Telset.id – APM Terminals Elizabeth, operator terminal peti kemas di Port of New York and New Jersey, memesan 96 terminal tractor listrik kelas 8 dari Orange EV dan 34 electric rubber-tired gantry crane (eRTG) dari Konecranes. Total 110 aset alat berat listrik baru ini, lengkap dengan infrastruktur pengisian dayanya, akan segera dioperasikan untuk memperkuat modernisasi pelabuhan.
Terminal yang mengelola hampir 30 persen lalu lintas kontainer di Port of New York and New Jersey ini mendukung lebih dari 600 kunjungan kapal dan 800.000 muatan truk setiap tahunnya. Volume sebesar itu menjadikan manajemen proyeksi dan minimalisasi waktu henti sebagai prioritas utama, sehingga operator pelabuhan memilih untuk menggandakan upaya elektrifikasi armadanya.
Investasi Besar untuk Infrastruktur Masa Depan
Henrik Kristensen, Managing Director APM Terminals Elizabeth, menegaskan bahwa masa depan terminal bergantung pada kemauan untuk berinvestasi hari ini. Menurutnya, pesanan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan modernisasi yang sedang berjalan.
“Pesanan ini mewakili tonggak penting lainnya dalam perjalanan modernisasi kami, membantu kami memperkuat infrastruktur pelabuhan yang kritis, meningkatkan kinerja operasional, dan mempersiapkan pertumbuhan kargo di masa depan,” ujar Kristensen. Ia juga menekankan bahwa modernisasi tidak hanya tentang peralatan dan fasilitas, tetapi juga tentang investasi pada sumber daya manusia.

Bersama dengan mitra tenaga kerja regional, operator terminal berinvestasi dalam pelatihan dan kapabilitas operasional untuk mendukung masa depan penanganan kargo. Langkah ini memastikan para pekerja siap mengoperasikan kendaraan listrik baru yang akan segera beroperasi.
Bethann Rooney, Director of the Port Department of Port Authority of New York and New Jersey, menyambut baik investasi ini. Ia menjelaskan bahwa investasi berkelanjutan dalam infrastruktur terminal sangat penting untuk memastikan pelabuhan tetap kompetitif, efisien, dan siap menghadapi pertumbuhan di masa depan.
“Peralatan listrik modern yang baru memperkuat kapasitas dan keandalan fasilitas pelabuhan kami serta membawa kami menuju operasi yang lebih ramah lingkungan yang mendukung tujuan keberlanjutan Port Authority menuju masa depan net-zero,” kata Rooney.
Langkah Strategis di Tengah Tren Elektrifikasi
Keputusan APM Terminals Elizabeth untuk memesan 110 unit alat berat listrik ini sejalan dengan tren elektrifikasi yang semakin meluas di industri pelabuhan global. Orange EV sendiri sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah brand truk listrik tersebut mengirimkan yard dog ke-2.000 ke pabrik pembotolan Coca-Cola pada awal musim panas ini.
Pesanan ganda ini menunjukkan komitmen serius terhadap elektrifikasi dalam skala besar. Terminal tractor listrik dari Orange EV akan menangani perpindahan kontainer di area terminal, sementara eRTG dari Konecranes akan digunakan untuk menumpuk dan memindahkan kontainer di lapangan penumpukan.
Kombinasi kedua jenis peralatan ini mencakup seluruh rantai penanganan kontainer di terminal, dari kedatangan truk hingga penumpukan di lapangan. Dengan 110 unit peralatan baru, APM Terminals Elizabeth siap meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasionalnya secara signifikan.
Baca Juga:
Investasi dalam infrastruktur pengisian daya yang menyertainya juga menjadi bagian penting dari rencana ini. Tanpa infrastruktur yang memadai, armada listrik sebesar ini tidak akan dapat beroperasi secara optimal. APM Terminals Elizabeth tampaknya memahami hal ini dengan memasukkan kebutuhan pengisian daya dalam paket investasi mereka.
Langkah elektrifikasi ini juga membawa dampak positif bagi tenaga kerja. Program pelatihan yang dijalankan bersama mitra tenaga kerja regional akan membangun keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung operasi terminal generasi berikutnya, sambil menjaga pekerja tetap menjadi pusat kesuksesan perusahaan.
Dengan tambahan 110 unit peralatan listrik ini, APM Terminals Elizabeth memperkuat posisinya sebagai salah satu terminal paling modern di kawasan tersebut. Modernisasi yang berkelanjutan ini menjadi kunci untuk menjaga daya saing pelabuhan di tengah meningkatnya volume perdagangan global.
Komitmen terhadap elektrifikasi ini juga sejalan dengan target keberlanjutan yang lebih luas di kawasan Port of New York and New Jersey. Port Authority menargetkan masa depan net-zero, dan investasi seperti ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkannya.
Ke depan, keberhasilan implementasi 110 unit alat berat listrik ini akan menjadi tolok ukur bagi terminal lain yang ingin melakukan transisi serupa. Kombinasi antara peralatan modern, infrastruktur pendukung, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi formula yang tampaknya diyakini APM Terminals Elizabeth sebagai kunci sukses modernisasi.
Dengan persiapan yang matang dan investasi yang signifikan, APM Terminals Elizabeth menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan kelangsungan operasional jangka panjang di industri pelabuhan yang semakin kompetitif.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.