Telset.id – Chery resmi meluncurkan Jetour Zongheng G700 2027—yang dikenal secara internasional sebagai Jetour G700—ke pasar dengan harga mulai 329.900 yuan (48.500 USD). SUV plug-in hybrid (PHEV) ini menjadi model pertama Jetour yang mengusung sistem kemudi cerdas Qiankun ADS 5.0 dari Huawei. Peluncuran ini menandai langkah Chery memperkuat lini produk premiumnya di segmen SUV off-road elektrifikasi, bersamaan dengan ekspansi agresif merek tersebut di pasar global sepanjang 2026.
Dari sisi harga, Jetour G700 ditawarkan dalam lima varian. Tanye Edition 150 (5-seater) dibanderol 329.900 yuan (48.500 USD), Zongye Edition 150 (5-seater) 352.900 yuan (51.900 USD), dan Zhijing Qiankun Edition 150 (5-seater) 385.900 yuan (56.800 USD). Dua varian tertinggi berbasis baterai lebih besar adalah Zhijing Qiankun Edition 260 (5-seater) seharga 410.900 yuan (60.400 USD) dan Zhijing Qiankun Edition 260 (6-seater) 442.900 yuan (65.100 USD). Rentang harga ini menempatkan G700 sebagai salah satu SUV PHEV dengan spesifikasi paling padat di kelasnya.

Desain dan Dimensi Jetour G700
Model 2027 ini mempertahankan siluet gagah khas pendahulunya, termasuk ciri khas spare tyre yang dipasang di belakang atau “backpack”. Pembaruan mencakup desain grille yang lebih bersih, gaya velg baru, serta bumper depan-belakang dan side skirt yang kini sewarna bodi. Dimensinya tetap 5.198 mm (panjang) x 2.050 mm (lebar) x 1.956 mm (tinggi) dengan wheelbase 2.870 mm. Ukuran ini menegaskan posisinya di segmen SUV besar dengan proporsi off-road yang tegas.
Pendekatan desain ini konsisten dengan strategi Chery yang tengah memperluas portofolio elektrifikasinya. Sebelumnya, merek ini juga menyiapkan Chery iCaur V27 dengan baterai 51,2 kWh CATL dan jarak tempuh 300 km, menunjukkan fokus yang sama pada kapabilitas baterai dan jangkauan.
Interior, Teknologi, dan Performa PHEV
Kabin G700 ditingkatkan dengan material soft-touch premium dan skema warna baru. Dasbor menampilkan layar “Horizon” berukuran 35,4 inci yang dipasangkan dengan layar sentral 2.5K berukuran 15,6 inci, ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8255. Fitur kenyamanan meliputi dua pengisi daya nirkabel depan 50W, kulkas onboard, dan sistem audio Lexicon. Konfigurasi kursi tersedia dalam opsi lima dan enam tempat duduk. Kursi depan menawarkan fungsi pemanas, ventilasi, dan pijat. Model enam tempat duduk dilengkapi kursi zero-gravity di baris kedua, sementara model lima tempat duduk menyertakan layar hiburan yang dipasang di atap.
Dari sisi performa, G700 tetap menggunakan sistem plug-in hybrid 2.0T dengan output gabungan 665 kW (892 hp). Tiga versi dengan jarak tempuh CLTC 150 km (122 km WLTP) menggunakan baterai LFP 34,13 kWh dari CATL, sedangkan dua versi dengan jarak tempuh 260 km (211 km WLTP) memakai baterai lithium ternary 59,45 kWh dari CATL. Kemampuan off-road dipertahankan melalui differential lock depan-belakang, central energy lock, mode segala medan, dan sistem suspensi udara.

Baca Juga:
Adopsi Qiankun ADS 5.0 dari Huawei menjadi pembeda utama G700 di pasar. Sistem ini menempatkan Jetour bersaing langsung dengan merek-merek yang lebih dulu mengusung kemudi cerdas sebagai nilai jual utama. Langkah ini juga memperlihatkan pola kerja sama Chery dengan pemasok teknologi domestik untuk mempercepat adopsi fitur otonom pada lini produknya.
Peluncuran G700 terjadi di tengah dinamika ekspor produsen China yang semakin ketat. Persaingan di jajaran atas kian terasa, seperti terlihat dari situasi eksportir mobil China yang terus berubah. Chery sendiri juga aktif merilis model di segmen yang lebih terjangkau, misalnya Chery Fulwin T7 yang dibanderol mulai Rp 230 jutaan di China.

Dengan harga mulai 329.900 yuan, Jetour G700 memposisikan diri sebagai SUV PHEV berukuran besar dengan kombinasi tenaga 665 kW, baterai CATL, dan sistem kemudi cerdas Huawei. Kombinasi ini menjadikannya pesaing serius di segmen SUV off-road elektrifikasi, sekaligus mempertegas arah Chery yang menggabungkan kapabilitas medan berat dengan teknologi kabin dan kemudi mutakhir.

Bagi pasar global, kehadiran G700 menambah daftar model Chery yang berpotensi diekspor ke berbagai wilayah. Nama internasional Jetour G700 yang digunakan di luar China menandakan kesiapan merek ini bersaing di pasar luar negeri, sejalan dengan strategi ekspansi yang terus dijalankan induk usahanya sepanjang 2026.

Secara keseluruhan, Jetour G700 2027 menghadirkan pembaruan pada desain eksterior, interior yang lebih premium, dan sistem kemudi cerdas Huawei Qiankun ADS 5.0. Lima varian yang ditawarkan memberi konsumen pilihan antara jarak tempuh listrik 150 km dan 260 km, dengan konfigurasi lima atau enam tempat duduk. Kombinasi ini menjadikannya salah satu SUV PHEV dengan spesifikasi paling lengkap di jajaran produk Chery saat ini.

Peluncuran ini juga menegaskan posisi CATL sebagai pemasok baterai utama bagi lini elektrifikasi Chery, baik untuk baterai LFP maupun lithium ternary. Ketergantungan pada satu pemasok strategis ini menjadi salah satu karakteristik produk Chery yang konsisten terlihat pada model-model terbarunya.

Dengan peluncuran resmi ini, Jetour G700 langsung tersedia di pasar China. Belum ada informasi mengenai rencana pemasaran model ini di pasar lain, termasuk Indonesia, dalam sumber yang ada. Namun, penggunaan nama internasional menunjukkan model ini dirancang untuk pasar yang lebih luas.

Kehadiran G700 melengkapi portofolio Chery yang kini mencakup berbagai segmen, dari model terjangkau hingga SUV premium berteknologi tinggi. Strategi multi-segmen ini menjadi salah satu faktor yang menjaga posisi Chery di pasar otomotif China maupun global.

Sebagai catatan, artikel ini disusun oleh Liu Miao yang meliput kendaraan energi baru dan baterai di CNC. Peluncuran Jetour G700 menambah panjang daftar model PHEV China yang mengandalkan kombinasi tenaga besar, baterai berkapasitas tinggi, dan sistem kemudi cerdas sebagai nilai jual utama di pasar 2026.






Komentar
Belum ada komentar.