📑 Daftar Isi

Xpeng G6 di depan Tower Bridge London saat peluncuran 2025

Minat Pengemudi Inggris pada Mobil China Naik ke 49%

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • 49% pengemudi Inggris mempertimbangkan mobil China, naik dari 39% (H2 2025) dan 24% (H1 2023)
  • Enquiry mobil China di platform Carwow naik 119% selama 7 bulan pertama 2026
  • Merek China kuasai 30% leads di Carwow, naik dari 14% tahun lalu
  • Alasan utama: value for money (42%) dan ekspektasi diskon kompetitif (24%)
  • Awareness Jaecoo naik ke 69%, Chery 50%, Omoda 57%, BYD 71%, Xpeng 20%
  • Inggris belum berlakukan bea masuk tambahan seperti Uni Eropa (7,8%-35,3%)
  • MG4 jadi EV terdaftar kedua terbanyak di Inggris 2023 dengan 21.461 unit

Telset.id – Hampir setengah pengemudi Inggris kini mempertimbangkan untuk membeli mobil asal China sebagai kendaraan berikutnya. Berdasarkan riset terbaru dari marketplace otomotif Carwow, angka pertimbangan ini naik signifikan menjadi 49%, meningkat dari 39% pada paruh kedua 2025 dan 35% pada paruh pertama 2025. Tren ini menunjukkan perubahan besar dalam persepsi konsumen Inggris terhadap merek otomotif asal China.

Data Carwow mengungkapkan bahwa pertimbangan terhadap mobil China telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu sekitar tiga tahun. Pada paruh pertama 2023, hanya 24% pengemudi Inggris yang mempertimbangkan merek China. Kini, angka tersebut mencapai 49%, menandakan pergeseran sentimen konsumen yang cukup dramatis di pasar otomotif Inggris.

Aktivitas Platform Carwow Menunjukkan Lonjakan Permintaan

Peningkatan sentimen konsumen ini juga tercermin dalam aktivitas nyata di platform Carwow. Enquiry atau permintaan informasi untuk model mobil China meningkat 119% selama tujuh bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025. Lebih menarik lagi, merek China kini menyumbang 30% dari total leads pada paruh pertama 2026, naik drastis dari 14% pada periode yang sama tahun lalu.

Alasan utama konsumen mempertimbangkan mobil China adalah nilai uang yang ditawarkan. Sebanyak 42% responden menyebutkan value for money sebagai alasan utama, meningkat dari 36% pada paruh pertama 2025. Selain itu, 24% responden lainnya mengaku berharap mendapatkan diskon kompetitif dari merek-merek China yang baru masuk pasar Inggris.

Ben Carter, chief customer, marketing and media officer Carwow, memberikan pernyataan resmi terkait tren ini. “Peningkatan dramatis pengemudi Inggris yang mempertimbangkan merek China di platform kami bukan hanya tentang tekanan biaya hidup atau harga yang lebih rendah, ini adalah pergeseran cara orang berpikir tentang mobil mereka,” ujarnya.

Brand Awareness Merek China Meningkat Pesat

Masuknya semakin banyak produsen otomotif China ke pasar Inggris turut mendongkrak kesadaran merek. Data Carwow menunjukkan peningkatan awareness yang signifikan untuk beberapa merek. Jaecoo naik dari 46% menjadi 69% dalam setahun terakhir, sementara Chery melonjak dari 16% menjadi 50%. Omoda juga mencatat kenaikan dari 42% menjadi 57% pada periode yang sama.

BYD tetap menjadi salah satu merek China yang paling dikenal di Inggris dengan 71% responden menyatakan aware terhadap merek tersebut, dibandingkan hanya 28% pada 2023. Sementara itu, awareness terhadap Xpeng meningkat dari 8% pada 2023 menjadi 20%. Proporsi responden yang mengaku tidak pernah mendengar merek China mana pun juga turun dari 23% pada paruh kedua 2025 menjadi 16%.

Jumlah merek China yang tersedia di Inggris terus bertambah. BYD memulai penjualan mobil penumpang di Inggris dengan model Atto 3 pada Maret 2023. Sejak saat itu, merek-merek seperti Chery, Omoda, Jaecoo, dan Xpeng turut memperluas kehadiran mereka di pasar Inggris. MG milik SAIC sendiri sudah mapan di pasar tersebut, dengan MG4 menjadi mobil listrik paling banyak terdaftar kedua di Inggris pada 2023 dengan 21.461 unit registrasi.

Perbedaan Kebijakan Inggris dan Uni Eropa

Inggris memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan Uni Eropa dalam memperlakukan mobil listrik buatan China. Uni Eropa telah memberlakukan bea masuk tambahan (countervailing duties) untuk kendaraan listrik baterai buatan China sejak Oktober 2024, dengan tarif berkisar 7,8% hingga 35,3% tergantung produsennya. BYD dikenakan bea tambahan 17%, Geely 18,8%, dan SAIC 35,3%.

Sementara itu, Inggris belum memberlakukan bea masuk yang setara. Per 2 Juli 2026, pemerintah Inggris menyatakan Trade Remedies Authority belum membuka investigasi terhadap kendaraan listrik asal China, meskipun masih melakukan penilaian terhadap kemungkinan langkah-langkah yang akan diambil.

Steve Walker, head of digital content di Auto Express, membandingkan kedatangan merek China dengan ekspansi awal pabrikan Jepang dan Korea di Inggris. Ia menilai mobil China bersaing kuat dalam hal nilai uang dan memberikan tekanan tambahan pada merek-merek yang sudah mapan.

Perlu dicatat bahwa angka Carwow ini merupakan ukuran pertimbangan (consideration), bukan keputusan pembelian aktual. Pengemudi yang menyatakan akan mempertimbangkan mobil China tidak berarti akhirnya akan membeli. Namun, kecepatan perubahannya tetap patut diperhatikan. Data Carwow menunjukkan pertimbangan naik dari 24% pada paruh pertama 2023 menjadi 49% saat ini.

Perubahan persepsi terhadap merek otomotif yang kurang dikenal atau memiliki reputasi buruk biasanya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama di Inggris. Škoda menjadi contoh yang relevan. Pabrikan asal Ceko yang diakuisisi VW pada 1991 ini menghabiskan hampir satu dekade untuk mengatasi reputasinya di Inggris, dengan berbagai lelucon yang masih beredar hingga awal 2000-an. Kini Škoda menjadi salah satu merek paling terpercaya di segmennya.

Merek Asia juga menghadapi hambatan serupa di Inggris dan global, bahkan dalam banyak kasus membutuhkan waktu lebih lama. Toyota di era 70-an, Hyundai di era 80-an, dan Kia di era 90-an adalah contoh nyata. Namun, pabrikan China tampaknya mengatasi hambatan sebagai merek asing yang belum dikenal jauh lebih cepat.

Hal ini tidak serta-merta berarti konsumen Inggris sudah menilai merek China setara dengan merek Eropa, Jepang, atau Korea yang mapan. Meski demikian, data Carwow menunjukkan bahwa asal China menjadi hambatan yang semakin kecil untuk masuk ke daftar pertimbangan pembeli. Pertanyaannya kini: akankah tren pertimbangan ini berubah menjadi angka penjualan yang nyata?

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.