📑 Daftar Isi

Motor listrik Sur-Ron milik Polisi London yang digunakan untuk mengejar pelaku kejahatan di area perkotaan

Polisi London Perluas Armada Motor Listrik Sur-Ron untuk Kejar Pelaku Kejahatan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Polisi Metropolitan London menambah 20 unit motor listrik baru sehingga total armada menjadi 25 unit
  • Motor listrik Sur-Ron mampu melaju hingga 80 km/jam, melompati trotoar, dan menaiki tangga
  • Sur-Ron adalah motor listrik off-road ringan yang sering digunakan pelaku kejahatan di London
  • E-moto berbeda dengan e-bike secara hukum; Sur-Ron tidak legal untuk jalan raya Inggris
  • Pencurian ponsel di London turun dari 68.000 menjadi 54.000 kasus dalam 12 bulan
  • Kombinasi motor listrik cepat dan drone membantu polisi menutup kesenjangan mobilitas
  • Wali Kota London Sadiq Khan mendukung perluasan armada dengan pendanaan dari City Hall

Telset.id – Kepolisian Metropolitan London (Met Police) secara resmi memperluas armada kendaraan patroli mereka dengan menambahkan 20 unit motor listrik bertenaga tinggi, sehingga total armada kini mencapai 25 unit. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya penggunaan sepeda motor listrik ilegal oleh para pelaku kejahatan di ibu kota Inggris tersebut.

Motor listrik yang digunakan oleh pihak kepolisian ini mampu melaju dengan kecepatan sekitar 50 mph (80 km/jam). Kemampuan utamanya yang membedakan dari kendaraan patroli konvensional adalah kemampuannya untuk melompati trotoar, menaiki tangga, dan mengejar pelaku ke tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh motor polisi tradisional, sepeda listrik biasa, maupun mobil patroli.

Berdasarkan foto-foto yang dirilis oleh Scotland Yard, motor yang digunakan adalah Sur-Ron, jenis motor listrik off-road ringan yang justru sering digunakan oleh para penjahat dan pengendara ilegal di London. Ironi ini bahkan mendapat komentar dari halaman media sosial resmi Sur-Ron.

Motor listrik Sur-Ron milik Polisi London yang digunakan untuk patroli dan pengejaran pelaku kejahatan

Perbedaan E-Moto dan E-Bike Secara Hukum

Motor listrik bergaya Sur-Ron kini lebih sering disebut dengan istilah baru “e-moto” untuk membedakannya dari istilah “e-bike” yang sudah lama digunakan untuk berbagai kendaraan roda dua bertenaga listrik, mulai dari sepeda listrik ringan hingga kendaraan dengan tenaga lebih besar.

Secara hukum, Sur-Ron ini sebagian besar hanyalah sepeda motor listrik off-road dan sama sekali tidak dianggap legal untuk digunakan di jalan raya Inggris. Sepeda listrik dengan bantuan pedal di wilayah tersebut dibatasi maksimal 250W daya motor kontinu dengan bantuan hingga 15,5 mph (25 km/jam). Segala sesuatu yang melebihi batas tersebut umumnya diperlakukan sebagai kendaraan bermotor dan harus memenuhi persyaratan registrasi, asuransi, lisensi, dan persetujuan yang berlaku untuk dapat dioperasikan secara legal di jalan umum.

Tentu saja, motor milik polisi diasumsikan dioperasikan di bawah kerangka hukum yang sesuai. Namun poin utamanya adalah Sur-Ron yang tidak terdaftar dan dikendarai di jalan umum — mesin yang sama yang rutin disita polisi dari pengendara ilegal — jelas melanggar hukum. Bahkan, Met sendiri menetapkan penggunaan e-bike ilegal sebagai prioritas penegakan hukum di sebagian wilayah London, termasuk penindakan dan penyitaan mesin yang dikendarai secara ilegal.

Alasan Polisi Menggunakan Motor Listrik yang Sama

Ada alasan kuat mengapa polisi menginginkan motor listrik ini. Pencurian ponsel telah menjadi masalah besar di London, sering kali melibatkan pencuri yang menggunakan sepeda motor listrik cepat untuk mendekati korban dan kemudian melarikan diri melewati lalu lintas, gang, taman, dan area pejalan kaki.

Menurut Reuters, laporan pencurian ponsel turun dari sekitar 68.000 menjadi 54.000 dalam 12 bulan hingga Mei, meskipun kurang dari 1% pelanggaran saat ini menghasilkan apa yang disebut Met sebagai “hasil positif”, seperti tuntutan atau peringatan. Pihak kepolisian mengatakan bahwa kombinasi motor listrik cepat dengan drone telah membantu petugas menutup kesenjangan mobilitas dalam pengejaran.

Met menggambarkan perluasan armada e-bike ini sebagai bagian dari upaya mereka untuk menargetkan geng yang menggunakan e-bike dan moped untuk kejahatan. Wali Kota London, Sadiq Khan, dalam pernyataannya mengatakan bahwa armada baru ini mengirim pesan jelas bahwa London tidak akan mentolerir perilaku kriminal. Khan juga menambahkan bahwa motor ini telah berhasil membantu Met mengejar pelaku yang semakin sering menggunakan e-bike bertenaga tinggi yang dimodifikasi secara ilegal.

Motor listrik Sur-Ron polisi London berjajar siap digunakan untuk patroli

Keputusan ini masuk akal dari sudut pandang taktis. Sur-Ron menjadi populer di kalangan penjahat karena alasan yang sama dengan yang membuat para penggemar menyukainya: cepat, senyap, ramping, ringan, dan sangat mumpuni di medan off-road. Sekarang polisi yang mengejar mereka akhirnya memiliki keunggulan yang sama. Terkadang alat terbaik untuk menangkap motor ilegal adalah motor lain yang serupa.

Langkah kepolisian London ini menarik untuk dicermati, terutama di tengah berbagai inisiatif transportasi dan teknologi yang berkembang di kota tersebut. Sebelumnya, London juga menjadi sorotan dengan kebijakan ULEZ yang sukses menurunkan polusi secara drastis, menunjukkan komitmen kota ini terhadap inovasi di sektor transportasi. Selain itu, perkembangan teknologi di London juga terlihat dari kemunculan startup AI lokal yang berhasil mengalahkan model besar dari perusahaan teknologi global.

Fenomena penggunaan motor listrik ilegal ini juga menjadi perhatian serius di berbagai kota besar lainnya. Pola kejahatan yang memanfaatkan kendaraan listrik cepat ini menunjukkan bahwa penegak hukum di berbagai negara perlu beradaptasi dengan cepat terhadap modus operandi baru yang memanfaatkan teknologi.

Dengan perluasan armada ini, Met Police menunjukkan keseriusan mereka dalam memberantas kejahatan yang memanfaatkan kendaraan listrik. Kombinasi antara motor listrik berkecepatan tinggi dengan teknologi drone memberikan keunggulan baru bagi petugas dalam mengejar pelaku kejahatan di area perkotaan yang kompleks.

Petugas polisi London mengendarai motor listrik Sur-Ron saat patroli di area perkotaan

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana teknologi yang sama dapat digunakan untuk tujuan yang sangat berbeda — dari alat kejahatan menjadi alat penegakan hukum. Perkembangan ini tentu akan menarik untuk terus dipantau, terutama bagaimana kebijakan ini memengaruhi tingkat kejahatan di London ke depannya.

Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain yang menghadapi masalah serupa dengan penggunaan kendaraan listrik ilegal. Sementara itu, pihak kepolisian terus meningkatkan kapabilitas mereka seiring dengan berkembangnya modus kejahatan yang semakin canggih.

Perlu dicatat bahwa meskipun angka pencurian ponsel menunjukkan penurunan, tingkat keberhasilan penegakan hukum masih sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan oleh aparat kepolisian London dalam memberantas kejahatan jalanan yang memanfaatkan kendaraan listrik cepat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.