Nissan NX7 PHEV crossover dari Dongfeng Nissan dengan jarak tempuh listrik 225 km

Nissan NX7 PHEV Tawarkan Jarak Tempuh Listrik 225 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Nissan NX7 PHEV resmi mengungkap spesifikasi inti melalui proses homologasi di China
  • Menggunakan baterai LFP 40,95 kWh dari joint venture CATL-FAW dengan jarak tempuh listrik 225 km (CLTC)
  • Ditenagai mesin NR15 1.5-liter NA (73 kW) dan motor listrik 170 kW, kecepatan maksimal 180 km/h
  • Dimensi 4785/1932/1665 mm dengan wheelbase 2.815 mm, berada di antara X-Trail dan Murano
  • Fitur unggulan: panoramic roof, surround-view camera, dan sensor LiDAR opsional
  • Konsumsi bahan bakar 4,82 liter/100 km saat baterai kosong
  • Bagian dari lini NEV Dongfeng Nissan yang mencakup N7, N6, dan NX8
  • NX8 listrik sukses dengan pengiriman 5.398 unit pada Juni 2026
  • Tanggal peluncuran resmi NX7 belum diumumkan

Telset.id – Nissan NX7, crossover plug-in hybrid (PHEV) terbaru dari joint venture Dongfeng Nissan, resmi mengungkap spesifikasi intinya dalam proses homologasi domestik di China. Model anyar ini mengusung baterai berkapasitas 40,95 kWh yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh murni listrik hingga 225 km. Kehadiran NX7 menegaskan agresivitas Dongfeng Nissan dalam mempercepat pengembangan lini kendaraan energi baru (NEV) di tengah persaingan ketat pasar otomotif China.

Joint venture antara Dongfeng dan Nissan ini memang tengah gencar memperluas jajaran NEV-nya. Sebelumnya, mereka sudah meluncurkan tiga kendaraan yang dikembangkan oleh pusat riset dan pengembangan (R&D) China, yaitu sedan N7, sedan N6, dan crossover NX8. Menariknya, Nissan N7 telah menembus pasar global dengan nama Nissan Primera. Hal ini membuka peluang bahwa model-model lain dalam lini tersebut, termasuk NX7, berpotensi untuk dipasarkan secara internasional di kemudian hari.

Nissan NX7 merupakan saudara kecil dari NX8 yang berstatus SUV listrik murni. Dari segi desain, NX7 mengadopsi bahasa desain terbaru merek tersebut dengan split headlights, front end tertutup, air intake besar, semi-hidden door handles, dan unit lampu belakang tunggal. Dimensi mobil ini tercatat 4785/1932/1665 mm dengan jarak sumbu roda 2.815 mm. Sebagai gambaran, ukurannya berada di antara X-Trail dan Murano.

Dari sisi kaki-kaki, NX7 ditawarkan dengan dua pilihan velg, yakni 245/60 R18 dan 235/55 R19. Sudut approach dan departure masing-masing tercatat 18 dan 24 derajat. Bobot kosong kendaraan ini berkisar antara 1.915 hingga 2.000 kg, tergantung pada kelengkapan yang dipilih. Fitur yang ditawarkan antara lain panoramic roof, surround-view camera system, dan sensor LiDAR opsional.

Dongfeng Nissan NX7 PHEV crossover revealed specs with 225 km of EV range

Soal performa, Nissan NX7 mengandalkan mesin NR15 1.5-liter naturally aspirated yang menghasilkan tenaga 73 kW (98 hp). Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik berdaya puncak 170 kW (228 hp), sementara daya rated-nya hanya 34 kW (46 hp). Kecepatan tertinggi NX7 mencapai 180 km/h, namun waktu akselerasi 0-100 km/jam masih dirahasiakan.

Baterai yang digunakan adalah LFP berkapasitas 40,95 kWh dengan sel yang dipasok oleh joint venture CATL-FAW. Perusahaan yang sama ternyata juga memasok baterai untuk merek premium Voyah di bawah naungan Dongfeng. Seperti disebutkan sebelumnya, NX7 mampu menempuh jarak hingga 225 km dalam kondisi baterai penuh berdasarkan pengujian CLTC. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 4,82 liter per 100 km saat baterai dalam kondisi kosong.

Sebelumnya, Nissan telah merilis gambar resmi NX7 dan memulai kampanye pemasaran untuk kendaraan ini. Namun, tanggal peluncuran resminya belum diungkapkan. Sementara itu, Nissan NX8 yang sepenuhnya listrik tercatat sukses di pasar dengan pengiriman sebanyak 5.398 unit pada Juni 2026, berdasarkan data dari China EV DataTracker. Keberhasilan NX8 ini menjadi sinyal positif bagi prospek komersial NX7 di pasar China.

Nissan NX7 PHEV

Dengan jarak tempuh listrik yang impresif dan spesifikasi yang kompetitif, NX7 diposisikan sebagai pemain serius di segmen crossover PHEV. Strategi Dongfeng Nissan untuk mengembangkan model secara lokal di China tampaknya menjadi kunci untuk bersaing dengan merek domestik yang semakin dominan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Nissan untuk tetap relevan di pasar terbesar dunia tersebut.

Keputusan untuk menggunakan baterai LFP dari CATL-FAW menunjukkan fokus pada efisiensi biaya tanpa mengorbankan jarak tempuh. Teknologi LFP dikenal lebih aman dan memiliki siklus hidup lebih panjang, meskipun kepadatan energinya lebih rendah dibandingkan baterai NCM. Pilihan ini tampaknya menjadi kompromi yang tepat untuk pasar China yang sangat sensitif terhadap harga.

Dari sisi persaingan, NX7 akan berhadapan dengan sejumlah crossover PHEV lain di segmen yang sama. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah jarak tempuh listrik 225 km yang tergolong tinggi untuk kategori PHEV. Angka ini memungkinkan pengguna untuk menjalani rutinitas harian tanpa perlu menggunakan mesin bensin sama sekali, menjadikannya lebih efisien untuk penggunaan perkotaan.

Kehadiran sensor LiDAR opsional juga menjadi nilai tambah, mengingat fitur ini biasanya identik dengan kendaraan listrik premium. Meskipun belum ada konfirmasi mengenai kemampuan autonomous driving penuh, keberadaan LiDAR mengindikasikan bahwa NX7 dipersiapkan untuk mendukung fitur bantuan mengemudi tingkat lanjut. Ini sejalan dengan tren industri otomotif China yang semakin mengedepankan teknologi ADAS.

Dongfeng Nissan tampaknya serius membangun ekosistem NEV yang kuat di China. Dengan NX7 yang kini melengkapi lini produk, mereka memiliki portofolio yang lebih lengkap mulai dari sedan hingga crossover, baik listrik murni maupun plug-in hybrid. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi mereka di tengah dominasi pemain lokal seperti BYD dan Li Auto.

Meskipun tanggal peluncuran resmi belum diumumkan, kampanye pemasaran yang sudah dimulai mengindikasikan bahwa NX7 akan segera hadir di pasar. Dengan spesifikasi yang sudah terungkap, publik tinggal menunggu informasi harga dan ketersediaan. Jika harga yang ditawarkan kompetitif, bukan tidak mungkin NX7 akan mengulangi kesuksesan NX8 di pasar China.

Untuk pasar global, keberadaan NX7 membuka peluang ekspansi bagi Nissan. Seperti yang terjadi pada N7 yang menjadi Primera di pasar internasional, NX7 berpotensi dipasarkan dengan nama berbeda di luar China. Langkah ini akan membantu Nissan memperkuat lini elektrifikasinya di berbagai pasar, termasuk Eropa dan Asia Tenggara.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, NX7 menjadi salah satu crossover PHEV yang patut diperhitungkan. Kombinasi jarak tempuh listrik yang panjang, desain modern, dan fitur canggih menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan tanpa khawatir soal jarak tempuh. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari model ini.

Exterior of the Nissan NX7

Secara keseluruhan, pengungkapan spesifikasi NX7 ini menunjukkan keseriusan Nissan dalam menghadapi persaingan di pasar China. Dengan dukungan joint venture dan pengembangan lokal, mereka berusaha menghadirkan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar setempat. Ke depan, keberhasilan NX7 akan menjadi indikator penting bagi strategi NEV global Nissan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.