Telset.id ā GAC Group memenangkan First Prize di ajang 2026 China Society of Automotive Engineers (China-SAE) Science and Technology Awards yang digelar di Suzhou pada 28 Oktober 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk proyek berjudul Key Technologies and Applications of High-Efficiency and High-Power-Density Amorphous-Carbon Fibre Electric Drives for New Energy Vehicles, yang dikembangkan GAC bersama sembilan organisasi lain. Teknologi ini menyatukan stator berbahan paduan amorf dengan sleeve rotor serat karbon, dan diklaim mencapai efisiensi puncak motor 99,03% versi sertifikasi CAERI.
Pengakuan itu datang bersamaan dengan sistem 925V continuous-wave winding milik Nio yang juga menerima First Prize. Bagi GAC, kemenangan ini melengkapi tonggak produksi yang sempat diumumkan pada Agustus 2024, ketika anak usaha powertrain-nya, RuiPai Powertrain, melaporkan efisiensi 98,5% dan kepadatan daya 13 kW/kg. Pengungkapan terbaru kini menambahkan hasil efisiensi tersertifikasi beserta detail manufakturnya.
Dari sisi angka, Quark Electric Drive 2.0 mencatat efisiensi puncak motor 99,03% berdasarkan pengujian yang disertifikasi China Automotive Engineering Research Institute (CAERI). Rakit penggerak listrik terintegrasi 12-in-1-nya membukukan efisiensi 94,184% pada kondisi operasi CLTC, sementara kepadatan daya mencapai 17,29 kW/kg. Motor ini mendukung putaran hingga 30.000 rpm.
Stator Paduan Amorf dan Sleeve Rotor Serat Karbon
Quark 2.0 menggantikan laminasi stator berbahan baja silikon konvensional dengan pita paduan magnetik lunak amorf setebal 0,025 mm atau 25 mikron. Struktur atomnya yang non-kristalin membantu menekan kerugian magnetik, terutama pada frekuensi operasi tinggi. GAC melaporkan kerugian inti besi stator sebesar 5,7 W/kg, sekitar 50% lebih rendah dibanding baja silikon ultra-tipis, dengan saturasi induksi magnetik 1,68 T.
Memproses pita yang getas menjadi inti stator kelas otomotif menuntut peralatan manufaktur khusus. GAC mengembangkan sistem otomatis untuk pemrosesan komposit, stamping, dan stacking yang mampu menangani pita selebar lebih dari 240 mm. Pendekatan ini menjelaskan mengapa teknologi amorf tidak serta-merta mudah dipindahkan ke lini produksi massal.
Di sisi rotor, GAC memakai sleeve komposit serat karbon setebal 1 mm untuk menahan gaya sentrifugal pada putaran hingga 30.000 rpm. Dibanding sleeve penahan berbahan logam yang lebih tebal, konstruksi tipis ini mengurangi massa rotor dan memungkinkan celah udara magnetik yang lebih kecil. Sejumlah langkah manufaktur pun diungkap untuk mengatasi masalah ikatan, ketahanan termal, dan paparan cairan pendingin.
Aktivasi permukaan plasma pada inti rotor logam meningkatkan kekuatan ikatan antarmuka lebih dari 40%, membantu mencegah terlepasnya komponen logam dan serat karbon. Kompositnya menggunakan resin formulasi khusus dengan rating suhu 180°C dan kekuatan tarik di atas 90 MPa. Dirancang untuk aplikasi motor berpendingin oli dengan automatic transmission fluid (ATF), resin tersebut menjaga tingkat pembengkakan akibat rendaman oli di bawah 1,5%. Penggulungan otomatis juga menjaga variasi tegangan filamen karbon dalam rentang ±5% antar lapisan.
Baca Juga:
Kapasitas Produksi 100.000 Unit per Tahun
Anak usaha GAC, RuiPai Powertrain Technology, memproduksi Quark 2.0 di Guangzhou dengan lini produksi otomatis berkapasitas 100.000 unit per tahun. Menurut GAC, teknologi penggerak listrik berbasis paduan amorf dan serat karbon ini telah masuk produksi batch pada model Hyptec dan Aion, termasuk Aion i60 tahun 2027.
GAC mengklaim drivetrain ini dapat menurunkan konsumsi energi kendaraan sekitar 4% dan menambah jarak tempuh CLTC 30 hingga 50 km tanpa menambah kapasitas baterai. Angka tersebut setara sekitar 25 hingga 42 km dalam konversi indikatif WLTP, meski hasil aktual bergantung pada konfigurasi kendaraan dan kondisi pengoperasian. Pengungkapan ini memberi gambaran lebih jelas soal bagaimana GAC menerjemahkan teknologi motor berkecepatan tinggi ke produksi volume.
Di luar urusan efisiensi, lanskap komputasi tempat kerja juga bergerak cepat. Sebuah putusan di Kentucky membebaskan pekerja dari kewajiban memakai AI di kantor, seperti terangkum dalam laporan Pekerja Kentucky Menang. Sementara di ranah komponen PC, Gigabyte Perbarui BIOS untuk menyiapkan motherboard LGA 1700 menghadapi prosesor Intel generasi berikutnya.
Informasi tersebut melengkapi konteks industri yang lebih luas, termasuk langkah Gigabyte Konfirmasi CPU baru yang dijadwalkan rilis awal 2027. Untuk pasar otomotif sendiri, sorotan tetap pada bagaimana produsen mengejar efisiensi penggerak listrik tanpa membesarkan paket baterai.
Dengan angka efisiensi tersertifikasi dan kapasitas produksi yang sudah berjalan, klaim GAC kini berpindah dari panggung penghargaan ke ruang pamer. Publik menunggu apakah tambahan jarak tempuh 30 hingga 50 km versi CLTC benar-benar terasa di jalan, atau hanya indah di atas kertas sertifikasi.
[IMAGE]






Komentar
Belum ada komentar.