šŸ“‘ Daftar Isi

Dodge Charger Daytona EV berwarna terang tampak dari samping dengan latar jalanan Amerika Serikat

Dodge Charger Daytona EV Anjlok 89 Persen, Versi Bensin Selamatkan Penjualan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Charger Daytona EV hanya terjual 767 unit Januari-September, turun 89 persen dari 7.057 unit tahun lalu
  • Kuartal ketiga hanya 233 unit, total kumulatif sejak debut akhir 2024 sebanyak 8.242 unit
  • Masalah perangkat lunak dan servis panjang jadi keluhan konsumen dan dealer
  • Model 2027 naik 12.500 dolar AS menjadi 74.490 dolar AS, baterai 94 kWh tetap sama
  • Charger bensin justru unggul dengan 8.023 unit di kuartal ketiga, mulai 51.990 dolar AS

Telset.id – Dodge Charger Daytona mengalami penurunan penjualan tajam sepanjang tahun ini. Sepanjang Januari hingga September, Dodge hanya menjual 767 unit Charger Daytona EV di Amerika Serikat, turun 89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu ketika pabrikan Amerika itu mencatat 7.057 pelanggan baru. Angka tersebut menjadikan Charger Daytona sebagai salah satu model listrik dengan kinerja penjualan terburuk di pasar otomotif AS tahun ini.

Penurunan ini semakin terlihat pada kuartal ketiga. Dodge hanya mengirim 233 unit Charger listrik ke konsumen, angka yang menunjukkan bahwa minat pasar terhadap muscle car listrik pertama di dunia itu sudah sangat tipis. Sejak debut pada akhir 2024, versi dual-motor Charger baru mengumpulkan 8.242 unit penjualan kumulatif di Amerika Serikat. Tahun lalu menjadi periode terbaiknya dengan 7.421 unit terjual, sehingga capaian tahun ini menjadi kontras yang mencolok.

Gambaran suram ini bertolak belakang dengan posisi Charger Daytona yang semula diproyeksikan sebagai mesin pencetak berita. Sejumlah masalah teknis membuat konsumen dan dealer sama-sama mengeluh. Ketika diuji, unit Daytona EV dihantui masalah perangkat lunak. Kontributor Andrew Lambrecht bahkan sempat menyewa Charger EV 2025 dengan harga yang menguntungkan, namun mobilnya nyaris tidak pernah ia gunakan setelah pembayaran tagihan pertama. Kendaraan itu tidak bergerak sama sekali selama lebih dari dua bulan karena menjalani perbaikan, dan Dodge akhirnya membeli kembali mobil tersebut dari Andrew enam bulan setelah dokumen sewa ditandatangani.

Spesifikasi Daytona EV dan Kenaikan Harga Model 2027

Secara spesifikasi, Dodge Charger Daytona sebenarnya tampil kompetitif di atas kertas. Mobil ini mengandalkan konfigurasi dual-motor yang menghasilkan tenaga 630 tenaga kuda, ditambah 40 hp ekstra selama 10 detik ketika fitur PowerShot diaktifkan. Desainnya dinilai menarik dan dilengkapi Fratzonic Chambered Exhaust, sistem suara khas yang membuatnya terdengar seperti memiliki mesin V-8 besar di bawah kap mesin. Pendekatan ini menjadi tafsir tersendiri atas sistem suara eksternal yang selama beberapa tahun terakhir coba dipecahkan oleh para produsen EV lain.

Untuk model 2027, Dodge menyematkan port pengisian NACS langsung dari pabrik, meski paket baterai 94 kilowatt-jam (usable) tetap sama seperti sebelumnya. Pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit, dengan estimasi jarak tempuh 267 mil saat baterai penuh. Angka-angka ini bukan pencapaian yang memecahkan rekor, tetapi dinilai memadai untuk kebutuhan harian.

Masalahnya, Dodge menaikkan harga model 2027 secara signifikan. Ada tambahan 12.500 dolar AS di atas harga tahun lalu yang sudah sulit dicerna sebesar 61.990 dolar AS, sehingga totalnya menjadi 74.490 dolar AS termasuk biaya pengiriman. Sementara itu, Dodge Charger bensin entry-level yang ditenagai mesin inline-six 3,0 liter dibanderol mulai 51.990 dolar AS. Versi yang lebih mahal juga tersedia, tetapi harganya tetap lebih rendah dari varian listrik, meski Daytona tetap menjadi model paling bertenaga di jajarannya.

Versi Bensin Ambil Alih Panggung

Konsekuensi dari seluruh persoalan tersebut tidak mengejutkan. Model bertenaga bensin jauh mengalahkan varian listrik pada kuartal ketiga, dengan 8.023 unit mencapai pelanggan baru di Amerika Serikat. Artinya, Charger bensin menjual lebih dari 34 kali lipat dibanding Charger EV pada periode yang sama. Versi gas yang baru diperkenalkan itu kini mengambil alih beban penjualan yang seharusnya dipikul oleh Daytona.

Kinerja Charger Daytona EV juga menjadi sorotan dalam konteks industri yang lebih luas. Ketika pasar EV global masih bergulat dengan pertanyaan soal baterai generasi berikutnya, seperti yang dibahas dalam upaya baterai solid-state, Dodge justru menghadapi persoalan yang lebih mendasar: keandalan perangkat lunak dan penerimaan konsumen terhadap muscle car listrik. Uji coba pengisian daya yang dilakukan terhadap Daytona EV bahkan tidak berjalan mulus, menambah daftar keluhan yang sudah menumpuk.

Sejumlah pemberitaan terkait model ini juga menyoroti eksperimen teknologi yang melekat padanya. Ada prototipe Dodge Charger EV yang membawa baterai semi-solid-state eksperimental, serta model 2027 yang akhirnya mengadopsi port pengisian NACS milik Tesla. Edmunds bahkan menyatakan sudah muak dengan berbagai masalah yang menghantui Dodge Charger Daytona EV. Kombinasi keluhan konsumen, masalah servis, dan harga yang terus naik membuat posisi Daytona EV semakin sulit di pasar.

Jika dibandingkan dengan pergerakan infrastruktur pengisian daya di dalam negeri AS, seperti langkah stasiun fast charging yang didanai di sejumlah negara bagian, masalah Charger Daytona jelas bukan semata soal ketersediaan pengisi daya. Persoalan utama terletak pada kepercayaan konsumen terhadap produk itu sendiri. Angka 767 unit dalam sembilan bulan adalah cerminan langsung dari hilangnya kepercayaan tersebut.

Dengan harga yang kini menembus 74.490 dolar AS untuk model 2027 dan riwayat masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan, Charger Daytona EV menghadapi ujian berat. Sementara varian bensin terus mencatatkan volume penjualan yang sehat, Dodge tampaknya harus memutuskan seberapa jauh mereka ingin mempertahankan eksperimen muscle car listrik pertamanya di tengah pasar yang jelas-jelas masih ragu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.