis kepercayaan yang telah dibangun.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.