Microsoft Word Sekarang Bisa Transkrip Suara Jadi Teks

Microsoft Word Transkrip suara

Telset.id, Jakarta  – Microsoft Word sekarang bisa transkrip suara menjadi teks. Kepastian ini diumumkan Microsoft saat menjelaskan beberapa fitur baru yang ditambahkan pada MS Word.

Wartawan atau jurnalis mengandalkan alat dan gadget perekam audio, terutama selama acara konferensi pers atau wawancara. Rekaman kemudian mereka transkripsikan menjadi sebuah tulisan berita.

{Baca juga: Biar Gak Dicopas, Begini Cara Kunci Dokumen Microsoft Word}

Namun cara seperti itu cukup melelahkan, bahkan sedikit membosankan terutama jika rekaman wawancara cukup lama. Memutar ulang dan meneruskan dapat memakan banyak waktu.

Kabar baiknya, jika menggunakan Microsoft Word, wartawan sekarang bakal senang. Sebab, Microsoft meluncurkan fitur baru yang memungkinkan Microsoft Word transkrip suara menjadi teks.

Transkripsi wawancara akan ditulis dan diberi stempel waktu untuk memudahkan pengguna melompat ke bagian tertentu. Namun, bagaimana apabila ada banyak orang yang berbicara?

Ternyata fitur transkripsi suara di MS Word cukup pintar. Ia dapat mendeteksi banyak orang berbicara dan akan membagi transkrip suara. Karenanya, ada beberapa batasan yang harus Anda perhatikan.

{Baca juga: 11 Tips ‘Ngetik’ di Microsoft Word, Kerja Jadi Cepat}

Sebagai permulaan, akan ada batas lima jam rekaman yang diunggah per bulan. Setiap unggahan dibatasi hingga 200MB. Untuk sementara, transkripsi hanya bakal mendukung bahasa Inggris.

Sebelumnya, raksasa perangkat lunak ini juga resmi mengambil langkah tegas pada Internet Explorer. Per tanggal 17 Agustus 2021 mendatang, Microsoft tidak akan lagi memberikan dukungannya pada aplikasi browser buatannya tersebut.

Sebagaimana dilansir Telset.id dari TheNextWeb, Kamis (20/8/2020), Internet Explorer tidak akan lagi didukung oleh banyak layanan, seperti Outlook, OneDrive, Office 365 dan lain sebagainya mulai 17 Agustus 2021.

Bahkan untuk Microsoft Teams lebih cepat lagi. Layanan tersebut tidak akan lagi mendukung Internet Explorer 11 mulai tanggal 20 November 2020.

Kabarnya, peran dari Internet Explorer 11 nantinya akan digantikan oleh Microsoft Edge. Browser tersebut merupakan aplikasi yang dikembangkan berbasis software Chromium dari Google untuk Google Chrome.

Raksasa teknologi tersebut juga berencana menghentikan dukungan pada versi lama dari Microsoft Edge pada tanggal 9 Maret 2021. Setelah tanggal tersebut, Edge versi jadul tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan.

{Baca juga: Microsoft Ucapkan Selamat Tinggal pada Internet Explorer}

Perusahaan sudah mulai melakukan transisi bagi pengguna Windows 10 ke browser Edge berbasis Chromium. Perusahaan juga mengatakan bahwa perangkat baru dan pembaruan fitur Windows di masa mendatang akan menyertakan browser Edge terbaru. [SN/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here