Telset.id – Chery menarik kembali 8.878 unit Omoda 5—yang juga dikenal sebagai Omoda C5 dan O5—di Malaysia akibat masalah rear axle atau poros belakang yang terlepas. Ini menjadi recall kedua untuk model yang sama setelah sebelumnya 600 kendaraan ditarik pada 2024. Otoritas setempat pun menangguhkan registrasi baru untuk model ini.
Insiden terbaru terungkap pada 8 Oktober 2026 ketika sebuah crossover Omoda 5 mengalami lepasnya poros belakang secara total saat sedang melaju. Peristiwa itu terjadi di Johor Bahru, Malaysia. Ironisnya, kejadian serupa pernah terjadi pada 2024 dan memaksa Chery menggelar kampanye penarikan. Saat artikel ini dipublikasikan, Chery Malaysia belum memberikan pernyataan resmi, namun kampanye recall akhirnya diumumkan pada 11 Oktober 2026.
Pihak Chery menyatakan insiden tersebut melibatkan Omoda 5 model year 2023 dan tidak menimbulkan korban luka. Produsen asal Wuhu, Tiongkok, itu langsung membuka investigasi bersama Departemen Transportasi Jalan Malaysia. Hasilnya mengungkap bahwa beberapa titik las pada trailing arm poros belakang tidak memiliki kekuatan yang memadai. Kondisi ini menimbulkan risiko keretakan “dalam kondisi ekstrem.”

Chery juga menyebut bahwa model dengan desain tersebut sudah dihentikan produksinya. Pabrikan meluncurkan program recall untuk 8.878 unit SUV Omoda 5 guna memeriksa komponen dan menggantinya secara gratis bila diperlukan. Chery menegaskan langkah pemeriksaan serupa juga dilakukan untuk kendaraan yang diproduksi pada 2023 di pasar luar negeri lainnya.
Registrasi Baru Omoda 5 Dibekukan
Sementara itu, Departemen Transportasi Jalan Malaysia menangguhkan Vehicle Type Approval untuk Omoda 5. Artinya, registrasi baru model ini dibatasi hingga investigasi teknis selesai. Recall ini mencakup varian “C dan H” dari Omoda 5, meski Chery tidak merinci tahun produksinya. Varian yang diajukan untuk recall tersebut sudah dihentikan di Malaysia sejak 2025.
Seperti disebutkan, model yang sama sebelumnya memicu kampanye recall serupa pada 2024 yang mencakup 600 kendaraan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan serupa bisa muncul kembali meski sudah ada penarikan sebelumnya. Pembahasan lebih lengkap soal insiden ini pernah kami ulas dalam laporan mengenai Chery Omoda 5 di Malaysia.
Baca Juga:
Spesifikasi dan Harga Omoda 5 di Malaysia
Omoda 5 dibanderol 108.400 hingga 118.400 ringgit (sekitar 26.555 hingga 29.005 USD) di Malaysia. SUV kompak ini memiliki dimensi 4.400/1.830/1.588 mm dan mengusung mesin 1,5 liter bertenaga 154 hp serta torsi 230 Nm. Mesin pembakaran internal tersebut menggerakkan roda depan melalui transmisi CVT. Menariknya, Chery Malaysia menawarkan garansi 10 tahun atau 1 juta km untuk model ini.
Kasus recall ini menambah daftar panjang dinamika Chery di pasar global. Selain menghadapi persoalan kualitas, pabrikan terus memperluas jangkauan produk di berbagai segmen. Salah satunya lewat ekspansi model off-road yang dibahas dalam artikel Harga Mulai 28.300 USD. Strategi lain terlihat dari lini pikap diesel PHEV yang pernah kami ulas terkait Pikap Diesel PHEV.
Penangguhan Vehicle Type Approval oleh regulator Malaysia menjadi sinyal serius bagi Chery. Tanpa persetujuan tipe, model Omoda 5 tidak dapat diregistrasi untuk unit baru di pasar tersebut hingga investigasi teknis tuntas. Langkah ini menempatkan kepatuhan teknis sebagai prasyarat utama sebelum model kembali dijual secara normal.
Recall kedua dalam kurun dua tahun menunjukkan bahwa perbaikan desain pada trailing arm poros belakang belum sepenuhnya menyelesaikan akar masalah. Chery menyatakan desain bermasalah telah dihentikan, namun varian yang ditarik memang sudah tak dijual di Malaysia sejak 2025. Fokus kini beralih pada pemeriksaan dan penggantian komponen gratis bagi 8.878 unit yang terdampak.
Bagi konsumen, kepastian soal hasil investigasi dan efektivitas perbaikan menjadi hal yang ditunggu. Sementara bagi industri, kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan tipe kendaraan oleh otoritas setempat. Chery sendiri belum merinci jadwal penyelesaian investigasi maupun dampak lanjutan terhadap model lain di pasar internasional.





Komentar
Belum ada komentar.