Samsung kembali menyegarkan lini menengahnya dengan kehadiran Galaxy A37 5G. Ponsel ini membawa janji pengalaman yang lebih matang, meski harus berhadapan dengan ekspektasi tinggi pengguna di rentang harga Rp 6 jutaan.
Secara keseluruhan, perangkat ini terasa seperti upaya Samsung untuk menyeimbangkan antara durabilitas fisik yang mumpuni dengan dukungan perangkat lunak jangka panjang. Berikut adalah impresi mendalam kami setelah menguji perangkat ini sebagai pendamping harian.
Kelengkapan Pembelian
Sama seperti lini Galaxy A dalam beberapa tahun terakhir, kotak penjualan Galaxy A37 5G tampil tipis dan minimalis. Hal ini karena Samsung sudah tidak menyertakan "kepala" charger (adapter) di dalam setiap boks pembelian.
Artinya, pengguna perlu menyiapkan charger secara terpisah untuk mengisi daya ponsel ini. Di dalam kemasan, Samsung sendiri hanya menyediakan kabel USB-C ke USB-C. Varian yang kami review adalah model dengan RAM 8GB dan memori internal 128GB yang dibanderol seharga Rp 6.599.000.
Desain dan Material

Secara fisik, desain Galaxy A37 5G memang tidak berusaha tampil radikal atau mencolok. Namun, experience sesungguhnya baru terasa setelah perangkat ini dijadikan daily driver selama beberapa hari. Menggunakan bingkai datar berbahan plastik kokoh dengan sudut membulat, HP seberat 196 gram ini terasa sangat ergonomis di telapak tangan. Distribusi bobotnya dirancang dengan baik, sehingga tidak membuat pergelangan tangan cepat lelah saat sesi scrolling panjang.
Nilai terbesar dari materialnya adalah rasa aman. Berkat sertifikasi IP68 dan lapisan Gorilla Glass Victus+ yang membalut bagian depan maupun belakang, Galaxy A37 5G memancarkan kesan tangguh. Selama pengujian, tidak terlihat adanya goresan minor meski sering keluar masuk saku. Meski bingkai tengahnya berbahan plastik, kekokohannya tidak perlu diragukan. Modul kamera belakangnya yang menonjol memang memberikan aksen visual, namun posisinya membuat ponsel tidak bisa duduk rata saat diletakkan di atas meja.
Multimedia
Layar 6,7 inci pada Galaxy A37 5G menggunakan panel Super AMOLED dengan desain diamond pentile RGBG. Secara visual, layarnya sangat memanjakan mata dengan kecerahan puncak mencapai 1.900 nits pada pengujian kami, yang membuatnya sangat nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung. Dukungan refresh rate 120Hz memberikan pergerakan yang mulus, meski kami berharap Samsung memberikan opsi kustomisasi refresh rate yang lebih fleksibel per aplikasi.
Untuk audio, Samsung menyematkan setup speaker hybrid yang mendapatkan sedikit peningkatan volume dibanding pendahulunya. Kualitas suaranya cukup jernih dengan mid yang menonjol dan high yang tidak pecah di volume maksimal. Dukungan Dolby Atmos, equalizer, serta fitur Adapt Sound menambah nilai plus bagi penikmat konten multimedia.
Performa
Galaxy A37 5G ditenagai chipset Exynos 1480 (4nm) yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X 8GB dan penyimpanan UFS 3.1 128GB. Dalam penggunaan praktis, kami merasakan sedikit catatan: performa sistem terasa kurang lincah. Animasi terkadang tidak sehalus yang diharapkan, dengan sesekali terjadi stutter atau perlambatan kecil dalam pengoperasian. GPU Xclipse 530 berbasis RDNA 3 memang kompeten, namun belum sepenuhnya mengoptimalkan fitur Vulkan modern.
Di sisi lain, manajemen suhu pada chipset ini sangat impresif. Saat pengujian beban berat, tidak ditemukan panas berlebih yang mengganggu, dan performa puncak tetap stabil tanpa penurunan drastis (thermal throttling). Ponsel ini menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan jaminan update OS hingga 6 tahun, menjadikannya salah satu perangkat dengan dukungan software terpanjang di kelasnya.
Kamera

Modul kamera belakang Galaxy A37 5G terdiri dari sensor utama 50MP (1/1.56") dengan OIS, lensa ultrawide 8MP, dan lensa makro 5MP. Peningkatan ukuran sensor pada kamera utama memberikan dampak nyata pada kualitas gambar dibandingkan seri sebelumnya.
Hasil foto kamera utama sangat memuaskan dengan detail tajam, warna yang vibran, dan dynamic range yang luas. Pada kondisi minim cahaya, performanya tetap solid dan konsisten. Namun, lensa ultrawide-nya terasa kurang maksimal karena minimnya detail dan absennya fitur autofokus. Untuk perekaman video, dukungan 4K di kamera utama memberikan hasil yang stabil berkat OIS, meskipun kamera ultrawide masih terbatas di resolusi 1080p.


Konektifitas
Sektor konektivitas Galaxy A37 5G sangat lengkap. Perangkat ini sudah mendukung jaringan 5G global, Wi-Fi 6, dan Bluetooth 5.4 yang efisien. Samsung juga menyertakan fitur NFC dan dukungan eSIM, yang semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas saat ini. Navigasi pun sangat akurat berkat dukungan multi-satelit seperti GPS, GLONASS, Beidou, QZSS, dan Galileo.
Fitur Lainnya

Fitur keamanan menjadi sorotan dengan adanya sensor sidik jari di dalam layar. Selain itu, integrasi AI pada Galaxy A37 5G memberikan kemudahan ekstra, seperti Bixby yang kini lebih kontekstual dalam membantu pengaturan sistem. Ya, menurut kami kehadiran Bixby di Samsung Galaxy A37 5G masih menjadi salah satu elemen yang menunjang kenyamanan penggunaan sehari-hari. Dalam pengujian, Bixby mampu menjalankan berbagai perintah dasar dengan respons yang cukup cepat, mulai dari membuka aplikasi, mengatur pengingat, hingga mengontrol beberapa fungsi perangkat. Integrasinya dengan ekosistem Samsung juga terasa mulus, sehingga pengguna yang sudah terbiasa dengan layanan Samsung tidak perlu beradaptasi ulang.
Dari sisi fitur AI, pengalaman penggunaan terasa praktis berkat sejumlah tools berbasis machine learning yang disematkan. Object Eraser bekerja cukup efektif untuk menghapus objek yang mengganggu di foto dalam waktu singkat, sementara Edit Suggestions memberikan rekomendasi instan yang membantu meningkatkan kualitas gambar tanpa perlu pengaturan manual yang rumit. Fitur seperti Circle to Search dan AI Select juga memberikan kemudahan tambahan saat berinteraksi dengan konten di layar, membuat proses pencarian atau seleksi informasi jadi lebih cepat dan intuitif.
Selama penggunaan, kemampuan AI di Galaxy A37 memang difokuskan untuk kebutuhan yang langsung terasa manfaatnya. Performa pemrosesan yang stabil membuat berbagai fitur tersebut berjalan dengan responsif, termasuk saat melakukan pengolahan gambar atau multitasking ringan. Hasilnya, pengalaman AI yang ditawarkan terasa solid dan cukup matang untuk kelas menengah, menghadirkan keseimbangan antara fitur cerdas dan kemudahan penggunaan tanpa terasa berlebihan.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A37 5G adalah perangkat yang menawarkan durabilitas tinggi dan dukungan software jangka panjang yang sulit ditandingi. Meski performa sistemnya terkadang terasa kurang optimal, kualitas kamera utama dan sertifikasi IP68 menjadi nilai jual yang kuat bagi pengguna yang menginginkan ketenangan pikiran dalam pemakaian jangka panjang.




