📑 Daftar Isi

Aito M7 dengan badge DFSK setelah perpisahan Huawei dan Seres Auto

Aito Ditinggal Huawei, Pemilik Rebranding ke DFSK

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Huawei menarik diri dari Aito dalam HIMA, memicu protes pemilik di China
  • Pemilik Aito M7 rebadging ke DFSK dan viral di Weibo sebagai topik terpopuler kedua
  • Pemilik mengeluh harga 300.000 yuan (44.800 USD) tak lagi sepadan pasca-Huawei
  • Dealer DFSK pasang banner dukungan, posisikan diri sebagai "rumah orang tua" Aito
  • Huawei sebelumnya ambil potongan 50.000 yuan (7.500 USD) per unit Aito terjual

Telset.id – Pemilik Aito di China ramai-ramai mengganti logo mobil mereka menjadi DFSK sebagai bentuk protes setelah Huawei menarik diri dari brand tersebut dalam Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA). Tren self-deprecating ini viral di Weibo, platform media sosial utama China, dengan para pemilik Aito disebut melakukan rebadging mobil mereka dengan logo DFSK sambil meratapi jatuhnya Aito dari “putra mahkota HIMA” menjadi “rakyat jelata Dongfeng”.

DFSK sendiri merupakan brand micro-EV dan van budget yang awalnya dibentuk sebagai joint venture antara Dongfeng dan Seres Auto. Meski kini statusnya telah berubah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Seres Auto, brand ini identik dengan segmen kendaraan murah. Perubahan persepsi inilah yang membuat para pemilik Aito merasa harga premium yang mereka bayar tidak lagi sepadan dengan posisi brand setelah kepergian Huawei.

Keluhan Pemilik Aito M7

Seorang pemilik Aito M7 mengungkapkan kekecewaannya terhadap brand dan masa depannya pasca perpisahan Huawei-Seres. Karena raksasa teknologi itu tidak lagi terlibat aktif dalam pengembangan kendaraan, pemilik tersebut meragukan apakah Aito masih bisa mematok harga premium untuk produknya.

Pemilik yang tidak puas itu mengklaim telah membayar lebih dari 300.000 yuan (44.800 USD) untuk M7 miliknya, harga yang menurutnya tidak lagi sesuai dengan kemampuan dan dukungan Seres Auto. Ia juga menyatakan kekhawatiran tentang kelangsungan hidup jangka panjang pabrikan tersebut, menyamakan masa depannya dengan Neta Auto.

Postingan pemilik tersebut ditutup dengan penekanan harapan mereka terhadap kesuksesan Seres dan Aito, karena brand yang mati tidak akan bisa memberikan layanan purna jual dan akan sangat mempercepat depresiasi nilai mobil. Postingan ini pun mendapat perhatian besar di Weibo dan menjadi topik terpopuler kedua di situs tersebut saat artikel ini ditulis.

Gambar-gambar juga muncul memperlihatkan Aito M7 yang “diturunkan kasta” setelah pengumuman perpisahan Huawei-Seres, dengan badge Seres Auto diganti dengan badge DFSK (Dong Feng Xiao Kang). Karena Seres dan Aito bungkam soal pengaturan baru ini, humor dan kemarahan mungkin menjadi satu-satunya saluran ekspresi bagi para pemilik.

Aito M7 dengan badge DFSK setelah perpisahan Huawei-Seres

Respons DFSK dan Masa Depan Aito

Meski brand budget tersebut belum merespons tren ini, sebuah dealer DFSK disebut telah menyatakan solidaritas dengan merek HIMA yang sedang bermasalah itu dengan memasang banner dan menyambut para pemiliknya. Dealer itu memposisikan DFSK sebagai “rumah orang tua” bagi Aito dan menyatakan akan selalu mendukung mobil serta pengemudinya.

Pemilik Aito M7 yang tidak puas itu kemungkinan tidak sendirian dalam keraguannya terhadap kemampuan Seres Auto. Huawei membantu pabrikan tersebut menghindari kebangkrutan, dan kepergiannya yang terbaru akan meredam kepercayaan terhadap masa depan Seres Auto.

Berdasarkan perjanjian sebelumnya, Seres mencapai lompatan besar dalam profitabilitas, bahkan saat Huawei disebut mengambil potongan 50.000 yuan (7.500 USD) dari setiap kendaraan Aito yang terjual. Masih harus dilihat apakah brand Aito yang kini mayoritas dikuasai Seres masih bisa menuntut harga premium dibandingkan para kompetitornya.

Banner dealer DFSK menyatakan dukungan untuk pemilik Aito

DFSK kini sepenuhnya menjadi anak perusahaan Seres Auto, dengan spesialisasi pada micro-EV, mobil penumpang budget, dan microvan komersial. Brand ini juga kerap dijadikan bahan olok-olok oleh “netizen” China ketika mengkritik handling dan penyetelan sasis Aito, sehingga solidaritas yang muncul justru menjadi ironi tersendiri bagi para pemilik Aito.

Di sisi lain, pasar EV China terus bergerak dinamis dengan berbagai peluncuran produk baru. Beberapa merek seperti Xiaomi Skynomad menawarkan harga yang kompetitif, sementara model seperti Freelander 8 mencatatkan pencapaian teknis di medan ekstrem. Kondisi ini memperketat persaingan di segmen premium yang selama ini menjadi target Aito.

Bagi konsumen China, kepergian Huawei dari Aito menimbulkan pertanyaan mendasar soal nilai jual kembali dan layanan purna jual. Kekhawatiran pemilik M7 soal depresiasi yang dipercepat mencerminkan sensitivitas pasar terhadap stabilitas brand, terutama di segmen harga di atas 300.000 yuan. Tanpa kehadiran teknologi Huawei sebagai pembeda, Aito harus membuktikan bahwa Seres Auto mampu berdiri sendiri.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Seres maupun Aito mengenai struktur kerja sama baru pasca-Huawei. Yang jelas, tren rebadging ke DFSK di Weibo menunjukkan bahwa kepercayaan pemilik terhadap posisi premium Aito sedang diuji, dan humor menjadi cara mereka menyampaikan kekecewaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.