📑 Daftar Isi

Ioniq 5 EV dirakit di pabrik Hyundai Metaplant Georgia untuk robotaxi Waymo

Hyundai Bidik Robotaxi Waymo demi Selamatkan Bisnis EV

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱3 menit membaca
Bagikan:
  • Hyundai produksi puluhan ribu Ioniq 5 robotaxi untuk Waymo di pabrik Georgia
  • Bisnis manufaktur robotaxi Hyundai disebut sudah menguntungkan
  • Pengiriman pertama Ioniq 5 robotaxi dijadwalkan kuartal keempat tahun ini
  • Waymo pakai perangkat otonom generasi keenam, armada capai 4.000 unit di 14 kota AS
  • Hyundai sesuaikan kapasitas pabrik Georgia: lebih banyak hybrid, lebih sedikit EV

Telset.id – Hyundai Motor Company mengalihkan sebagian strategi kendaraan listriknya ke pasar robotaxi setelah permintaan konsumen di Amerika Serikat tumbuh lebih lambat dari perkiraan. CEO Hyundai Motor Company, JosĂ© Muñoz, menyatakan perusahaan akan memproduksi “puluhan ribu” Ioniq 5 robotaxi untuk Waymo di pabriknya di Georgia, Amerika Serikat. Langkah ini diambil ketika insentif pajak EV dan regulasi efisiensi bahan bakar di Negeri Paman Sam perlahan hilang sepanjang tahun terakhir.

Keputusan Hyundai berbeda dari sejumlah rivalnya. Ford hingga Honda memilih memangkas ambisi EV mereka dan mencatat kerugian besar. Muñoz menyebut pendekatan perusahaannya berbeda. “Saat rival memutuskan menghapus nilai aset mereka, kami memutuskan memaksimalkan aset kami,” ujarnya kepada wartawan di San Jose, Kamis. Pernyataan itu merujuk pada keputusan Hyundai menyesuaikan kapasitas di pabrik Hyundai Motor Group di Savannah, Georgia, untuk memproduksi lebih banyak hybrid dan lebih sedikit EV.

Selain penyesuaian kapasitas, Hyundai mencari peluang bisnis baru di segmen EV. Menurut Muñoz, peluang terbesar ada di robotaxi. Hyundai sendiri telah menandatangani kesepakatan untuk membangun kendaraan bagi Waymo pada 2024, sekaligus memproduksi Ioniq 5 untuk Motional, unit kendaraan otonom miliknya. Strategi ini menjadi salah satu cara Hyundai menjaga volume produksi EV di tengah pasar yang lesu, sejalan dengan langkah perusahaan yang sebelumnya sempat Peringatkan AS soal persaingan EV China.

Bisnis Robotaxi Hyundai Mulai Cuan

Muñoz mengungkapkan bahwa bisnis manufaktur robotaxi Hyundai sudah menguntungkan. Dalam sebuah acara rekrutmen di San Jose, ia menyatakan Hyundai akan memproduksi “puluhan ribu” Ioniq 5 robotaxi untuk Waymo di pabrik Georgia. “Jadi ini menjadi unit bisnis tersendiri,” tambahnya. Hyundai berencana mengirimkan Ioniq 5 robotaxi pertama yang tidak hanya untuk pengujian kepada Waymo pada kuartal keempat tahun ini.

Kendaraan tersebut akan memakai perangkat keras mengemudi otonom generasi keenam milik Waymo, sama seperti van Zeekr milik perusahaan itu. Bedanya, Ioniq 5 sudah dilengkapi seluruh perangkat dari pabrik, sedangkan Waymo memasang sensor pada Zeekr sendiri di pabrik di Arizona. Ketika kedua perusahaan mengumumkan kemitraan pada 2024, Hyundai menyatakan akan menyediakan “volume signifikan” kendaraan, meski tidak menyebut jumlah pastinya.

Baca Juga:

Saat ini, armada Waymo mencakup sekitar 4.000 kendaraan di 14 kota di Amerika Serikat. Robotaxi menjadi sumber volume EV yang semakin penting, terutama di masa penjualan yang lesu. Hal ini krusial bagi startup otomotif yang masih berjuang mencetak laba. Rivian baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Uber untuk menyediakan hingga 50.000 R2 crossover. Lucid akan menjual setidaknya 35.000 Gravity SUV dan kendaraan midsize melalui kerja sama dengan Uber dan Nuro.

Pekan ini, Lucid mengumumkan kemitraan dengan platform mobilitas bersama asal Eropa, Bolt, untuk memasok setidaknya 25.000 kendaraan midsize bagi operasi otonom. Stellantis juga akan menyediakan EV kepada Uber untuk program robotaxi. Tren ini menunjukkan bahwa robotaxi kini menjadi jalur penyelamat volume EV di tengah pasar yang melambat.

Muñoz melihat “peluang signifikan untuk meningkatkan skala” bisnis robotaxi Hyundai, dan ia memberi sinyal bahwa perusahaan mungkin tidak berhenti pada Waymo. Menurutnya, ada “banyak minat” dari pelanggan lain. Sementara itu, lini EV Hyundai di Eropa juga bergerak, dengan model seperti Staria Electric yang dibuka di pasar tersebut.

Dengan kapasitas pabrik Georgia yang kini lebih banyak dialokasikan untuk hybrid, Hyundai tetap menjaga jalur produksi EV melalui pesanan robotaxi. Strategi ini menjadi jawaban atas lesunya permintaan konsumen yang tidak sesuai ekspektasi beberapa tahun lalu. Alih-alih menuliskan aset, Hyundai memilih mengoptimalkannya untuk pelanggan baru di sektor mobilitas otonom.

Bagi pasar otomotif global, langkah Hyundai ini menandai pergeseran sumber permintaan EV dari konsumen ritel ke operator armada robotaxi. Ketika insentif dan regulasi pro-EV meredup, pabrikan yang mampu mengunci kontrak volume besar dengan perusahaan teknologi otonom berpotensi bertahan lebih baik. Hyundai tampaknya ingin berada di posisi itu, dengan Waymo sebagai pelanggan pertamanya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.