Review Samsung Galaxy A51: Upgrade Desain, Spek “Nanggung”

Performa

Review Samsung Galaxy A51

Samsung Galaxy A51 punya layar yang lebih besar 1 inci dari Galaxy A50s, tepatnya 6,5 inci berjenis Super AMOLED beresolusi Full HD+. Meski mengusung panel layar terbaik dari Samsung, tapi pabrikan Korea Selatan ini tidak menyertakan teknologi layar lain, termasuk HDR10. Untung saja, smartphone ini sudah mendukung teknologi in-display fingerprint sebagai opsi keamanan berbasis biometrik. 

Ada beberapa kekurangan dan kelebihan yang kami rasakan soal layar ketika melakukan review Samsung Galaxy A51. Membahas kekurangan terlebih dahulu nih. Ada dua kekurangan, dan satu di antaranya sangat mengganggu.

Kekurangan tersebut adalah, sensor sidik jari yang lemot dan cenderung lambat memindai sidik jari. Kami rasa, smartphone ini membawa “kekurangan” Galaxy A50, sebelum akhirnya Samsung memperbaiki “cacat” tersebut di Galaxy A50s. 

Kemudian, Samsung cukup pelit kalau untuk urusan screen protector. Bagaimana tidak, ketika smartphone kelas menengah lain sudah menggunakan Gorilla Glass 5, Galaxy A51 cuma menggunakan Gorilla Glass 3 saja. Ditambah lagi, screen protector bawaan yang diberikan juga tak cukup kuat menahan goresan-goresan yang halus. 

Meski demikian, ada keunggulannya juga kok. Kualitas Super AMOLED buatan Samsung memang tak perlu dipertanyakan lagi. Kami puas ketika menggunakannya untuk bermain game, menonton film atau YouTube, sampai menggunakannya di bawah terik matahari sekalipun. Intinya, bagus!

Di awal review Samsung Galaxy A51, kami sudah mengatakan kalau smartphone ini punya spesifikasi tak jauh beda dengan Galaxy A50s. Galaxy A51 ditenagai oleh prosesor Exynos 9611 dengan proses fabrikasi 10nm. Prosesor tersebut punya konfigurasi 4 core 2.3GHz Cortex-A73 dan 4 core 1.7GHz Cortex-A53, serta GPU Mali-G72 MP3.

Dikombinasikan dengan RAM 6GB, memori internal berjenis UFS 2.1 128GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan dukungan fast charging 15W, dan hadirnya NFC. Meski spesifikasinya sama, tapi A51 menjadi salah satu smartphone pertama yang berjalan di sistem operasi OneUI 2.0 berbasis Android 10.

{Baca juga: Review Redmi Note 8 Pro: Comeback Sempurna dari Xiaomi}

Lantas, bagaimana performa smartphone ini. Kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu Benchmark, 3DMark, dan PCMark untuk mengetahui performanya secara angka. Ketiga benchmark ini merepresentasikan kebutuhan berbeda.

AnTuTu Benchmark untuk mengetahui performa smartphone secara keseluruhan, 3DMark untuk mengetahui performa GPU, serta PCMark yang berguna untuk tahu bagaimana performa smartphone saat digunakan untuk bekerja, multitasking, dan lainnya.

AnTuTu Benchmark

Berdasarkan pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark, smartphone ini mendapatkan skor sekitar 168 ribuan. Apabila dibandingkan dengan smartphone di rentang harga yang hampir sama, seperti Vivo S1 Pro, Redmi Note 8 Pro, dan Realme 5 Pro, smartphone ini memperoleh skor paling rendah. Berikut hasil perbandingannya:

3DMark

Pengujian berikutnya menggunakan aplikasi 3DMark. Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, Galaxy A51 mendapatkan skor 1.825 untuk Sling Shot dan 1.481 poin untuk Sling Shot Extreme.

Bila dibandingkan dengan tiga smartphone lainnya, Galaxy A51 hanya unggul dari Vivo S1 Pro saja. Berikut perbandingannya:

{Baca juga: Review Vivo S1 Pro: Desain & Performa Mantap, Kamera Perlu Upgrade}

PCMark

Lalu pengujian PCMark, Galaxy A51 berhasil memperoleh skor 5.230 poin. Lagi-lagi, smartphone suksesor A50s itu tertinggal cukup jauh daripada kompetitornya. Berikut perbandingannya:

Baterai

Samsung Galaxy A51 terbilang punya baterai yang besar, yakni 4,000 mAh dengan dukungan fast charging. Sayangnya, output fast charging ini cuma 15W saja, tertinggal dibanding Realme 5 Pro yang punya VOOC 3.0 (30W), Redmi Note 8 Pro 18W, dan Vivo S1 Pro dengan Dual Engine Fast Charging 18W. Lantas, bagaimana kecepatannya?

{Baca juga: Review Realme 5 Pro, “Si Serba Cepat” dengan Quad Camera}

Kami mengisi dayanya mulai dari 3% sampai 100%. Total, dibutuhkan waktu sampai 132 menit untuk mengisinya sampai penuh. Bila dijabarkan, dalam waktu satu jam, baterai akan terisi sampai 55%. Dan, bila diisi selama 90 menit, baterai hanya terisi sampai 77% saja.

Untungnya, baterai A51 ini terasa sangat awet menurut kami. Minimal, smartphone tersebut bisa digunakan sampai seharian oleh penggunanya.

Sebab, berdasarkan pengujian review Samsung Galaxy A51 menggunakan PCMark Work 2.0 Battery Life, smartphone memperoleh waktu 12 jam 31 menit. Sedangkan ketika digunakan untuk memutar video YouTube Full HD non stop, smartphone bisa bertahan sampai kurang lebih 15 jam.

Video Performance Test Samsung Galaxy A51:

 

Gaming

Seperti smartphone Android lainnya, Galaxy A51 pun punya fitur khusus gaming, namanya Game Launcher. Fitur ini memungkinkan smartphone ditingkatkan performanya melalui Game Booster. Selain itu, kami dapat mengetahui waktu bermain tiap game, sampai waktu rata-rata bermain selama sehari.

Cenderung biasa saja sebenarnya fitur Game Launcher besutan Samsung ini. Tidak seperti Game Space ala ColorOS atau Game Turbo di MIUI buatan Xiaomi, tidak ada opsi untuk meningkatkan konektivitas ketika main game, pemblokiran notifikasi yang mengganggu, dan fitur gaming lainnya, sampai fps counter. 

Lalu, bagaimana ketika digunakan untuk main game? Kami mengkategorikan game yang dimainkan menjadi 3 bagian. Game low yang berisi Angry Birds, Subway Surfers, dan Clash of Clans. Kemudian game mid, yang berisi Mobile Legends, AoV, serta Free Fire. Lalu, game high, yakni COD Mobile, F1 Mobile, dan PUBG Mobile. 

Saat mencoba memainkan seluruh game tersebut, kategori low dan mid bisa dimainkan dengan lancar. Tapi, untuk game high, Galaxy A51 tampak cukup keteteran di COD Mobile dan F1 Mobile. 

COD Mobile misalnya, smartphone ini cuma sanggup berjalan di kualitas grafis High dengan frame rate maksimal High. Itupun, ketika kami mencoba di grafis tersebut, tampilan game terasa patah-patah. Gameplay yang tidak smooth bisa diatasi dengan menurunkan grafis menjadi Low, dan frame rate High.

{Baca juga: Uji Performa Samsung Galaxy A71, Segini Skor Benchmarknya}

Berbeda halnya dengan PUBG Mobile. Samsung Galaxy A51 justru sanggup menjalankannya dalam grafis Smooth dengan frame rate Extreme atau grafis tertinggi HDR dengan frame rate Ultra. 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -