Smartphone Nokia

Smartphone Nokia Ini Ketahuan Kirim Data Pengguna ke China

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Smartphone Nokia dilaporkan telah mengirimkan data pengguna ke China. Laporan ini diterbitkan oleh penyiar publik asal Norwegia, NRK yang mengklaim telah menemukan beberapa buktinya.

Dalam laporannya NRK menyatakan bahwa smartphone Nokia tertentu telah mengirimkan data pengguna seperti lokasi GPS, nomor seri perangkat, hingga nomor telepon pengguna ke server di China.

Parahnya, data-data pribadi nan penting tersebut dikirimkan tanpa diberikan lapisan keamanan apalagi enkripsi.

{Baca juga: Nokia 9 PureView Segera Sambangi India, Indonesia Kapan?}

Server ini diketahui memilikiĀ domain ā€œvnet.cnā€, dan dikelola oleh operator China Telecom. Pengiriman data pengguna sendiri baru diketahui pada salah satuĀ smartphone menengah Nokia, Nokia 7 Plus.

Data pengguna akan ditransfer ke server China saatĀ smartphone dinyalakan, menghidupkan layar, ataupun membuka kunciĀ smartphone. Akibat laporan ini, HMD Global sebagai pemegang lisensi merek Nokia langsung ditangani dan diselidiki oleh badan pengawas perlindungan data Finlandia.

Dilansir dariĀ phoneArena, Sabtu (23/03/2019), HMD Global telah memberikan keterangan resminya terkait kejadian ini. Mereka memastikan, bahwa tidak ada informasi atau data pengguna yang dibagikan ke pihak ketiga.

{Baca juga: Waduh, Nokia 9 PureView Bikin Penderita Trypophobia Ketakutan}

Meski demikian, mereka mengakui bahwa ada kesalahan aktivasi pada Nokia 7 Plus yang mempengaruhi distribusi paketĀ software satuĀ batch untukĀ smartphone itu. Akibatnya,Ā smartphone secara keliru mencoba mengirim data ke server pihak ketiga.

ā€œNamun, data tersebut tidak pernah diproses dan tidak ada orang yang dapat diidentifikasi berdasarkan data ini. Kesalahan ini telah diidentifikasi dan diperbaiki pada Februari 2019 dengan mengalihkan klien ke varian negara yang tepat,ā€ kata HMD Global.

HMD telah memastikan bahwa semuaĀ smartphone yang terkena dampaknya telah menerima perbaikanĀ software. (FHP)

Komentar

Belum ada komentar.