Beranda blog Halaman 112

Fudan University Rilis Chip Hybrid 2D-Silicon Pertama di Dunia

0

Telset.id – Bayangkan jika perangkat elektronik Anda bisa menjadi lebih tipis, lebih cepat, dan lebih hemat daya daripada yang pernah Anda bayangkan. Itulah yang dijanjikan oleh terobosan terbaru dari para peneliti di Fudan University, Shanghai. Mereka berhasil menciptakan prototipe chip memori hybrid pertama di dunia yang menggabungkan material dua dimensi (2D) setebal atom dengan chip silikon konvensional. Sebuah lompatan yang bisa mengubah masa depan komputasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri semikonduktor telah mencapai titik di mana penyempurnaan teknologi silikon semakin mendekati batas fisiknya. Hukum Moore yang selama beberapa dekade menjadi panduan, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature ini memberikan secercah harapan baru. Dipimpin oleh Professor Chunsen Liu, tim berhasil mengintegrasikan modul memori 2D monolayer langsung ke dalam chip CMOS silikon tradisional.

Proses yang mereka sebut “Atom2Chip” ini memecahkan salah satu tantangan terbesar dalam integrasi material 2D seperti molybdenum disulfide (MoS₂) monolayer – yaitu kerapuhannya. Material setebal atom ini sangat rentan terhadap kerusakan selama proses manufaktur, terutama ketika harus berhadapan dengan permukaan silikon yang tidak rata.

Mengatasi Tantangan Integrasi Material Ultra-Tipis

Bagaimana tim Fudan University mengatasi rintangan teknis yang selama ini menghambat penggabungan material 2D dengan silikon? Kuncinya terletak pada pengembangan proses on-chip full-stack yang inovatif. Mereka menciptakan metode khusus untuk mengikat lapisan 2D ke permukaan silikon tanpa merusak struktur atomnya yang halus.

Solusi mereka melibatkan paket pelindung yang melindungi lapisan ultra-tipis tersebut, sementara interface cross-platform memungkinkan transfer data yang mulus antara sirkuit 2D dan komponen CMOS standar. Pendekatan praktis ini tidak hanya mengatasi masalah ketidakstabilan material, tetapi juga menyelesaikan masalah ketidakcocokan proses yang selama ini menjadi penghalang utama.

Hasilnya sungguh mengesankan: chip memori flash NOR 2D 1-Kb yang sepenuhnya operasional. Bukan sekadar demonstrasi laboratorium, chip hybrid ini beroperasi pada frekuensi 5 MHz dengan kecepatan pemrograman dan penghapusan 20 nanodetik, serta konsumsi energi yang rendah. Dalam hal performa dan kepadatan, chip ini sudah melampaui memori berbasis silikon murni yang sebanding.

Dampak Potensial bagi Masa Depan Elektronik

Apa arti terobosan ini bagi Anda sebagai pengguna teknologi sehari-hari? Pertama, kita bisa membayangkan wearable device yang lebih tipis dari sebelumnya dengan masa pakai baterai yang lebih panjang. Bayangkan smartwatch yang setipis kertas namun bisa bertahan berminggu-minggu dengan sekali pengisian daya. Atau smartphone dengan bezel yang hampir tak terlihat, mengingat material 2D memungkinkan komponen elektronik yang lebih kompak.

Kedua, untuk aplikasi AI dan machine learning, chip hybrid ini bisa menjadi game-changer. Accelerator AI yang tetap dingin di bawah beban kerja berat bukan lagi mimpi. Ini akan membuka kemungkinan untuk perangkat edge computing yang lebih powerful tanpa masalah overheating yang sering kita alami saat ini.

Meskipun prototipe saat ini fokus pada aplikasi memori, arsitektur yang sama dapat diperluas ke gerbang logika dan prosesor. Artinya, kita sedang menyaksikan fondasi untuk seluruh generasi baru chip komputasi. Seperti yang ditunjukkan oleh perkembangan di teknologi chip masa depan dari UCLA, perlombaan untuk menciptakan komponen elektronik yang lebih efisien sedang berlangsung dengan intensitas tinggi.

Bahkan dalam hal smartphone konvensional, integrasi teknologi semacam ini bisa mengubah lanskap produk seperti yang kita kenal. Bayangkan jika HP Samsung dengan kamera terbaik di masa depan tidak hanya mengandalkan sensor canggih, tetapi juga didukung oleh chip yang jauh lebih efisien. Atau ketika rekomendasi HP Samsung terbaru tidak hanya menonjolkan desain bezel tipis, tetapi juga kemampuan komputasi yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Tantangan Menuju Komersialisasi

Meski menjanjikan, jalan menuju produksi massal masih panjang. Tantangan terbesar terletak pada penskalaan biaya dan proses manufaktur. Material 2D seperti MoS₂ masih relatif mahal untuk diproduksi dalam skala besar, dan proses integrasi yang dikembangkan tim Fudan University perlu dioptimalkan lebih lanjut untuk aplikasi industri.

Namun, terobosan ini menandai langkah kritis menuju apa yang disebut sebagai “era angstrom” dalam desain chip. Sementara tim penelitian global berlomba untuk mempertahankan Hukum Moore melalui material baru, kesuksesan Fudan University menunjukkan bahwa lompatan komputasi berikutnya mungkin tidak hanya dibangun dalam nanometer, tetapi dalam atom.

Yang menarik, pendekatan hybrid ini mungkin justru menjadi solusi transisi yang paling praktis. Daripada mengganti seluruh infrastruktur silikon yang sudah mapan, integrasi bertahap dengan material 2D memungkinkan peningkatan performa tanpa revolusi total dalam manufaktur semikonduktor. Ini seperti menemukan cara untuk memasukkan mesin sport ke dalam kerangka mobil keluarga – Anda mendapatkan performa tinggi tanpa harus membangun kendaraan dari nol.

Dalam konteks persaingan teknologi global, pencapaian ini juga menunjukkan bahwa inovasi chip tidak lagi didominasi oleh pusat-pusat teknologi tradisional. Seperti yang kita lihat dalam perkembangan smartphone dengan bezel tertipis, inovasi datang dari berbagai penjuru dunia, masing-masing dengan pendekatan uniknya sendiri.

Jadi, kapan kita bisa melihat teknologi ini dalam produk konsumen? Meski masih perlu waktu beberapa tahun, terobosan Fudan University telah membuka pintu yang sebelumnya tertutup. Ketika produksi massal akhirnya tercapai, kita mungkin akan melihat pergeseran paradigma dalam cara perangkat elektronik dirancang dan digunakan. Dari smartphone yang bisa dilipat seperti kertas hingga implant medis yang hampir tak terlihat, masa depan elektronik menjadi lebih cerah – satu atom pada satu waktu.

Vivo Pad 5e Resmi Rilis, Tablet Gaming Murah dengan Snapdragon 8s Gen 3

0

Telset.id – Pasar tablet makin panas! Vivo baru saja memperkenalkan varian terbaru dan paling terjangkau dalam jajaran Pad 5 mereka: Vivo Pad 5e. Diumumkan secara resmi di China hari ini, tablet ini hadir sebagai opsi yang lebih ramah di kantong, namun jangan remehkan kemampuannya. Apakah ini jawaban bagi Anda yang mencari perangkat pendamping untuk kerja dan main dengan budget terbatas?

Vivo Pad 5e menempati posisi strategis di bawah Vivo Pad 5 dan Pad 5 Pro. Meski harganya lebih rendah, Vivo memastikan perangkat ini tetap sanggup menangani sebagian besar tugas sehari-hari dengan mulus. Yang menarik, dalam keluarga Pad 5, hanya Pad 5e yang ditenagai prosesor Snapdragon, tepatnya Snapdragon 8s Gen 3 dari Qualcomm. Ini adalah pilihan yang cukup mengejutkan dan menunjukkan komitmen Vivo pada performa di segmen entry-level.

Vivo Pad 5e tampak depan menampilkan layar lebar dan desain tipis

Dibalik bodinya yang ramping, tersembunyi jantung performa yang gahar. Chipset Snapdragon 8s Gen 3 ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan internal UFS 4.1 hingga 512GB. Kombinasi ini menjanjikan kecepatan loading aplikasi dan multitasking yang responsif. Untuk menunjang sesi gaming yang panjang, Vivo melengkapinya dengan sistem pendingin grafite seluas 32.200mm². Sistem ini dirancang untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil, bahkan saat Anda menghabiskan waktu berjam-jam di game berat.

Fitur Game Live Assistant juga disematkan untuk mengoptimalkan performa sistem. Tujuannya jelas: gameplay yang lebih halus dan kualitas live streaming yang lebih tinggi. Bagi Anda yang gemar berbagi momen gaming, fitur ini bisa menjadi senjata andalan.

Pengalaman visual ditangani oleh layar berukuran 12,05 inci dengan resolusi tajam 2800×1968 piksel. Layar ini mendukung refresh rate 144Hz yang membuat setiap geseran dan animasi terasa sangat smooth. Dengan rasio aspek 7,1:5, layarnya terasa lapang baik untuk membaca dokumen maupun menonton video. Vivo mengklaim layar ini mampu menampilkan 1,07 miliar warna dan memiliki rasio kontras 1400:1, yang menjanjikan warna yang kaya dan detail yang dalam.

Dari segi desain, Vivo Pad 5e tergolong tipis dengan ketebalan hanya 6,62mm (atau 6,69mm untuk varian Soft Light). Bobotnya sekitar 584 gram, sehingga masih nyaman digenggam dalam waktu lama. Varian Soft Light Edition sendiri hadir dengan layar anti-silau, solusi cerdas bagi Anda yang sering bekerja di bawah cahaya langsung.

Tampilan samping Vivo Pad 5e yang menunjukkan ketipisan dan port USB-C

Di sektor dapur pacu, baterai berkapasitas raksasa 10.000mAh siap menemani aktivitas Anda seharian. Yang tak kalah penting, dukungan pengisian cepat 44W memastikan waktu mengisi ulang tidak berlarut-larut. Untuk urusan fotografi, Vivo Pad 5e membekali diri dengan kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP. Meski tidak se-spektakuler Vivo X300 dengan kamera 200MP-nya, modus yang ditawarkan cukup lengkap: portrait, night scene, pemindaian dokumen, dan perekaman video 1080p.

Konektivitas menjadi poin plus lainnya. Tablet ini mendukung Wi-Fi pada pita 2.4G, 5.1G, dan 5.8G, Bluetooth 5.4, serta port USB 3.2 Gen1. Bagi yang masih menggunakan earphone kabel, tersedia dukungan untuk headphone Type-C. Di balik layar, Vivo Pad 5e menjalankan OriginOS 5, sistem operasi kustom Vivo yang telah dioptimalkan khusus untuk perangkat tablet.

Lalu, berapa harga yang harus Anda siapkan? Vivo Pad 5e hadir dalam dua edisi: Standard Edition dan Soft Light Edition. Berikut rincian harganya:

  • Standard Edition:
    • 8GB+128GB – 1.999 yuan
    • 8GB+256GB – 2.299 yuan
    • 12GB+256GB – 2.599 yuan
    • 16GB+512GB – 2.999 yuan
  • Soft Light Edition:
    • 8GB+128GB – 2.199 yuan
    • 8GB+256GB – 2.499 yuan

Vivo Pad 5e rencananya akan mulai dijual di China mulai tanggal 17 Oktober mendatang. Kehadirannya ini semakin memperkaya portofolio Vivo di dunia tablet, mengikuti kesuksesan lini smartphone mereka seperti Vivo V27 yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity.

Vivo Pad 5e dalam berbagai angle menampilkan desain keseluruhan

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Vivo Pad 5e berpotensi menjadi pesaing serius di pasar tablet entry-level. Kombinasi chipset Snapdragon 8s Gen 3, layar 144Hz, dan baterai besar di harga yang kompetitif adalah proposisi nilai yang menarik. Ia tidak hanya cocok untuk konsumsi konten dan pekerjaan ringan, tetapi juga siap untuk sesi gaming yang menuntut. Sebelum memutuskan, mungkin Anda bisa mempertimbangkan juga review lengkap Vivo V25 5G untuk melihat bagaimana Vivo biasanya menghadirkan nilai terbaik dalam produk-produk mereka. Bagaimana, tertarik untuk menjadikan Vivo Pad 5e sebagai tablet andalan Anda?

Vivo X300 Pro: Flagship Fotografi dengan Performa Gahar dan Baterai Monster

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang mampu menangani sesi gaming marathon tanpa takut kehabisan daya, sekaligus menghasilkan foto setara kamera profesional dalam kondisi cahaya minim. Itulah janji yang dibawa Vivo X300 Pro, flagship terbaru yang baru saja meluncur di China dan siap mengguncang pasar global. Dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 dan konfigurasi kamera hasil kolaborasi Zeiss, perangkat ini bukan sekadar upgrade biasa—ini adalah pernyataan.

Di tengah persaingan segmen flagship yang semakin panas, Vivo hadir dengan pendekatan berbeda. Alih-alih fokus pada satu aspek, mereka menyajikan paket komplet: performa tangguh, fotografi mutakhir, dan daya tahan baterai yang sulit ditandingi. Kabar baiknya, meski baru diluncurkan di China, retailer global seperti Giztop sudah menjualnya dengan harga di bawah $1,000. Bahkan, bocoran mengenai kemampuan Vivo X300 Pro sebelumnya telah membuat banyak kalangan penasaran.

Lantas, apa saja yang membuat smartphone ini layak menjadi perhatian? Mari kita kupas lebih dalam.

Desain dan Daya Tahan: Elegan tapi Tangguh

Dengan dimensi 161.98 × 75.48 × 7.99mm dan bobot 226 gram, Vivo X300 Pro hadir dengan footprint yang cukup compact untuk perangkat berlayar besar. Ketebalan di bawah 8mm membuatnya nyaman digenggam, sementara bobot yang cukup substantial memberi kesan premium di tangan. Desainnya mengusung bahasa visual modern dengan bezel super tipis 1.1mm, memaksimalkan area layar untuk pengalaman menonton yang lebih imersif.

Tapi keunggulan sebenarnya justru ada di bagian dalam. Vivo membekali X300 Pro dengan baterai berkapasitas monster 6,510mAh—salah satu yang terbesar di kelas flagship. Kombinasi dengan efisiensi chipset Dimensity 9500 menjanjikan daya tahan sepanjang hari bahkan untuk penggunaan intensif. Dan ketika baterai akhirnya habis, teknologi pengisian daya 90W wired dan 40W wireless akan mengisi ulang dengan cepat sehingga Anda tidak perlu menunggu lama.

Desain elegan Vivo X300 Pro dengan layar AMOLED dan bezel tipis

Performa: Dimensity 9500 dan Kemampuan Gaming

Jantung dari Vivo X300 Pro adalah chipset MediaTek Dimensity 9500 terbaru. Prosesor flagship ini dirancang khusus untuk menangani workload berat, mulai dari gaming AAA, tugas AI kompleks, hingga multitasking sehari-hari. Performanya yang smooth dan responsif akan terasa terutama saat menjalankan game grafis intensif atau aplikasi editing video.

Dukungan memori hingga 16GB RAM dan storage 1TB memberikan ruang lebih dari cukup untuk menyimpan library game dan koleksi media. Kombinasi hardware ini menempatkan X300 Pro sebagai salah satu smartphone paling powerful di pasaran, bersaing ketat dengan Xiaomi 17 Pro Max yang mendominasi ranking performa Android.

Sistem Kamera: Kolaborasi Vivo dan Zeiss

Inilah bagian paling menarik dari Vivo X300 Pro. Sistem kameranya merupakan hasil kolaborasi mendalam dengan Zeiss, menghadirkan trio kamera yang masing-masing punya peran spesifik. Sensor utama menggunakan Sony LYT-828 50MP dengan aperture lebar f/1.57, ideal untuk kondisi low-light. Sensor ini diklaim mampu menangkap detail maksimal dengan dynamic range yang luas.

Untuk fotografi landscape dan grup, tersedia ultra-wide 50MP Samsung JN1 yang menjamin konsistensi warna dengan kamera utama. Namun yang benar-benar membedakan adalah telephoto 200MP Samsung HPB—sensor beresolusi sangat tinggi yang memungkinkan zoom digital berkualitas tanpa kehilangan detail signifikan. Kombinasi ketiganya, didukung algoritma pemrosesan canggih Vivo, menempatkan X300 Pro di jajaran atas smartphone fotografi.

Sistem kamera Vivo X300 Pro hasil kolaborasi dengan Zeiss

Di bagian depan, kamera selfie 50MP dengan autofocus memastikan setiap video call dan potret diri tetap tajam. Fitur autofocus pada kamera depan masih jarang ditemui di smartphone lain, memberikan keunggulan tambahan bagi konten kreator.

Layar dan Pengalaman Visual

Vivo X300 Pro mengusung panel LTPO AMOLED 6.78 inci dengan resolusi 1260 × 2800 piksel. Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate dinamis antara 1-120Hz, mengoptimalkan konsumsi daya tanpa mengorbankan kelancaran tampilan. Baik saat scrolling konten sosial media atau gaming high-frame-rate, layar ini akan memberikan pengalaman visual yang mulus.

Dengan bezel super tipis 1.1mm di semua sisi, rasio screen-to-body mencapai angka impresif. Hasilnya adalah canvas yang hampir tanpa gangguan, perfect untuk menikmati konten HDR atau bermain game dengan immersion maksimal.

Layar AMOLED Vivo X300 Pro dengan refresh rate adaptif 1-120Hz

Harga, Ketersediaan, dan Peluncuran Global

Vivo X300 Pro mulai dijual dengan harga CNY 5,299 (sekitar $743) untuk varian 12GB + 256GB, dan CNY 6,699 (sekitar $939) untuk 16GB + 1TB. Ada juga versi premium dengan konektivitas satelit dan Photographer Kit seharga CNY 8,299 (sekitar $1,164). Perangkat ini akan tersedia di China mulai 17 Oktober.

Bagi yang tidak sabar, retailer import seperti Giztop sudah menjualnya dengan harga $939. Unit yang dijual adalah varian China dengan OriginOS 6 yang sudah terpasang Google Play, meski beberapa fitur seperti pairing Wear OS dikabarkan belum didukung. Yang patut ditunggu adalah peluncuran global Vivo X300 series yang dijadwalkan bulan November mendatang.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan dan harga kompetitif, Vivo X300 Pro berpotensi menjadi salah satu flagship bernilai terbaik tahun 2025. Ia menghadirkan kombinasi langka antara kemampuan fotografi profesional, performa gaming tinggi, dan daya tahan baterai yang sulit ditandingi competitor. Jika Anda mencari smartphone flagship yang benar-benar komplet tanpa kompromi, inilah salah satu kandidat terkuatnya.

Vivo X300 Resmi Rilis: Kamera 200MP dan Jembatan Android-Apple

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang tidak hanya mengungguli kompetitor di kelasnya, tetapi juga berani menjembatani dua ekosistem yang selama ini bersaing ketat. Itulah yang ditawarkan Vivo X300 series yang baru saja diluncurkan di China, menghadirkan revolusi dalam fotografi mobile sekaligus terobosan dalam integrasi perangkat.

Vivo tidak main-main dengan seri terbarunya ini. Perusahaan tidak hanya mendorong batas kemampuan pencitraan smartphone, tetapi juga mengambil langkah berani untuk menjembatani kesenjangan antara ekosistem Android dan Apple. Dengan kombinasi chipset Dimensity 9500 dari MediaTek dan chip pencitraan V3+ buatan sendiri, Vivo X300 series siap menjadi penantang serius di pasar smartphone premium.

Bagi Anda yang penasaran dengan kemampuan penuh perangkat ini, kabar baiknya adalah Vivo X300 bocoran lengkap: spesifikasi gahar dan tanggal rilis terungkap telah memberikan gambaran detail sebelumnya. Kini, semua spekulasi itu telah menjadi kenyataan dengan peluncuran resmi yang dilakukan Vivo.

Vivo X300 tampilan depan dengan bezel tipis dan desain premium

Revolusi Fotografi Mobile dengan Kamera 200MP

Sistem kamera Vivo X300 benar-benar mengesankan. Perangkat ini mengusung kamera utama 200MP Zeiss Super Main Camera dengan sensor Samsung ISOCELL HPB berukuran 1/1.4-inch dan lapisan T* coating. Ditemani lensa ultra-wide 50MP dengan sensor ISOCELL JN1 1/2.76-inch dan kamera telephoto Zeiss APO 50MP dengan sensor Sony LYT-602 1/1.95-inch untuk zoom optikal 3x.

Di bagian depan, smartphone ini menampilkan kamera selfie 50MP dengan autofocus yang telah dioptimalkan untuk Zeiss Natural Color. Kolaborasi dengan Zeiss tidak hanya sekadar label – ini merupakan komitmen Vivo terhadap kualitas warna yang natural dan akurat.

Berkat NPU V3+, kedua varian X300 mendukung rekaman video portrait 4K 60FPS, motion tracking, dan fitur yang disebut Vivo sebagai “Zero-Additive” portraits, bersama dengan Live Photo bursts. Kemampuan ini menjadikan Vivo X300 sebagai perangkat yang sangat powerful untuk konten kreator.

Sebagaimana yang telah diungkap dalam Vivo X300 bocoran lengkap: spesifikasi, kamera, dan tanggal rilis, sistem kamera ini memang dirancang untuk menantang dominasi smartphone flagship di pasaran.

Desain Premium dengan Baterai Besar

Vivo X300 menampilkan layar 6.31-inch BOE Q10 Plus LTPO AMOLED dengan bezel sama sisi setipis 1.05mm dan perlindungan mata bersertifikat TÜV. Yang mengejutkan, meski hanya setebal 7.95mm dan berbobot 190g, smartphone ini berhasil menampung baterai Blue Ocean berkapasitas 6.040mAh.

Ini merupakan pencapaian teknik yang cukup signifikan mengingat trend smartphone flagship biasanya mengorbankan kapasitas baterai untuk mengejar desain yang ramping. Vivo berhasil menemukan keseimbangan yang sulit ini.

Spesifikasi lainnya termasuk RAM LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.0 hingga 1TB, konektivitas USB 3.2, dan performa termal yang ditingkatkan untuk penggunaan AI atau gaming berat. Kombinasi ini menjadikan Vivo X300 tidak hanya powerful untuk fotografi, tetapi juga untuk berbagai tugas berat lainnya.

Sistem kamera Vivo X300 dengan lensa Zeiss dan desain modul kamera premium

Ekosistem Lintas Platform: Android Bertemu Apple

Di sinilah Vivo X300 series benar-benar menunjukkan keunikan dan keberaniannya. Fitur “Cross-Device Ecosystem” yang diperkenalkan memungkinkan pengguna menyinkronkan dengan iPhone untuk panggilan, SMS, notifikasi, dan berbagi lokasi. Tidak berhenti di situ, fitur ini juga terhubung dengan iPad untuk akses kalender dan file, Mac untuk clipboard dan proyeksi layar, bahkan Apple Watch untuk sinkronisasi data kesehatan.

Fitur ini juga mendukung pelacakan baterai dan lokasi AirPods. Meskipun saat ini masih memerlukan Apple ID yang terdaftar di China, langkah ini menunjukkan visi Vivo yang lebih luas tentang bagaimana perangkat mobile seharusnya berinteraksi.

Ini merupakan pengembangan dari sistem yang diperkenalkan dengan X Fold 5, namun dengan integrasi yang lebih dalam dan komprehensif. Bagi pengguna yang memiliki perangkat dari kedua ekosistem, fitur ini bisa menjadi solusi yang sangat praktis.

Sebagaimana yang telah diantisipasi dalam Vivo X300 bocoran resmi: kamera 200MP dan Dimensity 9500 siap guncang pasar, kombinasi hardware powerful dengan fitur software inovatif memang menjadi senjata utama seri ini.

Harga dan Ketersediaan

Vivo X300 mulai dijual dengan harga ¥4.399 (sekitar $605 atau Rp 9,4 juta) untuk model 12GB + 256GB, sementara varian top-tier 16GB + 1TB dibanderol ¥5.799 (sekitar $800 atau Rp 12,4 juta). Perangkat ini akan mulai dijual pada 17 Oktober di China dengan pilihan warna Fortune Pink dan Graphite Black.

Untuk pasar global, Vivo diperkirakan akan meluncurkan seri X300 pada November 2025. Rentang harga yang kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan membuat Vivo X300 menjadi penantang serius di segmen smartphone premium.

Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, mulai dari sistem kamera mutakhir, performa tinggi, hingga integrasi ekosistem yang inovatif, Vivo X300 series tidak hanya sekadar smartphone biasa. Ini adalah pernyataan Vivo bahwa inovasi tidak harus mengikuti arus utama, tetapi bisa menciptakan arus baru sendiri.

Bagi konsumen yang mencari smartphone dengan kemampuan fotografi terdepan sekaligus fleksibilitas penggunaan lintas platform, Vivo X300 layak menjadi pertimbangan serius. Terobosan dalam integrasi Android-Apple ini mungkin akan menginspirasi produsen lain untuk berpikir lebih terbuka tentang interoperabilitas perangkat.

RollerCoaster Tycoon: Game Legendaris yang Ditulis dalam Bahasa Assembly

0

Telset.id – RollerCoaster Tycoon, game simulasi pembangunan taman hiburan yang dirilis pada 1999, ternyata dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman assembly tingkat rendah oleh satu orang saja, Chris Sawyer. Fakta mengejutkan ini mengungkap dedikasi luar biasa dalam dunia pengembangan game di era ketika tools pemrograman modern masih terbatas.

Bahasa assembly, yang memiliki korelasi hampir satu-ke-satu dengan bahasa mesin, dipilih Sawyer karena alasan efisiensi. Dalam wawancara eksklusif, developer asal Skotlandia ini mengungkapkan bahwa compiler untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi pada 1990-an masih sangat lambat dan debugger tidak memadai. “RollerCoaster Tycoon hanya terwujud karena saya familiar dengan batas-batas yang mungkin dicapai,” ujar Sawyer.

Sebelum mengembangkan RollerCoaster Tycoon, Sawyer telah menciptakan Transport Tycoon menggunakan bahasa assembly yang sama. Pendekatan ini memungkinkannya memaksimalkan potensi chip Intel x86 tanpa bergantung pada tools kompilasi eksternal. Bagi banyak programmer modern, menulis game kompleks dalam assembly diibaratkan seperti merajut permadani dari bulu kucing yang rontok – pekerjaan yang hampir mustahil dan membutuhkan ketelitian ekstrem.

Sejarah dan Evolusi Bahasa Assembly

Bahasa assembly pertama kali dikembangkan pada 1940-an oleh Kathleen Booth, meski kontribusinya sering kali kurang diakui. Bahasa ini awalnya berupa kode-kode yang mewakili instruksi mesin, yang kemudian diterjemahkan oleh assembler ke dalam biner. Seiring waktu, perintah assembly berkembang menjadi mnemonik yang lebih manusiawi seperti “MOV” untuk memindahkan data.

Menguasai assembly berarti memahami CPU itu sendiri – kemampuan dan batasannya. Desain fisik chip, termasuk tata letak sirkuit yang menghubungkan gerbang logika AND dan XOR, menentukan cara kerjanya. Fungsi dasarnya relatif sederhana: mengambil data dari memori, menyimpannya di register, mendekode, melakukan operasi, dan mengembalikan ke memori.

Seiring kemajuan chip, bermunculan dialek assembly baru. Kode yang mendaratkan manusia pertama di bulan ditulis dalam assembly khusus untuk Apollo 11 Guidance Computer. Source code Furby yang bocor membutuhkan pemahaman 6502 assembly, sementara memodifikasi kalkulator Ti-83 memerlukan penguasaan z80 assembly.

Relevansi Assembly di Era Modern

Meski bahasa assembly jarang digunakan dalam pengembangan software sehari-hari, nilainya tetap relevan. Tahun ini, insinyur DeepSeek membuktikan hal ini dengan mencapai efisiensi AI luar biasa dengan memanipulasi chip Nvidia menggunakan assembly. Mereka memerintahkan setiap mesin individu untuk mengompres data dari 32 bit ke 8 bit pada momen tepat, mengorbankan presisi untuk efisiensi.

Pada 2023, peneliti DeepMind mengajarkan mesin x86 assembly dan memintanya meningkatkan fungsi sort() dalam bahasa C. AI membuat pilihan aneh dan tidak intuitif, melakukan lompatan ganjil antar register, dan akhirnya memotong tepat satu langkah – menghemat fraksi milidetik yang signifikan ketika dijalankan berkali-kali sehari.

Sawyer sendiri telah beralih ke bahasa modern. Developer legendaris ini kini berkecimpung dalam otomasi rumah menggunakan Raspberry Pi dan Python. “Awalnya cukup menantang,” akunya, meski akhirnya mengakui efisiensi bahasa tingkat tinggi untuk proyek-proyek terkini.

Bagi yang tertarik mempelajari programming, tersedia berbagai aplikasi belajar bahasa pemrograman untuk anak yang dapat menjadi pintu masuk dunia coding. Meski assembly mungkin bukan pilihan utama untuk pemula, memahami konsep dasar pemrograman tetap penting di era digital.

Kisah RollerCoaster Tycoon dan bahasa assembly mengingatkan bahwa mesin ciptaan manusia tetap berada di bawah kendali kita. Seperti yang ditunjukkan Sawyer dan insinyur modern, pemahaman mendalam tentang hardware memungkinkan optimasi yang tidak terduga – pelajaran berharga di era ketika efisiensi komputasi menjadi semakin krusial, termasuk dalam pengembangan perangkat seperti headset untuk anak-anak Imoo Ear Care yang membutuhkan optimasi hardware dan software.

Womanosphere: Gelombang Baru Kencan Konservatif di Era Digital

0

Telset.id – Anya Lacey, seorang kreator konten dewasa di platform OnlyFans yang berusia 19 tahun, menciptakan website dateanya.com untuk mencari pasangan hidup yang sejalan dengan nilai-nilai konservatif. Platform ini menjadi bagian dari fenomena “womanosphere” yang sedang mengubah lanskap perjodohan di kalangan muda konservatif Amerika.

Lacey mengaku mengalami kesulitan menemukan pasangan serius karena profesi sebagai pekerja seks membuat banyak pria konservatif langsung menolak. “Banyak pria konservatif langsung tidak tertarik dengan pekerjaan saya,” ujarnya. Pengalaman ini mendorongnya membuat situs yang tidak hanya bertujuan mencari suami, tetapi juga menjadi panduan hubungan bagi kaum konservatif yang serius mencari cinta.

Situs tersebut mengusung konsep “America-First Dating” dengan menyediakan saran “non-negotiables” seperti “secure borders, secure families” serta tips kencan untuk perempuan dan laki-laki. “Konservatisme sangat terkait dengan energi maskulin, dan selama ini laki-laki yang memimpin industri ini,” kata Lacey. “Tapi sekarang banyak perempuan yang muncul.”

Kebangkitan Suara Perempuan Konservatif

Lacey merupakan bagian dari jaringan yang terus berkembang yang terdiri dari influencer, kreator konten, dan personalitas media perempuan yang mewakili berbagai faksi gerakan konservatif. Mereka bersaing untuk mendapatkan porsi lebih besar dalam zeitgeist perjodohan modern. Sebagian menggunakan platform mereka untuk merebut kembali narasi tentang hubungan tradisional yang mereka anggap telah diracuni oleh pencucian otak feminis dan era gesekan tanpa akhir.

Seperti halnya “manosphere” yang membentuk pandangan pria muda konservatif melalui chat-casts, kebangkitan kreator media sayap kanan yang dipimpin perempuan—kadang disebut “womanosphere”—membantu membentuk opini perempuan konservatif muda di mana-mana. Debra Lea, influencer sayap kanan, menyebut momen ini sebagai era kebangkitan di mana perempuan dapat menyuarakan mimpi menjadi ibu rumah tangga tanpa merasa bersalah atau malu.

Fenomena Media Sosial dan Realita Ganda

Di media sosial, di mana Lacey memiliki lebih dari 1 juta pengikut di TikTok dan Instagram, ia sering menjalankan konservatismenya dengan kedipan mata dan senyuman. Dalam satu video, Lacey bercanda tentang konsekuensi tidak melakukan seks oral pada pasangan. Di video berikutnya, ia melompat-lompat di padang rumput hijau menyatakan cinta pada “Alkitab saya,” gaun musim panas, dan pria konservatif.

Meskipun womanosphere semakin keras, pengaruhnya menciptakan lingkungan yang kurang stigmatisasi bagi lajang yang tidak lagi merasa malu dengan nilai-nilai mereka. “Tentu saja hal itu merembes ke dunia kencan juga,” kata Lea tentang pergeseran budaya ini, yang menambahkan bahwa “popularitas monogami, pernikahan, dan memulai keluarga tumbuh jauh melampaui gerakan konservatif.”

Kebangkitan kencan konservatif ini terjadi ketika pola hubungan romantis terus bergeser. Orang Amerika mengalami jumlah seks terendah sepanjang masa, menurut laporan Institute for Family Studies. Pernikahan juga mengalami penurunan. Sementara itu, kelelahan terhadap aplikasi kencan tampaknya berada pada level tertinggi sepanjang masa.

Lauren Kenzie, manajer media sosial berusia 23 tahun dari Fresno, California, yang percaya bahwa membakar bendera Amerika harus ilegal, sering menggunakan TikTok untuk menyiarkan apa yang dia inginkan, dan tidak inginkan, dalam pasangan. Dalam satu postingan, melantunkan audio dari lagu Kesha tahun 2010 “Grow a Pear,” dia menyarankan bahwa dia tidak akan pernah berkencan dengan pria liberal karena mereka memiliki “vagina.”

Politik selalu memainkan peran penting dalam siapa yang orang kencani, tetapi terutama bagi kaum konservatif, yang sering menghadapi lebih banyak penolakan daripada kaum liberal karena aplikasi kencan menggantikan pertemuan analog. Meskipun aplikasi sayap kanan seperti Patrio, Righter, dan Donald Daters diluncurkan sekitar masa jabatan pertama Trump, mereka tetap kesulitan menemukan basis pengguna yang luas.

Di TikTok, Partai Republik telah diejek karena bersembunyi di balik label “moderat” atau “tidak politis,” atau menghapusnya sama sekali. Perempuan yang condong ke kiri menekankan bahwa menjadi pendukung Trump menandakan bendera merah langsung untuk pasangan potensial. “Dia tidak perlu khawatir jika Anda seorang misoginis, Anda memilih salah satunya,” catat satu pengguna TikTok.

Namun hari ini, kaum konservatif muda tampaknya lebih berani untuk bersuara. Pada Juli, setelah menghadiri acara Turning Point USA, pelatih kinerja kesehatan Julian Becerra mengunggah video yang memuji nilai-nilai hubungan tradisional di mana “pria adalah kepala rumah tangga dan perempuan tidak diharuskan bekerja dan menaiki tangga korporasi yang gila dan melapor kepada bos laki-laki. Dia bisa membesarkan keluarga seperti yang dimaksudkan.” Video tersebut mendapat lebih dari 1.600 komentar.

Beberapa akademisi menyarankan bahwa promosi utopia domestik selama era pemerintahan yang drakonian melayani tujuan penting. Dalam “Mothers in the Fatherland: Women, the Family, and Nazi Politics,” sejarawan Claudia Koonz berpendapat bahwa dalam rezim otoriter masa lalu, perempuan sangat penting dalam membentuk bagaimana masyarakat menghadapi realitas barunya dengan menyuapi narasi tentang subordinasi dan konformitas.

“Saya banyak menonton podcast Brett Cooper. Dia baru saja melahirkan bayinya. Dia memiliki suami yang tampan dan rumah yang indah. Dia adalah suara yang sangat besar untuk perempuan saat ini,” kata Lacey tentang influencer konservatif yang populer di kalangan Gen Z itu.

Studi telah mengonfirmasi, bagaimanapun, laki-laki mengalami kesepian pada tingkat yang sedikit lebih tinggi daripada perempuan, dan sering kali lebih sulit mencari dukungan. Dan perempuan menghasilkan lebih banyak daripada laki-laki di beberapa kota AS, menurut analisis Pew Research Center, yang mungkin menjelaskan mengapa mereka lebih selektif saat berkencan. Beberapa penelitian mencatat bahwa perempuan yang tidak menikah cenderung lebih bahagia.

“Laki-laki ingin menikahi perempuan yang feminin, menarik, dan baik sedangkan perempuan ingin menikahi laki-laki yang kuat, maskulin, dan pekerja keras,” kata Lea. “Kami menghabiskan beberapa dekade terakhir berpura-pura ini bukan kebenaran tetapi sekarang, dengan Presiden Trump memimpin negara dan budaya kami, dunia kencan dapat kembali ke apa yang selalu terjadi: normal.”

Namun bahkan “normal” pun berubah bagi kaum konservatif. Lacey berharap situs webnya akan membuahkan hasil. Sampai saat itu, ia berniat mencari nafkah melalui OnlyFans; kontennya adalah campuran adegan seks solo dan dengan pasangan. “Tradisional adalah tradisional, tetapi tradisi berevolusi. Kita berada di hari dan usia baru,” katanya. “Dulu, tradisional berarti Anda bisa bertahan hidup dari satu pendapatan.”

Itu tidak mungkin lagi, katanya kepada saya, menjelaskan bahwa dia senang membuat pengorbanan ini sekarang untuk membangun masa depan yang stabil untuk keluarganya, mimpi yang termasuk menetap di peternakan dengan suami dan tiga anak. “Hanya karena Anda merekam video dan mempostingnya tidak serta merta mengeluarkan Anda dari peran tradisional,” katanya. “Meskipun, sampai batas tertentu, kita semua gagal memenuhi keyakinan kita.”

Perkembangan teknologi seperti AI FaceAge yang mampu memprediksi usia biologis pasien kanker menunjukkan bagaimana kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Demikian pula, teknologi AI untuk skrining kanker membuktikan bahwa inovasi digital terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern.

Enceladus Miliki Senyawa Organik Baru, Potensi Kehidupan Makin Nyata

0

Telset.id – Sebuah studi terbaru terhadap Enceladus, salah satu bulan Saturnus, berhasil mendeteksi sejumlah senyawa organik yang belum pernah tercatat sebelumnya di sana. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy ini memberikan petunjuk baru tentang komposisi kimia interior dunia es tersebut sekaligus harapan segar bahwa ia bisa mendukung kehidupan. Para peneliti menganalisis data dari wahana Cassini yang diluncurkan pada 1997 dan mempelajari Saturnus beserta bulannya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya hancur pada 2017.

Untuk Enceladus, Cassini mengumpulkan data dari fragmen es yang terlontar dengan kuat dari samudra bawah permukaan bulan ke luar angkasa. Enceladus adalah satu dari 274 benda langit yang sejauh ini ditemukan dalam tarikan gravitasi Saturnus. Diameternya sekitar 500 kilometer, menjadikannya satelit terbesar keenam planet tersebut. Meski tidak menonjol dalam hal ukuran, bulan ini terkenal karena cryovolcano-nya—geyser di kutub selatan Enceladus yang menyemburkan uap air dan pecahan es.

Gumpalan material yang terlontar bisa memanjang hampir 10.000 kilometer, lebih jauh dari jarak Meksiko ke Patagonia, dan sebagian material ini naik ke luar angkasa. Cincin utama terluar Saturnus—cincin E—terutama terdiri dari es yang terlontar ke angkasa oleh Enceladus. Material ini diduga berasal dari ruang air asin di bawah kerak es bulan yang terhubung dengan inti batunya. Sangat mungkin reaksi kimia sedang berlangsung di sana, di bawah tekanan dan panas tinggi.

Hingga kini, sebagian besar analisis kimia es dari Enceladus dilakukan pada partikel yang mengendap di cincin E Saturnus. Namun selama terbang lintas berkecepatan tinggi di dekat bulan pada 2008, Cassini cukup beruntung untuk langsung mengambil sampel fragmen yang baru saja terlontar dari cryovolcano. Makalah penelitian baru ini menganalisis ulang data tersebut, mengonfirmasi kehadiran molekul organik yang sebelumnya terdeteksi, sekaligus mengungkap senyawa yang sebelumnya tak terlihat.

“Senyawa semacam itu diyakini sebagai perantara dalam sintesis molekul yang lebih kompleks, yang berpotensi relevan secara biologis. Namun penting untuk dicatat bahwa molekul-molekul ini juga dapat terbentuk secara abiotik,” ujar Nozair Khawaja, ilmuwan planet di Freie Universität Berlin dan penulis utama studi, kepada Reuters.

Penemuan ini secara signifikan memperluas jangkauan molekul organik yang terkonfirmasi di Enceladus. Kuncinya adalah bahwa senyawa tersebut muncul dalam partikel yang baru terlontar, mengindikasikan bahwa mereka terbentuk di dalam samudra tersembunyi bulan atau dalam kontak dengan antarmuka internalnya, bukan selama perjalanan melalui cincin E atau akibat paparan kondisi luar angkasa.

Hal ini memperkuat hipotesis bahwa proses hidrotermal di bawah permukaan Enceladus bisa menghasilkan kimia organik yang kaya. Menggabungkan penelitian baru ini dengan studi sebelumnya, ilmuwan kini telah menemukan lima dari enam elemen esensial untuk kehidupan—karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, dan sulfur—dalam material yang terlontar dari satelit tersebut.

Ini sendiri bukanlah penemuan kehidupan, maupun biosignature—tanda-tanda kehidupan. Namun, penelitian ini mengonfirmasi bahwa Enceladus memiliki tiga kondisi dasar bagi kehidupan untuk terbentuk: air cair, sumber energi, serta elemen dan senyawa organik esensial.

“Enceladus adalah, dan harus dinilai sebagai, target utama untuk mengeksplorasi kelayakhunian dan mencari apakah ada kehidupan atau tidak,” tegas Khawaja.

Implikasi untuk Pencarian Kehidupan di Tata Surya

Temuan senyawa organik baru di Enceladus ini menempatkannya sebagai salah satu lokasi paling menarik dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dengan adanya samudra air cair di bawah permukaan es, sumber energi dari aktivitas hidrotermal, dan kini beragam senyawa organik, Enceladus memenuhi banyak kriteria untuk lingkungan yang layak huni.

Penemuan ini juga mendukung upaya eksplorasi lebih lanjut ke bulan-bulan es di tata surya kita. Seperti yang ditunjukkan dalam penelitian tentang Robot Prototipe NASA Siap Jelajahi Bulan Es Jupiter untuk Cari Kehidupan Asing, badan antariksa dunia semakin fokus pada eksplorasi dunia samudra ini.

Analisis data Cassini yang berkelanjutan terus memberikan wawasan berharga tentang komposisi kimia Enceladus. Meski misi Cassini telah berakhir pada 2017, data yang dikumpulkannya masih menjadi sumber penemuan penting. Para ilmuwan memperkirakan masih banyak informasi berharga yang dapat digali dari arsip data misi bersejarah ini.

Ke depan, misi khusus ke Enceladus mungkin diperlukan untuk memastikan potensi kehidupan di sana. Misi semacam itu bisa melibatkan pendarat yang mampu menganalisis material dari cryovolcano secara langsung, atau bahkan probe yang dapat menembus lapisan es untuk mencapai samudra bawah permukaan.

Seperti yang diungkap dalam artikel tentang 10 Temuan Mencengangkan Tentang Alien, pencarian kehidupan di luar Bumi terus menghasilkan temuan mengejutkan yang mengubah pemahaman kita tentang kemungkinan kehidupan di alam semesta.

Penemuan di Enceladus ini juga relevan dengan diskusi tentang Alien Seram Bisa Mengubah Planet Keras Menjadi “Surga”?, yang mengeksplorasi bagaimana kehidupan dapat beradaptasi dan bahkan mengubah lingkungan ekstrem menjadi habitat yang layak.

Dengan setiap penemuan baru, pemahaman kita tentang kondisi yang diperlukan untuk kehidupan terus berkembang, membuka kemungkinan bahwa kehidupan mungkin lebih umum di alam semesta daripada yang pernah kita bayangkan sebelumnya.

Satelit Geostasioner Bocor, Data Sensitif Terbuka untuk Umum

0

Telset.id – Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar separuh sinyal satelit geostasioner yang membawa komunikasi sensitif konsumen, korporasi, dan pemerintah ternyata tidak terenkripsi dan dapat disadap dengan peralatan sederhana. Tim peneliti dari UC San Diego dan University of Maryland berhasil mengumpulkan berbagai data rahasia termasuk percakapan telepon, pesan teks, komunikasi militer, dan data infrastruktur kritis hanya menggunakan sistem penerima satelit seharga $800.

Selama tiga tahun, para peneliti mengembangkan dan menggunakan sistem penerima satelit komersial yang dipasang di atap gedung universitas di La Jolla, San Diego. Dengan hanya mengarahkan piringan satelit mereka ke berbagai satelit dan menghabiskan bulanan untuk menginterpretasi sinyal yang tidak terlindungi, mereka berhasil mengumpulkan kumpulan data pribadi yang mengkhawatirkan.

“Ini benar-benar mengejutkan kami. Ada beberapa bagian penting infrastruktur kami yang mengandalkan ekosistem satelit ini, dan kecurigaan kami adalah semuanya akan terenkripsi,” kata Aaron Schulman, profesor UCSD yang memimpin penelitian. “Tapi berulang kali, setiap kali kami menemukan sesuatu yang baru, ternyata tidak terenkripsi.”

Diagram satelit mengelilingi Bumi menunjukkan area sampel peneliti

Kelompok peneliti ini mempresentasikan makalah mereka yang berjudul “Don’t Look Up” di konferensi Association for Computing Machinery di Taiwan. Judul tersebut merupakan referensi dari film tahun 2021 dengan nama yang sama, tetapi juga frasa yang menggambarkan strategi keamanan siber yang tampaknya diadopsi oleh sistem komunikasi satelit global.

“Mereka berasumsi bahwa tidak akan ada yang pernah memeriksa dan memindai semua satelit ini untuk melihat apa yang ada di luar sana. Itu adalah metode keamanan mereka,” jelas Schulman. “Mereka benar-benar tidak berpikir ada yang akan melihat ke atas.”

Percakapan Telepon dan Data Penerbangan Terbuka

Para peneliti mengatakan mereka telah menghabiskan hampir setahun terakhir memperingatkan perusahaan dan agensi yang data sensitifnya mereka temukan terbuka dalam komunikasi satelit. Sebagian besar, termasuk T-Mobile, dengan cepat mengenkripsi komunikasi tersebut dan melindungi data. Namun beberapa pemilik infrastruktur kritis AS yang rentan masih belum menambahkan enkripsi ke sistem berbasis satelit mereka.

Panggilan telepon dan pesan teks yang diperoleh para peneliti khususnya terbuka karena penggunaan komunikasi satelit oleh operator telekomunikasi yang sering diabaikan untuk menawarkan cakupan seluler kepada pengguna telepon biasa yang terhubung ke menara sel di lokasi terpencil.

Diagram cara kerja menara sel satelit dan penerima satelit

Siapa pun yang menyiapkan penerima satelit mereka sendiri di wilayah yang sama dengan salah satu menara sel terpencil tersebut – seringkali berjarak ribuan mil – dapat mengambil sinyal yang sama yang dimaksudkan untuk menara tersebut. Hal ini memungkinkan tim peneliti untuk memperoleh setidaknya sejumlah data backhaul tidak terenkripsi dari operator T-Mobile, AT&T Mexico, dan Telmex.

Data T-Mobile sangat signifikan: Dalam hanya sembilan jam perekaman komunikasi satelit backhaul T-Mobile dari piringan tunggal mereka, para peneliti mengumpulkan nomor telepon lebih dari 2.700 pengguna serta semua panggilan telepon dan pesan teks yang mereka terima selama waktu itu.

“Ketika kami melihat semua ini, pertanyaan pertama saya adalah, apakah kami baru saja melakukan kejahatan? Apakah kami baru saja melakukan penyadapan?” kata Dave Levin, profesor ilmu komputer University of Maryland yang ikut memimpin penelitian. Faktanya, tim tidak secara aktif mencegat komunikasi apa pun, hanya mendengarkan secara pasif apa yang dikirim ke piringan penerima mereka.

Peneliti juga menemukan bahwa Telmex Meksiko mentransmisikan panggilan suara tidak terenkripsi. Mereka lebih lanjut menemukan bahwa AT&T Mexico mentransmisikan data mentah melalui satelit yang mencakup lalu lintas internet pengguna – sebagian besar dienkripsi dengan HTTPS oleh aplikasi atau browser yang mereka gunakan – tetapi juga beberapa metadata panggilan dan pesan teks.

Komunikasi Militer dan Infrastruktur Kritis Terbuka

Piringan satelit para peneliti juga berhasil menarik kumpulan signifikan komunikasi militer dan penegak hukum yang tidak terlindungi. Mereka memperoleh, misalnya, komunikasi internet tidak terenkripsi dari kapal laut militer AS, serta nama-nama kapal tersebut.

Untuk militer dan penegak hukum Meksiko, paparannya jauh lebih buruk: Para peneliti mengatakan mereka menemukan apa yang tampaknya merupakan komunikasi tidak terenkripsi dengan pusat komando jarak jauh, fasilitas pengawasan, dan unit militer dan penegak hukum Meksiko. Dalam beberapa kasus, mereka melihat transmisi tidak terlindungi dari informasi intelijen sensitif tentang aktivitas seperti perdagangan narkoba.

“Ketika kami mulai melihat helikopter militer, bukan volume data yang mengkhawatirkan, tetapi sensitivitas ekstrem dari data itu yang membuat kami prihatin,” kata Schulman.

Sama sensitifnya, mungkin, adalah komunikasi sistem industri dari infrastruktur kritis seperti jaringan listrik dan platform minyak dan gas lepas pantai. Dalam satu kasus, mereka menemukan bahwa Comisión Federal de Electricidad (CFE), utilitas listrik milik negara Meksiko dengan hampir 50 juta pelanggan, mentransmisikan komunikasi internalnya secara terbuka – mulai dari perintah kerja yang mencakup nama dan alamat pelanggan hingga komunikasi tentang kegagalan peralatan dan bahaya keselamatan.

Dalam kasus lain yang belum mereka rinci secara publik, para peneliti mengatakan mereka juga memperingatkan pemilik infrastruktur AS tentang komunikasi satelit tidak terenkripsi untuk perangkat lunak sistem kontrol industri. Dalam panggilan telepon mereka dengan pemilik infrastruktur tersebut, beberapa pemilik bahkan mengungkapkan kekhawatiran bahwa aktor jahat mungkin memiliki kemampuan tidak hanya untuk memantau sistem kontrol fasilitas mereka, tetapi juga, dengan kecanggihan yang cukup, berpotensi menonaktifkan atau memalsukannya untuk mengutak-atik operasi fasilitas.

Para peneliti memperoleh berbagai macam data korporasi dan konsumen lainnya: Mereka menarik data Wi-Fi dalam penerbangan untuk sistem Intelsat dan Panasonic yang digunakan oleh 10 maskapai penerbangan berbeda. Dalam data tersebut, mereka menemukan metadata tidak terenkripsi tentang aktivitas penelusuran pengguna dan bahkan audio tidak terenkripsi dari program berita dan pertandingan olahraga yang disiarkan kepada mereka.

Mereka juga memperoleh email korporat dan catatan inventaris anak perusahaan Walmart di Meksiko, komunikasi satelit ke ATM yang dikelola oleh Santander Mexico, serta bank Meksiko Banjercito dan Banorte. Seperti yang terjadi dengan insiden hilangnya pesawat NASA di Mars, teknologi canggih ternyata masih memiliki celah keamanan yang serius.

Jumlah data terkait Meksiko dalam temuan para peneliti tentu saja bukan kebetulan. Meskipun piringan satelit mereka secara teknis mampu mengambil transmisi dari sekitar seperempat langit, sebagian besar wilayah itu termasuk Samudra Pasifik, yang memiliki relatif sedikit satelit di atasnya, dan hanya sebagian kecil transponder pada satelit yang dilihatnya yang mentransmisikan data ke arah piringannya.

Hasilnya, para peneliti memperkirakan, mereka hanya memeriksa 15 persen komunikasi transponder satelit global, sebagian besar di AS barat dan Meksiko. Itu menunjukkan siapa pun dapat menyiapkan perangkat keras serupa di tempat lain di dunia dan kemungkinan akan memperoleh kumpulan informasi sensitif mereka sendiri.

Bagaimanapun, para peneliti membatasi eksperimen mereka hanya pada perangkat keras satelit komersial: piringan satelit $185, mount atap $140 dengan motor $195, dan kartu tuner $230, total kurang dari $800. “Ini bukan sumber daya tingkat NSA. Ini adalah sumber daya tingkat pengguna DirecTV. Hambatan masuk untuk serangan semacam ini sangat rendah,” kata Matt Blaze, ilmuwan komputer dan kriptografer di Georgetown University.

Para peneliti mengakui bahwa pekerjaan mereka mungkin memungkinkan orang lain dengan niat kurang baik untuk menarik data yang sangat sensitif yang sama dari luar angkasa. Namun mereka berargumen itu juga akan mendorong lebih banyak pemilik data komunikasi satelit tersebut untuk mengenkripsi data itu, untuk melindungi diri mereka sendiri dan pelanggan mereka.

Garena Ramaikan IGDX 2025 dengan Game Lokal dan Diskusi Industri

0

Telset.id – Bayangkan sebuah panggung di mana developer game muda Indonesia berdiri sejajar dengan menteri dan pelaku industri global. Itulah pemandangan yang terjadi di Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 yang baru saja berakhir di Bali. Garena Indonesia bukan sekadar hadir sebagai sponsor, tetapi sebagai katalisator yang membawa angin segar bagi ekosistem game lokal.

Acara yang berlangsung hingga 11 Oktober 2025 di The Stones Hotel, Bali ini menjadi bukti nyata bahwa industri game Indonesia sedang berada di titik balik yang menarik. Garena, dengan segala pengalaman globalnya, datang bukan dengan solusi impor, tetapi dengan membawa karya anak bangsa yang siap bersaing. Bagaimana mereka melakukannya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Di tengah gencarnya potensi besar industri game RI yang mencapai Rp 30 triliun, kehadiran Garena di IGDX 2025 seperti oase di padang pasir. Mereka tidak hanya datang dengan booth megah, tetapi dengan komitmen nyata untuk mendorong talenta lokal. Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, tampak antusias menyambut pembukaan acara bersama Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid.

Rotasella: Game Lokal yang Mencuri Perhatian Menteri

Yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran “Rotasella”, game buatan Tim Flying Dutchman yang merupakan pemenang Garena Game Jam 2. Tiga mahasiswa ITB – Muhammad Jafar Fadli (Teknik Telekomunikasi), Luzhanifa Savina Yasmine (Bio-engineering), dan Izzah Imani (DKV) – berhasil menciptakan karya yang tidak hanya memenangi kompetisi, tetapi juga mendapat apresiasi langsung dari Menkominfo.

Momen bersejarah terjadi ketika Izzah Imani dengan percaya diri menjelaskan gameplay Rotasella kepada Meutya Hafid, didampingi Hans Saleh. Yang lebih menarik, menteri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi benar-benar mencoba game tersebut. Bayangkan, sebuah karya mahasiswa diuji langsung oleh pemegang kebijakan tertinggi di bidang digital Indonesia.

Keberhasilan Tim Flying Dutchman ini menjadi bukti bahwa program inkubasi seperti Garena Game Jam bukan sekadar ceremonial. Kompetisi yang berlangsung pada Januari 2025 itu ternyata memberikan dampak nyata, dengan memberikan panggung internasional bagi pemenangnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara korporasi dan akademisi bisa melahirkan inovasi yang siap dipasarkan.

Diskusi Industri: Membedah Pasar Game Mobile Indonesia

Garena tidak hanya datang dengan game, tetapi juga dengan pengetahuan mendalam tentang industri. Dalam sesi panel diskusi bertema “Membedah Pasar Industri Game Mobile”, Hans Saleh berbagi panggung dengan CEO Dream Studio, Julio Andryanto, dan Head of Apps Google SEA, Denis Nichifor.

Diskusi ini menjadi sangat relevan mengingat Indonesia adalah salah satu pasar game mobile terbesar di dunia. Namun, seperti yang terungkap dalam analisis sebelumnya, 97,5% pasar masih dikuasai oleh game asing. Panel diskusi ini mencoba mencari solusi bagaimana developer lokal bisa merebut pangsa pasar yang seharusnya menjadi hak mereka.

Yang menarik dari pendekatan Garena adalah mereka tidak hanya fokus pada aspek komersial, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan. Seperti yang terlihat dari konsistensi mereka dalam mendukung tim esports Indonesia, kini mereka memperluas dukungan ke sisi development. Ini adalah strategi jangka panjang yang cerdas – membangun dari akar rumput.

Masa Depan Industri Game Indonesia Pasca-IGDX 2025

Keberhasilan IGDX 2025, yang menurut laporan sebelumnya berhasil mencatat potensi kemitraan bisnis game global senilai US$75 juta, seharusnya menjadi wake-up call bagi semua pemangku kepentingan. Garena telah menunjukkan contoh nyata bagaimana korporasi global bisa berperan aktif dalam membangun ekosistem game lokal.

Pertanyaannya sekarang: apakah momentum ini akan berlanjut? Keberhasilan Rotasella di booth Garena membuktikan bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan developer internasional. Yang mereka butuhkan adalah platform dan dukungan yang tepat. Garena, dengan jaringan global dan pengalaman mengelola game seperti Free Fire yang menjadi yang paling banyak diunduh selama enam tahun berturut-turut, memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan.

Namun, tantangan terbesar mungkin justru ada di consistency. Program seperti Garena Game Jam harus berlanjut, tidak hanya sebagai event satu kali. Dukungan untuk tim seperti Flying Dutchman harus berkelanjutan, hingga karya mereka benar-benar bisa diluncurkan ke pasar global. Inilah yang akan menentukan apakah Indonesia benar-benar bisa menjadi player signifikan dalam industri game dunia, atau tetap menjadi konsumen pasif.

Seperti yang kita lihat dari inovasi berkelanjutan yang dilakukan Garena dalam game-game mereka, konsistensi adalah kunci. Kini, tantangannya adalah menerapkan prinsip yang sama dalam membangun developer lokal. Jika berhasil, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat game karya anak bangsa mendominasi chart global.

IGDX 2025 mungkin telah berakhir, tetapi perjalanan sebenarnya baru dimulai. Dengan komitmen dari pemain seperti Garena, dukungan pemerintah melalui Kominfo, dan talenta muda yang terus bermunculan, masa depan industri game Indonesia terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Tinggal menunggu waktu saja sebelum Rotasella dan karya-karya lokal lainnya bisa berbicara lebih lantang di kancah global.

Apple Vision Pro Akan Siarkan Langsung Pertandingan LA Lakers

0

Telset.id – Bayangkan menyaksikan aksi spektakuler LeBron James dan kawan-kawan seolah-olah Anda duduk di baris depan Staples Center, tanpa perlu beranjak dari sofa. Inilah yang akan dihadirkan Apple melalui kemitraan eksklusif dengan Spectrum SportsNet untuk menyiarkan pertandingan Los Angeles Lakers langsung di Apple Vision Pro musim 2025-2026.

Kolaborasi strategis ini bukan sekadar tambahan konten biasa. Apple mengklaim pengalaman menonton basket dalam format immersive akan menawarkan “perspektif yang mustahil ditangkap siaran tradisional.” Bagaimana tidak? Pertandingan akan difilmkan menggunakan Apple Immersive Video Format – teknologi yang sama yang digunakan untuk film konser Metallica yang dirilis awal tahun ini. Teknologi ini dirancang khusus untuk pengalaman realitas virtual yang mendalam.

Bagi pemilik Apple Vision Pro yang selama ini mengeluh perangkat seharga $3.500 mereka lebih sering berdebu daripada digunakan, inilah alasan sempurna untuk kembali mengenakannya. Namun, ada beberapa batasan yang perlu dicatat. Siaran langsung hanya tersedia untuk pengguna di wilayah siaran regional Lakers – meliputi California Selatan, Hawaii, dan sebagian Nevada selatan. Kemungkinan besar juga memerlukan langganan khusus, meski Apple belum mengungkapkan detail paket berlangganannya.

Ilustrasi pengalaman menonton basket di Apple Vision Pro dengan tampilan immersive

Meski demikian, kabar baiknya adalah replay lengkap dan highlight pertandingan akan dapat diakses di “negara dan wilayah terpilih melalui aplikasi SportsNet dan NBA.” Ini memberi kesempatan lebih luas bagi penggemar basket global untuk merasakan pengalaman baru tersebut.

Jadwal pertandingan spesifik belum diumumkan, namun Apple dan Spectrum berjanji akan mengungkap rencana final mereka musim gugur ini, dengan pertandingan pertama diperkirakan mulai streaming awal 2026. Waktu yang cukup bagi para penggemar untuk mempersiapkan diri – dan mungkin menabung untuk headset jika belum memilikinya.

Ini merupakan langkah signifikan Apple dalam mengisi kekosongan konten olahraga yang memanfaatkan fitur unik Vision Pro. Selama ini, konsensus umum mengakui Vision Pro sebagai perangkat konsumsi media yang hebat, namun pemrograman olahraga yang benar-benar memanfaatkan kemampuannya masih sangat terbatas.

Apple memang telah menyediakan akses ke Friday Night Baseball dan Major League Soccer, namun NBA menjadi liga olahraga arus utama pertama yang benar-benar berusaha menawarkan pengalaman khusus untuk Vision Pro. Bukan hanya sekadar menonton pertandingan live, aplikasi NBA visionOS dapat menampilkan statistik pemain real-time, streaming beberapa pertandingan sekaligus dalam mode multiview, dan bahkan menampilkan tampilan meja permainan dengan lapangan 3D dan pemain mini.

Langkah ini datang di saat yang tepat. Dengan kompetisi dari Samsung yang sedang mengembangkan headset XR dan Vivo dengan Vision Explorer Edition yang lebih ringan, Apple perlu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk tetap setuh pada ekosistem mereka. Apalagi dengan bocoran mengenai Samsung Galaxy XR yang dikabarkan akan menjadi pesaing serius, tekanan kompetitif semakin nyata.

Strategi ini juga sejalan dengan laporan bahwa Apple lebih memprioritaskan kacamata pintar daripada versi Vision Pro yang lebih ringan dan murah. Dalam situasi seperti ini, hal terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyediakan konten baru yang menarik bagi pemilik existing. Memberikan mereka alasan untuk terus menggunakan perangkat yang sudah mereka beli.

Memang, tidak semua orang menyukai Lakers. Tapi jika kolaborasi ini membuka pintu bagi lebih banyak siaran olahraga langsung di masa depan, itu jelas kabar baik bagi seluruh penggemar olahraga. Bayangkan jika nantinya pertandingan NBA playoffs, Super Bowl, atau bahkan Piala Dunia bisa dinikmati dengan pengalaman immersive seperti ini.

Pertanyaannya sekarang: apakah ini akan menjadi masa depan olahraga yang kita tonton? Apakah suatu hari nanti kita akan lebih memilih menonton pertandingan dengan headset VR daripada di layar datar? Dengan langkah Apple kali ini, masa depan tersebut mungkin lebih dekat dari yang kita kira.

Starship SpaceX Uji Terbang ke-11: Target Baru dan Strategi Landing

0

Telset.id – SpaceX bersiap menorehkan sejarah baru dalam program pengembangan Starship. Uji terbang ke-11 megaroket revolusioner ini dijadwalkan lepas landas dari Starbase, Texas, pada Senin 13 Oktober pukul 19.15 waktu setempat. Bagi Anda yang penasaran dengan momen bersejarah ini, siaran langsung bisa diakses 30 menit sebelum peluncuran melalui website resmi SpaceX dan platform X.

Langkah SpaceX kali ini bukan sekadar rutinitas. Setelah sukses mengantarkan muatan ke luar angkasa dalam uji terbang Agustus lalu, perusahaan Elon Musk ini kembali menaikkan level eksperimen. Yang menarik, misi kali ini menggunakan booster Super Heavy yang pernah terbang sebelumnya—sebuah bukti nyata komitmen SpaceX menuju sistem roket yang benar-benar dapat digunakan kembali.

Bayangkan: dari 33 mesin Raptor yang mendorong roket raksasa ini, 24 di antaranya sudah memiliki pengalaman terbang. Ini bukan lagi sekadar uji coba, melainkan demonstrasi kedewasaan teknologi yang semakin mendekati visi akhir: transportasi antariksa yang terjangkau dan berkelanjutan.

Starship SpaceX di landasan peluncuran Starbase Texas menjelang uji terbang ke-11

Jika menengok ke belakang, perjalanan Starship memang penuh lika-liku. Detik-detik Pesawat Starship SpaceX Meledak sempat menjadi perhatian dunia, namun SpaceX justru bangkit lebih kuat. Kegagalan awal tahun lalu yang diikuti kesuksesan uji terbang Agustus membuktikan resilience perusahaan ini dalam menghadapi tantangan pengembangan teknologi ruang angkasa.

Misi Lebih Ambisius dengan Pendekatan Realistis

Uji terbang ke-11 Starship membawa agenda yang lebih kompleks dibanding pendahulunya. SpaceX secara resmi mengonfirmasi tiga tujuan utama: mengumpulkan data eksperimen untuk pengembangan generasi berikutnya booster Super Heavy, melakukan stress-test pada heatshield Starship, dan mendemonstrasikan manuver yang meniru pendekatan akhir tahap atas untuk kembali ke lokasi peluncuran di masa depan.

Yang patut dicatat, meski memiliki kemampuan untuk menangkap booster dengan “chopsticks”, SpaceX memilih pendekatan konservatif untuk misi kali ini. Super Heavy akan mendarat di Teluk Meksiko, sementara Starship sendiri dijadwalkan mendarat di Samudra Hindia. Keputusan ini menunjukkan kematangan engineering—terkadang kemajuan terbesar justru datang dari mengetahui kapan harus berhenti sejenak.

Strategi landing yang berubah ini mengingatkan kita pada alasan-alasan teknis yang pernah menunda peluncuran Starship sebelumnya. SpaceX tampaknya belajar bahwa kesabaran dalam pengujian bertahap akan membuahkan hasil lebih baik daripada terburu-buru mengejar target yang belum siap.

Revolusi Payload dan Masa Depan Starlink

Untuk kesekian kalinya, SpaceX menggunakan delapan satelit Starlink simulator sebagai muatan demonstrasi. Pilihan ini bukan kebetulan. Dengan mengulang eksperimen yang sama, perusahaan bisa mengumpulkan data yang lebih konsisten dan terukur—sebuah pendekatan ilmiah yang jarang kita lihat dalam industri antariksa komersial.

Kesuksesan deployment muatan dalam uji terbang Agustus lalu menjadi momentum penting. Setelah mendapat lampu hijau untuk pengujian sebelumnya, kini SpaceX semakin percaya diri mengoperasikan Starship dalam misi yang semakin kompleks. Ini merupakan perkembangan signifikan mengingat betapa krusialnya kemampuan deployment payload untuk masa depan misi komersial dan eksplorasi.

Pertanyaannya: kapan kita akan melihat Starship membawa muatan sungguhan? Dengan ritme pengujian yang semakin intens, jawabannya mungkin lebih dekat dari yang kita duga. Setiap sukses uji terbang seperti ini membawa kita selangkah lebih dekat ke era dimana perjalanan ke bulan—bahkan Mars—menjadi rutinitas.

Sebagai penutup, peluncuran Starship uji terbang ke-11 bukan sekadar angka dalam kalender SpaceX. Ini adalah testament tentang bagaimana kegigihan, pembelajaran dari kegagalan, dan pendekatan bertahap bisa membawa manusia melampaui batas-batas yang sebelumnya tak terbayangkan. Dan untuk kita yang menyaksikan dari bumi, ini adalah pengingat bahwa masa depan eksplorasi antariksa sedang ditulis di depan mata kita.

Fujifilm Luncurkan Instax Mini Evo Gentle Rose di Indonesia

0

Telset.id – Apakah Anda mencari cara baru yang lebih personal dan elegan untuk mengabadikan momen kebersamaan? Fujifilm Indonesia menjawabnya dengan menghadirkan varian warna terbaru instax mini Evo: GENTLE ROSE. Warna lembut nan anggun ini bukan sekadar tambahan palet, melainkan pernyataan gaya yang berbicara tentang ekspresi diri di tengah masyarakat Indonesia yang gemar mendokumentasikan setiap cerita.

Diluncurkan secara resmi pada 25 September 2025, GENTLE ROSE melengkapi dua varian warna sebelumnya—hitam dan cokelat—dan menawarkan alternatif yang lebih personal dan stylish. Dalam pasar di mana memotret dan berbagi kenangan telah menjadi ritual sehari-hari, dari acara keluarga, pernikahan, wisuda, hingga sekadar kumpul santai, kehadiran instax mini Evo dengan sentuhan warna ini diharapkan dapat merangkul lebih banyak segmen pengguna.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan produk Fujifilm, instax mini Evo sebenarnya bukan pemain baru. Sejak diperkenalkan secara global pada 2021, kamera hybrid ini telah menarik perhatian berkat perpaduan unik antara teknologi digital dan cetak instan analog. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya tentang peluncuran Instax Mini Evo, kamera ini memungkinkan pengguna memotret, memilih foto favorit, lalu langsung mencetaknya dalam format khas instax mini. Bahkan, perangkat ini juga berfungsi sebagai printer smartphone, memudahkan Anda mencetak foto digital dari ponsel.

Lantas, apa yang membuat varian GENTLE ROSE istimewa? Warna ini menghadirkan kesan elegan dan personal yang cocok dijadikan sebagai pelengkap gaya atau hadiah spesial. Desainnya yang klasik dengan nuansa premium—lengkap dengan dial lensa, dial film, dan tuas cetak yang menyerupai kamera analog—dipadukan dengan warna rose yang lembut, menciptakan perangkat yang tidak hanya fungsional tetapi juga fashion-forward. Sensasi mekanis saat menggunakannya menambah pengalaman fotografis yang autentik, sesuai dengan tren anak muda yang menggemari estetika retro berpadu teknologi modern.

Content image for article: Fujifilm Luncurkan Instax Mini Evo Gentle Rose di Indonesia

Lebih Dari Sekadar Warna: Ekspresi Kreativitas Tanpa Batas

Fitur kreatif instax mini Evo menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari produk sejenis. Kamera ini dilengkapi dengan 10 efek lensa—seperti Soft Focus dan Light Leak—dan 10 efek film—termasuk Monochrome dan Retro—yang dapat dikombinasikan hingga menghasilkan 100 variasi berbeda. Bagi Anda yang ingin menambahkan sentuhan personal dalam mendokumentasikan cerita sehari-hari, dari ngopi bareng teman, menjelajahi tempat baru, hingga merayakan momen penting, fitur ini membuka ruang eksperimen tanpa batas.

Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, menegaskan bahwa instax mini Evo warna GENTLE ROSE bukan sekadar varian baru. “Ini adalah cara kami memberi ruang bagi pengguna di Indonesia untuk mengekspresikan kepribadian dan kreativitas mereka. Kami paham betul masyarakat Indonesia gemar mengabadikan dan berbagi momen—baik bersama keluarga, teman, mau pun komunitas mereka. Dengan peluncuran ini, kami ingin menghadirkan kamera yang terasa segar, stylish, dan dekat dengan karakter hangat budaya Indonesia,” ujarnya.

Komitmen Fujifilm dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia juga terlihat dari ragam produk sebelumnya. Seperti Fujifilm X-T4 yang ditujukan untuk kalangan profesional, atau edisi khusus Instax Mini 9 bertema Frozen 2 dan Star Wars yang menargetkan penggemar franchise populer. Kini, dengan GENTLE ROSE, Fujifilm semakin memperkuat posisinya di segmen lifestyle dan kreatif.

Harga dan Ketersediaan: Akses Mudah untuk Semua Kalangan

instax mini Evo varian GENTLE ROSE akan segera hadir di toko resmi Fujifilm Indonesia, mitra ritel kamera, serta platform e-commerce dengan harga ritel sekitar Rp 2.999.000. Harga ini terbilang kompetitif untuk sebuah perangkat yang menawarkan fleksibilitas sebagai kamera digital sekaligus printer instan. Bagi Anda yang tertarik dengan alternatif cetak foto praktis, Fujifilm juga telah menghadirkan solusi seperti ChatFoto yang memungkinkan cetak foto via WhatsApp, menunjukkan adaptasi brand terhadap kebiasaan konsumen modern.

Dengan peluncuran ini, Fujifilm tidak hanya memperluas pilihan warna, tetapi juga menegaskan komitmennya di pasar Indonesia, di mana instax™ telah identik dengan keceriaan, kreativitas, dan kedekatan antarindividu. Dari momen sederhana hingga peristiwa besar, instax mini Evo memudahkan siapa saja mengabadikan cerita lalu langsung membaginya. Lewat instax mini Evo GENTLE ROSE, Fujifilm Indonesia mengajak masyarakat merayakan setiap momen—dengan cara yang instan, kreatif, dan penuh warna.

Jadi, apakah Anda siap memberi warna baru pada koleksi gadget sekaligus mengangkat level kreativitas dalam mengabadikan momen? instax mini Evo GENTLE ROSE mungkin jawabannya.