Telset.id – Aiva, merek mobil anyar dari Chongqing Saidou Technology, dikabarkan bakal mengadopsi solusi penukaran baterai atau battery swapping dari CATL. Informasi ini diungkap oleh sumber eksklusif yang dikutip Late Post, menyebut bahwa Aiva tengah berdiskusi dengan CATL untuk mengintegrasikan model pertukaran baterai ke dalam ekosistemnya, meski perencanaan detailnya masih berlangsung.
Kabar ini menjadi sinyal menarik bagi industri kendaraan listrik (EV) China. Aiva sendiri merupakan merek baru yang diluncurkan pada awal Juni lalu. Merek ini mengusung filosofi produk “AI mendefinisikan mobil: AI first, then the vehicle” atau mengutamakan kecerdasan buatan sebelum kendaraannya. Menariknya, nama resmi bahasa China untuk merek ini masih dalam tahap diskusi.

Model Pertama Aiva ME7 dan Strategi Pasar
Model produksi massal pertama dari Aiva, yaitu Aiva ME7, dijadwalkan melakukan debut sebelum akhir tahun ini. Pemesanan awal atau pre-order diperkirakan akan dibuka pada awal 2027. Kendaraan ini ditujukan untuk pasar domestik China sekaligus ekspor internasional. Untuk mendukung masuknya ke pasar, Aiva tengah membangun toko flagship pertamanya di distrik bisnis Guanghuan, Chongqing.
Keputusan untuk mengadopsi battery swapping ini tidak lepas dari struktur korporasi Aiva. Chongqing Saidou Technology, yang sebelumnya bernama Chongqing Landian Technology, baru saja melakukan peningkatan modal sekitar 6,671 miliar yuan atau setara 1 miliar USD. Komposisi kepemilikan saat ini dipimpin oleh aset milik negara Chongqing sebagai pemegang saham terbesar, disusul Seres sebagai pemegang saham terbesar kedua. CATL juga memegang saham melalui platform investasinya.
Di bawah aliansi strategis ini, Seres memberikan dukungan komprehensif dalam manufaktur kendaraan, manajemen rantai pasokan, sistem kualitas, dan keahlian teknik. Produksi sendiri akan dilakukan di Seres Phoenix Plant. Sementara itu, CATL berkontribusi dalam teknologi baterai, keahlian keselamatan, serta infrastruktur pengisian dan penukaran baterai.
Jaringan Swapping CATL dan Dampaknya bagi Aiva
Per 30 Juni 2026, CATL melaporkan total 2.000 stasiun penukaran baterai “Chocolate” yang tersebar di 180 kota di 31 provinsi di China untuk mobil penumpang. Dengan memanfaatkan jaringan publik yang sudah mapan ini, Aiva dapat mengurangi beban finansial untuk membangun sistem pengisian energi sendiri sekaligus meningkatkan efisiensi.
Selain itu, model penyewaan baterai atau battery leasing memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan. Hal ini berpotensi mempersempit kesenjangan antara pembayaran aktual konsumen dengan positioning premium produk, sehingga memberikan fleksibilitas harga yang lebih besar bagi merek ini. Seluruh lini produk Aiva direncanakan menyasar pasar mainstream dengan titik harga di atas 200.000 yuan atau sekitar 29.400 USD.

Di luar pemegang saham utamanya, Aiva juga menggandeng sejumlah mitra teknologi tinggi. Volcano Engine, anak perusahaan ByteDance, menyediakan model bahasa besar “Doubao” dan kemampuan kokpit cerdas melalui kemitraan “joint definition, joint design”. Untuk sistem bantuan pengemudi canggih atau ADAS, Aiva mengadopsi solusi dari DeepRoute.
Tahun ini, CATL meluncurkan baterai Chocolate 26# untuk model kendaraan yang lebih besar. Baterai ini memiliki arsitektur tegangan tinggi 800V, dengan versi awal menawarkan kapasitas 75 kWh. Baterai ini memperluas rentang kompatibilitas dari segmen A0-B sebelumnya ke segmen B-C. Berdasarkan tipe modelnya, Aiva ME7 kemungkinan besar akan menggunakan versi baterai ini.
Langkah Aiva memanfaatkan ekosistem baterai CATL ini menunjukkan tren integrasi vertikal yang semakin kuat di industri EV China. Kolaborasi antara pemilik modal, manufaktur, dan pemasok baterai seperti ini diprediksi akan menjadi pola umum bagi merek-merek baru yang ingin cepat berkompetisi di pasar yang semakin padat.
Dengan dukungan jaringan swapping CATL yang sudah tersebar luas, Aiva memiliki landasan infrastruktur yang lebih siap dibandingkan pendatang baru lainnya. Hal ini juga menjawab salah satu kekhawatiran utama konsumen EV, yaitu waktu pengisian daya. Ke depannya, keberhasilan Aiva ME7 akan menjadi ujian nyata bagi model bisnis yang mengkombinasikan kecerdasan buatan, manufaktur matang, dan infrastruktur baterai yang mumpuni ini.
Keputusan strategis ini juga berpotensi mengubah peta persaingan di segmen kendaraan listrik premium China. Dengan harga di atas 200.000 yuan dan dukungan teknologi dari berbagai mitra, Aiva mencoba menawarkan nilai lebih kepada konsumen yang mencari kendaraan listrik cerdas dengan infrastruktur pengisian yang praktis.





Komentar
Belum ada komentar.