Review Huawei Mate 20: Jagoan Baru dengan Teknologi Lengkap

Review Huawei Mate 20
Huawei Mate 20. (Foto: Muhammad Faisal/Telset.id)

Telset.id – Setelah merilis Huawei P20 Pro, pabrikan asal China ini kembali menggebrak dunia per-smartphone-nan dengan meluncurkan Huawei Mate 20 Series dengan sejumlah teknologi baru. Kami menjadi salah satu yang beruntung bisa menggunakan satu dari tiga seri Mate 20 yang diperkenalkan beberapa waktu lalu, yakni Huawei Mate 20 “versi standar”.

Huawei Mate 20 merupakan smartphone flagship dari Huawei di tahun ini. Seperti P20 Pro, smartphone tersebut pun mengusung berbagai teknologi dan fitur flagship yang berada di hampir seluruh bagian smartphone

Tentu Anda bertanya-tanya, apakah teknologi flagship pada Huawei Mate 20 itu?

Well, untuk mengetahui jawabannya, kali ini tim Telset.id bakal melakukan review Huawei Mate 20, dengan mengulas berbagai sektor pada smartphone ini. Yuk simak!

Desain

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Saat ini desain standar yang “wajib” diaplikasikan pada sebuah smartphone masa kini adalah, desain layar memanjang plus hadirnya poni atau notch, body yang nyaman digenggam menggunakan satu tangan, serta pilihan warna yang eye-catching. Nah, Huawei Mate 20 memiliki tiga hal tersebut. Mari kita bahas satu persatu.

Huawei Mate 20 mengusung layar IPS LCD berukuran besar, tepatnya 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2244 piksel). Karena mengadopsi desain Waterdrop Notch ala Oppo F9, Realme U1, dan sejenisnya, aspek rasio layar terhadap body-nya mencapai 18,7 : 9 atau kurang lebih sekitar 88%.

Berbicara soal layarnya, Huawei Mate 20 Pro disematkan teknologi layar khas smartphone flagship, seperti HDR10 misalnya. Teknologi ini, memungkinkan pengguna untuk menonton video dengan kualitas HDR.

Pindah ke bagian belakangnya, Huawei Mate 20 dikemas dengan warna yang eye-catching dan berbeda dibandingkan smartphone lain di kelasnya. Smartphone yang kami review dibalut oleh warna Twilight yang melapisi body seperti kaca, dengan warna kombinasi hitam di bagian bawah, ungu gelap di bagian tengah dan biru di bagian atasnya.

{Baca juga: Review Asus Zenfone 5Z: Performa Flagship, Harga Ekonomis}

Sesungguhnya, Huawei Mate 20 punya dua warna lainnya, selain Twilight, yakni Black dan Midnight Blue. Tapi menurut kami, warna yang paling menarik dan membuat Mate 20 tampil berbeda adalah Twilight.

Masih bagian belakang, terdapat frame kamera belakang dengan bentuk yang tak biasa. Pada umumnya, frame kamera pada smartphone berbentuk bulat, dan berjejer secara horizontal atau vertikal. Tapi Mate 20 malah memiliki frame kamera berbentuk persegi yang memuat tiga lensa utama serta satu LED Flash.

Tepat di bagian atasnya, terdapat logo Leica beserta informasi singkat soal konfigurasi kamera utama, yang seolah menekankan bahwa “Hei, ini smartphone kameranya pakai Leica lho!”. Sedangkan di bagian bawah frame kamera, terdapat sensor sidik jari berbentuk lingkaran yang melengkapi desain bagian belakang Mate 20.

Desain bagian belakang juga berhasil membuat kami terlihat keren saat memotret momen-momen di berbagai acara. Banyak orang yang mengatakan kata-kata seperti “Mas, smartphone apa itu?”, “Wah desainnya bagus baru lihat, kameranya juga beda”, dan lainnya.

Walaupun Huawei Mate 20 punya body dan layar yang besar, namun tidak berarti smartphone ini tidak nyaman untuk digenggam menggunakan satu tangan, asalkan dengan satu syarat. Ya, tangan Anda harus cukup besar agar bisa menggunakannya dengan satu tangan saja.

Tapi sebenarnya, apabila Anda terbiasa menggunakan smartphone masa kini dengan ukuran tak jauh beda dengan Pocophone F1 ataupun Asus Zenfone 5/5Z, seharusnya Anda dapat menggenggamnya pakai satu tangan dengan mudah. Sebab, saat kami menyandingkan body-nya dengan Pocophone F1, ukurannya hanya sedikit lebih besar daripada jagoan Xiaomi tersebut.

Secara overall, Huawei Mate 20 memang memiliki tiga hal penting dalam sektor desain untuk smartphone masa kini. Tapi, bukan berarti smartphone ini disebut sebagai “ponsel mainstream”, karena Huawei telah mengemasnya dengan sangat serius dalam hal desain dan build quality-nya.

Spesifikasi

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Huawei Mate 20 adalah salah satu smartphone yang ditenagai oleh SoC dengan proses fabrikasi 7nm. Baru segelintir smartphone yang menggunakannya, seperti trio Phone terbaru yang menggunakan prosesor Apple A12 Bionic, serta Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X yang ditenagai oleh prosesor HiSilicon Kirin 980.

Untuk spesifikasinya, Huawei Mate 20 memiliki prosesor octa-core 2.26 GHz Kirin 980, GPU Mali G76 MP10, RAM 4 GB/6 GB, dan ROM 128 GB.

Membahas soal Kirin 980, prosesor ini merupakan chipset dengan fabrikasi proses 7nm yang mempunyai dual NPU (Neural Processing Unit) untuk meningkatkan performanya, sekaligus memberikan efisiensi baterai yang lebih tinggi daripada prosesor 10nm seperti Snapdragon 845.

Kirin 980 juga telah disematkan core berbasis Cortex A76 yang diklaim dapat meningkatkan power perangkat yang menggunakannya sebanyak 75 persen lebih baik. Lantas berapa power yang dihasilkan oleh prosesor ini untuk Mate 20?

{Baca juga: Review Pocophone F1: Harga Terjangkau, Performa Terbaik}

Kami mengujinya menggunakan aplikasi AnTuTu Benchmark versi 7 untuk mengetahui performa Mate 20 dalam angka. Hasilnya, smartphone ini memperoleh skor 259.413 poin dengan mode normal. Tunggu, kalau ada normal, berarti ada “mode gak normal” kan?

Nah, Mate 20 juga punya Performance Mode yang bakal meningkatkan performa smartphone secara signifikan. Saat kami mengujinya dengan mode tersebut, skor AnTuTu naik menjadi 302.935 poin!

Jika dibandingkan dengan smartphone flagship lain yang kami ulas, seperti Pocophone F1, Asus Zenfone 5Z, Oppo Find X sampai Huawei P20 Pro, smartphone ini jauh lebih kencang dan bertenaga pada Performance Mode. Berikut hasil perbandingannya:

Selain menggunakan AnTuTu, kami juga “menyiksa” smartphone ini dengan menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu, sekaligus memainkan berbagai game seperti PUBG dengan grafis High, UFC, dan Asphalt 9 Legend.

Huawei Mate 20 mampu menjalankan seluruhnya dengan baik, transisi tiap berganti aplikasi pun berjalan dengan smooth tanpa terasa adanya lag sama sekali.

Sekarang kita bahas soal baterainya. Huawei Mate 20 ditopang oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh yang mendukung teknologi fast charging bernama SuperCharge dengan input 4,5V/5A.

{Baca juga: Review Oppo Find X: Flagship Premium Penuh Inovasi}

Di situs Huawei, pabrikan asal China ini mengklaim bahwa pengisian baterai smartphone dari 0 sampai 58% bisa dilakukan hanya dalam waktu setengah jam saja. Kami tentu tidak langsung percaya, karena klaim tersebut tergantung cara kita saat mengisi baterai, apakah didiamkan selama di-charge atau sambil digunakan.

Berdasarkan pengujian kami, baterai Huawei Mate 20 memang dapat terisi dengan cepat meski kapasitasnya terbilang besar. Saat diuji menggunakan AnTuTu Battery Wear Test, baterainya dapat terisi penuh dari 20% dalam waktu 85 menit.

Selain cepat, baterai tersebut pun terbilang tahan lama. Huawei Mate 20 bisa menemani kami hampir seharian, tepatnya 18 jam 59 menit dengan screen on-time 6 jam 30 menit. Catatan waktu itu masih menyisakan baterai sekitar 8% yang diprediksi akan habis dalam waktu 1 jam 27 menit.

Soal spesifikasi, jujur kami sama sekali tidak mengalami keluhan yang berarti saat menggunakan Huawei Mate 20. Apalagi, smartphone ini telah berjalan di atas sistem operasi EMUI 9 berbasis Android 9 Pie yang sangat smooth dan mudah untuk digunakan.

Kamera

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Kamera adalah daya tarik utama pada Huawei Mate 20. Seperti P20 Pro, smartphone ini dibekali tiga kamera utama didukung oleh teknologi asal perusahaan kamera asal Jerman, Leica. Tapi pada Mate 20, Huawei tidak lagi menyematkan konfigurasi lensa dengan sensor B&W lagi, melainkan mengandalkan 3 sensor RGB.

Masing-masing kameranya beresolusi 12 MP lensa wide angle dengan aperture f/1.8, 16MP lensa ultra wide angle dengan aperture f/2.2, dan 8MP lensa telephoto dengan aperture f/2.4. Kamera ini telah didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dari Dual NPU pada Kirin 980, bernama AI Painting Photography.

Dengan teknologi itu, kamera Huawei Mate 20 bisa mengenali 25 kategori skenario foto dengan cepat, sekaligus dapat mengelompokkan berbagai objek atau pemandangan dalam satu foto secara otomatis untuk menyesuaikan warna, detail, serta kecerahan dari objek terkait.

Lantas bagaimana kualitasnya? Jujur, saat kami menggunakan kamera Huawei Mate 20 Pro, kami seakan dimudahkan untuk memotret di berbagai suasana atau skenario foto. Kamera dapat dengan mudah mengenali objek atau skenario yang terlihat, kemudian AI secara otomatis menyesuaikan pengaturan yang paling cocok untuk skenario foto tersebut. Berikut beberapa hasil fotonya:

Seperti Portrait misalnya, yang otomatis akan aktif ketika pengguna mengambil foto wajah seseorang dari jarak yang cukup dekat. Mode ini, akan hasilkan foto dengan efek bokeh dengan kualitas detail, warna, dan efek blur yang rapi dan sangat baik.

Terdapat berbagai teknologi mumpuni yang dapat membantu pengguna ketika mengambil foto ataupun video. Salah satunya adalah 4D Predictive Focus, yang mampu mengikuti objek bergerak dengan baik secara real-time.

{Baca juga: Review Huawei P20 Pro: Kamera Canggih dan Performa Apik}

Ada juga mode Super Macro, yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto macro yang berkualitas. Hebatnya, dengan mode ini pengguna bisa mengambil foto macro dengan jarak hingga 2,5 cm, cocok untuk mengambil beragam objek menarik seperti bunga, dedaunan, mainan, dan lainnya.

Selain dua tadi, ada banyak skenario foto lainnya, seperti Greenery, Historical Building, Landscape, Text, Night Shot, dan lainnya. Berikut beberapa hasil fotonya:

Jangan lupa, kalau Huawei Mate 20 juga punya lensa telephoto dengan kemampuan optical-zoom mencapai 2x. Nah, ketika tiga kamera Mate 20 dikombinasikan, bisa menghasilkan hybrid-zoom dari 3x sampai 10x.

Kualitasnya? Tergolong baik dan bisa diandalkan apabila Anda ingin mengambil objek yang jaraknya jauh dengan hasil yang cukup mengesankan Anda. Berikut hasil fotonya:

Soal kamera, Huawei Mate 20 memang mempunyai kemampuan untuk menjadikan “pengguna awam” sekalipun agar dapat menghasilkan foto berkualitas baik dengan pengaturan otomatis. Foto-foto yang dibuatnya punya komposisi warna dan detail yang bagus karena dibantu AI.

Sampai lupa nih, untuk kamera depannya, Huawei Mate 20 mengandalkan kamera beresolusi 24 MP lensa wide aperture f/2.0. Seperti kamera belakang, kamera ini juga memungkinkan pengguna untuk mengambil foto selfie yang “Instagramable”.

Selain itu, terdapat beberapa fitur menarik, seperti 3D Portrait yang membuat pengguna dapat mengambil foto selfie dengan gaya lain daripada yang lain.

Kesimpulan

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Huawei Mate 20 adalah salah satu smartphone flagship dengan kemampuan, teknologi dan fitur yang lengkap. Sisi desain misalnya, Huawei sukses mengemasnya dengan desain yang berbeda dan berkarakter, dan dikombinasikan dengan build quality yang bagus.

Soal spesifikasi? Jangan ditanyakan lagi. Smartphone ini mampu bekerja dengan performa tinggi berkat prosesor Kirin 980 tanpa menguras habis tenaga baterainya alias kerja efisien, karena dibangun atas proses fabrikasi 7nm.

Bagaimana dengan kamera? Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kualitas kamera Huawei Mate 20 bahkan dapat membuat pengguna awam untuk menghasilkan foto yang berkualitas meski menggunakan mode otomatis yang dibantu AI.

Itu artinya, pengguna dapat dimudahkan ketika mereka menangkap berbagai momen menarik di manapun dan kapanpun. Well, Huawei Mate 20 memang pantas menyandang smartphone flagship yang harus diperhitungkan menjelang akhir tahun ini. (FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here