Telset.id – Aiva, merek hasil kolaborasi Seres dan raksasa baterai CATL, resmi memperkenalkan model produksi pertamanya, Aiva ME7, pada malam 28 September 2026 di ajang Paris Fashion Week. Debut global ini menandai transisi Aiva dari konsep menuju produksi massal, sekaligus menjadi langkah Seres memperluas portofolio di luar Aito.
Merek ini dinaungi Saidou Technology, yang sebelumnya dikenal sebagai Landian Technology. Dalam struktur kepemilikannya, Seres memegang 32,96% saham, sementara perusahaan milik negara Chongqing Shapingba (Shaci Zhiyuan) menjadi pemegang saham terbesar, dan CATL menguasai sekitar 9,89%. Model bisnisnya membagi peran: Saidou menjalankan operasi independen untuk strategi merek, definisi produk, dan saluran penjualan, sedangkan produksi mengandalkan kemampuan manufaktur Seres di “Phoenix Factory”.
Langkah Aiva ini melengkapi strategi elektrifikasi Seres yang sebelumnya bertumpu pada Aito. Sebelumnya, Seres dinilai terlalu bergantung pada Aito dengan Huawei mengambil porsi besar dari keuntungan, sementara Landian yang tidak bermitra dengan Huawei tidak menghasilkan laba. Skema kemitraan Aiva pun disebut-sebut sebagai versi Avatr bagi Seres.
Spesifikasi dan Desain Aiva ME7
Aiva ME7 merupakan SUV crossover coupe kelas menengah dengan panjang 4.850 mm dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Aiva mengklaim bahasa desainnya banyak terinspirasi alam. Dari sisi eksterior, lampu depan piksel “Smart Light Eyes” mendukung interaksi gestur dan mampu menampilkan ekspresi pencahayaan dinamis. Fasia depan mengusung desain “submersible”, sedangkan bumper depan terinspirasi sirip hiu untuk meningkatkan aerodinamika sekaligus memperkuat identitas visual.

Pada aspek aerodinamika, kendaraan ini dilengkapi sepuluh saluran udara dan spoiler belakang lebar “Double Whale Tail”. Tiga warna yang diperkenalkan saat debut semuanya terinspirasi alam: Sea Wolf Silver, Coral Purple, dan Flamingo Red. Masing-masing dirancang mampu berubah tampilan tergantung cahaya dan sudut pandang.

Sebelum debut resminya, sebuah Aiva ME7 berkamuflase sempat terlihat menjalani pengujian di Turpan, China, pada bulan lalu. Kehadiran unit uji tersebut mengonfirmasi bahwa Aiva ME7 sudah berada di jalur akhir menuju produksi massal sebelum panggung Paris.

Baca Juga:
Posisi Aiva dalam Strategi Seres
Dari sisi model kemitraan, Aiva diposisikan sebagai versi Seres dari Avatr. Secara umum, target audiens Aito cenderung lebih tua, sedangkan Aiva merupakan hasil upaya Seres untuk menarik pelanggan yang lebih muda. Pembagian ini memperlihatkan Seres mencoba menutup celah segmen yang belum tergarap oleh lini produknya yang sudah ada.
Kehadiran Aiva juga menyoroti peran CATL yang tidak sekadar menjadi pemasok baterai, tetapi turut memiliki saham di Saidou Technology. Kombinasi produsen otomotif dan pemasok baterai dalam satu struktur kepemilikan menjadi pola yang semakin umum di pasar kendaraan listrik China. Untuk konteks industri yang lebih luas, dinamika kemitraan semacam ini juga terlihat pada Aito dan Huawei.

Debut di Paris Fashion Week, alih-alih pameran otomotif konvensional, menegaskan posisi Aiva sebagai merek yang menyasar gaya hidup dan desain. Pemilihan tiga warna bertema alam serta bahasa desain yang disebut terinspirasi alam mengarah pada upaya membangun identitas visual yang berbeda dari lini Seres lainnya.

Meski demikian, sejumlah detail teknis penting belum diungkap dalam debut ini, termasuk spesifikasi baterai, jangkauan, tenaga, dan harga. Yang ditegaskan hanyalah dimensi, elemen desain, serta struktur korporasi di baliknya. Informasi tersebut menjadi krusial untuk menilai daya saing Aiva ME7 di segmen SUV crossover coupe kelas menengah yang persaingannya ketat.

Bagi pasar global, kemunculan Aiva menambah daftar merek kendaraan listrik China yang memilih panggung internasional untuk debut produk. Pola ini sejalan dengan langkah sejumlah produsen lain yang memperluas jangkauan ke Eropa. Di sisi lain, inovasi baterai dan ekosistem pengisian terus menjadi medan persaingan, seperti terlihat pada langkah Xiaomi dan baterai Dragonscale serta model Xiaomi Skynomad yang baru meluncur.

Dengan struktur kepemilikan yang melibatkan Seres, entitas negara Chongqing Shapingba, dan CATL, Aiva ME7 menjadi contoh bagaimana merek baru dibentuk melalui kolaborasi lintas sektor. Produksi di Phoenix Factory memastikan pemanfaatan kapasitas manufaktur Seres, sementara Saidou memegang kendali atas strategi merek, definisi produk, dan saluran penjualan secara independen.

Debut Aiva ME7 di Paris Fashion Week menjadi penanda resmi bahwa merek ini siap meninggalkan status konsep. Namun, tanpa data baterai, jangkauan, dan harga, penilaian atas daya saingnya di pasar masih menunggu informasi lanjutan. Yang jelas, Seres kini memiliki opsi baru untuk menyasar segmen pelanggan yang lebih muda di luar Aito.

Reporter:
Liu Miao





Komentar
Belum ada komentar.