Telset.id β Pony.ai dan Uber mengumumkan perluasan kemitraan strategis untuk menghadirkan lebih dari 2.000 Robotaxi Pony.ai di sejumlah kota di Eropa. Ekspansi ini merupakan kelanjutan dari layanan komersial yang sudah berjalan di Zagreb, Kroasia, dan menargetkan empat kota tambahan di Eropa.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pony AI Inc. (NASDAQ: PONY; HKEX: 2026) dan Uber Technologies, Inc. (NYSE: UBER) pada 13 Agustus 2026. Kemitraan yang diperluas ini juga mencakup rencana penambahan armada di kawasan Timur Tengah, dengan detail peluncuran yang akan diumumkan secara bertahap.
Perluasan kemitraan ini memberikan jalur yang lebih jelas bagi model joint-deployment Pony.ai untuk mencapai skala komersial. Model tersebut menggabungkan tiga fungsi inti yang dibutuhkan untuk mengoperasikan layanan Robotaxi dalam skala besar: teknologi mengemudi otonom Level 4 (L4), platform mobilitas terkemuka, dan operasional armada harian.
Dalam model ini, mitra teknologi, platform, dan armada dapat bekerja sama di pasar yang sama, sementara masing-masing mitra juga dapat mengambil lebih dari satu peran. Pendanaan dan kepemilikan kendaraan dapat berada pada mitra yang berbeda tergantung pada kondisi pasar.
Di bawah kemitraan yang diperluas, Pony.ai akan menyediakan teknologi mengemudi otonom L4, pengalaman pengguna (rider-experience), dan keahlian operasional yang dikembangkan melalui berbagai penerapan Robotaxi skala besar. Sementara itu, Uber akan menyediakan akses pelanggan melalui platform mobilitas globalnya, termasuk kemampuan pemesanan, pembayaran, dan layanan pelanggan, serta jaringan pengemudi manusia yang terus berkembang.
Operasional armada harian dapat dilakukan oleh mitra armada lokal yang mapan dan dipilih untuk setiap pasar. Pony.ai saat ini mengoperasikan layanan Robotaxi tanpa pengemudi yang berbayar di empat kota tier-one di China, di mana perusahaan telah mencapai unit economics impas (breakeven) di tingkat kota di beberapa pasar.
Pencapaian ini memvalidasi model komersial Pony.ai yang berkelanjutan untuk mengoperasikan Robotaxi dalam skala besar. Bagi Pony.ai, perluasan kemitraan dengan Uber ini menandai evolusi lebih lanjut dari strategi pertumbuhan mereka, melengkapi ekspansi berkelanjutan ke pasar baru dengan penerapan armada di skala regional.
Kolaborasi antara Pony.ai dan Uber dimulai pada Mei 2025, ketika kedua perusahaan pertama kali mengumumkan rencana untuk menghadirkan Robotaxi Pony.ai ke platform Uber di pasar internasional. Pada tahun 2026, kedua perusahaan bekerja sama dengan perusahaan mobilitas Kroasia, Verne, untuk meluncurkan layanan Robotaxi komersial pertama di Eropa di Zagreb, dengan Verne berperan sebagai pemilik dan operator armada lokal.
Baca Juga:
Pernyataan Resmi Pony.ai dan Uber
Dr. James Peng, Founder dan CEO Pony.ai, menyatakan bahwa perjanjian yang diperluas ini menandai fase penting baru dalam kemitraan antara Pony.ai dan Uber. Ia menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan Robotaxi yang aman dan andal ke lebih banyak kota di Eropa.
βDengan menggabungkan teknologi mengemudi otonom Pony.ai yang telah terbukti dan pengetahuan operasional dengan platform mobilitas global Uber dan jangkauan pasar yang luas, kami bertujuan untuk membangun operasi komersial yang berkelanjutan dalam skala besar di Eropa dan sekitarnya,β ujar Dr. James Peng.
Sarfraz Maredia, Global Head of Autonomous Mobility & Delivery di Uber, menambahkan bahwa babak berikutnya untuk mobilitas otonom adalah tentang beralih dari peluncuran individual ke skala komersial yang dapat diulang. Ia menekankan kombinasi teknologi otonom canggih dengan platform hybrid Uber, pengalaman di lapangan, dan keunggulan operasional.
βBersama Pony.ai, kami membangun model yang dapat berkembang dengan cepat dan andal di berbagai kota,β kata Sarfraz Maredia.
Konteks Persaingan Robotaxi Global
Ekspansi Pony.ai dan Uber di Eropa ini terjadi di tengah persaingan ketat industri robotaxi global. Sebelumnya, Baidu juga telah melakukan uji coba robotaxi di London bersama Uber dan Lyft dengan target operasi pada 2027.
Sementara itu, Uber juga tengah menghadapi persaingan dengan Waymo dalam hal regulasi robotaxi di Washington DC. Di sisi lain, Uber baru saja merampungkan akuisisi Delivery Hero untuk ekspansi ke 100 pasar global.
Pony.ai sendiri merupakan pemimpin global dalam komersialisasi mobilitas otonom skala besar. Perusahaan yang didirikan pada 2016 ini mengembangkan teknologi Virtual Driver yang bersifat vehicle-agnostic, yaitu teknologi mengemudi otonom full-stack yang mengintegrasikan perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan proprietary Pony.ai.
Perusahaan telah memperluas kehadirannya di China, Eropa, Asia, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Sementara itu, Uber yang memulai operasinya pada 2010 telah melayani lebih dari 79 miliar perjalanan dan terus membangun produk untuk mendekatkan orang ke tempat yang mereka tuju.
Ekspansi kemitraan ini menunjukkan bahwa industri robotaxi di Eropa semakin matang. Kehadiran lebih dari 2.000 Robotaxi di Eropa akan menjadi salah satu penerapan teknologi otonom terbesar di kawasan tersebut, menandai pergeseran dari tahap uji coba menuju operasi komersial berskala besar.
Dengan model joint-deployment yang memisahkan peran teknologi, platform, dan operasional armada, kemitraan ini berpotensi menjadi blueprint bagi ekspansi robotaxi di pasar internasional lainnya. Detail lebih lanjut mengenai jadwal peluncuran di empat kota tambahan Eropa akan diumumkan secara bertahap oleh kedua perusahaan.





Komentar
Belum ada komentar.