📑 Daftar Isi

Ilustrasi baterai Hongqi yang memecahkan rekor pengisian daya ultra-cepat

Hongqi Kalahkan BYD dengan Baterai 10-70% dalam 3 Menit 41 Detik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Hongqi berhasil memecahkan rekor pengisian baterai EV, mengisi dari 10% ke 70% dalam 3 menit 41 detik.
  • Baterai mencapai 97% dalam 8 menit 3 detik, mengalahkan rekor BYD (10-97% dalam 9 menit).
  • Teknologi kunci meliputi elektrolit khusus, anoda ultra-cepat, dan lapisan karbon komposit yang memangkas resistansi internal 15%.
  • Sistem pendingin cair cerdas menjaga perbedaan suhu dalam 3°C selama pengisian cepat.
  • Persaingan pengisian daya cepat semakin ketat dengan kehadiran CATL dan Geely.

Telset.id – Persaingan teknologi pengisian baterai kendaraan listrik (EV) semakin ketat. Setelah BYD mencuri perhatian dengan sistem “flash charging”-nya, kini pabrikan asal China, Hongqi, berhasil memecahkan rekor tersebut dengan waktu pengisian yang jauh lebih singkat.

Hongqi, merek mobil mewah milik FAW Group, bekerja sama dengan Lishen Battery baru saja menyelesaikan uji coba pengisian baterai ultra-cepat pada suhu 25°C. Hasilnya, baterai tersebut mampu mengisi daya dari 10% ke 70% dalam waktu hanya 3 menit 41 detik. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya yang dicetak oleh BYD. Sebagai informasi, BYD sebelumnya mengklaim sistem “flash charging”-nya mampu mengisi baterai dari 10% ke 97% dalam waktu sembilan menit.

Dalam pengujian lanjutan, baterai Hongqi bahkan mencapai 97% dalam waktu 8 menit 3 detik. FAW Hongqi menyatakan bahwa baterai ini mencapai puncak pengisian pada 12C, berkat anoda ultra-cepat efisiensi tinggi yang mampu menembus batasan sebelumnya.

Teknologi di Balik Kecepatan Pengisian

Kecepatan pengisian baterai Hongqi tidak terlepas dari inovasi pada material selnya. FAW mengembangkan elektrolit khusus yang dirancang untuk menurunkan hambatan energi yang dihadapi ion litium saat bergerak melalui sel. Selain itu, lapisan karbon komposit dan teknik bulk doping digunakan untuk memangkas resistansi internal hingga 15% dibandingkan sel serupa. Hal ini mempercepat transfer muatan secara signifikan.

Manajemen panas menjadi tantangan utama dalam pengisian daya berkecepatan tinggi. Untuk mengatasinya, FAW membekali baterai ini dengan sistem pendingin cair cerdas yang mampu menjaga perbedaan suhu di seluruh paket baterai tetap dalam kisaran 3°C selama proses pengisian cepat. Strategi pengisian yang mengutamakan keselamatan juga diterapkan, di mana sistem secara konstan memantau suhu sel dan menyesuaikan kurva daya secara real-time.

Pentingnya kontrol suhu ini terlihat dari pengujian BYD sebelumnya, di mana teknologi flash charging-nya mendorong suhu baterai hingga 169,6°F (sekitar 76,4°C) dalam uji dunia nyata, melampaui batas aman yang direkomendasikan. Dengan sistem pendingin yang lebih canggih, baterai Hongqi diharapkan dapat berkinerja lebih baik dalam skenario dunia nyata.

Persaingan Semakin Panas

Hongqi dan BYD bukanlah satu-satunya pemain dalam perlombaan pengisian daya tercepat. Sejumlah perusahaan lain seperti CATL dan Geely juga telah mengumumkan angka pengisian cepat yang impresif. Persaingan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun pabrikan EV yang ingin tertinggal dalam hal kecepatan pengisian, dan kompetisi ini diperkirakan akan terus meningkat.

Dengan rekor terbaru ini, Hongqi menegaskan posisinya sebagai inovator dalam teknologi baterai EV. Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara massal, waktu pengisian yang sangat singkat ini bisa menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.