📑 Daftar Isi

Stasiun Flash Charging flagship BYD di Shanghai

BYD Capai 10.000 Stasiun Flash Charging, Target 20.000 di 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD mencapai 10.000 stasiun Flash Charging di China dalam kurang dari 6 bulan sejak Maret 2026
  • Target akhir tahun: 20.000 stasiun (18.000 urban, 2.000 jalan tol) — butuh 80 stasiun per hari
  • Teknologi 1.500 kW mampu isi daya 10%-70% dalam 5 menit, 10%-97% dalam 9 menit
  • Kemitraan dengan Sinopec (30.000+ stasiun layanan) untuk integrasi fasilitas pengisian
  • Baterai Blade Generasi Kedua (LFP) dengan klaim pengisian cepat, termasuk suhu -30°C
  • Hongqi menjadi merek eksternal pertama yang terkonfirmasi menggunakan teknologi ini
  • Rencana ekspansi global: 6.000 stasiun luar negeri, termasuk 3.000 di Eropa
  • Denza Z9 GT modifikasi diuji di Nürburgring dengan estimasi 1.500 kW (2.000 hp)

Telset.id – BYD resmi mencapai 10.000 stasiun Flash Charging di seluruh China dalam waktu kurang dari enam bulan sejak strategi pengisian daya cepat diluncurkan pada Maret lalu. Pencapaian ini menandai titik tengah dari target perusahaan yang menargetkan 20.000 stasiun pada akhir 2026, dengan seremoni perayaan akan digelar pada 28 Agustus di stasiun unggulan Shenzhen Longhua.

Informasi ini diungkapkan melalui laporan Ifeng yang mengutip pernyataan manajer umum merek dan hubungan masyarakat BYD, Li Yunfei, bersama para pemimpin lima unit bisnis otomotifnya. Mereka merilis video teaser untuk acara tersebut yang melibatkan merek Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.

Teknologi Flash Charging BYD diklaim mampu memberikan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor, dengan kemampuan mengisi daya kendaraan dari 10% hingga 70% dalam lima menit dan dari 10% hingga 97% dalam sembilan menit. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan pengisian daya super cepat.

Perjalanan Menuju Target 20.000 Stasiun

BYD pertama kali mengumumkan rencana pemasangan 20.000 stasiun Flash Charging di China pada Maret, dengan rincian 18.000 stasiun perkotaan dan 2.000 stasiun jalan tol. Perusahaan melaporkan sekitar 5.000 stasiun pada 1 April dan 7.018 stasiun pada akhir Juni. Hingga Juli, jaringan Flash Charging BYD telah menjangkau 325 kota di seluruh China.

Dengan angka 10.000 stasiun yang dilaporkan saat ini, BYD berada di titik tengah target akhir tahun. Untuk mencapai 20.000 stasiun pada 31 Desember, perusahaan perlu menambah sekitar 10.000 stasiun lagi setelah pencapaian 28 Agustus, atau sekitar 80 stasiun per hari hingga akhir tahun. Angka ini merupakan tingkat penyebaran yang diperlukan untuk memenuhi target, bukan tingkat pemasangan yang dilaporkan saat ini.

Perlu dicatat bahwa angka 1.500 kW mengacu pada keluaran maksimum perangkat keras pengisian daya. Ini tidak berarti kendaraan menerima 1.500 kW secara terus-menerus selama sesi pengisian. Daya aktual di sisi kendaraan bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti status pengisian baterai, arsitektur paket, dan kondisi termal.

Stasiun Flash Charging BYD di Shanghai

Kemitraan dengan Sinopec Perluas Jangkauan

Perluasan jaringan BYD juga memanfaatkan jaringan stasiun layanan Sinopec di China berdasarkan perjanjian yang ditandatangani kedua perusahaan pada 3 Juni di Beijing. Kesepakatan ini mengatur penambahan fasilitas Flash Charging di lokasi Sinopec terpilih di samping operasi bahan bakar yang ada, bukan mengonversi seluruh jaringan. Sinopec sendiri mengoperasikan lebih dari 30.000 stasiun layanan di seluruh China.

Salah satu contoh implementasi dimulai pada 6 Agustus di Stasiun Unggulan Hongqiao di Jalan Raya Huqingping, Shanghai. Lokasi tersebut menggantikan pompa bahan bakar dengan ruang pengisian daya dan menggunakan peralatan pengisian berpendingin cairan yang dinilai hingga 1.500 kW dari satu konektor.

Sistem Flash Charging 1.500 kW yang diperkenalkan BYD pada 5 Maret ini menggunakan kabel pengisian berpendingin cairan yang dipasang pada sistem geser rel-T di atas kepala, dengan bobot konektor sekitar 2 kg. Infrastruktur pengisian juga menggunakan penyimpanan energi baterai lokal untuk menyerap permintaan daya instan.

Peralatan ini menggunakan antarmuka pengisian DC GB/T dan mendukung pengisian DC dual-gun jika memungkinkan. Penting untuk dipahami bahwa peringkat 1.500 kW tidak boleh dibandingkan langsung dengan angka C-rate baterai. Sebagai referensi, keluarga baterai Shenxing dan Qilin dari CATL telah dikaitkan dengan peringkat pengisian 4C dan 5C, yang menggambarkan karakteristik pengisian baterai, bukan keluaran stasiun pengisian.

Baterai Generasi Kedua dan Ekspansi Global

Baterai Blade Generasi Kedua dari BYD menggunakan kimia lithium iron phosphate. Perusahaan mengklaim baterai ini dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% dalam 5 menit dan dari 10% hingga 97% dalam 9 menit dalam kondisi pengujian yang dinyatakan. BYD juga mengklaim pengisian dari 20% hingga 97% pada suhu -30°C membutuhkan waktu sekitar 12 menit, sekitar tiga menit lebih lama dibandingkan kondisi standar.

Secara terpisah, FAW-FinDreams telah dinominasikan untuk memasok teknologi Baterai Blade Generasi Kedua dan arsitektur Flash Charging untuk platform EV generasi berikutnya dari FAW Hongqi. Nominasi ini menjadikan Hongqi sebagai merek eksternal pertama yang dikonfirmasi terhubung dengan teknologi tersebut. Namun, Hongqi belum mengungkapkan model spesifik, kapasitas baterai, atau tanggal mulai produksi.

Untuk pasar global, BYD berencana menyebarkan 6.000 stasiun Flash Charging di luar negeri, termasuk 3.000 di Eropa. Sebuah Denza Z9 GT yang dimodifikasi juga telah difoto sedang diuji di Eropa (sirkuit Nürburgring) dengan roll cage dan aerodinamika yang direvisi. Laporan industri memperkirakan tenaga sekitar 1.500 kW (2.000 hp), tetapi BYD belum mempublikasikan angka keluaran resmi untuk prototipe tersebut.

Denza Z9 GT yang dimodifikasi diuji di Nürburgring

Dengan pencapaian 10.000 stasiun ini, BYD menunjukkan komitmennya terhadap infrastruktur pengisian daya cepat di China. Namun, tantangan terbesar masih menanti: perusahaan harus menggandakan jumlah stasiun dalam empat bulan ke depan untuk memenuhi target 20.000 stasiun. Kecepatan ekspansi ini akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan produksi dan logistik BYD.

Bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia, perkembangan infrastruktur Flash Charging BYD ini menarik untuk dipantau karena bisa menjadi indikasi arah teknologi pengisian daya yang akan datang. Meski belum ada konfirmasi kehadiran teknologi ini di pasar Tanah Air, tren global menunjukkan bahwa pengisian daya ultra-cepat akan menjadi standar masa depan.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.