Review

Review Poco X3 Pro: “Si Perusak Harga” dengan Performa Gahar

Muhammad Faisal Hadi Putra
Share

Telset.id – Saat Poco X3 Pro diperkenalkan di Indonesia, smartphone ini langsung mengingatkan kami tentang kehebohan yang dibuat Xiaomi saat merilis Pocophone F1 pada 2018 silam. Prosesor kelas atas, desain kekinian, hingga speaker stereo yang ditawarkan, benar-benar bikin kami tertarik untuk melakukan review Poco X3 Pro secara lengkap.

Dijual dengan harga mulai Rp 3,5 jutaan saja, Poco X3 Pro memang membawa semangat Pocophone F1 yang juga menjadi ponsel termurah dengan prosesor Snapdragon 845 kala itu.

Biasanya, HP 3 jutaan yang beredar di Indonesia ditenagai oleh spesifikasi kelas menengah dengan performa biasa saja. Mungkin beberapa ponsel di rentang harga itu juga biasanya dibekali layar IPS atau AMOLED dengan refresh rate standar hingga 90Hz saja.

Fitur lain pada smartphone Rp 3 jutaan pun biasanya tergolong umum. Tapi berbeda dengan Poco X3 Pro, karena smartphone ini telah ditenagai Snapdragon 860, layar 120Hz, baterai besar, dan keunggulan lain yang menarik perhatian calon pembelinya.

Nah, buat Anda yang mungkin berencana membeli ponsel ini dalam waktu dekat, sebaiknya simak dulu ulasan lengkap kami dalam review Poco X3 Pro berikut ini. Check this out!

Desain

Poco X3 Pro dibangun berdasarkan desain dari Poco X3 NFC. Kedua smartphone ini benar-benar sama, hanya berbeda pada sektor hardware alias spesifikasi utamanya saja.

Desain smartphone ini benar-benar identik dengan model X3 NFC. Panel layarnya berukuran besar dan sudah dilindungi oleh Gorilla Glass 6. Sementara bagian belakangnya terbuat dari bahan plastik berkualitas yang dilapisi warna yang bagus.

Ngomong-ngomong, warna Poco X3 Pro yang kami review adalah Metal Bronze. Warna ini tampil berbeda daripada ponsel 3 jutaan lainnya yang kebanyakan glossy dan punya efek gradasi.

Warna Metal Bronze pada Poco X3 Pro memberikan kesan kokoh, kaku, dan sedikit mencolok. Apalagi, ada logo “POCO” berukuran besar di bagian tengah yang juga memantulkan cahaya dan pola garis yang cukup memikat.

Belum lagi ditambah dengan bentuk modul kameranya yang beda banget. Modul kamera smartphone ini bentuknya memanjang dengan sisi yang melengkung. Kemudian semua bagian kameranya berada di dalam lingkaran dengan beberapa informasi, seperti “48MP AI Super Camera” dan “Designed by Poco”.

Desain tersebut pun membuatnya lebih berkarakter dibandingkan ponsel kelas menengah lainnya. Siapapun yang menggunakannya di tempat umum, orang lain pasti langsung mengenalinya sebagai Poco X3 Pro atau minimal mereka mengatakan, “oh ini mah HP baru dari Poco”.

{Baca juga: Review Poco X3 NFC: Harga 3 Jutaan, Bakal Susah Dilawan}

Poco juga merancang HP terbaru mereka agar bisa digunakan di medan apapun oleh pengguna. Selain karena bingkainya yang kokoh dan berkualitas, jelas di sini kalau Poco X3 Pro telah mengantongi sertifikasi IP53 untuk tahan debu dan percikan air.

Tapi perlu diingat, tahan percikan air bukan berarti smartphone ini bisa direndam atau diajak berenang. Tentu saja tidak akan tahan.

Di bagian kanan, terdapat tombol power yang juga bertugas sebagai sensor sidik jari. Masih di sisi ini, terdapat juga tombol volume yang clicky. SIM tray berada di sisi kiri dengan bentuk hybrid. Anda sebagai pengguna bisa menggunakan dual SIM tanpa microSD atau SIM 1 + microSD.

Selama melakukan review Poco X3 Pro dan menggunakannya sebagai daily driver, hanya satu kekurangan yang kami rasakan dalam hal desain.

Poco X3 Pro menjadi salah satu ponsel dengan desain yang bongsor alias bulky. Ukuran dimensi dan bobotnya cukup besar di tangan, dan kurang nyaman dipakai menggunakan satu tangan saja.

Smartphone ini memiliki dimensi 165,3 x 76,8 x 9,4 mm dengan bobot 215 gram. Ini bukan menjadi ukuran yang tipis atau paling ringan, tapi cukup wajar jika melihat baterainya yang tergolong besar.

Layar dan Speaker

Bagian layar pun sama persis dengan Poco X3 NFC. Smartphone ini menggunakan panel IPS LCD berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD+.

Hebatnya, layar tersebut sudah mendukung HDR10, refresh rate 120Hz, touch sampling rate 240Hz, serta mampu menampilkan intensitas cahaya maksimal sampai 458 nits! Kapan lagi punya HP harga 4 jutaan dengan fitur layar selengkap itu?

Berdasarkan pengalaman kami, fitur HDR10 pada layar smartphone ini tidak berlaku pada aplikasi Netflix. Seluruh film maupun serial TV Netflix maksimal hanya ditayangkan pada resolusi Full HD saja.

Lain hal dengan YouTube. Ketika kami mencari konten “HDR Videos” di YouTube, video dengan resolusi tinggi dan HDR bisa ditampilkan dengan sangat baik.

Fungsi refresh rate pada layar Poco X3 Pro terbagi menjadi dua pilihan, 120Hz adaptif dan 60Hz. Kami bisa memilihnya melalui pengaturan Display atau Layar dan menggunakannya sesuai keinginan.

{Baca juga: 10 HP dengan Refresh Rate Layar 120Hz Terbaik, Mulai Rp 3 Jutaan}

Ketika memilih 120Hz, beberapa aplikasi ditampilkan dengan refresh rate yang kencang. Tapi, ada juga beberapa game maupun aplikasi yang hanya mentok di 60Hz saja.

YouTube, dan beberapa game populer seperti PUBG Mobile, COD Mobile, hingga Mobile Legends, ditampilkan di refresh rate 60Hz. Meski demikian, ketiga game dapat dimainkan dengan sangat lancar.

Kualitas layar yang bagus dibarengi dengan kemampuan audio yang cukup bagus. Poco X3 Pro dilengkapi dengan speaker stereo yang terletak di bagian bawah dan atas (earpiece).

Speaker ini menyuguhkan suara yang lantang dan seimbang (speaker atas dan bawah mengeluarkan suara yang sama kerasnya). Berdasarkan pengalaman kami, suaranya bulat ketika volume diatur menengah, namun sedikit pecah dan kurang enak didengar saat diatur maksimal.

Spesifikasi dan Performa

Poco X3 Pro menjadi ponsel pertama di dunia yang ditenagai prosesor Snapdragon 860. Prosesor terbaru di keluarga Snapdragon 800 Series ini dibangun berdasarkan fabrikasi 7nm.

Meski baru, namun chipset tersebut menggunakan komponen hardware yang nyaris sama dengan Snapdragon 855+, tapi memiliki dukungan kamera dan RAM yang lebih luas.

Prosesor Snapdragon 860 sendiri dirancang dengan konfigurasi CPU octa-core. Terdapat satu inti CPU Kryo 485 Gold dengan clock-speed 2.96 GHz, tiga core Kryo 485 Gold dengan kecepatan clock 2.84 GHz, dan empat core Kryo 485 Silver di kecepatan 1.78 GHz.

GPU yang digunakannya adalah Adreno 640 yang tergolong sangat bertenaga untuk sebuah HP harga Rp 3 jutaan. Poco X3 Pro memiliki dua varian RAM dan memori internal, yakni 6 GB/128 GB dan 8 GB/256 GB.

Unit Poco X3 Pro yang kami review adalah varian tertinggi yang dijual di Indonesia dengan harga Rp 4 jutaan. Untuk mengetahui kemampuannya dalam angka, kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu Benchmark versi 9, 3DMark, dan juga PCMark. Berikut rincian hasilnya:

{Baca juga: 10 Fitur Unggulan Poco X3 Pro, Layar 120Hz Hingga Sistem LiquidCool}

AnTuTu Benchmark

Seperti yang sudah kita ketahui, AnTuTu Benchmark adalah aplikasi tolak ukur yang biasa digunakan oleh kami selama melakukan review, termasuk untuk Poco X3 Pro. Aplikasi ini mampu memperhitungkan hal-hal seperti memori, kapasitas penyimpanan, hingga kecepatan dari CPU.

Dalam pengujian, kami menggunakan AnTuTu Benchmark versi 9 terbaru. Berdasarkan pengujian tersebut, Poco X3 Pro mencetak skor 530.241 poin! Skor yang sangat-sangat tinggi untuk sebuah ponsel 3 jutaan. Benar-benar gak ada lawan!

PCMark

Poco X3 Pro sangat mumpuni untuk menjalani tugas sehari-hari yang kami berikan. Berbagai aplikasi dapat dijalankan secara mulus, bahkan ketika kami menggunakan lebih dari satu aplikasi secara bergantian.

Terbukti, Poco X3 Pro meraih skor yang tinggi sekali saat diuji menggunakan PCMark. Smartphone ini memperoleh skor 10.475 poin. Skornya bahkan lebih tinggi dibandingkan Huawei Mate 40 Pro yang sempat kami review.

{Baca juga: Review Huawei Mate 40 Pro: Kamera Monster, Perfoma Nyaris Sempurna}

Memang, perolehan angka pada aplikasi tidak benar-benar menggambarkan performa dari smartphone. Namun ponsel ini terus menerus memberikan kejutan kepada kami saat mengulas dan menggunakannya sebagai daily driver.

Dari hasil pengujian via PCMark, clock-speed dari CPU cenderung naik turun. Clock-speed mencapai rata-rata tertinggi ketika pengujian editing video diberikan. Sisanya, CPU menyemburkan clock-speed yang bisa dibilang standar.

3DMark

Prosesor Snapdragon 860 juga disematkan pemrosesan grafis atau GPU Adreno 640. GPU ini tergolong “lawas” karena sudah digunakan dalam dua generasi, yakni Snapdragon 855 dan 855+.

Meski demikian, kartu grafis ini masih lebih bertenaga daripada GPU kelas menengah lainnya yang beredar saat ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan hasil pengujian kami menggunakan aplikasi 3DMark.

Dua pengujian standar Sling Shot dan Sling Shot Extreme bukan tandingan yang pas untuk Poco X3 Pro. Smartphone ini disebut terlalu powerful untuk dua pengujian tersebut.

Makanya, kami pun menggunakan pengujian Wild Life Stress Test dan Wild Life untuk mengukur kemampuan GPU Adreno 640 pada ponsel ini.

Dari hasil pengujian Wild Life, Poco X3 Pro memperoleh skor rata-rata 3.476 poin dengan FPS rata-rata 20,80 FPS. Smartphone ini mengalahkan 57% ponsel yang pernah diuji 3DMark menggunakan skema ini.

Sementara untuk Wild Life Stress Test, Poco X3 Pro meraih skor 3.475 poin untuk Best loop dan 3.252 poin untuk Lowest loop. Stabilitasnya tergolong bagus dengan persentase 93,6% dan FPS rata-rata antara 11 FPS hingga 26 FPS.

Gaming

Anjay! Satu kata yang pas ketika kami mencoba bermain game selama melakukan review Poco X3 Pro. Performanya benar-benar tidak seperti HP 3 jutaan atau 4 jutaan yang beredar di Indonesia saat ini.

Dua game AAA dengan grafis tinggi yang kami mainkan, yakni PUBG dan COD Mobile bisa dimainkan dengan grafis rata kanan. PUBG Mobile dapat ditayangkan dengan kualitas Ultra HD atau 4K, sedangkan COD Mobile bisa dijalankan dengan grafis Very High dengan frame rate Max.

Dengan grafis rata kanan, kedua game dapat dimainkan di FPS yang tinggi dan stabil. PUBG Mobile ditampilkan dengan gameplay 40 – 45 FPS tanpa penurunan yang signifikan. Sementara COD Mobile, stabil di 60 FPS!

Hanya saja, kedua game tidak dapat ditampilkan dalam refresh rate 90Hz ataupun 120Hz. Baik PUBG Mobile maupun CODM ditayangkan dalam refresh rate 60Hz saja.

Game Turbo

{Baca juga: 15 Game Booster Android Terbaik 2021, Gaming Anti Ngelag!}

Wajar, karena kedua game memang belum mendukung tampilan 120Hz. Tapi pengalaman smooth, layar yang bagus, serta Game Turbo yang dapat meningkatkan performa smartphone serta visualisasinya, benar-benar kami apresiasi.

Baterai

Bukan cuma kencang performanya saja, kinerja baterai Poco X3 Pro pun mendapatkan dua jempol dari kami. Baterai smartphone ini punya daya tahan yang lumayan awet, dan proses charging-nya pun cepat.

Smartphone ini ditopang oleh baterai berkapasitas 5.160 mAh dengan dukungan fast charging 33W. Untuk mengujinya, kami melakukan tiga tes untuk mengetahui kemampuan baterai dan fast charging dari ponsel ini.

Pertama, dengan memutar video YouTube tanpa henti sampai baterai mencapai 1%. Hasilnya, Poco X3 Pro bisa bertahan hingga kurang lebih 14 jam. Video yang kami putar sendiri berkualitas Full HD (HDR) dengan menggunakan jaringan WiFi.

Pengujian kedua, kami menggunakan Battery Life di PCMark. Smartphone ini mencatatkan waktu 13 jam 24 menit dengan baterai tersisa 20%. Hebatnya, meski diuji selama berjam-jam, suhu ponsel ini tetap stabil. Terlihat dari grafik yang ditampilkan oleh PCMark.

Pengujian ketiga, adalah mengisi daya baterainya dari 1% hingga penuh. Cukup dengan waktu 1 jam 15 menit saja, baterai smartphone in sudah terisi 100% dan siap digunakan hingga seharian.

Kamera

Sejak kehadiran Pocophone F1, Xiaomi memang fokus terhadap apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Alhasil, perusahaan asal China ini pun mengurangi atau menghilangkan beberapa fitur yang biasanya diusung oleh ponsel pintar pada umumnya.

Begitu juga dengan Poco X3 Pro. Meski performanya outstanding alias powerful untuk sebuah ponsel Rp 4 jutaan, namun kemampuan kameranya cenderung biasa saja.

Poco X3 Pro mengusung empat kamera belakang dan satu kamera depan yang terletak pada punch-hole di layar. Ada kamera utama dengan sensor 48MP, yang malah menurun daripada Poco X3 NFC dengan 64MP.

Kamera 48MP pada smartphone ini menggunakan sensor Sony IMX 582 dengan skema pengambilan gambar Quad Bayer dan sudah didukung dengan PDAF. Secara default, resolusi foto yang dihasilkan adalah 12MP dengan detail yang cukup baik, dynamic range-nya luas, dan komposisi warna yang bagus.

Kualitas warnanya sesuai dengan kondisi asli, dan itu bagus. Artinya, sistem AI dan HDR dari kamera tidak terlalu memberikan sentuhan berlebihan pada foto. Hasilnya terbilang tetap natural.

Ketika mengambil gambar di mode 48MP, kualitas foto sedikit lebih berbeda. Kami malah lebih senang dengan kualitas foto 12MP daripada 48MP. AI tidak “bermain” di sini, sehingga hasil foto pun cenderung biasa saja. Apalagi, ukuran file gambar pun jauh lebih besar sekitar 20MB.

Kemudian, ada kamera 8MP ultra wide yang juga menurun besaran sensornya dibandingkan Poco X3 NFC dengan sensor 13MP. Kamera ini punya fokus yang tetap alias fixed, namun menghasilkan beberapa foto dengan warna yang bagus.

Ada pula kamera makro dan depth masing-masing 2MP. Kamera makro pada ponsel ini berjenis fixed focus dengan jarak maksimal (terdekat) 4cm. Bicara soal kualitas, foto yang dihasilkan kurang menarik untuk dilirik apalagi diunggah ke media sosial.

Detailnya jelek, warnanya terlihat pucat, kontrasnya juga cukup rendah. Saran saja, jika Anda ingin menangkap gambar dari dekat, gunakan saja lensbong alias lensa bongkar yang banyak tersedia di toko online. Pasangkan lensa tersebut ke kamera utama, dan voila jadilah foto makro yang berkualitas baik.

Sedangkan untuk sensor depth, kamera ini membantu kamera utama untuk memotret foto dalam mode bokeh. Dibantu dengan AI, foto bokeh yang ditangkap oleh kamera utama cukup bagus dan bisa memisahkan antara objek utama dengan background dengan baik.

Sementara kamera depan, hanya 20MP saja. Kamera selfie pada smartphone ini menggunakan sensor dari Samsung S5K3T2 ISOCELL Plus dengan jenis fokus tetap atau fixed.

{Baca juga: 10 Aplikasi Kamera Selfie Android 2021, Terbaik dan Paling Hits!}

Kamera selfie Poco X3 Pro menghasilkan foto yang bagus. Detail dari wajah serta tone warnanya pun tak berlebihan. AI kamera ponsel ini bekerja dengan baik untuk memberikan foto selfie yang natural.

Berbicara soal video, Poco X3 Pro sanggup merekam video hingga resolusi 4K @30 FPS atau Full HD @60 FPS. Ada fitur EIS atau electronic image stabilization di sini yang bisa diaktifkan ketika merekam menggunakan kamera utama atau ultra wide.

Kesimpulan

No debat deh, Poco X3 Pro adalah smartphone terbaik bagi Anda yang butuh ponsel powerful dengan harga yang bersahabat. Smartphone ini layak disebut sebagai “si perusak harga”, karena harganya yang kelewat murah.

Dijual dengan harga mulai Rp 3,5 jutaan saja, smartphone ini sudah menawarkan kinerja kelas atas berkat prosesor Snapdragon 860.

Kapan lagi punya HP 3 jutaan dengan prosesor Snapdragon 800 Series terbaru? Mungkin wajar kalau chipset yang digunakan adalah Snapdragon 800 Series model lawas, seperti Snapdragon 845 misalnya.

Ditambah, performa fast charging dan daya tahan baterainya juga bisa dibilang baik tanpa cela. Beberapa fitur kecil pun disematkan di sini, seperti sertifikasi IP53, speaker stereo, kemampuan layar 120Hz yang super smooth, hingga NFC yang sudah jadi fitur utama yang dicari-cari konsumen Indonesia.

Tapi tetap saja, Poco X3 Pro bukanlan sebuah ponsel yang sempurna. Memang sungguh keterlaluan jika mengharapkan smartphone tanpa cela atau tanpa kekurangan di harga Rp 3 – 4 jutaan.

{Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Poco X3 Pro, Wajib Anda Ketahui}

Karena dari awal Xiaomi mempersiapkan Poco X3 Pro sebagai “The Beast” alias monster di kelas menengah yang punya kinerja powerful, ada beberapa hal yang harus “dikorbankan”.

Kamera salah satunya. Secara fungsi, kamera ini sudah cukup mumpuni. Namun kalau berbicara soal kualitas, tergolong biasa saja. Malah, besaran sensornya “dikorting” jika dibandingkan dengan Poco X3 NFC.

Lalu desain yang bulky. Terlalu bongsor dan cukup bikin gak nyaman ketika menggunakannya dengan satu tangan. Bikin pegal juga saat dipakai dengan durasi waktu yang lama, apalagi saat digunakan untuk main game. (MF)

Kelebihan

+ Layar 120Hz

+ Layar dukung HDR10 (YouTube)

+ Desain berbeda dari ponsel menengah lainnya

+ Sertifikasi IP53

+ Ditenagai Snapdragon 860

+ LiquidCool Technology 1.0 Plus

+ Baterai jumbo dan tahan lama

+ Fast charging memuaskan

+ Speaker stereo

+ Kemampuan gaming maksimal “rata kanan”

+ Harga murah

Kekurangan

– Bodi bulky dan berat

– Desain sama persis dengan Poco X3 NFC

– Suara speaker pecah saat volume maksimal

– Kamera mengalami penurunan dari Poco X3 NFC

– Kualitas kamera makro kurang bagus

TELSET RATING: 8.5/10

SPESIFIKASI POCO X3 PRO
Rilis 20 April 2021 (Indonesia)
Network 2G, 3G, 4G
OS Android 11
Chipset Qualcomm Snapdragon 860 (7 nm)
CPU Octa-core Kryo 485 CPU @ 2.96GHz
GPU Adreno 640
RAM 6 GB, 8 GB
Memori 128 GB/ 256 GB, expan 1TB
Dimensi 165.3 x 76.8 x 9.4 mm (6.51 x 3.02 x 0.37 in), 215 g
Layar IPS LCD 6.67 inc 1080×2400 px, 20:9 ratio, refresh rate 120Hz, 240Hz touch sampling rate
Kamera Utama 48 MP (wide), 8 MP (ultra wide), 2 MP (macro), 2 MP (depth)
Kamera Depan 20 MP, f/2.2, (wide), HDR, Panorama
Beterai Li-Po 5160 mAh, Fast charging 33W
Warna Phantom Black, Frost Blue, Metal Bronze
Harga Rp 3,4 juta (6GB RAM + 128GB), Rp 3,9 juta (8GB RAM + 256GB)

Simak video Review Poco X3 Pro:

Leave a Comment