📑 Daftar Isi

Nio Jual 800 Stasiun Battery Swap ke Badan Usaha Milik Negara China

Nio Jual 800 Stasiun Battery Swap ke Badan Usaha Milik Negara China

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Nio secara resmi mengalihkan kepemilikan lebih dari 800 stasiun battery swap ke lebih dari 40 platform milik negara dan lembaga keuangan di 25 provinsi China. Langkah strategis ini menandai perubahan besar model bisnis Nio, dari pemilik infrastruktur berat menjadi operator teknologi murni.

Langkah ini diawali dengan penyerahan 36 stasiun swap generasi pertama di Wuhan kepada Optics Valley Traffic Company, perusahaan milik negara setempat. Dengan model baru ini, Nio tidak lagi terbebani depresiasi aset properti, melainkan fokus pada pengelolaan perangkat lunak, robotika, dan pengalaman pelanggan.

Transformasi Model Bisnis Nio

Sejak awal, pendekatan Nio membangun jaringan stasiun battery swap dianggap sebagai proyek ambisius yang boros modal. Stasiun generasi pertama menelan biaya sekitar RMB 3 juta (sekitar €340.000) per unit. Setelah efisiensi terus ditingkatkan, biaya turun menjadi RMB 2 juta (sekitar €260.000) untuk generasi kedua, dan sekitar RMB 1,5 juta (hampir €170.000) untuk generasi ketiga dan keempat.

Total investasi Nio pada infrastruktur pengisian dan penukaran baterai tercatat lebih dari RMB 20 miliar. Angka tersebut sempat membuat perusahaan menghadapi tekanan keuangan yang besar. Namun, keputusan mengalihkan kepemilikan aset ke badan usaha milik negara justru membuka jalan bagi Nio untuk fokus pada kompetensi intinya.

Alih kepemilikan ini bukan sekadar penyelamatan lokal, melainkan cetak biru nasional yang baru. Nio Power telah menjalin kemitraan dengan puluhan entitas negara dan institusi finansial untuk mentransfer aset kepemilikan stasiun swap. Model ini memungkinkan Nio tetap mengoperasikan stasiun-stasiun tersebut dengan teknologi dan layanan terbaiknya.

Saat ini, Nio memiliki jaringan 9.198 lokasi energi yang terdiri dari 4.017 stasiun swap otomatis dan 5.181 stasiun pengisian dengan 29.875 titik pengisian khusus. Jaringan ini telah melayani lebih dari 120 juta kali penukaran baterai. Di kota-kota besar seperti Shanghai, volume penukaran harian hampir mencapai 10.000 unit, mendekati titik impas finansial.

Kinerja Penjualan dan Profitabilitas

Kombinasi kemudahan penukaran baterai dan harga kendaraan yang agresif terbukti mendorong trafik penjualan. Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, Nio mengirimkan 227.057 kendaraan, melonjak 68,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Total penjualan kumulatif Nio kini mencapai 1.224.649 unit.

Merek mewah Nio menyumbang 139.496 pengiriman, merek keluarga Onvo menambahkan 52.618 unit, dan model kompak Firefly menyumbang 34.943 penjualan. Keberagaman merek ini menunjukkan strategi Nio menjangkau berbagai segmen pasar secara bersamaan.

Dampak finansial dari transformasi ini mulai terlihat jelas. Pada kuartal keempat 2025, Nio mencatatkan kuartal pertama yang menguntungkan dalam sejarah perusahaan dengan laba bersih RMB 2,8 miliar (sekitar €341 juta) dan laba operasional RMB 1,25 miliar (sekitar €171 juta).

Kinerja positif berlanjut pada kuartal pertama 2026. Pendapatan melonjak 112,2% tahun-ke-tahun menjadi RMB 25,53 miliar (sekitar €3,16 miliar), dengan laba operasional RMB 66,8 juta (hampir €9 juta). Angka-angka ini membuktikan bahwa model bisnis baru Nio mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Strategi membangun mobil listrik menarik sambil mendanai sendiri infrastruktur energi nasional selalu menjadi taruhan berisiko. Dengan meyakinkan dana infrastruktur negara untuk memiliki aset berat, Nio dapat mengumpulkan dividen operasional dan fokus pada bisnis inti membuat kendaraan listrik yang diminati pasar.

Model kemitraan ini juga sejalan dengan tren industri yang lebih luas. Beberapa pemain lain juga mengembangkan teknologi serupa, seperti baterai 8C untuk kendaraan komersial dan pengisian daya ultra-cepat yang dikembangkan kompetitor.

Dengan struktur aset yang lebih ringan, Nio kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk berinovasi pada teknologi baterai dan layanan pelanggan. Perusahaan juga dapat memperluas jaringan tanpa harus menanggung beban investasi infrastruktur yang berat, sebuah langkah yang berpotensi menjadi model bagi produsen kendaraan listrik lain di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.