Telset.id ā FAW-FinDreams, perusahaan patungan antara FAW Group dan BYD, resmi memasuki fase produksi massal yang stabil untuk proyek baterai daya baru. Kabar ini disampaikan dalam laporan Jilin TV pada 15 Agustus 2026. Baterai yang diproduksi di fasilitas ini saat ini telah digunakan untuk menyalakan kendaraan energi baru dari berbagai merek, termasuk Hongqi dan Audi.
Zhang Hongjun, Wakil General Manager Eksekutif FAW FinDreams New Energy Technology Co., Ltd., mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa perusahaan sedang mendorong integrasi Baterai Blade generasi kedua dari BYD. Perusahaan patungan ini telah berhasil mengamankan nominasi untuk proyek inti platform listrik murni generasi berikutnya dari Hongqi. Konsekuensinya, Hongqi dipersiapkan menjadi merek pertama di dalam Grup FAW yang mengadopsi teknologi Baterai Blade 2.0 dari BYD.
Hingga saat ini, Baterai Blade generasi kedua dan teknologi Megawatt Fast Charging masih menjadi eksklusivitas lini kendaraan BYD sendiri. Langkah ini menandai pertama kalinya BYD membuka kedua teknologi tersebut untuk merek eksternal, sebuah keputusan strategis yang patut disorot di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik.

Investasi Raksasa dan Kapasitas Produksi Masif
Proyek FAW-FinDreams merupakan usaha patungan antara FAW Group dan BYD dengan total investasi mencapai 180 miliar yuan atau sekitar 26,5 miliar dolar AS. Fasilitas ini direncanakan dibangun dalam tiga fase dengan total kapasitas 45 GWh, di mana setiap fase berkontribusi 15 GWh. Fase pertama, yang melibatkan investasi 70 miliar yuan atau 10,3 miliar dolar AS, telah memulai produksi pada Februari 2024.
Saat ini, fase kedua proyek sedang dipercepat melalui tahap penandatanganan kontrak dan peletakan batu pertama. Setelah ketiga fase beroperasi penuh, pabrik ini akan mampu memasok Baterai Blade untuk hampir 600.000 kendaraan setiap tahunnya, dengan perkiraan nilai output tahunan mencapai 200 miliar yuan atau sekitar 29,4 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan skala ambisi FAW dalam transisi menuju kendaraan energi baru.

Strategi Diversifikasi FAW di Tengah Tekanan Transisi
Sebagai produsen mobil penumpang pertama di China, Grup FAW menghadapi tantangan signifikan dalam transisi menuju energi baru di tengah penyusutan pasar mesin pembakaran internal. Untuk berbelok arah, FAW mengadopsi strategi kemitraan yang terdiversifikasi. Selain usaha patungan dengan BYD dan CATL untuk produksi baterai, strategi ini juga terlihat pada Hongqi E-QM5 yang menggunakan baterai dari CATL dan BYD, dengan versi penukaran baterai yang tersedia untuk kedua tipe tersebut. FAW juga telah berinvestasi di Leapmotor.
Merek Hongqi milik FAW mungkin merupakan merek mobil paling demokratis di dunia. Merek ini memproduksi kendaraan yang digunakan oleh kepala negara China sekaligus taksi yang terlihat di seluruh jalanan. Xi Jinping, kepala negara China, terlihat menggunakan limusin Hongqi dalam berbagai kesempatan resmi.
Keputusan BYD untuk membuka teknologi Baterai Blade 2.0 kepada Hongqi menunjukkan perubahan strategi dari pendekatan eksklusif menjadi lebih terbuka. Ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar baterai kendaraan listrik semakin intensif, dengan para pemain besar berusaha memperluas ekosistem mereka melalui kemitraan strategis.
Baca Juga:
Baterai yang diproduksi di fasilitas FAW-FinDreams saat ini telah digunakan untuk kendaraan dari merek Hongqi dan Audi. Dengan dimulainya produksi massal yang stabil, pasokan baterai untuk kendaraan listrik dari kedua merek tersebut dipastikan akan lebih konsisten. Ini merupakan perkembangan penting mengingat kebutuhan baterai yang terus meningkat seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik di China.
Integrasi Baterai Blade 2.0 ke platform listrik murni Hongqi generasi berikutnya akan menjadi ujian nyata bagi teknologi tersebut di luar ekosistem BYD. Keberhasilan implementasi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi BYD untuk memasok teknologi baterainya ke merek lain, sekaligus memperkuat posisi Hongqi dalam jajaran kendaraan listrik premium.
Dengan kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 45 GWh setelah semua fase selesai, FAW-FinDreams akan menjadi salah satu pemasok baterai terbesar di China. Angka ini setara dengan kebutuhan baterai untuk hampir 600.000 kendaraan per tahun, sebuah kontribusi signifikan terhadap target elektrifikasi nasional China.
Perkembangan ini juga menunjukkan bagaimana produsen mobil tradisional seperti FAW beradaptasi dengan era elektrifikasi. Alih-alih mengembangkan teknologi baterai secara mandiri, FAW memilih jalur kemitraan strategis dengan pemain mapan seperti BYD dan CATL. Pendekatan ini memungkinkan FAW untuk fokus pada pengembangan kendaraan sambil memanfaatkan teknologi baterai yang sudah terbukti.
Bagi konsumen, kabar ini berarti pilihan kendaraan listrik dengan teknologi Baterai Blade 2.0 akan semakin luas. Hongqi sebagai merek yang memproduksi kendaraan untuk kepala negara hingga taksi, dipastikan akan menghadirkan teknologi ini ke berbagai segmen pasar, dari kendaraan mewah hingga kendaraan komersial.
Langkah BYD membuka teknologinya ke merek eksternal juga dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik secara keseluruhan. Dengan lebih banyak merek yang menggunakan Baterai Blade 2.0, biaya produksi berpotensi turun seiring skala ekonomi yang lebih besar, yang pada akhirnya dapat membuat kendaraan listrik lebih terjangkau bagi konsumen.
Ke depannya, keberhasilan integrasi teknologi ini akan menjadi barometer bagi kemitraan serupa di industri. Jika Hongqi berhasil memanfaatkan Baterai Blade 2.0 dengan baik, bukan tidak mungkin merek lain akan mengikuti jejak yang sama, mempercepat transisi energi di sektor otomotif China secara keseluruhan.





Komentar
Belum ada komentar.