Telset.id – BMW iX5 diproyeksikan mengantongi rating EPA sebesar 450 mil, lebih tinggi dari target awal 435 mil yang diumumkan pabrikan Jerman tersebut. Angka ini belum resmi dan estimasi final EPA dijadwalkan hadir dalam beberapa pekan ke depan, sebagaimana disampaikan perwakilan BMW pada peluncuran pers lini X5 di Newport Beach, California.
Kenaikan target tersebut menegaskan posisi iX5 sebagai varian listrik pertama keluarga X5 yang tidak main-main soal jangkauan. John Kelly, product manager kendaraan mewah BMW, menyebut kendaraan ini mengusung teknologi Gen 6. “Kami memiliki teknologi Gen 6 di kendaraan ini, hingga 450 mil estimasi jarak tempuh EPA, yang benar-benar fantastis untuk kendaraan seperti ini,” ujarnya kepada wartawan saat peluncuran.
Angka 450 mil bukan tanpa alasan. Michael Ahlers, head of proyek X5, menjelaskan bahwa BMW menyimpulkan 400 mil sebagai ambang batas di mana pelanggan berhenti mengkhawatirkan kecukupan jangkauan. Dari situ, pabrikan menghitung bahwa sekitar 450 mil diperlukan untuk mengompensasi aktivitas yang menguras energi dalam pengendaraan nyata, seperti melaju kencang atau menggunakan AC.
Baterai 144 kWh dan Pengisian 460 kW
Jangkauan besar iX5 disokong paket baterai raksasa berkapasitas 144 kilowatt-jam, yang diklaim sebagai yang terbesar yang pernah dipasang pada kendaraan produksi BMW. Baterai ini juga termasuk salah satu yang terbesar yang pernah ditemui pada sebuah SUV.
iX5 memakai jumlah dan susunan dasar sel baterai yang sama dengan iX3 dan i3, tetapi selnya lebih tinggi 25 milimeter sehingga kapasitas total meningkat. iX5 menggunakan sel silindris 46120, berbeda dari baterai 4695 yang dipakai iX3 dan i3. Dari sisi pengisian daya, iX5 mendukung pengisian 460 kilowatt yang memungkinkannya mengisi dari 10-80 persen dalam 22 menit, menurut BMW.
Kemampuan ini menempatkan iX5 dalam kelompok kecil EV dengan rating EPA di atas 400 mil, sebuah klub yang dulu langka. Tesla pertama kali menembus batas tersebut lewat Model S pada 2020. Kini klub itu tumbuh lebih cepat, terutama berkat jajaran EV Neue Klasse terbaru BMW. iX3 tercatat memiliki rating 435 mil, sementara i3 meraih rating 468 mil pada bulan lalu.
Baca Juga:
Bagi pengamat industri yang mengikuti perkembangan komponen semikonduktor dan teknologi kendaraan, langkah BMW memperbesar kapasitas baterai ini sejalan dengan tren inovasi chip dan komputasi yang juga bergerak cepat, seperti yang terlihat pada upaya pengembangan chip AI generasi mendatang. Ekosistem kendaraan listrik modern memang kian bergantung pada kemajuan perangkat keras dan perangkat lunak yang saling terhubung.
Jadwal Penjualan dan Konteks Pasar
iX5 dijadwalkan mulai dijual pada kuartal pertama 2027. Estimasi resmi EPA akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan, sehingga angka 450 mil masih bersifat proyeksi hingga pengujian resmi rampung.
Pengumuman ini menjadi sinyal bahwa BMW serius memperluas jangkauan EV-nya di segmen SUV mewah. Jika estimasi tersebut terkonfirmasi, iX5 akan memperkuat posisi BMW di antara pabrikan yang mampu menghadirkan kendaraan listrik dengan jangkauan di atas 400 mil, sekaligus memperbesar jarak kompetitifnya di pasar yang mulai ramai dengan model-model berjangkauan jauh.
Pengembangan kendaraan listrik yang semakin terhubung juga mencerminkan bagaimana pabrikan otomotif kini merangkul ekosistem perangkat lunak dan perangkat keras layaknya industri teknologi. Inisiatif seperti proyek hardware AI dan program wadah developer lokal menunjukkan arah industri yang kian kolaboratif dalam membangun produk berbasis teknologi. Sementara itu, ekspansi perangkat lunak yang lebih responsif, seperti pembaruan pada sistem operasi terbaru, menjadi gambaran bagaimana pengalaman pengguna terus ditingkatkan di berbagai perangkat.
Dengan baterai terbesar yang pernah dipasang pada kendaraan produksi BMW dan target jangkauan yang melampaui ambang psikologis pelanggan, iX5 menjadi tolok ukur baru bagi jajaran EV Neue Klasse. Kepastian angka final akan bergantung pada hasil pengujian EPA yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.





Komentar
Belum ada komentar.