Telset.id – Penjualan eceran mobil berbahan bakar bensin (ICE) di China anjlok 40% year-on-year (YoY) pada Agustus 2026, seiring penetrasi kendaraan energi baru (NEV) yang menembus rekor 65,2%. Data yang dirilis China Passenger Car Association (CPCA) pada Selasa (8/9/2026) menunjukkan total penjualan mobil penumpang mencapai 1,54 juta unit, turun 23,6% dibanding Agustus 2025 namun naik 5,5% dari Juli 2026.
Angka ini menegaskan akselerasi transisi energi di pasar otomotif terbesar dunia. NEV—istilah China untuk kendaraan listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan kendaraan hidrogen—mencatat penjualan eceran 1,005 juta unit, turun 10,1% YoY namun naik 5,7% month-on-month (MoM). Dari data tersebut, diperkirakan hanya sekitar 536.000 unit mobil ICE terjual pada Agustus 2026, dibandingkan sekitar 894.000 unit pada periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar ICE pun merosot ke level 34,8%.

BEV Jadi Satu-satunya Segmen yang Tumbuh
Menariknya, kendaraan listrik murni (BEV) menjadi satu-satunya kategori powertrain yang masih mencatat pertumbuhan. Sebanyak 698.000 unit BEV terjual pada Agustus 2026, naik 1,7% dari tahun lalu dan meningkat 7,9% dibanding Juli. Sementara itu, PHEV justru melanjutkan tren penurunan delapan bulan beruntun dengan 307.000 unit terjual, anjlok 25,8% dari tahun sebelumnya.
Dalam komposisi penjualan NEV, BEV menguasai pangsa 69,5%, sementara PHEV berada di angka 30,6%. Data ini mengindikasikan preferensi konsumen China yang semakin mengarah ke kendaraan listrik baterai penuh dibandingkan teknologi hibrida plug-in yang sempat populer.

Harga Bensin Naik, Beban Konsumen Bertambah
CPCA mengaitkan kontraksi permintaan mobil berbahan bakar minyak dengan meningkatnya biaya operasional. Harga bensin di China tercatat naik lebih dari 1.720 yuan (sekitar 256 USD) per ton sejak awal 2026, termasuk kenaikan 180 yuan (26,8 USD) sejak akhir Juli. Rata-rata harga bensin oktan 95 di China saat ini mencapai sekitar 8,7 yuan per liter (1,3 USD per liter).
Kenaikan harga energi ini menjadi faktor pendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik yang dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang. Kondisi ini sekaligus mempercepat pergeseran struktur pasar yang selama ini didominasi mesin konvensional.
Data Kumulatif Januari–Agustus 2026
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, penjualan eceran mobil penumpang China mencapai 11,7 juta unit, turun 20,8% YoY. NEV mencatat 6,7 juta unit dengan penurunan 11,6%, sementara penjualan ICE hanya 5 juta unit, terkoreksi hingga 30%. Rasio pangsa pasar NEV dibanding ICE kini berada di angka 56,9% berbanding 43,1%.
Meski pasar domestik melemah, ekspor menjadi penyelamat bagi para produsen otomotif China. Ekspor mobil penumpang melonjak 77,8% menjadi 888.000 unit pada Agustus 2026. Khusus untuk NEV, ekspor justru melesat 154,7% mencapai 518.000 unit pada periode yang sama. Pertumbuhan ekspor ini menunjukkan daya saing produk otomotif China yang semakin kuat di pasar global.

Fenomena penurunan drastis penjualan mobil bensin ini menjadi sinyal kuat bagi industri otomotif global, termasuk Indonesia. Produsen yang masih bergantung pada segmen ICE perlu mempercepat transformasi lini produknya. Sementara itu, tren serupa berpotensi terjadi di pasar negara berkembang seiring kebijakan energi dan preferensi konsumen yang berubah.
Data CPCA menunjukkan perbandingan yang kontras: ICE tercatat 894.000 unit pada Agustus 2025 dan menyusut menjadi 536.000 unit setahun kemudian. NEV juga mengalami penurunan dari 1.101.000 unit menjadi 1.005.000 unit, sementara total pasar turun dari 1.995.000 unit menjadi 1.541.000 unit. Penurunan pasar secara keseluruhan mengindikasikan pelemahan daya beli konsumen, namun pergeseran preferensi ke kendaraan listrik tetap berlanjut tanpa henti.
Bagi para pemain industri, data ini menjadi bahan evaluasi penting. Strategi pemasaran yang berfokus pada kendaraan berbahan bakar fosil jelas bukan lagi arah yang tepat untuk pasar China. Sebaliknya, investasi pada teknologi baterai, infrastruktur pengisian daya, dan efisiensi produksi BEV menjadi prioritas utama untuk merebut pangsa pasar yang semakin kompetitif.





Komentar
Belum ada komentar.