šŸ“‘ Daftar Isi

Bentley Torcal SUV listrik pertama tampak samping

Bentley Torcal EV: SUV Listrik Mewah Hadapi Pasar yang Sulit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Bentley resmi meluncurkan Torcal, SUV listrik pertamanya dengan desain mirip Bentayga namun lebih kecil.
  • Gril depan diganti dengan dinding kristal bercahaya, sementara interior tetap mempertahankan tombol fisik dan layar OLED.
  • Pasar EV mewah global sedang lesu dengan penurunan penjualan di Lamborghini, Ferrari, Mercedes, Audi, dan Porsche.
  • Bentley masih mencatat profit, namun turun 42% dan telah memangkas 275 posisi manajemen.
  • Target fully electric Bentley mundur dari 2030 ke 2035, Torcal akan dijual berdampingan dengan model hybrid dan bensin.
  • Ada harapan dari pasar Asia, di mana Ferrari Luce laris manis di China meski kontroversial di Barat.

Telset.id – Bentley secara resmi memperkenalkan SUV listrik pertamanya yang diberi nama Torcal. Model ini hadir di tengah tantangan berat pasar mobil listrik mewah global, di mana permintaan dari konsumen kelas atas justru menunjukkan penurunan signifikan.

Torcal merupakan kendaraan listrik (EV) perdana dari pabrikan asal Inggris tersebut. Nama Torcal sendiri diambil dari sebuah landmark alam, El Torcal de Antequera di Andalusia, Spanyol. Bentuknya mirip dengan Bentayga, namun dengan ukuran sedikit lebih kecil. Ciri khas Bentley seperti kap panjang dan bagian depan yang tegak masih terlihat jelas. Namun, garis atap belakang Torcal dibuat lebih landai untuk mengurangi hambatan angin dan meningkatkan jangkauan baterai.

Salah satu perubahan paling mencolok ada di bagian depan. Gril tradisional untuk ventilasi radiator kini digantikan oleh dinding padat berisi kristal bercahaya. Desain ini terinspirasi dari wajah Continental T. Di bagian dalam, Bentley tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting, dipadukan dengan layar OLED yang melengkung ke bawah. Menariknya, Bentley memilih untuk tidak menyediakan layar terpisah untuk penumpang depan.

Lanskap Pasar EV Mewah yang Suram

Chief Executive Bentley, Frank-Steffen Walliser, menyebut Torcal sebagai mobil yang paling dipertimbangkan dalam sejarah perusahaan. Namun, peluncuran ini terjadi di saat yang sulit. Pasar mobil listrik premium tengah menghadapi krisis permintaan. Lamborghini misalnya, telah membatalkan rencana produksi Lanzador electric GT karena permintaan yang dinilai mendekati nol. Ferrari juga mengalami kerugian nilai pasar setelah meluncurkan EV pertamanya, Luce, dan menunda model listrik keduanya hingga 2028.

Data penjualan juga menunjukkan tren serupa. Mercedes-Benz hanya menjual 1.450 unit G Wagen listrik di Eropa hingga April 2025, bandingkan dengan 9.700 unit versi mesin bensin. Audi bahkan menghentikan produksi Q8 E-tron karena penurunan pesanan global. Porsche pun mengalami masalah serius; depresiasi Taycan yang ekstrem membuat beberapa dealer enggan menerima mobil tersebut sebagai trade-in. Akibatnya, laba operasional Porsche pada 2025 anjlok 93% menjadi hanya €413 juta.

Kondisi ini diperparah dengan penurunan penjualan Rolls Royce Spectre sebesar 44% dan Mercedes EQS SUV yang juga turun drastis. Ini adalah medan berat yang harus dihadapi Bentley dengan Torcal.

Strategi Bentley di Tengah Badai

Meskipun pasar sedang terpuruk, Bentley masih mencatatkan kinerja yang relatif baik. Pada Maret lalu, perusahaan melaporkan profitabilitas tahun ketujuh berturut-turut dengan laba operasional €216 juta. Namun, angka ini turun 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendanai transisi ke era listrik, Bentley secara mandiri membiayai konversi pabrik bersejarahnya di Crewe, Inggris, menjadi jalur perakitan baterai listrik. Perusahaan juga telah memangkas 275 posisi manajemen untuk menghemat biaya.

Bentley sebelumnya juga sempat memundurkan target menjadi fully electric dari 2030 menjadi 2035. Ini berarti Torcal akan dijual berdampingan dengan model hybrid plug-in dan mesin bensin. Model listrik kedua Bentley diperkirakan baru akan hadir setelah 2030. Walliser menekankan bahwa Torcal adalah evolusi, bukan revolusi. Ia percaya bahwa pendekatan yang hati-hati dan autentik adalah kunci, berbeda dengan tren mobil listrik yang terlalu menonjolkan perbedaan.

Meski pasar Eropa dan Amerika sedang lesu, ada secercah harapan dari Asia. Ferrari Luce yang kontroversial di Barat ternyata mendapat sambutan hangat di China. Seluruh alokasi 88 unit untuk tahun pertama kabarnya habis terjual dalam sekejap. Bentley dan Walliser tentu berharap Torcal bisa mendapat respons serupa di pasar Asia, terutama China yang permintaannya sedang menurun untuk merek Barat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kemitraan Bentley dengan merek lain, Anda bisa membaca artikel tentang Vertu Signature Touch atau Bentley Phone.

Dengan segala tantangan yang ada, masa depan Torcal akan menjadi ujian nyata bagi strategi elektrifikasi Bentley di segmen mobil mewah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.