Telset.id – Truecaller meluncurkan Scam Checker, layanan berbasis web dan Android yang memungkinkan pengguna memeriksa nomor telepon, tautan, atau pesan yang mencurigakan tanpa perlu mengunduh aplikasi atau masuk ke akun. Langkah ini menandai pergeseran strategi perusahaan asal Swedia tersebut setelah lebih dari satu dekade membangun bisnis caller ID yang melayani lebih dari 500 juta pengguna.
Peluncuran Scam Checker menjadi jawaban atas perubahan pola penipuan yang tidak lagi hanya terjadi melalui panggilan telepon. Truecaller menilai masyarakat kini menghadapi scam melalui pesan teks, aplikasi pesan instan, hingga tautan web. Layanan ini dirancang agar bisa diakses langsung ketika pengguna membutuhkannya, di mana pun mereka berada.
CEO Truecaller, Rishit Jhunjhunwala, mengungkapkan bahwa perilaku pencarian masyarakat menjadi dasar pengembangan fitur ini. “Ketika Anda membutuhkannya, Anda biasanya sedang berada di tempat lain. Tautan itu muncul di WhatsApp. Ibu Anda mendapat pesan tentang denda lalu lintas. Seorang teman meneruskan tangkapan layar dan bertanya, ‘Apakah ini asli?'” ujarnya kepada TechCrunch. “Yang dilakukan orang pada momen itu adalah mencari.”
Cara Kerja Scam Checker
Scam Checker bekerja dengan memeriksa tautan yang dikirimkan pengguna, memperluas URL yang dipendekkan, dan mengikuti pengalihan hingga tujuan akhir. Tautan tersebut kemudian dicek terhadap basis data risiko milik Truecaller dan sinyal penipuan lainnya. Pengguna juga dapat menempelkan pesan mencurigakan, sehingga layanan ini bisa mengenali nomor telepon atau tautan di dalamnya dan menampilkan laporan terkait dari komunitas Truecaller.
Untuk menampilkan hasil, layanan ini mengandalkan laporan dari ScamFeed, feed komunitas Truecaller tempat pengguna memposting dan mendiskusikan penipuan. Namun, informasi lebih rinci tentang sebuah nomor telepon, termasuk nama yang terkait dengannya, tetap hanya tersedia melalui layanan Truecaller yang sudah ada dan memerlukan proses masuk akun.

Perusahaan menyebut sekitar 20.000 laporan scam aktif di ScamFeed untuk wilayah India, dengan sekitar 1.300 laporan baru ditambahkan setiap pekan. Antara 14 hingga 20 September, Truecaller juga mengevaluasi 12,9 miliar pesan secara global dan menandai 20,3 juta di antaranya sebagai pesan penipuan.
Selain berfungsi sebagai sarana akuisisi pengguna untuk aplikasinya, laporan komunitas memberikan Truecaller gambaran lebih baik tentang scam yang beredar pada suatu waktu. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan produk fraud dan risk yang dijual ke perusahaan melalui Truecaller for Business, meskipun Jhunjhunwala menegaskan Scam Checker sendiri ditujukan untuk konsumen.
Baca Juga:
Ketersediaan dan Rencana ke Depan
Scam Checker dapat diakses secara gratis dan awalnya tersedia di India. Truecaller menyatakan layanan ini akan diperluas ke Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Tenggara. Perusahaan juga berencana memperluas jenis scam yang dapat dideteksi Scam Checker dan menambahkan fitur unggah tangkapan layar untuk analisis lebih lanjut dalam waktu dekat.
Peluncuran ini muncul ketika penipuan telah berkembang jauh melampaui panggilan telepon. Dalam survei GSMA tahun 2025 terhadap orang dewasa di India, 46% dari mereka yang melaporkan menjadi korban scam mengaku dihubungi melalui aplikasi pesan instan, sementara 37% melalui SMS dan 32% melalui panggilan suara. Truecaller memperkirakan masyarakat melakukan sekitar 14 juta pencarian web per bulan untuk memeriksa tautan dan nomor telepon mencurigakan, berdasarkan analisis volume pencarian dan lalu lintas ke layanan verifikasi yang sudah ada.
Dorongan Truecaller untuk melampaui caller ID tidak lepas dari tekanan yang dihadapi bisnis intinya di India, pasar terbesarnya dengan lebih dari 350 juta pengguna. Operator telekomunikasi tengah menerapkan layanan Calling Name Presentation yang didukung pemerintah federal, sementara Apple dan Google telah menambahkan fitur identifikasi penelepon dan perlindungan spam mereka sendiri. Pekan lalu, regulator telekomunikasi India juga memerintahkan aplikasi caller ID untuk berbagi laporan spam yang dikirim pengguna dengan operator telekomunikasi, sebuah langkah yang dikritik Truecaller sebagai “pertukaran satu arah”.
Sejumlah dinamika industri turut mewarnai perjalanan Truecaller, mulai dari aturan berbagi data spam hingga tekanan kompetitor yang membuat Saham Truecaller Anjlok dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan juga tercatat sempat melakukan efisiensi dengan PHK 70 Karyawan seiring tekanan pada pendapatannya. Meski demikian, basis pengguna Truecaller terus bertumbuh, dengan 450 Juta Pengguna yang menjadikan India sebagai pasar terbesar.
Jhunjhunwala menegaskan fokus perusahaan kini bergeser mengikuti pergerakan para penipu. “Caller ID adalah masalah pertama yang kami selesaikan, dan itu masih menjadi cara sebagian besar orang menemukan kami,” katanya. “Tetapi scam berpindah ke pendekatan yang lebih multi-kanal dengan tautan dan pesan, dan semakin banyak ke suara dan video. Perlindungan kami harus mengikuti si penipu.”





Komentar
Belum ada komentar.