📑 Daftar Isi

All-new BYD Seal 07 sedan dengan desain baru dan LiDAR di atap terungkap di MIIT

BYD Seal 07 Baru Terungkap, 5 Bulan Setelah Model Lama Meluncur

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • All-new BYD Seal 07 terungkap di MIIT China pada 7 Agustus 2026, hanya 5 bulan setelah model lama meluncur Maret 2026
  • Desain mengadopsi bahasa desain Seal 08 dengan split headlights, LiDAR di atap, dan sistem DiPilot 5.0 dengan fungsi NOA
  • Dimensi 5080/1960/1495 mm dengan wheelbase 2.960 mm, 85 mm lebih panjang dan 50 mm lebih lebar dari model lama
  • Varian BEV: motor TZ205QYS 245 kW (329 hp) dan TZ205QYD 300 kW (408 hp), top speed 240 km/jam
  • Varian PHEV: mesin 1.5L turbo 115 kW + motor 160 kW, baterai 38.029 kWh, jarak tempuh EV 245 km
  • Model lama hanya terjual 627 unit pada Juni 2026, mendorong BYD mempercepat peluncuran versi baru

Telset.id – BYD kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar otomotif China dengan memperkenalkan all-new Seal 07 melalui proses homologasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) pada 7 Agustus 2026. Menariknya, model ini hadir hanya lima bulan setelah versi lama Seal 07 resmi meluncur di pasar domestik pada awal Maret 2026 dengan baterai Blade 2.0. Langkah cepat ini menegaskan strategi BYD yang tidak pernah berhenti memperbarui lini produknya.

All-new BYD Seal 07 hadir sebagai sibling yang lebih kecil dari Seal 08 yang baru saja diluncurkan. Mobil ini membawa bahasa desain terbaru BYD dengan split headlights, LED running lights tipis bergaya marine, garis kap mesin yang landai, door handle semi tersembunyi, dan unit lampu belakang tunggal. Yang paling menonjol, mobil ini mengadopsi LiDAR di atap yang mendukung sistem bantuan mengemudi DiPilot 5.0 dengan fungsi Navigate On Autopilot (NOA).

Dari segi dimensi, BYD Seal 07 baru memiliki ukuran 5080/1960/1495 mm dengan wheelbase 2.960 mm. Artinya, mobil ini 85 mm lebih panjang dan 50 mm lebih lebar dibandingkan model yang sedang berjalan. Sudut approach dan departure masing-masing 13 dan 15 derajat. Pembeli dapat memilih dua opsi velg, yaitu 245/50 R18 dan 245/45 R19. Bobot kosong kendaraan berkisar antara 1.960 hingga 2.060 kg tergantung powertrain, dengan bobot kotor 2.410–2.510 kg.

Varian BEV dan PHEV All-New BYD Seal 07

Untuk varian BEV entry-level, Seal 07 mengadopsi motor listrik tunggal TZ205QYS dengan output puncak 245 kW (329 hp). Sementara varian yang lebih bertenaga menawarkan motor listrik TZ205QYD dengan output 300 kW (408 hp). Mobil ini menggunakan dua opsi baterai LFP buatan FinDreams yang kapasitasnya belum diungkap. Kecepatan tertinggi untuk varian BEV mencapai 240 km/jam.

Selain versi listrik murni, BYD juga menyiapkan varian PHEV dari Seal 07 baru ini. Varian ini mengusung mesin turbocharged 1.5 liter BYD472ZQB dengan output puncak 115 kW (154 hp), dipasangkan dengan motor listrik TZ210XYC beroutput 160 kW (215 hp). Kecepatan maksimalnya 190 km/jam. Varian PHEV mengadopsi paket baterai LFP 38.029 kWh untuk jarak tempuh EV 245 km. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 4,25 liter per 100 km saat baterai habis.

BYD speed surges as new Seal 07 sedan exposed 5 months after old-model had launched

Data peluncuran resmi all-new Seal 07 memang belum diumumkan. Namun, BYD jelas bertekad membawa mobil ini ke pasar dalam waktu dekat. Terburu-burunya BYD ini bisa dipahami, mengingat Seal 07 yang sedang berjalan ternyata kurang sukses di pasar. Menurut China EV DataTracker, model lama hanya mengirimkan 627 unit pada Juni lalu di pasar domestik.

BYD dikenal dengan lini model yang berkembang pesat, mencakup 45 mobil di pasar domestik termasuk berbagai tahun model. Namun, kecepatan pengenalan kendaraan baru ke pasar juga terus didorong. Strategi ini menunjukkan bagaimana BYD berusaha menutup celah performa dengan menghadirkan penyegaran yang lebih cepat dari biasanya.

Dengan desain yang mengadopsi bahasa desain Seal 08, dimensi yang lebih besar, tenaga hingga 408 hp, dan teknologi LiDAR untuk sistem bantuan mengemudi, all-new Seal 07 jelas dirancang untuk bersaing lebih agresif di segmen sedan listrik China. Pertanyaannya kini tinggal bagaimana respons pasar terhadap model baru ini.

Kehadiran all-new Seal 07 yang begitu cepat setelah model lamanya jelas menunjukkan bahwa BYD tidak main-main dalam persaingan pasar otomotif China. BYD Shark 6 sebelumnya juga menunjukkan pola serupa. Dengan teknologi yang lebih mutakhir dan desain yang segar, Seal 07 baru diharapkan bisa memperbaiki catatan penjualan pendahulunya.

Dari sisi regulasi, proses homologasi MIIT menjadi pintu gerbang bagi BYD untuk mendapatkan lisensi penjualan. Setelah itu, peluncuran resmi tinggal menunggu waktu. Para pengamat pasar kini menunggu apakah strategi percepatan ini akan membuahkan hasil yang lebih baik dibandingkan model sebelumnya yang hanya mampu menjual 627 unit di bulan Juni.

Bagi konsumen yang mengikuti perkembangan mobil listrik China, fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya siklus hidup produk di pasar tersebut. BYD tidak ragu mengganti model yang kurang sukses dengan versi yang lebih baik dalam hitungan bulan, bukan tahun.

All-new Seal 07 dengan segala peningkatan yang ditawarkannya—dari dimensi yang lebih besar, tenaga yang lebih tinggi, hingga teknologi bantuan mengemudi berbasis LiDAR—menjadi bukti komitmen BYD untuk terus berinovasi. Meski data penjualan resmi belum tersedia, langkah ini setidaknya menunjukkan bahwa BYD responsif terhadap umpan balik pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.