📑 Daftar Isi

Sel baterai LMR prismatik General Motors yang akan diproduksi massal di pabrik Ultium Cells Spring Hill, Tennessee

GM Produksi Sel Baterai LMR Prismatik Pertama di Dunia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • GM akan produksi massal sel baterai LMR prismatik di pabrik Ultium Cells, Spring Hill, Tennessee
  • Klaim: kepadatan energi 33% lebih tinggi dari LFP dengan biaya setara
  • LMR pakai lebih sedikit kobalt dan nikel, lebih banyak mangan yang lebih murah
  • Target jangkauan EPA di atas 400 mil untuk truk dan SUV full-size
  • Upgrade pabrik mulai akhir tahun ini, rampung 2028, tambah 500 pekerja
  • Kendaraan pertama dengan baterai LMR diperkirakan meluncur 2028

Telset.id – General Motors (GM) memastikan sel baterai lithium manganese rich (LMR) prismatik akan diproduksi massal di fasilitas Ultium Cells, perusahaan patungannya dengan LG Energy Solution, di Spring Hill, Tennessee. Pengumuman pada Selasa itu menjadi kali pertama GM mengungkap lokasi produksi teknologi baterai generasi berikutnya, sekaligus mengklaim pabrik tersebut akan menjadi yang pertama di dunia untuk produksi massal sel LMR prismatik.

Langkah ini menegaskan bahwa di tengah derasnya investasi GM pada truk berbahan bakar bensin, rencana elektrifikasi perusahaan tetap berjalan. Ultium Cells menyebut teknologi LMR berpotensi menghadirkan kepadatan energi 33% lebih tinggi dibanding lithium iron phosphate (LFP), kimia baterai murah yang saat ini dominan, dengan biaya yang kurang lebih setara.

GM dan LG sebenarnya telah memperkenalkan teknologi baterai ini lebih dari setahun lalu, namun baru kini lokasi produksinya diumumkan secara resmi. Peningkatan fasilitas Spring Hill dijadwalkan dimulai pada akhir tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2028. Ekspansi tersebut akan menambah 500 lapangan kerja baru, sehingga total tenaga kerja di pabrik itu menjadi 1.700 orang.

Posisi LMR di Antara NMC dan LFP

Secara mendasar, baterai LMR mirip dengan sel nickel manganese cobalt (NMC) konvensional. Bedanya, LMR memakai persentase kobalt dan nikel yang jauh lebih rendah — dua material yang mahal dan kotor untuk ditambang — lalu menggantinya dengan porsi mangan yang jauh lebih besar. GM menilai mangan lebih mudah diperoleh serta lebih murah untuk ditambang dan diproses.

Itulah sebagian alasan GM menyebut biaya baterai LMR hampir sama dengan LFP, tetapi dengan jangkauan berkendara yang lebih unggul. Kurt Kelty, Vice President Battery and Sustainability GM, menjelaskan bahwa baterai high-nickel tetap menjadi opsi dengan jangkauan tertinggi. Menurutnya, “menambahkan LMR memposisikan kami untuk melompati kimia baterai murah saat ini dan menghadirkan biaya lebih rendah dengan performa lebih baik.”

Dengan begitu, LMR akan mengisi celah di antara baterai NMC berjangkauan tertinggi dan sel LFP berbiaya rendah. Kemampuan memproduksi high-nickel, LFP, dan kini LMR dalam bentuk pouch maupun prismatik, kata Kelty, memungkinkan GM “berkembang secara efisien, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan mendukung strategi EV jangka panjang GM.” Peta jalan baterai semacam ini sejalan dengan pergerakan industri yang juga terlihat pada Blade Battery 2.0 dan persiapan model solid-state battery dari sejumlah produsen.

Target Jangkauan dan Kendaraan Pertama

Baterai LMR akan dipasang pada truk dan SUV full-size GM. Pabrikan menargetkan jangkauan EPA di atas 400 mil untuk kendaraan yang memakai sel ini. Sebagai pembanding, EV dengan jangkauan terpanjang GM saat ini, Chevrolet Silverado EV, menawarkan estimasi hingga 478 mil dalam sekali pengisian daya menggunakan baterai high-nickel, dengan harga mulai 55.895 dolar AS.

Keterangan soal angka jangkauan ini berbeda-beda antar dokumen: ada yang menyebut “lebih dari 400 mil”, ada pula yang menulis “di atas 400 mil EPA”. Yang jelas, kendaraan pertama yang mengusung sel LMR diperkirakan baru meluncur pada 2028 — tahun yang sama dengan target rampungnya upgrade pabrik Spring Hill. Artinya, konsumen masih harus menunggu sekitar dua tahun sebelum teknologi ini benar-benar hadir di jalan raya.

Selain sel LMR, Ultium Cells juga memproduksi baterai LFP untuk sistem penyimpanan energi. Kombinasi lini produksi ini menunjukkan bagaimana pemain besar seperti GM menyiapkan portofolio kimia baterai yang berlapis, dari yang termurah hingga yang berjangkauan terjauh. Pola serupa juga tampak pada langkah e-bike moped dual battery yang mengandalkan dua baterai untuk memperluas jangkauan.

Bagi GM, keberhasilan LMR bukan sekadar soal angka di atas kertas. Teknologi ini menjadi taruhan untuk mengubah ekonomi pengoperasian SUV dan truk besar dibanding model yang dijual saat ini. Jika target biaya dan jangkauan tercapai, LMR bisa menjadi jembatan antara harga baterai murah dan kebutuhan jangkauan jauh yang selama ini sulit dipenuhi dalam satu paket. Namun hingga sel pertama keluar dari lini produksi Spring Hill pada 2028, klaim “pertama di dunia” itu masih harus dibuktikan di lantai pabrik, bukan di ruang presentasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.