📑 Daftar Isi

Drone Apex Recordhunter dari Quantum Systems Group yang memecahkan rekor kecepatan

Drone Listrik Pecahkan Rekor Kecepatan 699 km/jam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Quantum Systems Group klaim pecahkan rekor kecepatan drone listrik dengan Apex Recordhunter
  • Drone mencapai kecepatan 699 km/jam dalam pengujian internal, ungguli rekor sebelumnya 657,59 km/jam
  • Proyek ini melibatkan insinyur Ukraina di bawah WIY Drones untuk program interceptor
  • Rencana pemecahan rekor untuk drone FPV interceptor dengan muatan 0,5 kg dan kelas anti-pesawat
  • Drone Blackbird dari Selandia Baru juga catat kecepatan 730 km/jam namun masih belum resmi

Telset.id – Quantum Systems Group mengklaim telah memecahkan rekor kecepatan terbang untuk drone listrik. Perusahaan yang berbasis di Munich, Jerman, itu mencatat drone Apex Recordhunter mencapai kecepatan puncak 699 km/jam (434 mph) dalam penerbangan lurus dan datar selama pengujian internal bulan lalu.

Hasil luar biasa ini secara meyakinkan mengungguli pemegang rekor dunia saat ini yang mencatat kecepatan tertinggi 657,59 km/jam (409 mph). Namun, pencatatan rekor Guinness World Record masih tertunda, dengan upaya resmi untuk memecahkan rekor tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang, seperti dilaporkan oleh ComputerBase.

Menurut siaran pers resmi, drone Apex Recordhunter dikembangkan selama setahun terakhir dan berfungsi sebagai demonstrator teknologi untuk drone bertenaga listrik generasi berikutnya. Menariknya, para insinyur Ukraina juga mengerjakan proyek ini di bawah naungan WIY Drones, sebuah cabang dari Quantum Systems.

Quantum Systems Apex Recordhunter drone

Drone ini juga akan berupaya memecahkan tantangan rekor kecepatan di Ukraina, karena Apex Recordhunter sedang dievaluasi untuk program drone interceptor masa depan. Secara spesifik, rencana WIY Drones mencakup upaya pemecahan rekor untuk drone interceptor FPV yang membawa muatan 0,5 kg, dan untuk drone interceptor FPV kelas anti-pesawat. Langkah ini bisa menjadi jawaban Ukraina terhadap ancaman udara yang semakin cepat dan lincah yang dikirim Rusia melintasi perbatasan.

Dengan demikian, kita mungkin akan melihat serangkaian rekor kecepatan drone baru, dan bukanlah kejutan besar jika drone Apex Recordhunter mampu menembus batas 700 km/jam (435 mph).

Penantang Kecepatan dari Selandia Baru

Orang Eropa bukan satu-satunya ‘Pemburu Rekor.’ Pada bulan Mei, kami melaporkan rekor kecepatan drone dunia tidak resmi lainnya. Pembuat drone Aidan dan Ben dari Selandia Baru mencatat kecepatan maksimum hingga 453 mph (730 km/jam) dalam pengujian drone Blackbird mereka, yang memanfaatkan bilah baling-baling serat karbon bergerigi eksotis.

Sama seperti drone Apex Recordhunter, rekor kecepatan Blackbird masih belum resmi, karena belum memiliki verifikasi yang membutuhkan pengamat independen bersertifikat, peralatan pengukuran terverifikasi, dokumentasi termasuk pengajuan, diikuti dengan penerbangan bolak-balik yang terkontrol.

Perkembangan ini menunjukkan betapa cepatnya teknologi drone listrik berkembang. Kecepatan yang dicapai oleh Apex Recordhunter tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk aplikasi militer, terutama sebagai drone interceptor. Teknologi yang sama juga berpotensi diterapkan pada kendaraan listrik lainnya di masa depan.

Sementara itu, aliansi global untuk kendaraan listrik juga terus berkembang, seperti yang terlihat dari pembentukan Global Methanol Electric Ecosystem Alliance yang diketuai oleh Geely. Hal ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya terbatas pada drone, tetapi juga merambah ke berbagai sektor transportasi.

Bagi penggemar teknologi, perkembangan ini menjadi bukti bahwa batas kecepatan untuk drone listrik terus didorong. Inovasi seperti ini juga dapat menginspirasi pengembangan skuter listrik dan kendaraan pribadi lainnya yang lebih efisien.

Kesimpulannya, pencapaian Quantum Systems Group dengan Apex Recordhunter menandai tonggak penting dalam teknologi drone listrik. Dengan potensi penggunaan sebagai interceptor dan rekor dunia yang menanti, masa depan drone listrik tampak semakin cepat dan menjanjikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.