šŸ“‘ Daftar Isi

Dacia Spring EV terbaru dengan desain baru yang lebih berotot dan sporty

Dacia Spring EV Diproduksi di Eropa demi Subsidi Prancis

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Dacia Spring EV pindah produksi dari China ke Eropa untuk memenuhi syarat subsidi Prancis
  • Harga dasar €17.900 ($20.789), turun hingga €12.200 ($14.169) setelah kredit pajak EV
  • Diproduksi di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo E-Tech
  • Baterai LFP 27,5kWh dengan jangkauan WLTP 155 mil, cocok untuk penggunaan perkotaan
  • Opsi fast charging 50kW (€500) mengisi 15-80 persen dalam 28 menit
  • Tenaga 80 hp, desain baru lebih panjang 5,9 inci dan lebar 7,1 inci
  • Ruang kargo 11,9 kaki kubik, naik ke 45,3 kaki kubik dengan kursi dilipat
  • Layar 7 inci dan 10,1 inci, fitur opsional Apple CarPlay, Android Auto, kamera parkir
  • Penjualan 210.000 unit sejak 2021, mendukung target elektrifikasi Renault 2030

Telset.id – Dacia Spring EV, mobil listrik murah andalan Renault, kini beralih produksi dari China ke Eropa demi memenuhi syarat subsidi kendaraan listrik Prancis. Dengan perpindahan ini, harga Dacia Spring EV bisa turun hingga €12.200 (sekitar $14.169) setelah kredit pajak kendaraan listrik diterapkan, dari harga dasar €17.900 (sekitar $20.789).

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Renault pada 8 September 2026. Langkah strategis ini menjadikan Dacia Spring sebagai mobil listrik termurah di Eropa setelah insentif, dengan syarat yang bervariasi tergantung negara dan pendapatan rumah tangga konsumen.

Perpindahan produksi ini bukan sekadar perubahan lokasi pabrik. Dacia juga melakukan redesain menyeluruh pada Spring, membuatnya lebih tinggi, lebih berotot, dan lebih sporty. Desain baru ini diharapkan mampu menarik minat konsumen yang sebelumnya menganggap Spring terlalu sederhana sebagai mobil perkotaan.

Dacia Spring EV terbaru tampil dengan warna turquoise di atas jembatan

Dacia Spring EV akan dirakit di Novo Mesto, Slovenia, di pabrik yang sama tempat Renault memproduksi mobil kota Twingo E-Tech. Pemilihan lokasi ini memungkinkan Spring memenuhi persyaratan produksi lokal untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah Prancis.

Spesifikasi Dacia Spring EV yang Sederhana Namun Fungsional

Sebagai mobil listrik murah, Dacia Spring EV memiliki spesifikasi yang memang sederhana. Baterai LFP 27,5kWh hanya memberikan jangkauan WLTP sekitar 155 mil (sekitar 133 mil EPA). Ini menjadikan Spring EV pilihan ideal untuk perjalanan kota atau pinggiran kota, bukan untuk perjalanan jarak jauh.

Bagi konsumen yang membutuhkan pengisian lebih cepat, tersedia opsi pengisian cepat DC 50kW dengan biaya tambahan €500. Fitur ini mampu mengisi baterai dari 15 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 28 menit. Sementara itu, pengisian dari stopkontak standar 6,6kW membutuhkan waktu sekitar sembilan jam untuk pengisian penuh.

Dacia mencatat bahwa pemilik Spring biasanya hanya berkendara sekitar 21 mil per hari, dengan 75 persen di antaranya melakukan pengisian daya di rumah. Data ini menunjukkan bahwa Spring EV memang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian yang dekat dengan rumah.

Performa Dacia Spring EV juga tergolong jinak dengan tenaga hanya 80 horsepower dan torsi 129 pound-feet. Namun, untuk mobil perkotaan, angka ini sudah cukup untuk melaju lincah di tengah kemacetan.

Berkat desain baru, Dacia Spring EV kini tidak lagi terlihat seperti mobil ekonomi murahan. Mobil ini lebih panjang 5,9 inci dan lebih lebar 7,1 inci, menjadikannya lebih substansial dan luas. Bagian depan diukir ulang dengan lebih banyak garis dan sudut, lengkungan roda sedikit melebar, serta aksen hitam ditambahkan di bagian depan dan belakang.

Ruang penyimpanan juga meningkat dari 10,9 kaki kubik menjadi 11,9 kaki kubik, angka yang cukup baik untuk mobil sub-kompak. Kapasitas ini meningkat hingga 45,3 kaki kubik ketika kursi belakang dengan split 50:50 dilipat.

Untuk urusan hiburan dan informasi, Dacia Spring EV dilengkapi kluster instrumen digital 7 inci dan layar sentuh tengah 10,1 inci. Konsumen juga masih mendapatkan banyak tombol dan sakelar fisik untuk kontrol yang lebih taktil. Fitur seperti Apple CarPlay, Android Auto, kamera parkir belakang, dan keyless entry tersedia dengan biaya tambahan $1.500.

Kesuksesan Dacia Spring EV dan Target Elektrifikasi Renault

Dacia Spring EV telah menjadi produk yang relatif sukses bagi Renault. Sejak 2021, merek ini telah menjual 210.000 unit Spring EV di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik murah memiliki permintaan yang signifikan, terutama di Eropa.

Keberhasilan Spring EV sejalan dengan strategi elektrifikasi Renault yang juga mencakup pengembangan berbagai model lain. Langkah Dacia memindahkan produksi ke Eropa juga menunjukkan komitmen Renault terhadap pasar domestiknya.

Dacia Spring EV dirancang untuk membantu Renault mencapai target ambisius tahun 2030, yaitu mencapai 100 persen elektrifikasi di Eropa dengan setengah penjualan mobil listrik dan setengahnya lagi mobil hybrid. Target ini sejalan dengan regulasi Eropa yang mewajibkan penurunan emisi armada sebesar 90 persen pada 2035 dibandingkan tingkat 2021.

Dengan produksi lokal di Slovenia, Dacia Spring EV kini memenuhi syarat untuk berbagai insentif pemerintah di Eropa. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik terjangkau dengan dukungan purna jual dari jaringan Renault yang luas.

Keputusan Renault untuk memindahkan produksi Dacia Spring EV ke Eropa juga berdampak pada harga akhir yang harus dibayar konsumen. Setelah kredit pajak kendaraan listrik Prancis diterapkan, harga Spring EV bisa turun hingga 32 persen dari harga dasar, menjadikannya salah satu opsi mobil listrik paling ekonomis di pasar Eropa.

Dacia Spring EV juga menarik untuk dicermati dari sisi persaingan di segmen mobil listrik murah Eropa. Dengan hadirnya Nissan Wave sebagai EV murah yang dirancang untuk bersaing di kelas yang sama, pasar mobil listrik terjangkau di Eropa diprediksi akan semakin kompetitif. Strategi produksi lokal yang diambil Renault untuk Spring EV bisa menjadi pembeda utama dalam persaingan harga setelah insentif.

Selain itu, keputusan Renault untuk terus mengembangkan lini kendaraan listriknya juga terlihat dari berbagai inisiatif lain. Upaya pengembangan baterai mobil listrik bersama mitra strategis menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadapi transisi energi di sektor otomotif.

Dacia Spring EV dengan produksi Eropa ini menjadi bukti bahwa mobil listrik murah tidak harus mengorbankan kualitas dan desain. Dengan harga terjangkau setelah insentif, spesifikasi yang memadai untuk kebutuhan perkotaan, dan desain yang lebih menarik, Spring EV siap memperkuat posisinya sebagai pemimpin di segmen mobil listrik entry-level Eropa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.