Viral! Video Haru Polisi Beri Sembako ke Seorang Ibu Pengutil

Telset.id, Jakarta – Seorang ibu di Malaysia dengan tiga anak yang tinggal di Petaling Jaya, baru-baru ini tertangkap basah sedang mengutil di sebuah toko sembako. Namun, ada yang mengharukan dari akhir kisah ibu pengutil tersebut.

Dari video yang viral di Facebook, seperti dikutip Telset dari Mashable, kepala polisi distrik Nik Ezanee Mohd Faisal malah mengunjunginya dan membawakan beberapa hadiah berupa sembako.

Wanita 36 tahun tanpa nama itu kehilangan pekerjaan sebagai babysitter selama pandemi Covid-19. Suaminya tidak bekerja. Karena situasi pelik, ia mencoba mengutil beberapa makanan dan pembalut pereda demam.

{Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Gojek PHK 430 Karyawan}

Aksi Ibu pengutil dipergoki oleh pihak toko. Ia segera ditangkap oleh penjaga keamanan. Merasa dirugikan, pengelola toko melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Aparat dari distrik setempat pun segera datang ke lokasi kejadian.

Namun, alih-alih mendapat hukuman, nasib baik justru menghampiri Ibu pengutil ini. Dalam video rekaman yang dirilis oleh Polres Petaling Jaya, wanita itu terlihat menerima bahan makanan dan perlengkapan rumah dari departemen kesejahteraan, yang dikirim oleh Mohd Faisal.

Polisi Malaysia (Foto:Mashable SEA)

Polisi mengunjunginya di sebuah rumah reot di Lembah Subang pada 21 Januari 2021 sambil membawakan paket perawatan. Polisi mengklasifikasikan kasus wanita itu sebagai “tidak ada tindakan lebih lanjut”.

Polisi hanya menyarankan supaya pelaku tidak mengulangi perbuatan yang sama. Sang ibu pun menyampaikan rasa terima kasih kepada polisi karena telah berbelas kasih. “Saya sangat berterima kasih,” katanya.

{Baca juga: Terdampak Covid-19, Bos dan Ratusan Staf Dropbox Kena PHK}

Pandemi Covid-19 tak dimungkiri telah memberi dampak yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup banyak karyawan. Bukan saja sekedar dirumahkan untuk WFH, sebagian malah harus mengalami pemutusan hubungan kerja, alias PHK.

Di Indonesia misalnya, perusahaan sebesar Gojek terpaksa memberhentikan 430 karyawannya pada pertengahan 2020 silam. Pun demikian dengan Dropbox.

Dilaporkan New York Post, Dropbox terpaksa memutus hubungan kerja dengan 315 staf gara-gara terdampak pandemi Covid-19. Dropbox pun disebut akan mengalihkan sumber daya bisnis. [SN/IF]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -