📑 Daftar Isi

FAW Hongqi membuat atap surya perovskite pertama yang menghasilkan 400 kWh per tahun untuk mobil listrik

Hongqi Ciptakan Atap Surya Perovskite Pertama untuk Mobil Listrik

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • FAW Hongqi umumkan prototipe atap surya perovskite pertama di industri otomotif pada 27 Agustus 2026
  • Terpasang di Hongqi EHS7 (Tiangong 08), hasilkan 300W real-time dan 400 kWh energi per tahun
  • Teknologi perovskite menggantikan silikon kristalin karena lebih ringan, fleksibel, dan efisien
  • Target masa depan: integrasi di kap mesin untuk jarak tempuh 80 km per hari dari energi surya
  • Hongqi juga kembangkan teknologi flash charging BYD dan baterai solid-state 380 Wh/kg

Telset.id – FAW Hongqi, merek mobil penumpang tertua asal China, mengumumkan keberhasilan memproduksi prototipe atap surya pertama di industri otomotif yang mengintegrasikan teknologi fotovoltaik (PV) perovskite. Atap surya inovatif ini dipasang pada Hongqi EHS7, SUV listrik yang mampu menghasilkan daya 300W secara real-time dan berpotensi memproduksi 400 kWh energi bersih setiap tahunnya.

Pengumuman ini disampaikan pada 27 Agustus 2026, menandai langkah signifikan Hongqi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik (BEV). Konsep panel surya pada atap kendaraan sebenarnya sudah ada sejak abad ke-20, namun integrasi teknologi perovskite pada atap kaca panoramik ini menjadi terobosan baru yang patut diperhatikan.

Teknologi Perovskite Menggantikan Silikon Kristalin

Tim riset dan pengembangan (R&D) Hongqi memilih untuk meninggalkan penggunaan silikon kristalin tradisional yang dinilai rapuh dan memiliki efisiensi rendah. Sebagai gantinya, mereka menggunakan mineral kalsium titanium oksida yang disebut perovskite. Material ini memiliki karakteristik ringan, tipis, dan fleksibel, dengan efisiensi konversi fotoelektrik yang tinggi, tersedia dalam berbagai warna, serta biaya produksi yang rendah.

Prototipe atap surya perovskite pertama dari FAW Hongqi

Meski demikian, pengembangan teknologi ini bukan tanpa tantangan. Pihak Hongqi mengungkapkan bahwa pusat R&D mereka menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan material perovskite dengan atap mobil karena sifatnya yang rentan terhadap air, oksigen, dan radiasi ultraviolet. Selain itu, permukaan kaca yang melengkung menjadi tantangan teknis tersendiri dalam proses integrasi.

Prototipe atap surya ini dipasang pada Hongqi EHS7, crossover yang dijual domestik dengan nama Hongqi Tiangong 08. Model ini merupakan SUV lima penumpang dengan dimensi 4925/1950/1680 mm, daya puncak 253 kW (339 hp), dan jarak tempuh WLTP 475 km.

Potensi Energi hingga 400 kWh per Tahun

Perwakilan FAW Hongqi menyampaikan bahwa atap surya perovskite berukuran penuh ini mampu menghasilkan daya 300W secara real-time di bawah kondisi “sinar matahari yang cukup.” Kapasitas ini diperkirakan cukup untuk memproduksi sekitar 400 kWh energi bersih setiap tahunnya.

Energi yang dihasilkan tersebut dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan beban tegangan rendah seperti AC, lemari es, dan mode sentry (sistem pengawasan kendaraan). Ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna kendaraan listrik yang kerap khawatir dengan konsumsi daya perangkat tambahan.

Integrasi elemen PV perovskite pada atap panoramik Hongqi EHS7

Ke depan, Hongqi berencana mengintegrasikan elemen PV perovskite ke bagian tubuh kendaraan lainnya, termasuk kap mesin (hood). Integrasi yang lebih luas ini akan memungkinkan kendaraan menghasilkan listrik hingga 10 kWh per hari, cukup untuk jarak tempuh harian hingga 80 km. Berdasarkan data Hongqi, angka ini mencakup lebih dari 85% kebutuhan perjalanan harian pengguna mobil di China.

Komitmen Hongqi pada Pengembangan Teknologi BEV

Meski menjadi merek mobil penumpang tertua di China, Hongqi berambisi memperkuat posisinya di segmen kendaraan listrik. Pendorongan pengembangan teknologi ini menjadi strategi utama perusahaan. Sebelumnya, Hongqi telah mengumumkan rencana penggunaan teknologi flash charging dari BYD pada generasi mobil berikutnya, yang memungkinkan pengisian baterai dari 10% hingga 97% hanya dalam sembilan menit.

Perusahaan juga telah memulai pengujian prototipe baterai solid-state dengan kepadatan energi 380 Wh/kg. Berdasarkan data China EV DataTracker, Hongqi berhasil mengirimkan 15.445 unit pada Juli 2026 di pasar domestik.

Hongqi EHS7 dengan atap surya perovskite

Sayangnya, Hongqi belum memberikan timeline resmi kapan teknologi atap surya perovskite ini akan diproduksi massal dan diintegrasikan ke model komersial. Meski demikian, langkah ini menunjukkan keseriusan Hongqi dalam menghadirkan inovasi yang mendukung efisiensi energi kendaraan listrik.

Terobosan ini juga sejalan dengan upaya pengisian baterai cepat yang sebelumnya dicatatkan FAW Hongqi. Kombinasi teknologi pengisian cepat dan atap surya perovskite berpotensi menjadikan Hongqi sebagai pemain yang semakin kompetitif di pasar BEV global.

Dengan produksi energi hingga 400 kWh per tahun dari atap surya saja, teknologi ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya publik. Bagi konsumen yang melakukan perjalanan harian dengan jarak menengah, inovasi ini dapat menjadi solusi praktis untuk memperpanjang jangkauan kendaraan listrik tanpa perlu sering mengisi daya.

Kendati efektivitas panel surya pada kendaraan sempat dipertanyakan karena keterbatasan area permukaan, pendekatan Hongqi yang mengintegrasikan PV ke berbagai bagian bodi menunjukkan ambisi untuk memaksimalkan potensi energi surya pada kendaraan. Jika terealisasi, target 80 km jarak tempuh harian dari energi surya akan menjadi pencapaian yang signifikan di industri otomotif listrik.

Perkembangan ini juga menjadi indikator bahwa persaingan di segmen BEV China tidak hanya berfokus pada kapasitas baterai dan kecepatan pengisian, tetapi juga pada efisiensi energi dan solusi pengisian alternatif. Hongqi tampaknya ingin memposisikan diri sebagai inovator dengan pendekatan multi-teknologi.

Meskipun belum ada kepastian kapan teknologi ini akan tersedia di pasar, prototipe yang berhasil dikembangkan ini menegaskan bahwa Hongqi tidak hanya mengandalkan kemitraan dengan BYD untuk teknologi baterai, tetapi juga mengembangkan inovasi mandiri di bidang energi terbarukan untuk kendaraan.

Keberhasilan Hongqi dalam mengatasi tantangan teknis integrasi perovskite pada permukaan kaca melengkung juga membuka peluang bagi pengembangan aplikasi serupa di industri otomotif yang lebih luas. Ini bisa menjadi katalis bagi adopsi teknologi PV perovskite pada kendaraan listrik dari merek lain di masa depan.

Dengan dukungan penuh dari FAW Group, Hongqi tampaknya serius menjadikan teknologi energi surya terintegrasi sebagai salah satu diferensiator utama produknya di segmen BEV premium. Kombinasi antara desain khas Hongqi, teknologi baterai canggih, dan inovasi atap surya perovskite ini berpotensi menarik minat konsumen yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan.

Bagi industri otomotif global, langkah Hongqi ini menjadi tolok ukur baru dalam pemanfaatan energi surya pada kendaraan listrik. Jika berhasil diproduksi massal, teknologi ini dapat mengubah cara pandang industri terhadap potensi panel surya sebagai sumber energi tambahan yang praktis dan ekonomis.

Detail atap surya perovskite pada Hongqi Tiangong 08

Hongqi juga terus mengembangkan ekosistem teknologi pendukung lainnya. Sebelumnya diberitakan bahwa Hongqi mencatat rekor pengisian baterai dari 10% hingga 70% hanya dalam 3 menit 41 detik, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir secara bersamaan.

Dengan berbagai terobosan ini, Hongqi menunjukkan transformasi yang signifikan dari sekadar merek mobil penumpang tertua menjadi pemain teknologi BEV yang patut diperhitungkan. Inovasi atap surya perovskite menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan bagi kendaraan listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.