Review

Review Huawei Mate 40 Pro: Kamera Monster, Perfoma Nyaris Sempurna

Muhammad Faisal Hadi Putra
Share

Telset.id – Huawei Mate 40 Pro merupakan salah satu seri flagship yang bagus. Namun, selama kurang lebih dua minggu menggunakannya sebagai daily driver untuk kebutuhan review, Huawei Mate 40 Pro menyimpan kekurangan yang sama seperti generasi terdahulu.

Tak dapat dipungkiri memang, Huawei memang jago untuk urusan merancang ponsel flagship. Mulai dari P hingga Mate Series, semuanya memiliki spesifikasi yang baik, kinerja yang mumpuni, UI yang bagus, serta kemampuan kamera yang luar biasa.

Hanya saja, sejak diembargo Amerika Serikat pada media 2019 silam, Huawei seakan tertatih-tatih oleh berbagai macam sanksi dan larangan dari pemerintah AS. Salah satunya adalah akses Google yang terpaksa dicabut, sehingga membuat HP terbaru Huawei berjalan di Android non GMS.

Ini lah yang menjadi “kekurangan fatal” dari ponsel generasi terbaru dari Huawei, tak terkecuali Mate 40 Pro yang beredar di Indonesia. Dalam kesempatan kali ini, tim Telset akan menguraikan hasil review Huawei Mate 40 Pro kepada Anda para pembaca setia.

Seperti biasa, ulasan kami terbagi dalam tiga bagian, yakni desain, spesifikasi dan performa, serta kamera. Khusus untuk HP terbaru Huawei ini, kami pun turut membahas soal pengalaman menggunakan ponsel ini. Yuk simak!

Desain

Huawei Mate 40 Pro adalah ponsel dengan desain dan build quality yang bagus. Smartphone ini punya layar yang melengkung di sisi kiri dan kanannya, tombol yang clicky dengan warna yang unik, kamera selfie di bagian layar, kamera utama dengan modul berbentuk lingkaran, serta bodi belakang berbahan dasar kaca yang nyaman di tangan.

Desainnya tak seperti smartphone flagship lain yang beredar di pasaran. Jelas, keuntungan dari desain yang beda ini membuatnya mudah dikenali. Saat menggunakannya di tempat umum, beberapa teman langsung mengenali ponsel ini sebagai Huawei Mate 40 Pro.

Sekilas, memang desainnya mirip dengan seri terdahulu Huawei Mate 30 Pro. Namun, Huawei meningkatkannya dengan mendengarkan beberapa keluhan dari para pengguna maupun reviewer.

Asal tahu saja, keluhan utama dari desain Mate 30 Pro adalah lengkungan layarnya yang amat ekstrem tanpa memberikan ruang untuk tombol volume. Imbasnya, tak ada tombol volume dan kerap kali terjadi mistouch atau salah tekan saat pengguna mengoperasikannya.

Di Huawei Mate 40 Pro, kekurangan itu tak terjadi lagi. Kini Huawei menempatkan tombol power dan juga volume di sisi kanan. Letak kedua tombol tersebut berada di bagian bawah layar. Hampir mepet dengan panel bodi belakang. Tombol ini pun clicky dan mudah dijangkau oleh jari jempol.

Masih bagian layar, terdapat dua lubang kamera di sudut kiri atas layar sebagai tempat untuk kamera selfie dan sensor pengenalan wajah 3D sebagai salah satu sistem keamanan berbasis biometrik.

Dua lubang kamera ini terlihat memanjang dengan ukuran yang tak biasanya. Ketika vendor lain berusaha memperkecil lubang kamera, Huawei terkesan cuek-cuek saja dengan membiarkan dua lubang kamera Mate 40 Pro “mengganggu” tampilan layar.

Tapi untungnya, Huawei menyertakan opsi yang memungkinkan pengguna “menyembunyikan” punch hole tersebut. Caranya, masuk ke Settings > More display settings > kemudian klik > Cutout. Pilih opsi Hide cutout untuk menghilangkan lubang kamera tersebut.

{Baca juga: 12 HP Samsung dengan Kamera Terbaik, Rekomendasi Terbaru 2021}

Huawei Mate 40 Pro memiliki ukuran dimensi yang besar dan berat. Jika diukur, dimensinya 162.9 x 75.5 x 9.1 mm dengan bobot mencapai 212 gram. Dengan ukuran tersebut, ponsel pintar ini tergolong besar jika digunakan pengguna dengan tangan yang kecil.

Selama menggunakannya kurang lebih dua minggu, kami pun kerap dilanda rasa pegal jika mengoperasikan ponsel selama beberapa menit dengan satu tangan. Namun jika digunakan dengan dua tangan ataupun posisi landscape, Huawei Mate 40 Pro cukup nyaman dan menawarkan pengalaman visual yang maksimal.

Sejujurnya, kami sangat menyukai desain Huawei Mate 40 Pro. Kami memang terbiasa menggunakan ponsel kelas atas, namun Mate 40 Pro sungguh memperlihatkan kesan lebih premium daripada yang lain.

Oke, ada logo Leica di sini yang bikin tampilan ponsel lebih beda. Logo Leica tersebut berada di bagian tengah dari modul kameranya yang berbentuk lingkaran.

Kemudian bodi kacanya yang dilapisi oleh warna silver gradasi yang menampilkan warna-warna yang berbeda-beda. Bodi smartphone ini memperlihatkan warna merah muda, biru, ungu, kuning, terkadang hijau juga, saat terkena paparan cahaya matahari ataupun lampu.

Menariknya lagi, bodinya pun tidak mudah kotor akibar bekas sidik jari. Hanya saja, bodinya cukup licin apabila tidak menggunakan softcase. Wajar, bodinya kan kaca sob!

Berbicara soal softcase, Huawei dengan baik hati menyertakan casing bening dalam paket pembelian. Casing ini melindungi bodi belakang, tapi tidak dengan sisi kiri dan kanan layar yang melengkung cukup ekstrem. Jadi sebagai pengguna, wajib hati-hati menggunakan ponsel ini untuk mencegah benturan atau hal yang tidak diinginkan.

Secara keseluruhan, Huawei Mate 40 Pro punya desain, build quality, bahan, dan frame yang sangat baik. Hanya saja, ukurannya cukup besar dengan bobot yang cukup berat untuk sebagian orang.

Layar

Bagus. Satu kata yang cocok menggambarkan kualitas layar dari HP terbaru Huawei ini. Selama melakukan review Huawei Mate 40 Pro, kami sangat dimanjakan dengan tampilan layarnya yang menakjubkan.

Smartphone ini menyuguhkan layar dengan konsep desain Horizon Display. Konsep desain ini masih sama dengan seri terdahulu, yakni lengkungan kiri dan kanan dengan sudut mencapai 88 derajat.

Layarnya sendiri berjenis OLED dengan ukuran 6,76 inci. Resolusi layarnya 1344p dengan kerapatan piksel 456ppi. Layarnya pun mendukung standar HDR10 serta refresh rate 90Hz yang bisa diatur adaptif ataupun konstan. Ditambah, ada sensor sidik jari juga sebagai opsi sistem keamanan berbasis biometrik selain 3D face recognition.

Secara pengalaman visual, kami sudah cukup puas. Bezel-nya tipis, kualitas warna dan detail yang ditampilkan di layar sangat baik, dan pastinya sensor sidik jari layar yang responsif.

Namun ada beberapa kekurangan, seperti beberapa bagian konten yang ditampilkan kurang jelas saat muncul di ujung layar dan juga setup kamera depan yang ganggu banget.

Spesifikasi

Review Huawei Mate 40 Pro kami lanjutkan ke sektor spesifikasi dan performa. Smartphone ini ditenagai oleh prosesor Kirin 9000 yang dirancang dengan fabrikasi 5nm. Prosesor ini bersaing dengan SoC 5nm buatan pabrikan lainnya, yakni Snapdragon 888 dan Exynos 2100.

Prosesor ini dipadukan dengan RAM 8 GB serta memori penyimpanan 256 GB. Namanya juga spesifikasi kelas atas, sudah pasti Huawei Mate 40 Pro memiliki kinerja yang tidak akan pernah mengecewakan.

Selama menggunakannya untuk kebutuhan review, Huawei Mate 40 Pro juga menawarkan pengalaman yang mulus serta anti-lag. Untuk membuktikannya, kami pun menguji ponsel ini dengan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu, 3DMark, dan PCMark.

AnTuTu Benchmark kami dapatkan dengan mengunduhnya via situs resmi. Sedangkan 3DMark dan PCMark kami install dengan cara mengkloning aplikasi dari ponsel GMS menggunakan aplikasi Clone Phone.

AnTuTu Benchmark

Kami terkejut dengan skor AnTuTu yang diraih Huawei Mate 40 Pro. HP terbaru Huawei ini meraih skor yang jauh lebih tinggi daripada Xiaomi Mi 11 dengan Snapdragon 888 dan Samsung Galaxy S21 Ultra dengan Exynos 2100 yang sudah kami ulas.

Huawei Mate 40 Pro mencetak skor 741 ribuan poin. Jauh daripada Mi 11 dengan 706 ribu poin dan 591 ribuan poin yang diperoleh Samsung Galaxy S21 Ultra.

Dari pengujian ini, Huawei Mate 40 Pro pun menjadi smartphone terkencang dibandingkan smartphone Android lainnya yang pernah kami test sebelumnya.

PCMark

PCMark merupakan aplikasi benchmark yang menjalankan simulasi tugas sehari-hari, seperti membuka aplikasi bergantian, mengakses media sosial, mengetik pekerjaan, video conference, membuka email, mengakses internet, dan lainnya.

{Baca juga: 10 Smartphone dengan Kamera “Optical Zoom” Terbaik 2021}

Smartphone ini meraih skor yang bikin bingung sejujurnya. Huawei Mate 40 Pro hanya meraih skor 8.872 poin saja, jauh dari ekspektasi kami yang meyakini bahwa ponsel ini bisa mendapatkan skor 11 ribuan poin.

Namun sekali lagi, skor ini tidak menggambarkan performa dari ponsel sesungguhnya. Sebab dalam real-life, Huawei Mate 40 Pro sudah sangat mumpuni untuk menjalani tugas sehari-hari yang tadi kami sebutkan.

3DMark

Sementara untuk menguji GPU Mali-G78 MP24, kami menggunakan aplikasi 3DMark. Ada empat pengujian yang kami jalankan, yakni Sling Shot Extreme, Sling Shot, Wild Life Stress Test, dan Wild Life.

Pengujian Sling Shot Extreme dan Sling Shot tidak ada apa-apanya untuk Huawei Mate 40 Pro. Bagaimana tidak, smartphone ini memeproleh skor “Maxed Out!” dan menilai kalau HP terbaru Huawei itu sangat powerful untuk dua pengujian tersebut.

Sementara untuk Wild Life Stress Test, Mate 40 Pro memperoleh 6.344 untuk Best loop dan 3.386 untuk Lowest loop. Stabilitas smartphone ini juga tinggi mencapai 53,4%dengan raihan FPS rata-rata antara 12 FPS sampai 49 FPS.

Sementara Wild Life, skor rata-rata yang diraihnya adalah 6.253 poin dengan FPS rata-rata mencapai 37.40 FPS. Smartphone ini juga punya kinerja grafis yang sangat tinggi karena dapat mengalahkan 92% ponsel yang pernah diuji di 3DMark menggunakan skema Wild Life.

Gaming

Huawei Mate 40 Pro gaming test

Andai saja Huawei Mate 40 Pro berjalan di Android berbasis GMS, kami pastikan smartphone ini akan menjadi HP gaming terbaik, karena sangat nikmat dan mumpuni untuk bermain game apapun. Kami cukup sulit menemukan game berat di App Gallery besutan Huawei.

Hanya ada beberapa game populer Android saja yang bisa kami mainkan dengan grafis tinggi, seperti Free Fire, Mortal Combat Versus, dan Asphalt 9. Permainan favorit kami, seperti COD Mobile, PUBG Mobile, hingga Mobile Legends, dapat dimainkan dengan mengunduh APK terlebih dahulu.

{Baca juga: 10 HP Kamera Terbaik 2021, Skor Tertinggi Versi DXOMark}

Seluruh game tersebut dapat dimainkan di grafis “rata kanan” alias tertinggi. Apalagi, ada fitur Game Space yang bisa diaktifkan di fitur AppAssistant. Melalui Game Space, kami dapat mengatur beberapa penyesuaian, termasuk AirTriggers ala Huawei.

Tunggu, ada AirTriggers? Ya, ada fitur bernama L/R button yang memungkinkan kami untuk memanfaatkan lengkungan layar bagian kanan (bagian atas jika landscape) sebagai tombol tambahan.

Tombol tersebut dapat disesuaikan, seperti untuk menembak, memperbesar zoom, dan lain sebagainya. Responnya pun sangat bagus, meski tidak ada efek getaran yang biasanya terdapat di ponsel gaming.

Baterai

Huawei Mate 40 Pro sudah ditopang oleh baterai berkapasitas 4.400 mAh dengan fast charging 66W via kabel, wireless charging 50W, dan dapat mengisi daya ponsel lain secara nirkabel dengan daya 5W.

Masa pakai dari baterai smartphone ini cukup bagus. Screen on time yang kami dapatkan melalui pengujian PCMark adalah 10 jam 59 menit dengan baterai tersisa 18%. Screen on time sendiri merupakan parameter di mana layar dan baterai yang aktif (termasuk proses yang berjalan) dalam sekali pengecasan.

Jika diasumsikan penggunaan ponsel hanya 6 – 7 jam saja, bisa jadi smartphone ini dapat bertahan lebih dari 12 jam. Apalagi, ada mode Power Saving Mode yang bakal membatasi aplikasi yang berjalan di background untuk menghemat baterai.

Sementara untuk proses charging, ngecas dari 5% sampai penuh dapat diselesaikan dalam waktu 42 menit saja. Anda pun tak perlu repot-repot membeli adaptor charger 66W, karena Huawei sudah menyertakannya dalam paket pembelian.

Sistem Operasi – HMS

Sistem operasi menjadi satu hal yang kami rasa menjadi “lubang terbesar” selama melakukan review Huawei Mate 40 Pro. Masih sama seperti generasi terdahulu, HP terbaru Huawei ini berjalan di Android 10 AOSP + HMS yang dibalut dengan EMUI versi 11.

Selama review Huawei Mate 40 Pro, kami sama sekali tidak melakukan rooting ataupun inject GMS atau Google Mobile Service pada smartphone ini.

Kami memang sudah beberapa kali menggunakan ponsel Huawei berbasis HMS – Huawei Mobile Service. Pengalamannya pun sama, masih kagok.

Pada umumnya, ketika pertama kali menggunakan ponsel Android, kami bakal disuguhi oleh halaman login Google dan mengikuti proses restore dari smartphone sebelumnya, sampai akhirnya masuk ke halaman utama.

Tapi di Huawei Mate 40 Pro, kami harus memasukkan Huawei ID alih-alih akun Google untuk masuk ke proses selanjutnya. Ada juga proses restore dari perangkat Huawei yang sebelumnya pernah digunakan.

Untungnya, Huawei tetap menyertakan opsi untuk restore data maupun aplikasi dari smartphone Android lainnya menggunakan aplikasi Phone Clone.

Kami rasa, aplikasi Phone Clone adalah “celah terbaik” yang ada di EMUI 11. Bagaimana tidak, kami bisa memindahkan aplikasi maupun game yang tidak terdapat di AppGallery ke Mate 40 Pro.

Hanya saja, ada beberapa peringatan kalau tidak semua aplikasi dapat dipindahkan. Sudah dipastikan, aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi buatan Google tak terkecuali Google Maps.

Ya, pada EMUI generasi sebelumnya, aplikasi itu masih bisa dipindahkan dan berjalan dengan baik. Namun di EMUI 11, ada aplikasi pengganti yang sama baiknya bernama Petal Maps.

Menggunakan Aplikasi

Masuk ke halaman utama smartphone, sejujurnya di sini kami mulai kesulitan untuk menggunakan aplikasi favorit kami. WhatsApp dan Line misalnya, restore chatting tidak dapat berfungsi karena membutuhkan layanan Google Drive.

Kami tetap dapat memulihkan data secara manual dengan copy folder backup aplikasi di smartphone lama dan memindahkannya ke Huawei Mate 40 Pro.

{Baca juga: Review Huawei P40 Pro: Masih ‘Pede’ dengan HMS}

Tapi, tidak semua data percakapan dapat pindah dengan baik. Pun demikian dengan file gambar, pesan suara, sampai stiker, yang luput dari proses manual yang kami lakukan.

Positifnya, kami tetap dapat menggunakan beberapa aplikasi media sosial dengan baik, seperti Instagram, Facebook, sampai Twitter. Beberapa aplikasi populer lainnya pun dapat berjalan di sini, Shopee, Tokopedia, sampai TikTok, bisa digunakan tanpa masalah.

Petal Search jadi “Penolong”

Selama menggunakan Huawei Mate 40 Pro untuk kebutuhan review, kami cukup sering menggunakan fitur Petal Search. Fitur ini pun menjadi salah satu keunggulan utama dari sistem operasi EMUI.

Melalui fitur ini, kami dapat mencari dan memasang aplikasi yang tidak ada di AppGallery. Game misalnya, kami dapat menginstall Genshin Impact, COD Mobile, PUBG Mobile, dan game populer lainnya menggunakan Petal Search.

Fitur ini secara otomatis akan memberikan rekomendasi situs APK populer dan teraman, dan membiarkan kami mengunduh dan memasang aplikasi sesuai keinginan.

Namun, rasanya “lebih riskan” saja ketika kami harus download dan install file .APK di ponsel. Siapa yang tahu, kalau situs yang menyediakan file tersebut sudah menyisipkan malware, adware, dan virus berbahaya tanpa terdeteksi sistem EMUI. Benar kan?

Cara Install Aplikasi GMS di Huawei Mate 40 Pro

Cukup pusing menggunakan Huawei Mate 40 Pro selama proses review. Terpaksa, kami pun mencari cara untuk install aplikasi berbasis GMS di smartphone ini.

{Baca juga: Review Huawei Nova 7: Spek “Rasa Flagship”, Terbatas dengan HMS}

Salah satu cara yang kami temukan adalah menggunakan virtual machine Android bernama Gspace. Aplikasi ini terdapat di AppGallery secara gratis, tapi ada beberapa iklan yang akan muncul sebelum menggunakannya.

Pada dasarnya, Gspace adalah aplikasi virtual machine yang memungkinkan pengguna Android AOSP untuk menggunakan aplikasi besutan Google atau berbasis GMS.

Sangat mudah menggunakan aplikasi ini. Setelah mengunduh Gspace dari AppGallery, izinkan seluruh permission untuk aplikasi. Kemudian, tekan Force Stop dengan cara masuk ke App Info (tekan dan tahan logo aplikasi di Recent Apps).

Buka kembali aplikasi, dan tunggu beberapa saat. Muncul berbagai aplikasi populer di Android, seperti Google Maps, Gmail, YouTube, dan lain sebagainya.

Jika ingin install aplikasi, tekan tombol + dan login ke akun Google Anda. Saat melakukan login, bakal ada notifikasi bahwa perangkat ini akan terbaca sebagai “Huawei Mate 20 Pro”.

Asal tahu saja, smartphone itu adalah seri Mate terakhir yang masih berjalan di Android berbasis GMS. Kemudian, lakukan proses download dan install seperti biasa.

Kami pun dapat dengan bebas membuat shortcut aplikasi ke halaman depan agar memudahkan untuk mengaksesnya. Hanya saja, aplikasi ini memiliki kekurangan.

Gspace kerap menampilkan iklan sebelum aplikasi terbuka. Iklan tersebut tampil selama kurang lebih 5 detik tanpa bisa diskip.

Kamera

Review Huawei Mate 40 Pro selanjutnya masuk ke bagian kamera. HP terbaru Huawei ini memiliki kamera utama dengan ukuran sensor terbesar.

Ukurannya bahkan melampaui Samsung Galaxy Note20 Ultra yang mengusung kamera utama dengan sensor 108MP. Kamera utama 50MP ini memiliki ukuran 1/1.28 berbanding 1/1.33″.

Sayangnya, kamera utama ini tidak dilengkapi dengan OIS atau optical image stabilization. Padahal smartphone lainnya di kelas premium yang menyandang predikat HP kamera terbaik 2021 sudah mempunyai teknologi sebagai fitur penstabil gambar.

Kemudian, ada kamera ultra wide 20MP dengan bukaan lensa f/1.8, kamera telephoto dengan skema periskop 12MP yang sudah dibantu oleh OIS, lalu sensor laser.

Lalu untuk kamera depan, terdapat kamera selfie 13MP yang disandingkan juga dengan lensa 3D ToF untuk membantu pengguna mengambil foto selfie bergaya portrait.

Selama menggunakan ponsel ini untuk kebutuhan review, kami menyukai kualitas kamera dari Huawei Mate 40 Pro. Secara keseluruhan, bidikan kamera utama di siang hari menghasilkan foto yang menakjubkan.

Detailnya bagus, komposisi warnanya berkualitas, dan rentang dinamis atau dynamic range juga luas. Ditambah lagi dengan fitur berbasis kecerdasan buatan bernama Master AI yang dapat mengatur komposisi kamera sesuai skenario pengambilan gambar.

Hasil Kamera Utama

Kamera ultra wide ponsel ini juga punya kualitas yang bagus. Jarang ada smartphone dengan kamera super lebar yang menghasilkan foto dengan detail dan warna yang bagus. Kamera ultra wide pada umumnya punya kekurangan dalam detail dan kualitas warnanya yang rendah.

Tapi Huawei Mate 40 Pro, foto wide yang dihasilkan minim noise di sudut-sudut foto, ketajamannya juga bagus, dan warna yang cerah. Asalkan, pengambilan foto berada di kondisi cukup cahaya atau pada siang hari.

Hasil Kamera Ultra Wide

Sejak Huawei P30 Pro, Huawei terus meningkatkan kualitas gambar yang diambil oleh kamera telephoto periskop. Kamera Huawei Mate 40 Pro mampu memperbesar gambar secara optical sebanyak 5 kali, hybrid sampai 10 kali, dan digital hingga 50 kali.

Menggunakan perbesaran optical, foto yang dihasilkan memiliki detail yang baik dan minim noise. Warnanya pun tergolong masih bagus apabila memotret di siang hari.

Untuk perbesaran hybrid dan digital, tentu saja kualitas detail dan warna langsung menurun. Ada banyak noise pada foto yang mengurangi kualitasnya juga.

Kamera Telephoto

Bagaimana dengan kualitas foto malamnya? Ada fitur Night Mode di sini yang membantu kami mengambil foto malam dengan kualitas yang cukup baik menggunakan kamera utama, ultra wide, maupun kamera telephoto.

Saat fitur ini digunakan, perlu beberapa detik untuk sekadar mengambil satu foto. Ganjarannya, foto malam yang dihasilkan punya kualitas warna, saturasi, dan detail yang bagus. Noise memang ada, karena itu adalah hal yang wajar pada pemotretan di malam hari.

Sementara untuk pengambilan swafoto, ada tiga mode pengambilan gambar yang bisa dimanfaatkan, yakni zoom 1 kali, normal atau wide dengan perbesaran 0,8 kali, dan ultra wide.

{Baca juga: 10 Aksesoris Kamera Smartphone Terbaik, Foto dan Video Makin Ciamik!}

Tentu saja, mode pengambilan foto selfie tersebut memudahkan pengguna untuk mengambil foto sendiri ataupun grup selfie dengan mudah.

Bagaimana kualitasnya? Foto yang dihasilkan cukup bagus, warna dan detail wajah pun terlihat dengan baik dan tidak berlebihan juga.

Sementara untuk video, pengambilan gambar dapat dibantu dengan fitur Steady Shot untuk menstabilkan hasil video. Ada juga fitur Tracking Shot untuk mengikuti objek gambar saat mengambil video.

Apabila salah satu fitur tersebut diaktifkan, video hanya berkualitas HD atau Full HD @30 FPS. Namun jika tidak, kualitas video maksimal sampai 4K @60 FPS.

Menariknya, ada fitur Story Creator yang memungkinkan kami untuk mengambil video cinematic. Fitur ini menampilkan berbagai template yang memandu kami untuk merekam video yang menarik.

Video Huawei Mate 40 Pro

Video tersebut sudah diedit langsung oleh sistem, dan diberikan suara latar belakang yang sesuai tema. Huawei pun menyediakan template tambahan lainnya di AppGallery.

Kesimpulan

Huawei Mate 40 Pro adalah smartphone flagship yang nyaris sempurna. Desainnya bagus dan berbeda, spesifikasi dan performanya juga top, baterai tahan lama dengan proses charging yang kencang.

Huawei Mate 40 Pro memiliki konfigurasi kamera monster yang kami angap sebagai yang terbaik saat ini. Siapa sih yang meragukan kemampuan kamera dari ponsel flagship Huawei seperti P dan Mate Series?

Perpaduan hardware kamera smartphone ini yang juga turut diracik oleh Leica serta software dan kecerdasan buatan rancangan Huawei, membuat kami dapat memotret ataupun mengambil video yang bagus kapanpun dan di manapun.

Ada banyak fitur juga di sini. Salah satunya adalah Story Creator yang menjadi fitur breakthrough di bidang kamera ponsel pinitar. Fitur ini memudahkan kami membuat video cinematic yang singkat yang telah “dibumbui” oleh musik latar belakang yang pas.

Meski sangat disayangkan Huawei Mate 40 Pro tidak memiliki OIS di kamera utama, namun Mate 40 Pro merupakan perangkat terbaik yang telah kami uji untuk video, menjadikannya smartphone ‘paling serbaguna’ saat ini untuk membuat konten video di ponsel.

Kekurangan yang menjadi lubang terbesar smartphone kamera terbaik ini adalah ketiadaan layanan Google Mobile Service yang sudah menjadi kebutuhan primer para pengguna smartphone Android.

Kami cukup kesulitan untuk memakai aplikasi populer yang biasa digunakan. Beberapa game favorit kami pun cukup ribet untuk memasangnya di ponsel ini. Memang, kekurangan ini bukanlah kesalahan Huawei, tapi akibat perang dagang China dengan Amerika Serikat yang melarang penggunaan layanan Google.

Huawei mengembangkan HMS dan AppGallery secara bertahap dan konsisten. Memang belum sesempurna GMS dan Google Play Store, tapi setidaknya Huawei terus berusaha mengembangkan teknologi agar setara dengan layanan Google tersebut.

Well, itu tadi review lengkap Huawei Mate 40 Pro yang dapat menjadi informasi tambahan sebelum membeli ponsel ini. Anda pun dapat melihat berbagai pengujian maupun review ponsel lainnya di kanal Telset Review, sob! (MF)

Kelebihan

+ Build quality terbaik

+ Bezel tipis

+ Desain premium dan berbeda

+ Nyaman digunakan

+ Ada tombol volume

Layar OLED berkualitas

+ Refresh rate layar 90Hz

+ Performa mumpuni berkat Kirin 9000

+ AppGallery makin berkembang

Kamera utama 50MP punya kualitas bagus

Kamera secara keseluruhan berkualitas

Kekurangan

Bodi licin

 Ekosistem App Gallery masih belum banyak

Penggunaan EMUI 11 Android 10 AOSP yang merepotkan

– Masih banyak aplikasi populer yang belum mendukung HMS

– Kamera utama tanpa dukungan OIS

TELSET RATING: 8.8/10

SPESIFIKASI HUAWEI MATE 40 PRO
Rilis Oktober 2020
Network 2G, 3G, 4G, 5G
OS Android 10, EMUI 11 (Huawei Mobile Service)
Chipset Kirin 9000 5G (5 nm)
CPU Octa-core (@1×3.13 GHz & @4×2.05 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G78 MP24
RAM 8 GB
Memori 256 GB
Dimensi 162.9 x 75.5 x 9.1 mm
Layar Flex OLED, 90Hz, 6.76 inches, 1344 x 2772 pixels
Kamera Belakang 50MP + 12MP 5x periscope telephoto + 20MP wide-angle
Kamera Depan 13MP wide-angle + ToF 3D
Beterai Li-Po 4.400 mAh, Fast charging 66W
Warna Mystic Silver
Harga Rp 15,9 jutaan
Leave a Comment