Telset.id – XPeng telah mengaktifkan lini produksi otomatis pertama di dunia untuk robot humanoid canggih di Guangzhou, China. Robot IRON buatan perusahaan otomotif China tersebut berhasil berjalan keluar dari lini produksi secara mandiri, menandai langkah nyata menuju manufaktur massal yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
XPeng mengklaim lini produksi tersebut beroperasi dengan lebih dari 80% proses inti yang berjalan otomatis. Ini menjadi sinyal terkuat bahwa IRON memang ditujukan untuk produksi nyata, bukan sekadar demonstrasi panggung. Perusahaan menargetkan produksi massal dimulai pada akhir 2026, dengan estimasi kapasitas lebih dari 1.000 robot per bulan dalam jangka dekat.
Dari Demo Panggung Viral ke Lini Produksi Nyata
IRON pertama kali menarik perhatian publik pada November tahun lalu saat diluncurkan di XPeng AI Day. Kemampuan berjalannya yang begitu mulus sempat memicu tuduhan bahwa XPeng menyembunyikan manusia di dalam kostum robot. Untuk membuktikan sebaliknya, para insinyur membedah bagian kaki robot tersebut langsung di atas panggung.
Kini XPeng mengumumkan telah bergerak dari prototipe riset dan pengembangan menuju pembangunan robot di lini produksi aktual di Guangzhou. Perusahaan menyebut pengaturannya bergrade otomotif, meminjam sistem kualitas yang digunakan untuk membangun mobil listrik dan mengarahkannya pada robot humanoid.

He Xiaopeng, chairman dan CEO XPeng, menyatakan lini produksi robot tersebut dibuat dari nol tanpa preseden yang bisa diikuti. “Langkah hari ini memang kecil, tapi XPeng sedang membangun lini produksi untuk kategori produk yang sepenuhnya baru,” ujarnya dalam seremoni peresmian lini produksi. Ia kemudian memasangkan badge karyawan ke tubuh IRON sebagai simbol bahwa robot tersebut kini resmi “bergabung” dengan perusahaan.

Spesifikasi IRON dan Dukungan Pendanaan
IRON memiliki 76 derajat kebebasan di seluruh tubuh dan 21 derajat di masing-masing tangan, dibungkus dalam struktur kisi fleksibel tertutup yang diperlakukan XPeng sebagai kulit sekaligus fitur keselamatan. Robot ini ditenagai oleh tiga chip Turing AI buatan XPeng yang diklaim mampu memberikan hingga 2.250 TOPS, cukup untuk menjalankan model fondasi Physical AI langsung di robot tanpa perlu operator manusia yang mengendalikan dari jarak jauh.

Spesifikasi yang sama telah diumumkan XPeng pada bulan lalu ketika divisi robotikanya berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 900 juta dengan valuasi USD 6,3 miliar, menjadikannya putaran pendanaan swasta terbesar di sektor embodied AI China. IDG Capital memimpin pendanaan tersebut, dengan partisipasi Tencent dan Alibaba. Sebelumnya, pendanaan robot humanoid ini juga sempat menjadi sorotan utama industri teknologi China.
XPeng menargetkan produksi massal dimulai pada akhir 2026, dengan robot pertama akan ditempatkan di toko dan kampus milik XPeng sendiri sebelum peluncuran komersial. Penjualan dan pengiriman di China dan luar negeri baru dijadwalkan mulai 2027. Perusahaan juga berambisi membangun lebih dari 1.000 robot per bulan, menuju kapasitas satu juta unit per tahun pada 2030.
Baca Juga:
Perbandingan dengan Tesla Optimus
Perbandingan dengan Tesla Optimus menjadi tak terhindarkan, dan hasilnya kurang menguntungkan bagi Elon Musk. Musk pernah memprediksi Tesla akan membangun sekitar 10.000 robot Optimus pada 2026, namun pada Januari lalu ia mengakui belum ada satu pun yang melakukan pekerjaan yang berguna. Produksi Optimus di Fremont baru dijadwalkan dimulai sekitar sekarang dengan output yang “cukup lambat”, sementara peluncuran V3 yang dijanjikan terus mundur.
Tesla masih dalam proses konversi lini mobil, sementara XPeng baru saja mengaktifkan lini produksi khusus robot humanoid. Namun perlu dicatat, satu robot yang berjalan keluar dari lini produksi bukan berarti produksi massal sudah tercapai. Janji XPeng bahwa margin kotor per unit IRON akan berjalan “jauh lebih tinggi” dibandingkan EV-nya masih sekadar janji, mengingat perusahaan belum mengirimkan robot ke pelanggan yang membayar atau membuktikan kegunaannya dalam skala besar.
XPeng sendiri juga tengah aktif mengembangkan ekosistem kendaraan listriknya. Perusahaan baru saja meluncurkan XPeng G9L dengan jarak tempuh 755 km dan rear-wheel steering, serta berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Bahkan Porsche disebut menggandeng XPeng untuk pengembangan teknologi, sementara VW ID. ERA 5X menjadi EV pertama di platform CMP-Xpeng.
Robot humanoid memang mudah didemonstrasikan, tetapi sangat sulit diproduksi dan dimanfaatkan dengan physical AI yang tergeneralisasi. Siapa pun bisa membuat robot melambai di atas panggung, tetapi membangun ribuan unit secara konsisten dengan biaya yang masuk akal adalah tantangan yang terus dihadapi Tesla, dan justru itulah masalah yang coba dipecahkan XPeng dengan lini produksi otomatis bergrade otomotif.
He Xiaopeng menyebut langkah ini sebagai “langkah kecil”, dan pernyataan itu akurat. Beralih dari satu unit yang berjalan keluar dari lini produksi menuju volume nyata pada akhir tahun adalah lompatan besar, dan setiap timeline robot humanoid di industri ini pernah mundur, termasuk milik XPeng. Spesifikasi yang kuat dan pendanaan yang nyata memang ada, tetapi pertanyaan apakah IRON benar-benar melakukan pekerjaan berguna di toko-toko XPeng atau hanya berdiri terlihat seperti manusia adalah pertanyaan yang sebenarnya penting untuk dijawab.





Komentar
Belum ada komentar.