Facebook Uji Coba Sistem Pemblokiran Kata dan Frasa

privasi data

Telset.id, Jakarta – Facebook melakukan uji coba terhadap sistem pemblokiran kata dan frasa tertentu, bahkan emoji yang tidak diinginkan muncul di timeline Facebook pengguna.

Dikutip Telset.id dari 9to5mac, Jumat (30/11/2018), pengujian itu ditemukan oleh Jane Manchun Yong, mahasiswa ilmu komputer yang mengubah kode aplikasi reverse-engineering.

Sosok Jane Manchun Yong sendiri merupakan mahasiswa yang pernah menemukan time-tracking di aplikasi Facebook, hidden hashtag alias tanda pagar yang tersembunyi, dan opsi geofencing di Instagram.

Ia pernah pula menemukan keberadaan Direct Message yang terenkripsi di Twitter, Bitmoji-Style Avatar di Facebook, serta time-tracking di Instagram.

Menurutnya, frasa yang diblokir di Facebook akan tetap terlihat oleh teman satu sama lain. Bahkan, pemilik linimasa atau timeline tidak akan tahu kalau hal itu terjadi.

Sebelumnya, Facebook secara resmi menghadirkan fitur Watch Party di seluruh halaman dan profil pengguna. Watch Party adalah fitur untuk menonton video online bersamaan.

Facebook mengatakan, ide di balik penciptaan fitur Watch Party adalah untuk menciptakan pengalaman yang membawa orang lebih dekat sekaligus menginspirasi hubungan antarmanusia.

Lebih dari 12 juta Watch Party di grup diluncurkan pada Januari 2018. Fitur itu telah mendorong partisipasi aktif di antara grup karena pengguna mengunggah delapan kali lebih banyak komentar.

Beberapa peningkatan juga telah dilakukan, seperti thread yang akan memungkinkan pengguna untuk memiliki percakapan selain berkomentar secara langsung. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here