📑 Daftar Isi

Ilustrasi pengemudi Tesla ditilang polisi karena melaju di atas batas kecepatan dengan Autopilot aktif

Polisi Tilang Tesla Autopilot: Pengemudi Tetap Bertanggung Jawab

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Polisi Parker Colorado menilang pengemudi Tesla yang melaju 64 mph di zona 45 mph
  • Pengemudi mengaku tidak bersalah karena sistem Autopilot sedang aktif
  • Polisi menegaskan teknologi bantuan mengemudi tidak menggantikan pengemudi
  • Tesla FSD dirancang melewati batas kecepatan bahkan dalam mode Standard
  • FSD v14 menghapus fitur penyesuaian offset kecepatan
  • Jurnalis Electrek pernah mengalami tilang serupa saat menggunakan FSD
  • Pengemudi tetap bertanggung jawab secara hukum atas operasi kendaraan
  • Sistem otonom Tesla berpotensi membuat pengguna berhenti memakainya

Telset.id – Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pengemudi Tesla di Parker, Colorado, Amerika Serikat, ditilang polisi karena melaju 64 mph di zona 45 mph. Yang menarik, pengemudi tersebut mencoba membela diri dengan alasan bahwa mobilnya sedang dalam mode Autopilot dan ia tidak sedang mengemudi.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa teknologi bantuan mengemudi tidak menggantikan tanggung jawab pengemudi di jalan raya. Departemen kepolisian Parker merilis video berdurasi tiga menit tersebut dengan pernyataan tegas: “Teknologi bantuan pengemudi tidak menggantikan pengemudi.”

Dalam video tersebut, pengemudi Tesla dengan lantang mengklaim bahwa ia tidak bersalah karena sistem self-driving yang aktif. Namun, pihak kepolisian memberikan respons yang sangat jelas bahwa pengemudi tetap bertanggung jawab secara hukum atas pengoperasian kendaraannya.

A Tesla Model 3 on the road next to a police officer issuing a speeding citation through a car window

“Baik kendaraan Anda memiliki adaptive cruise control, lane centering, atau full self-driving, Anda tetap bertanggung jawab secara hukum untuk mengoperasikan kendaraan Anda dengan aman,” demikian bunyi pernyataan tambahan dari pihak kepolisian.

Menariknya, petugas polisi yang menilang mengaku sudah sering menghadapi kasus serupa. “Saya tidak tahu bagaimana sistem ini bekerja, tapi Anda bukan orang pertama yang saya hentikan dengan Autopilot aktif,” ujar petugas tersebut kepada pengemudi Tesla.

Kasus ini bukanlah yang pertama kalinya. Salah satu jurnalis dari Electrek bahkan pernah mengalami langsung bagaimana ia mendapatkan tiket tilang saat menggunakan Full Self-Driving (FSD) milik Tesla. Meskipun sistem diatur dalam mode Standard—bukan mode Hurry atau Mad Max yang lebih cepat—kendaraannya tetap melaju hingga 78 km/jam di zona 50 km/jam.

Desain yang Bermasalah

Tesla merancang sistem Autopilot dan Full Self-Driving untuk membantu pengemudi, bukan menggantikan mereka sepenuhnya. Hal ini berlaku terlepas dari berbagai pernyataan publik Elon Musk yang kerap mempromosikan kemampuan sistem tersebut. Saat ini, hukum menetapkan bahwa tanggung jawab akhir tetap berada di tangan pengemudi. Setiap pelanggaran mengemudi, kecepatan berlebih, atau kecelakaan pada akhirnya menjadi kesalahan pengemudi, karena mereka harus siap mengambil alih kendali jika sistem gagal berfungsi.

'I Wasn't Driving': Speeding Motorist Blames Tesla Autopilot for Ticket - YouTube

Namun, Tesla justru mempersulit pengemudi dengan mendesain FSD yang cenderung melewati batas kecepatan, bahkan dalam mode Standard sekalipun. Perusahaan juga menghapus penyesuaian offset kecepatan yang sebelumnya memungkinkan pemilik membatasi seberapa jauh kendaraan melaju di atas batas dalam mode otonom. Electrek melaporkan bahwa penyesuaian offset kecepatan ini baru-baru ini dihapus pada FSD v14 dan diganti dengan profil mengemudi tetap.

Konsekuensi bagi Pengguna

Mudah dipahami mengapa Tesla melatih sistemnya dengan cara ini. Banyak pengemudi merasa frustrasi ketika teknologi secara kaku mematuhi batas kecepatan dan gagal mengikuti arus lalu lintas. Namun, pada teknologi semi-otonom lainnya, pengemudi memiliki kendali penuh atas kecepatan yang mereka rasa nyaman untuk melewati batas.

Jika sistem bantuan mengemudi Tesla terus-menerus membuat pengemudi bermasalah dengan hukum, banyak yang akan berhenti menggunakannya. Hal ini tentu bertentangan dengan keinginan perusahaan. Elon Musk memang telah lama berjanji bahwa pengemudi akan segera bisa mengirim pesan teks dan melakukan berbagai aktivitas sampingan di dalam kendaraan. Namun saat ini, pengguna Tesla justru perlu lebih waspada daripada sebelumnya.

Tesla FSD UK

Kasus tilang di Colorado ini menunjukkan bahwa teknologi otonom masih jauh dari sempurna dan pengemudi tetap memegang peran penting dalam keselamatan berkendara. Terlepas dari seberapa canggihnya sistem yang ditawarkan, hukum dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia di balik kemudi.

Kejadian serupa juga pernah dialami pengguna Tesla lainnya di berbagai wilayah. Polisi di beberapa negara bagian AS bahkan mulai terbiasa dengan pengemudi yang mencoba menghindari tanggung jawab dengan dalih sistem otonom. Hal ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih baik tentang batasan teknologi self-driving saat ini.

Bagi pemilik Tesla, insiden ini menjadi pelajaran berharga bahwa fitur Autopilot dan FSD hanyalah alat bantu, bukan pengganti pengemudi. Tetap fokus pada jalan dan siap mengambil alih kendali setiap saat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar, apa pun klaim dari produsen kendaraan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.