Moto G5S Plus (telset.id | nur chandra)

Review Moto G5S Plus: Jepretan Kameranya Cukup Memikat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:7 Februari 2019
⏱️13 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Tren kamera ganda kini sedang menjamur di kalangan penggemar smartphone di Indonesia. Maka tak heran, jika salah satu vendor yang sudah lama melanglang buana di Indonesia, yakni Lenovo menghadirkan jajaran smartphone kamera ganda di Indonesia.

Namun, kali ini mereka memilih untuk melakukannya di bawah bendera Moto, bukannya di bawah bendera Lenovo. Keluarga ‘G’ menjadi pilihan mereka. Kali ini, smartphone ini meluncur dengan nama G5S Plus.

Yang paling menarik, dengan kisaran harga di bawah Rp 4 juta, smartphone ini memiliki konfigurasi kamera ganda yang berbeda dengan smartphone kamera ganda lainnya. Selain itu, terdapat juga ‘jeroan’ setingkat flagship dari G5S Plus.

Jika boleh berbicara, smartphone ini merupakan lonjakan yang sangat besar dari pendahulunya yakni G4 Plus. Dengan penambahan kemampuan serta fitur, dan lonjakan harga yang tidak terlalu signifikan, maka G5S Plus sangat layak untuk kami bahas secara detail.

Nah, penasaran bukan seperti apa kemampuan yang dihasilkan oleh smartphone ini? Silahkan simak review Moto G5S Plus oleh tim Telset.id berikut ini!

Dimulai dari: Desain >>>>

Desain

Jika berbicara mengenai desain dari Moto G5S Plus, kami teringat dengan desain pendahulu dari perangkat ini, yakni Moto G4 Plus. Yang berbeda hanyalah konfigurasi kamera belakang yang mirip dengan Moto Z2 Force, dengan desain kamera berbentuk lingkaran dan sedikit menonjol dari bagian belakang body G5S Plus yang berbahan metal.

Di dalamnya, terdapat sebuah kamera ganda dengan dual tone flash di bagian bawah. Jika di perhatikan dengan seksama, terlihat seperti wajah yang sedang tersenyum! Desain ini cukup unik dan membuat G5S Plus terlihat berbeda dan unik dari smartphone lainnya.

Saat di letakkan di atas meja dengan posisi layar di atas, perangkat ini akan terlihat sedikit mengambang karena posisi kaca pelindung kamera ganda G5S Plus sedikit menonjol. Meskipun begitu, kaca pelapis kamera tersebut tidak mudah untuk tergores. Kami acungkan jempol untuk G5S Plus!

Oh iya, di bagian belakang G5S Plus ini juga terdapat lambang Moto di dalam cekungan. Memang aneh, namun hal ini sudah menjadi ciri khas perangkat mereka semenjak Lenovo membeli Moto dari Google pada Oktober 2014 silam.

Beralih ke bagian depan, di bagian atas, terdapat sebuah kamera depan, earpiece, serta sebuah lampu flash. Sedangkan di bagian bawah, terdapat sebuah pemindai sidik jari tanpa ditemukan tombol kapasitif berupa tombol home dan recent apps layaknya smartphone lain.

Kedua tombol navigasi ini terdapat di dalam layar, yang menurut kami cukup mengganggu jika sudah terbiasa menggunakan tombol kapasitif.

Akan tetapi, dengan menggunakan aplikasi Moto, yang merupakan salah satu ‘bloatware’ yang terdapat di smartphone ini, pengguna bisa memanfaatkan pemindai sidik jari tersebut sebagai tombol back dan juga recent apps.

Nah, kini kita berbicara mengenai port yang ada di G5S Plus. Untuk speaker, USB Port, dan speaker terdapat di bagian bawah perangkat. Sedangkan bagi Anda yang gemar mendengarkan musik melalui headset, lubang jack audio 3,5mm dapat Anda temui di bagian atas perangkat.

Lalu, untuk tombol Volume ROCKR dan tombol Power ada di bagian kanan body G5S Plus. Meksi berdekatan, namun dengan terdapatnya tekstur khusus di tombol Power, maka pengguna dijamin tidak akan tertukar saat ingin mengunci atau merubah volume dari perangkat tersebut.

Sedangkan di bagian kiri perangkat, tidak ditemukan tombol pengontrol apapun, kecuali sebuah slot dual SIM Hybrid untuk memasukkan kartu SIM dan kartu microSD pengguna.

Yang harus Anda perhatikan saat ingin membeli perangkat ini adalah dikarenakan perangkat ini mengemban nama ‘Plus’. Ini berarti, body dari G5S Plus akan sedikit lebih besar jika dibandingkan perangkat Moto lain yang tidak mengemban nama tersebut.

Di tangan, G5S Plus ini akan terasa sulit di genggam menggunakan satu tangan, apa lagi jika Anda memiliki tangan yang relatif kecil. Di tambah lagi, dengan disematkannya pemindai sidik jari di bagian depan, akan sedikit membuat penggunanya kagok dalam membuka kunci G5S Plus.

Kabar baiknya, dengan body yang besar ini, bagi para penggemar game dan film, layar yang ditawarkan cukup lebar. Selain itu, G5S Plus ini cukup ringan untuk dipegang selama bermain game berjam-jam. Ini merupakan nilai plus bagi perangkat tersebut.

Namun, ada satu hal yang kami kurang suka dari G5S Plus ini, yakni keputusan Lenovo untuk menggunakan lapisan cat yang kurang baik di bagian belakang perangkat ini. Dalam pemakaian biasa, di beberapa bagian G5S Plus, kami menemukan lapisan cat yang terkelupas hanya dengan memasukkan perangkat ini dengan kunci kendaraan di dalam kantong celana.

Jadi, sebaiknya Anda langsung membeli semacam pelindung perangkat ini saat Anda memilih untuk membawa pulang G5S Plus ke rumah.

Terlepas dari kekurangan tersebut, build quality dari perangkat ini perlu kami puji. Hal ini dikarenakan desian unibody berbahan metal dari G5S Plus membuat perangkat tersebut tangguh untuk digunakan sehari-hari.

Selanjutnya : Layar >>>>

Layar

Seperti yang telah kami bahas di bagian desian, G5S Plus memiliki body yang tergolong besar di bandingkan smartphone lainnya. Namun, berkat hal tersebut, Lenovo dapat menyematkan layar berukuran 5,5 inci dengan resolusi Full HD 1080p.

Belum lagi layar G5S Plus juga memiliki panel IPS, yang memiliki catatan performa yang nyaris sempurna, baik di dalam maupun di luar ruangan. Namun harus diakui, jika dibandingkan dengan panel AMOLED, kualitas layar smartphone ini masih kurang baik.

Contohnya saat kami menggunakan G5S Plus di luar ruangan untuk bekerja, lebih tepatnya untuk menulis sebuah berita. Panel IPS serta ukuran layar yang relatif besar sangat nyaman untuk digunakan.

Untuk menambah kenyamanan lagi bagi para penggunanya, Moto menyematkan sebuah fitur bernama Moto Display di G5S Plus ini. Fungsinya untuk mengaktifkan kemampuan semacam ‘On Screen Display’ yang dimiliki oleh Samsung, dimana saat perangkat G5S Plus terkunci, layar masih akan menunjukkan jam serta notifikasi kepada para penggunanya.

Kami juga menyukai penempatan layar 2,5D yang terdapat di seluruh sisi dari G5S Plus. Saat kami ingin melakukan gerakan menyapu layar dari bagian body, lengkungan layar membuat gerakan menyapu layar menjadi sangat mulus, meskipun kami lebih menyukai lengkungan di kedua sisi layar yang terdapat di smartphone milik Samsung.

G5S Plus juga sangat cocok digunakan untuk menonton film atau bermain game di malam hari, saat ingin melepas penat setelah seharian beraktifitas. Di tambah dengan fitur Night Display yang disematkan pada perangkat ini, kami mendapatkan pengamalam menonton video yang menyenangkan.

Saat di nyalakan, warna yang dihasilkan oleh layar akan berubah sedikit kekuningan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi Blue Light, yang akan membuat mata cepat lelah saat menggunakan G5S Plus di malam hari.

Oh iya, meskipun masih belum memiliki layar bezel-less seperti yang terdapat di smartphone flagship, namun bagi kami rasio layar terhadap badan cukup baik. Namun jika boleh menyarankan, logo ‘moto’ di bagian atas layar bisa dihilangkan sehingga layar dari G5S Plus dapat sedikit lebih lebar.

Bagi Anda yang tergolong orang yang ceroboh dalam menggunakan smartphone, Anda sedikit bisa bernafas lega. Hal ini dikarenakan layar dari G5S Plus ini sudah menggunakan lapisan Gorila Corning Glass 3 yang terbukti cukup ‘tahan banting’, meskipun kami belum pernah menjatuhkan perangkat ini.

Selanjutnya : Suara >>>>

Suara

Di segmen sebelumnya, kami sempat membahas bagaimana layar dari G5S Plus yang sangat cocok digunakan untuk menonton film di berbagai kesempatan. Namun sayang, saat berbicara audio di perangkat ini, kami harus memberikan kritik yang sangat tegas.

Pertama, kami akan membahas mengenai hasil suara yang dikeluarkan dari speaker G5S Plus. Satu kata yang kami bisa berikan, yakni sempurna. Speaker dari perangkat ini memiliki kualitas setara smartphone flagship dengan harga dua kali lipat.

Saat kami tes menggunakan lagu Jazz dengan banyak suara di low, suara yang dihasilkan perangkat ini sangat baik. Bass yang dihasilkan dari speaker G5S Plus ini pun kami berikan dua jempol.

Begitu pula saat kami mencoba lagu bergenre Punk Rock, suara high pitch dari vokalis saat melakukan sceraming tidak pecah saat berada di volume maksimal. Suara petikan gitar dan sexophone saat mendengarkan lagu Ballad pun terdengar sangat jernih. Sangat mengagumkan!

Namun, hal yang paling mengganggu dari perangkat ini adalah penempatan speaker yang berada di bawah perangkat. Untuk mendengarkan musik, penempatan ini bisa dibilang ideal. Akan tetapi, untuk mereka yang berharap dapat menggunakan G5S Plus untuk menonton film, Anda bisa bersiap-siap untuk kecewa.

Di tambah lagi, tidak ada pemanfaatan lubang earpiece yang di kondisikan menjadi speaker yang menembakkan suara ke arah pengguna. Padahal, vendor lain seperi Huawei, Apple, Samsung, dan lainnya sudah mulai memanfaatkan hal tersebut.

Kami juga memiliki kabar baik bagi Anda yang senang untuk menggunakan headphone premium untuk mendengarkan musik dengan kualitas tinggi. Saat kami melakukan pengetesan menggunakan headset premium, kami mendapatkan kualitas suara yang mirip dengan menggunakan DAC kelas mainstream.

Selanjutnya : Performa >>>>

Performa

Bagai makan sayur tanpa garam, tak lengkap rasanya jika kami tidak membicarakan jeroan dan kemampuan dari G5S Plus. Hal ini dikarenakan Moto tetap menjejalkan komponen kelas atas di dalam perangkat dengan harga yang cukup terjangkau ini.

Snapdragon 625 bersama RAM 4GB menjadi andalan Lenovo untuk mendapatkan performa yang sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan skor benchmark sintetsi AnTuTu yang mencapai 63.138 poin.

Skor ini merupakan sebuah skor yang cukup standar di kelasnya. Contoh saja Xiaomi A1, yang memiliki spesifikasi yang sama, memiliki skor yang hampir sama dengan G5S Plus dengan selisih yang cukup tipis.

Dengan kemampuan yang tinggi ini, bermain game kelas berat pun tak ada masalah. Misalnya saja saat menjalankan game sekelas Need For Speed : Most Wanted, PES 2017, dan N.O.V.A Legacy, yang dapat berjalan sama sekali tanpa lag.

Di tambah lagi, dengan adanya RAM sebesar 4GB, G5S Plus mampu menampung banyak aplikasi yang berjalan di belakang sekaligus. Jadi, saat kami berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, dapat berjalan dengan sangat mulus.

Akan tetapi, G5S Plus bukanlah sebuah smartphone yang sempurna. Saat kami memakai smatrphone ini untuk bermain game online selama lebih dari 2 jam, bagian belakang smartphone tersebut akan terasa panas.

Namun hal ini pengorbanan yang harus dilakukan untuk membuat komponen yang ada di dalam smartphone ini dapat bertahan lama.

Tak luput juga G5S Plus memanjakan mereka yang memerlukan banyak ruang penyimpanan untuk menyimpan file, foto, serta video. Hal ini dikarenakan di dalam perangkat ini memiliki memori internal hingga 64GB, dan juga memiliki slot kartu microSD hingga 256GB.

Di bagian baterai pun perlu kami acungkan dua jempol. Dengan baterai sebear 3.000mAh, G5S mampu menemani kegiatan kami seharian penuh. Selain itu, meski tidak memiliki kemampuan Quick Charging, saat kami gunakan, pengisian baterai dari perangkat ini dirasa cukup cepat, meski tak secepat smartphone yang memiliki kemampuan Quick Charge.

Oh iya, selain perangkat keras yang telah kami sebutkan di atas, ada beberapa keunggulan lain yang ada di G5S Plus. Misalnya saja WiFi Dual Band, Near Field Communication (NFC), serta Bluetooth 4.2 juga terdapat di perangkat ini.

Selanjutnya: Software >>>>

Software

G5S Plus Tampak Depan (telset.id | nur chandra)
G5S Plus Tampak Depan (telset.id | nur chandra)

Seperti yang kita ketahui, Lenovo memutuskan untuk memakai sistem operasi Android murni dalam perangkat mereka yang diluncurkan setelah pertengahan tahun 2017. Maka tak heran, saat menggunakan G5S Plus, Anda akan menemukan sistem operasi ‘mendekati’ Android stock.

Saat kami mecoba sistem operasi Android Nougat 7.1.1 yang berjalan di perangkat ini, semua terasa sangat ringan. Membuka sebuah aplikasi terasa ringan. Tampilan dari Android stok pun tidak membuat pengguna pusing dalam mencari sebuah aplikasi atau mencari sebuah menu di pengaturan.

Moto G5S Plus OS (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus OS (telset.id | nur chandra)

Selain dapat menemukan aplikasi atau menu pengaturan dengan mudah, dengan menggunakan sistem operasi Android Stok memiliki keunggulan lain. Salah satunya adalah penggunaan RAM yang sangat rendah.

Rata-rata penggunaan RAM per hari hanya mencapai 1,8GB saja dari 4GB RAM yang tersedia. Tentu saja hal ini membuat transisi dari satu aplikasi ke aplikasi lain terasa sangat mulus. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan!

Moto G5S Penggunaan RAM dan Aplikasi (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Penggunaan RAM dan Aplikasi (telset.id | nur chandra)

Di tambah lagi, dengan sisa RAM yang sangat besar ini, aplikasi yang berjalan di belakang layar pun tidak secara otomatis tertutup. Saat kami berpindah dari satu apliaksi ke aplikasi lain, dan kemudian kembali ke aplikasi awal, aplikasi tersebut masih berjalan dan tidak seperti membuka aplikasi baru.

Di sisi lain, jika sisa RAM yang tersedia di perangkat sudah sedikit, maka aplikasi yang baru saja kita tinggalkan sudah tertutup secara otomatis untuk mengurangi penggunaan RAM dari sebuah smartphone.

Selanjutnya: Kamera >>>>

Kamera

Sampailah kita ke bagian ‘bintang utama’ dari smartphone ini, yakni kamera ganda. Untuk konfigurasi sendiri, Moto memilih menyematkan kamera sebesar 13MP di kedua kamera dengan aperture f/2.0. Satu lensa berfungsi sebagai RGB dan satu lagi berfungsi sebagai lensa Monochrome.

Konfigurasi kamera G5S Plus ini kami bisa bilang sangat tidak biasa. Kebanyakan, vendor lain yang memiliki dual kamera, biasanya mereka menyematkan konfigurasi Telephoto dan Wide Angle di kisaran harga ini.

Dalam aplikasi kamera bawaan, pengguna dapat memilih beberapa fitur kamera. Namun ada satu fitur di smartphone ini, yang menurut kami merupakan fitur kekinian, yakni Bokeh. Di smartphone ini, fitur ini di beri nama Doubel Exposure.

Dikarenakan G5S Plus menggunakan konfigurasi RGB dan Monochrome, maka setelah mengambil gambar dengan menggunakan fitur Doubel Exposure ini, pengguna dapat mengedit hasil foto yang sudah diambil.

Saat kami coba melakukan editing terhadap foto tersebut, kami diberikan dua pilihan, antara mengedit foto menggunakan Double Exposure atau menggunakan Photos. Kami pilih Double Exposure untuk mengedit foto yang telah diambil kedua lensa G5S Plus.

Moto G5S Plus Editor (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus Editor (telset.id | nur chandra)

Di sini, kami mendapatkan 4 pilihan editing. Pertama adalah original, kemudian Selecitve Focus, lalu Selective B&W, serta Replace Background. Saat kami memilih original, seluruh efek bokeh dari foto yang kami ambil menghilang.

Moto G5S Plus Pilihan Editing (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus Pilihan Editing (telset.id | nur chandra)

Sedangkan saat kami memilih menu Selecitve Focus, kami dapat mengatur ulang efek bokeh yang ada di dalam foto tersebut. Bahkan, dikarenakan kedua kamera ini mengambil secara bersamaan, kami dapat memilih lokasi fokus yang kami inginkan.

Moto G5S Plus Selective Background (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus Selective Background (telset.id | nur chandra)

Lalu ada pilihan Selective B&W. Di sini kami menemukan bahwa foto yang kami ambil dapat diubah menjadi hitam putih, dengan satu objek yang kami pilih tetap memiliki warna.

Moto G5S Plus Selective BW (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus Selective BW (telset.id | nur chandra)

Terakhir, ada pilihan Replace Background. Fitur ini berfungsi untuk menghilangkan seluruh gambar yang ada di foto tersebut, dengan meninggalkan sebuah gambar yang sebelumnya telah kami pilih.

Moto G5S Plus Background (telset.id | nur chandra)
Moto G5S Plus Background (telset.id | nur chandra)

Berikut ini kami tampilkan hasil foto dari Moto G5S Plus :

Oh iya, di bagian video, smartphone ini memliki 5 pilihan kualitas, dari VGA 480p, HD 720p, Full HD 1080p 30fps, Full HD 1080p 60fps, serta UHD 4K 30fps. Pilihan ini cukup lengkap mengingat kini pengguna sudah mulai menginginkan smartphone dengan resolusi perekaman video hingga UHD 4K.

Ditambah lagi, dengan adanya fitur Electronic Image Stabilitation (EIS) membuat video yang kami ambil sangat mulus, meski terdapat banyak guncangan saat mengambil gambar. Namun perlu diingat, fitur EIS ini hanya dapat berjalan saat mengambil gambar 1080p 30fps saja.

Akan tetapi, ada sebuah komplain dari kami saat menggunakan mode perekaman 1080p 60fps. Alih-alih video berjalan mulus, hasil video terlihat seperti ‘dipercepat’. Entah dari sisi kamera atau piranti lunak, namun hal ini cukup mengganggu kami.

Sedangkan saat kami menggunakan kamera depan dari perangkat ini yang memiliki resolusi 8 MP dengan aperture f/2.0, tak ada yang spesial. Namun, hasil kamera yang diambil oleh kamera depan ini memiliki kualitas yang cukup baik.

Kesimpulan

Moto G5S Plus membawa banyak kelebihan meskipun memiliki harga yang cukup terjangkau, yakni di kisaran Rp 3.999.000. Misalnya saja seperti prosesor dan RAM yang bisa dibilang mampu bersaing dengan smartphone flagship lainnya.

Namun di kisaran harga ini, ada satu keunggulan yang dibawa oleh Moto, yakni penggunaan kamera ganda dengan konfigurasi RGB dan Monochrome. Di kisaran harga ini, dengan kemampuan yang sama, vendor lain lebih memilih menggunakan konfigurasi kamera Telephoto dan Wide Angle.

Penggunaan Android stok juga menurut kami merupakan sebuah nilai pluis. Hal ini dikarenakan G5S Plus terasa sangat responsif saat menggunakan sistem operasi tersebut. Apa lagi, Lenovo menjanjikan perangkat ini akan mendapatkan sistem operasi Android terbaru, yakni Android 8.0 Oreo dalam waktu dekat ini. Sebuah nilai plus dari kami.

Namun, seperti biasa, pilihan terakhir kami berikan kepada Anda. Yang pasti, di kisaran harga yang sama, Anda bisa memilih untuk membeli Xiaomi Mi A1 yang memiliki spesifikasi serupa dengan sistem operasi Android stok. [NC]

[NC/HBS]