šŸ“‘ Daftar Isi

Sel baterai solid-state Chery yang akan diuji jalan pada 2027

Chery Uji Jalan Baterai Solid-State pada 2027, Investasi Rp 22 Triliun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Chery akan memulai uji jalan baterai solid-state pada 2027
  • Investasi R&D mencapai 10 miliar yuan (1,5 miliar USD)
  • Lini baterai Rhino S memiliki kepadatan energi 400-600 Wh/kg
  • Jarak tempuh diklaim mencapai 1.500 km dalam sekali charge
  • Mobil pertama yang diuji adalah Exeed ES8 station wagon
  • Anwa New Energy Technology produksi sampel sel baterai
  • Produksi massal baterai 500 Wh/kg ditargetkan pada 2027
  • Chery mulai instalasi baterai semi-solid pada Q4 2026

Telset.id – Chery secara resmi mengumumkan akan memulai uji jalan kendaraan dengan baterai solid-state (SSB) pada 2027. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chairman Chery, Yin Tongyue, dalam acara 2026 World Power Battery Conference yang digelar di Yibin, Sichuan, pada 3 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Yin Tongyue juga mengungkapkan bahwa investasi riset dan pengembangan untuk teknologi ini mencapai 10 miliar yuan atau setara 1,5 miliar dolar AS.

Langkah ini menegaskan keseriusan Chery dalam mengadopsi teknologi baterai generasi berikutnya. Yin Tongyue menegaskan bahwa perusahaannya tidak akan mengintegrasikan solusi teknis apa pun ke dalam kendaraan jika tingkat keamanannya dinilai belum memadai. Aturan ketat yang sama juga akan diterapkan pada teknologi baterai generasi baru ini.

Jajaran Baterai Rhino S dan Target Jarak Tempuh Ekstrem

Chery sebenarnya sudah membeberkan rencana besarnya sejak Maret 2026, saat mengumumkan lini baterai solid-state Rhino S. Lini baterai ini akan memiliki varian sel dengan kepadatan energi yang bervariasi, mulai dari 400 Wh/kg hingga 600 Wh/kg. Dengan angka tersebut, kendaraan listrik bermerek Chery diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.500 km dalam sekali pengisian daya.

Chery to start solid-state battery real-world tests on EVs in 2027, chairman says

Yin Tongyue juga membagikan kabar terbaru bahwa perusahaannya telah mencapai kepadatan energi sel solid-state sebesar 400 Wh/kg. Sebagai langkah transisi, Chery juga akan memulai instalasi kendaraan untuk paket baterai Rhino solid-liquid (semi-solid) pada kuartal keempat 2026. Ini menandakan bahwa Chery tidak hanya fokus pada lompatan besar, tetapi juga menyiapkan teknologi antara yang lebih cepat dipasarkan.

Mobil pertama yang akan menjadi pionir uji jalan baterai solid-state ini adalah Exeed ES8, sebuah station wagon yang sempat diintip publik pada Desember 2025. Pemilihan model ini menunjukkan bahwa Chery ingin menguji teknologi barunya pada segmen premium yang menuntut performa dan keamanan tinggi.

Investasi sebesar 10 miliar yuan (1,5 miliar dolar AS) yang digelontorkan Chery untuk pengembangan SSB menunjukkan komitmen finansial yang besar. Pabrikan yang bermarkas di Wuhu ini jelas tidak main-main dalam persaingan teknologi baterai masa depan.

Anwa New Energy Technology dan Dukungan Gotion High-Tech

Di balik ambisi besar Chery, terdapat anak perusahaannya yang bernama Anwa New Energy Technology. Perusahaan ini diketahui telah memulai produksi percobaan sampel rekayasa sel baterai solid-state. Anwa juga mendapat dukungan dari Gotion High-Tech, perusahaan baterai yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Volkswagen.

Engineering samples of solid-state battery from a Chery-backed company produced in China

Pabrik Anwa mengadopsi sistem produksi rantai penuh dengan kapasitas terencana sebesar 1,25 GWh per tahun. Sebelumnya, para pejabat perusahaan ini menyampaikan target untuk memulai produksi massal baterai berkepadatan 500 Wh/kg pada 2027. Jika target ini tercapai, Chery akan memiliki keunggulan signifikan dalam hal jarak tempuh kendaraan listriknya.

Persaingan baterai solid-state di China memang sedang memanas. CarNewsChina sebelumnya memberitakan bahwa banyak pabrikan otomotif dan produsen baterai telah mengumumkan dimulainya produksi percobaan dan uji jalan SSB pada 2027. Daftar nama yang terlibat cukup panjang, mencakup Gotion High-Tech, Farasis Energy, CALB, CATL, BYD, dan Geely.

Dalam lanskap industri baterai China saat ini, CATL masih memimpin sebagai produsen baterai terbesar dengan pangsa pasar 42,9 persen. BYD berada di posisi kedua dengan 19,5 persen. Sementara itu, CALB, Gotion, dan EVE masing-masing menempati peringkat ketiga, keempat, dan kelima dengan pangsa pasar satu digit. Chery tentu berharap teknologi solid-state miliknya bisa mengubah peta persaingan ini.

Keputusan Chery untuk menunggu hingga 2027 untuk uji jalan menunjukkan pendekatan yang hati-hati. Yin Tongyue secara eksplisit menyatakan bahwa keamanan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Sikap ini penting mengingat teknologi baterai solid-state masih dalam tahap pematangan dan memerlukan validasi menyeluruh sebelum dipasarkan secara massal.

Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi kabar baik karena menjanjikan kendaraan listrik dengan jarak tempuh jauh lebih panjang dan waktu pengisian lebih singkat. Namun, masih ada waktu sekitar satu tahun lagi sebelum publik bisa melihat hasil nyata dari uji jalan baterai solid-state Chery di kendaraan sebenarnya.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, mulai dari investasi besar hingga pembentukan anak perusahaan khusus baterai, Chery menunjukkan bahwa mereka serius menjadi pemain utama dalam era kendaraan listrik berikutnya. Keberhasilan uji jalan pada 2027 nanti akan menjadi penentu apakah teknologi ini siap dipasarkan secara luas atau masih membutuhkan penyempurnaan lebih lanjut.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.