Review

Review Huawei MatePad 11: Tablet HarmonyOS 2.0 yang Asyik Buat Kerja

Muhammad Faisal Hadi Putra
Share

Telset.id – Huawei MatePad 11 menjadi salah satu perangkat pertama di Indonesia dan dunia dengan sistem operasi HarmonyOS 2.0 asli buatan Huawei. Saat Huawei Indonesia memberikan kesempatan kepada kami untuk review Huawei MatePad 11 terbaru, kami pun langsung menyetujuinya.

Kehadiran sistem operasi HarmonyOS 2.0 menjadi salah satu alasan utama mengapa mengapa kami bersemangat untuk mengulas tablet Huawei satu ini. Di samping hal tersebut, tentu saja spesifikasi yang ditawarkan MatePad 11 pun patut untuk dibahas lengkap.

Sekadar informasi saja, HarmonyOS 2.0 merupakan sebuah jawaban tegas dari Huawei atas embargo pemerintah Amerika Serikat yang melarangnya berbisnis dengan perusahaan dari AS, termasuk Google.

Sudah sejak lama Huawei terpaksa merilis smartphone dan tablet dengan sistem operasi Android tanpa dukungan GMS alias Google Mobile Service. Sampai pada akhirnya perusahaan asal China ini meluncurkan OS sendiri sebagai pengganti Android untuk perangkat terbarunya.

Baca juga: Review Huawei Mate 40 Pro: Kamera Monster, Perfoma Nyaris Sempurna

HarmonyOS 2.0 menawarkan banyak hal kepada pengguna, mulai dari fitur yang beragam, transisi menu yang lancar, sampai kemampuannya untuk tetap bisa menjalankan aplikasi berbasis Android.

Nah, biar Anda tak penasaran seperti apa tablet terbaru dari Huawei ini, berikut adalah review lengkap Huawei MatePad 11 versi Indonesia untuk Anda para pembaca setia. Yuk simak, sob!

Desain

Premium, menjadi satu kata yang pas untuk Huawei MatePad 11. Wajar sih, secara tablet Huawei ini memang masuk ke segmen kelas atas yang sudah seharusnya mengusung desain premium.

Hampir semua kriteria dari sebuah tablet premium ada di Huawei MatePad 11. Mulai layarnya yang besar dengan bezel tipis, bodi yang ringkas dan nyaman digunakan, warna elegan dengan kualitas yang bagus, dan tentu saja dukungan terhadap aksesoris untuk menunjang produktivitas dari pengguna.

Cuma satu hal saja yang kami rasa “tak seharusnya Huawei MatePad 11 begini”, yakni bodinya. Tablet ini dibuat dengan bahan dasar plastik alih-alih aluminium. Minor memang, namun terasa kurang saja menurut kami.

Pada awalnya, kami mengira kalau tablet ini dirancang dengan bodi berbahan dasar aluminium berkualitas tinggi. Setelah melakukan penelusuran di internet dan merasakannya secara langsung, ternyata Huawei MatePad 11 dibuat dengan bahan dasar plastik.

Tapi tenang, bahan plastik yang dipakai Huawei tak sembarang plastik biasa. Kualitasnya top markotop, malah berasa seperti aluminium ketangguhan dan feel-nya.

Baik frame dan bodi belakangnya berbahan dasar plastik. Namun Huawei membuatnya agar “meniru” permukaan aluminium yang lebih halus dan terasa kuat ketika disentuh ataupun diketuk-ketuk.

Bodi belakang dari Huawei MatePad 11 versi Indonesia yang kami review dilapisi warna Matte Grey. Tak ada efek gradasi atau pantulan cahaya halus pada bodi ini. Warnanya elegan, sederhana, tapi terlihat berkelas.

Warna ini pun relatif terbebas dari jejak sidik jari. Memang ada beberapa titik noda minyak sidik jari di sudut-sudut bodi tablet, tapi tak mengganggu desain Huawei MatePad 11 yang kami review secara keseluruhan.

Selama kami memakainya kurang lebih dua minggu, tablet ini sangatlah nyaman untuk digunakan. Bobotnya memang tak terlalu berat dan tidak terlalu ringan, sekitar 485 gram.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Huawei P50 Pro, Layak Ditunggu?

Namun berkat sudut membulat di sudut bodinya dan permukaan belakang yang halus, membuatnya lebih enak untuk digenggam. Satu kekurangan lain yang kami rasakan, yakni modul kamera yang menonjol banget.

Kalau tablet ini tak dipasangkan dengan casing Huawei Smart Magnetic Keyboard, otomatis modul kamera tersebut akan menjadi penopang bodi keseluruhan ketika diletakkan di atas meja atau alas yang datar.

Kalau tablet diposisikan landscape, Huawei MatePad 11 memiliki slot microSD yang terdapat di bagian bawah frame, tombol power di sebelah kiri, dan tombol volume di bagian atas. Sementara port USB-C, berada di sebelah kanan.

Tablet ini mempunyai empat speaker, dua speaker ditaruh di kiri dan dua sisanya di sebelah kanan. Jujur, kami menyukai tata letak tombol, slot microSD, speaker, dan port USB-C dari tablet ini. Layout-nya pas dan mudah dijangkau.

Aksesoris

Untuk pasar Indonesia, unit Huawei MatePad 11 yang kami review telah dilengkapi dengan aksesoris Smart Magnetic Keyboard. Kami tidak mendapatkan stylus M-Pencil, namun kami mengakalinya dengan memasangkan tablet dengan mouse wireless yang konektornya dihubungkan melalui port USB-C.

Perpaduan tablet layar besar, aksesoris keyboard, dan dukungan terhadap mouse wireless, membuat Huawei MatePad 11 memberikan pengalaman layaknya sebuah laptop berukuran mini nan bertenaga.

Selama kami memakainya kurang lebih dua minggu, tak ada masalah yang kami alami ketika menggunakannya untuk bekerja. Bikin berita lancar, video conference via Zoom tetap aman, mendengarkan musik atau menonton film beresolusi tinggi pun tetap nyaman.

Baca juga: Review Samsung Galaxy M32: Cocok untuk Nonton Streaming Film

Huawei Smart Magnetic Keyboard yang kami dapatkan bisa terpasang pas dengan tablet berkat penutup magnetnya. Keyboard ini memiliki dua posisi kemiringan tablet yang memungkinkan pengguna mengatur sudut pandang sesuai keinginan.

Kurang banyak pengaturan posisi di keyboard magnetik ini. Sebab, sudut kemiringan “paling rebahan” saja masih membuat tablet berdiri tegak, yang memaksa kami mengalah untuk mengubah posisi duduk.

Huawei Smart Magnetic Keyboard memiliki keycaps yang clicky dan nyaman untuk dipakai mengetik. Memang butuh penyesuaian karena areanya yang tak full-size, namun ini menjadi salah satu aksesoris keyboard yang enak, nyaman, dan terbaik yang pernah kami review dan gunakan.

Layar dan Audio

Huawei MatePad 11 mengusung layar berjenis IPS LCD berukuran 10,95 inci. Resolusinya QHD+ atau 2.560 x 1.600 piksel dengan dukungan refresh rate 120Hz.

Walau bukan berjenis OLED, tapi kualitasnya sangatlah bagus. Warna dan detail konten yang ditampilkannya jelas dan detail. Warna hitamnya pun benar-benar gelap, meski tak segelap layar OLED.

Intensitas cahayanya pun pas. Berkat fitur auto brightness, cahaya layar terasa nyaman dan tak bikin sakit mata. Belum lagi dengan adanya fitur Eye Comfort yang menurunkan temperatur layar untuk mengurangi latar biru yang membuat mata tak nyaman dan terganggu.

Layar Huawei MatePad 11 sudah mendukung refresh rate 120Hz yang smooth. Ada tiga pengaturan kecepatan refresh layar yang bisa dimanfaatkan, Dynamic, Standard, dan High.

Standard membuat layar tetap berada di refresh rate 60Hz, sementara High menjaga layar untuk tetap berada di mode 120Hz dan tentu saja berdampak pada konsumsi daya baterai yang lebih boros dari biasanya.

Baca juga: 7 Fitur Unggulan iPhone 13: Chipset Baru Hingga Anti Air dan Debu

Kami sarankan untuk mengaktifkan mode Dynamic saja. Sistem layar akan menyesuaikan kecepatan refresh sesuai kebutuhan atau aplikasi yang dijalankan.

Ada fitur menarik yang tetap dipertahankan Huawei untuk jajaran tabletnya, yakni eBook Mode. Fitur ini secara otomatis mengontrol temperatur warna, intensitas cahaya, dan grayscale, agar pengguna bisa merasakan sensasi layaknya sedang membaca koran.

Huawei MatePad 11 memiliki empat speaker stereo yang diracik oleh Harman Kardon. Siapa sih yang meragukan kualitas audio yang dibuat oleh Harman Kardon? Secara speaker wireless-nya saja dibanderol dengan harga jutaan rupiah di luar sana.

Kemampuan speaker tablet ini tak perlu diragukan lagi. Suaranya kencang, jernih, bass-nya nendang, dan tidak pecah walau volume diset maksimum.

Sistem Operasi

Seperti yang kami katakan di awal, Huawei MatePad 11 adalah perangkat pertama di Indonesia dan di dunia yang berjalan di sistem operasi HarmonyOS 2.0 asli buatan Huawei. Harus diakui dan patut untuk diapresiasi, Huawei berani “melawan” Android yang masih tak tersentuh di industri smartphone dan juga tablet.

Tapi bukan cuma modal nekat saja, Huawei benar-benar mempersiapkan HarmonyOS 2.0 ini dengan fitur-fitur canggih, UI yang smooth dan mudah digunakan, dan juga ekosistem aplikasi mandiri yang cukup besar.

Walau sudah tak menggunakan Android lagi, kami masih diizinkan untuk install aplikasi Android melalui fitur Petal Search. Fitur ini memudahkan kami untuk memasang aplikasi apapun yang tak terdapat di App Gallery.

Ekosistem aplikasi App Gallery memang sudah luas, tapi tak sebesar Google Play Store-nya Android. Ada banyak aplikasi yang sering kami pakai di smartphone, tak terdapat di toko aplikasi Huawei satu ini.

Jadi saat kami tidak menemukan aplikasi yang ingin diunduh, tinggal cari saja di Petal Search. Nantinya, akan muncul berbagai aplikasi dari berbagai sumber lain yang aman untuk diambil versi APK-nya dan di-install dengan mudah.

Kalau Anda pengguna Gmail, tenang juga. Ada aplikasi Email yang bisa Anda manfaatkan untuk menulis, menerima, atau melihat pesan di Gmail.

Baca juga: Review Huawei MatePad T 10s: Tablet Terjangkau, Pas untuk WFH

UI yang Mudah Digunakan

Selama kami review Huawei MatePad 11 versi Indonesia, feel harmonyOS 2.0 ini mirip sekali dengan EMUI 11 berbasis Android 10. UI-nya smooth serta mudah dipelajari dan digunakan.

Menarik di sini, HarmonyOS 2.0 membagi layer atas menjadi dua sisi. Sebelah kanan untuk Control Center, sementara di sisi kiri khusus untuk bar notifikasi.

Pemisahan kontrol itu terbilang sederhana, tapi sangatlah berguna bagi kami yang sering mengecek notifikasi. Biasanya, pemberitahuan aplikasi berada di bawah tab pengaturan, sehingga pengguna perlu swipe layar dari atas ke bawah dua kali untuk memperluas bilah layar atas untuk melihat pemberitahuan yang lebih lengkap.

Di halaman utama, HarmonyOS 2.0 menyediakan app drawer yang menyimpan seluruh aplikasi yang telah terpasang. Kami bisa menyimpan aplikasi favorit di layar utama atau di bagian bawah layar, sementara sistem akan secara otomatis menempatkan aplikasi terakhir yang diakses di bagian kanan bawah layar.

Masih sama dengan EMUI 11 yang kita kenal, fitur multi-tasking juga turut dimaksimalkan. Kami bisa membuka dua aplikasi bersamaan dengan mode split-screen ataupun floating window.

Masih soal multi-tasking, ada fitur bernama Multi Screen Collaboration yang hanya mendukung ekosistem perangkat pintar Huawei saja. Huawei MatePad 11 bisa dipasangkan dengan laptop Huawei untuk transfer file secara seamless.

Baca juga: Review Samsung Galaxy Z Fold3: Canggih dan Kaya Fitur

Caranya, dengan mengaktifkan fitur Multi Screen Collaboration di tablet dan laptop Huawei di waktu yang sama. Masukkan kode yang tampil di tablet ke aplikasi di laptop, dan Huawei MatePad 11 pun langsung terhubung secara simultan dengan laptop.

Ada tiga mode yang bisa dipakai untuk meningkatkan produktivitas, yakni Mirror, Extend Collaborate. Mirror untuk menampilkan layar laptop ke tablet, Extend untuk menjadikan tablet sebagai layar kedua, sementara Collaborate yang memungkinkan pengguna untuk memindahkan data dengan mudah tinggal drag & drop saja.

HarmonyOS 2.0 memang berbicara tentang ekosistem Huawei. Terbukti, ada fitur lainnya bernama Super Device yang memberikan pengalaman ekosistem Huawei lebih baik lagi.

Fitur ini mengubah tablet menjadi perangkat yang bisa mengontrol semua perangkat pintar Huawei, seperti TV, speaker, FreeBuds, sampai smartwatch. Untuk mengaksesnya, tinggal swipe layar kiri ke bawah dan tekan tombol scanning untuk memindah produk Huawei di sekitar.

Spesifikasi

Untuk pasar Indonesia, Huawei MatePad 11 yang kami review ditenagai oleh prosesor Snapdragon 865 tanpa dukungan jaringan 5G. Prosesor ini masih tergolong sebagai SoC kencang di zaman sekarang, walau tak sekencang Snapdragon 870 ataupun Snapdragon 888.

Prosesor tersebut memiliki konfigurasi CPU 1-core 2,84 GHz Cortex A77, 3-core 2,42 GHz Cortex A77, dan 4-core 1,80 GHz Cortex A55. Chipset ini dipadukan dengan RAM 6 GB serta memori internal 128 GB yang bisa diperluas dengan microSD.

Unit Huawei MatePad 11 versi Indonesia yang kami review juga hanya mendukung WiFi only saja. Itu artinya, tablet ini hanya bisa berjalan maksimal (terhubung ke internet) apabila ada jaringan WiFi publik dengan kecepatan koneksi yang tinggi.

Baca Juga: Huawei MatePad 11 Olive Green di Indonesia

AnTuTu Benchmark

Dari pengujian kami menggunakan AnTuTu Benchmark, tablet ini memperoleh skor 578 ribu poin. Kalau dilihat secara angka, terpaut sangat jauh dibandingkan dengan smartphone lain dengan prosesor yang sama.

Kemungkinan besar, sistem HarmonyOS 2.0 menurunkan performa Snapdragon 865 untuk menghemat daya dari tablet ini.

AnTuTu Benchmark Huawei MatePad 11

Kinerjanya mungkin bakal lebih powerful apabila sistem mendeteksi aktivitas atau perintah yang butuh sumber daya lebih tinggi, seperti rendering video, penghitungan data yang kompleks, dan lain sebagainya.

PCMark

Benar saja dugaan kami, terlihat dari aplikasi PCMark yang hanya meraih skor 9.539 poin saja. Terlihat dari grafik yang ditampilkan, Snapdragon 865 pada tablet ini tak mencapai clock-speed tertingginya 2,84 GHz.

PCMark Huawei MatePad 11

Rata-rata pengujian yang dilakukan PCMark justru dijalankan di clock-speed yang tak sampai 1,8 GHz alias menggunakan skema kinerja efisien untuk menghemat daya baterainya.

Walau skornya kecil di pengujian benchmark, namun dalam kondisi nyata Huawei MatePad 11 mempunyai kinerja yang bagus untuk mendukung kami bekerja sehari-hari. Multi-tasking lancar tanpa gangguan dan transisi antar menu pun terasa ringan.

Baca juga: 10 HP Huawei Terbaru September 2021, Flagship Murah Mulai Rp 3 Jutaan

3DMark

Untuk pengujian GPU dalam hal ini Adreno 650, Huawei MatePad 11 (versi Indonesia) meraih skor yang tinggi di seluruh aspek review yang kami gunakan. Dari tes Wild Life, tablet ini meraih skor 3.805 poin dengan rata-rata frame rate 22,8 FPS.

Sedangkan untuk Wild Life Stress Test, memperoleh skor tertinggi 3.810 poin dengan stabilitas 99,2%. Rata-rata frame rate yang diraih berkisar antara 16 FPS sampai 28 FPS. Hasil yang sangat bagus untuk sebuah tablet dengan mesin “jadul”.

Baterai

Huawei menjejalkan baterai jumbo sebesar 7.250 mAh yang didukung fast charging 22,5W untuk menopang daya MatePad 11. Huawei masih berbaik hati menyertakan adaptor charger dan kabel USB-C dengan output yang sama.

Berdasarkan tes yang kami lakukan dengan aplikasi PCMark Battery Life, tablet ini bisa bertahan sampai 17 jam 48 menit! Efisiensi daya yang ditekankan oleh sistem operasi HarmonyOS 2.0 bekerja dengan sangat baik untuk memberikan masa pakai yang lebih leluasa.

PCMark Huawei MatePad 11

Terbukti juga dengan pengujian kami memakainya untuk berbagai aktivitas sampai baterainya mencapai 2%. Tablet ini bisa bertahan sampai 1 hari dan 3 jam, hingga baterainya nyaris habis bersisa 2% saja.

Baterai Huawei MatePad 11

Di rentang waktu tersebut, kami menggunakannya untuk bekerja sambil mendengarkan musik, video conference via Zoom, membuka aplikasi media sosial, streaming video di YouTube, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana dengan kecepatan charging-nya? Butuh waktu sektiar 1 jam 52 menit untuk mengisi daya baterai dari 2% hingga penuh. Waktu yang cukup cepat untuk baterai jumbo, dan terasa sangat fair jika melihat daya tahannya yang bisa seharian penuh.

Kamera

Spesifikasi kamera sederhana disematkan Huawei untuk tablet barunya. Kamera belakang menggunakan sensor 13MP dengan bukaan lensa f/1.8 yang didukung PDAF, sementara kamera depan cukup 8MP saja.

UI kameranya begitu beda dengan smartphone Huawei yang punya fitur lebih kompleks. Hanya ada beberapa mode pengambilan gambar tambahan di sini, seperti Panorama, Time-lapse, Stickers, dan Documents.

Fitur terakhir amat berguna bagi Anda yang ingin scan dokumen dengan mudah. Hasilnya pun bagus, detail, dan AI dari kamera mampu memisahkan antara area dokumen yang harus disimpan dan area luar yang seharusnya di-crop.

Kalau melihat spesifikasi dan fiturnya, memang sangat simple. Tapi hal yang wajar bila sebuah tablet mengusung spesifikasi kamera yang biasa saja.

Tablet seperti Huawei MatePad 11 difungsikan untuk menunjang produktivitas pengguna, mendukung aktivitas bekerja secara mobile, ataupun belajar online di rumah dengan mudah.

Berbicara soal kualitasnya, sejujurnya kami menyukai hasil gambar dari kamera belakang Huawei MatePad 11. Menggunakan kamera ini untuk memotret beberapa objek di siang hari membuat foto terlihat tajam dengan kontras warnanya yang baik.

{Baca juga: 12 Cara Jitu Tambah Followers Instagram, Cepat dan Gratis!}

Namun bila dipakai untuk mengambil foto di dalam ruangan dengan intensitas cahaya yang biasa, foto cenderung cukup buram dengan kualitas warna yang sedikit pucat. Belum lagi noise yang sedikit mengurangi kualitas foto secara keseluruhan.

Sementara untuk kamera depan, kami sarankan Anda memanfaatkannya untuk mencukupi kebutuhan akan pertemuan secara online melalui aplikasi video conference saja daripada dipakai untuk foto selfie.

Selain hasilnya yang tidak konsisten (kadang terang dan kerap terlalu gelap), selfie dengan menggunakan tablet berlayar 10,95 inci itu super ribet dan bikin pegal tangan.

Hasil kamera Huawei MatePad 11:

Kesimpulan

Huawei MatePad 11 memberikan kesan positif selama kami memakainya untuk keperluan review. Tablet berbasis HarmonyOS 2.0 ini asyik dan nyaman banget buat dipakai bekerja atau sekadar hiburan saja.

Dari desain, tablet ini mempunyai tampilan premium. Tak perlu diragukan lagi, Huawei memang jago untuk urusan desain perangkat.

Tablet ini dirancang dengan estetika desain yang cantik. Sudut bodinya dibuat membulat, ramping, dan ringkas, sehingga nyaman untuk dipakai kapanpun kami mau.

Layar IPS LCD pada MatePad 11 juga tak boleh diragukan kualitasnya. Resolusi tinggi, suguhan warnanya jelas, detailnya juga bagus, mendukung refresh rate kencang, dan pastinya membuat mata nyaman berkat fitur eye comfort.

Kami pun menyukai HarmonyOS 2.0. Kami sempat memandang sebelah mata sistem operasi ini karena tak mendukung layanan Google yang biasa kami manfaatkan. Tapi setelah mencoba langsung, HarmonyOS 2.0 memberikan kemudahan kepada kami untuk bekerja.

Terdapat banyak fitur di sini yang mendukung kami dalam bekerja sehari-hari, terutama fitur multi-tasking yang memungkinkan dua aplikasi terbuka secara bersamaan dengan lancar.

Baca juga: Review Asus Chromebook C214: Desain Fleksibel, Punya Standar Militer

Kesulitan di awal terkait dengan ekosistem aplikasi. Namun dengan adanya Petal Search, kami bisa memasang banyak aplikasi yang tak terdapat di App Gallery secara mudah dan aman. Percaya atau tidak, kami tetap bisa menonton YouTube di tablet ini lho.

Di bagian performa, Huawei MatePad 11 menyuguhkan kinerja yang sangat baik. Tak ada yang meragukan power dari Snapdragon 865. Ditambah dengan efisiensi daya yang diunggulkan oleh HarmonyOS 2.0, daya tahan baterai sangat panjang sampai sehari penuh!

Nilai tambah lainnya yang kami dapatkan dari tablet ini adalah aksesoris keyboard magnetik yang clicky dan nyaman dipakai, serta quad speaker dengan kualitas yang nendang.

Yang bikin cukup kecewa, ketika mengetahui bahwa tablet Rp 7,2 jutaan ini terbuat dari plastik. Belum lagi dengan ketiadaan sensor sidik jari yang seharusnya menjadi kekurangan yang dihindari oleh Huawei.

Kelebihan Huawei MatePad 11

  • Layar IPS LCD yang luas dengan resolusi tinggi
  • Layar mendukung refresh rate 120Hz
  • Aksesoris keyboard yang clicky, nyaman untuk bekerja
  • Desain bagus, walau bodinya plastik
  • Ditenagai Snapdragon 865 yang bertenaga
  • Memori penyimpanan bisa diperluas dengan microSD
  • Baterai dengan daya tahan sangat panjang
  • Quad speaker dengan kualitas audio sangat baik
  • HarmonyOS 2.0 nyaman untuk dipakai
  • UI yang mudah dipelajari dan digunakan
  • Banyak fitur untuk menunjang produktivitas
  • Fitur multi-tasking yang lebih lengkap
  • Multi-screen Collaboration yang seamless

Kekurangan Huawei MatePad 11

  • Tidak ada jack audio 3,5mm
  • Tidak ada sensor sidik jari
  • Ekosistem aplikasi perlu diperluas lagi
  • Masih tidak bisa menjalankan aplikasi dengan layanan GMS di dalamnya
  • Fitur Multi-screen Collaboration masih terbatas untuk ekosistem Huawei saja

TELSET RATING: 8.5/10

SPESIFIKASI HUAWEI MATEPAD 11
Rilis Agustus 2021
Network 2G, 3G, 4G
OS HarmonyOS 2.0
Chipset Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+)
CPU Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.8 GHz Kryo 585)
GPU Adreno 650
RAM 6 GB
Storage 128 GB
Dimensi 253.8 x 165.3 x 7.3 mm (9.99 x 6.51 x 0.29 in), 485 gram
Layar IPS LCD, 120Hz, 10.95 inci, 2560 x 1600 pixels
Kamera Utama 13 MP
Kamera Depan 8 MP
Beterai 7250n mAh, fast charging 22,5W
Warna Matte Gray
Harga Rp 7.299.000
Leave a Comment