Facebook Serahkan Nasib Larangan Trump ke Dewan Pengawas

Telset.id, Jakarta – Facebook merujuk kepada keputusan untuk menangguhkan tanpa batas waktu akun mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke dewan pengawas independen. Bagaimana hasilnya?

Perusahaan memblokir akses Trump ke akun Facebook dan Instagram karena kekhawatiran terkait kerusuhan dan kekerasan lebih lanjut setelah penyerbuan Capitol pada 6 Januari 2021 oleh para pendukung.

“Saya sangat yakin. Saya sangat yakin bahwa setiap orang yang melihat keadaan soal pengambilan keputusan dan kebijakan yang ada akan menyatakan setuju,” kata kepala urusan global Facebook, Nick Clegg.

{Baca juga: Diblokir Twitter dkk, Trump Bikin Akun Parler Pakai Nama “Person X”}

Seperti dikutip Telset dari Reuters, baru kali pertama ini Facebook memblokir akun milik presiden, perdana menteri, atau kepala negara yang masih menjabat. Platfotm lain pun serupa.

Facebook tidak meminta peninjauan yang dipercepat sehingga dewan menerima kasus tersebut, memiliki waktu maksimal 90 hari untuk membuat keputusan. Facebook wajib  menindaklanjuti rekomendasi.

Administrator halaman Facebook Trump akan memiliki opsi untuk mengirimkan pernyataan tertulis yang menentang keputusan dewan pengawas. Facebook telah meminta dewan untuk memberikan arahan.

Arahan itu berupa rekomendasi kapan para pemimpin politik dapat atau harus diblokir. Facebook tidak harus bertindak atas rekomendasi itu, tidak seperti keputusan dewan yang dimaksudkan untuk mengikat.

Dewan pengawas, yang saat ini memiliki 20 anggota, dibuat oleh Facebook sebagai tanggapan atas kritik atas penanganan konten-konten bermasalah. Pihak Trump belum mengomentari keputusan dewan.

YouTube Ikut Tangguhkan Channel Trump

Tweet Donald Trump Covid-19
Donald Trump (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, menyusul Facebook, Snapchat, Twitter dan lainnya yang telah lebih dulu memblokir bahkan menghapus secara permanen akun mantan Presiden Donald Trump, YouTube juga mengambil langkah serupa.

YouTube memperpanjang masa penangguhan channel milik Trump setidaknya selama satu minggu, terhitung sejak 22 Januari 2021. Alasan platform memperpanjang penangguhan adalah karena dianggap berpotensi memicu kekerasan seperti di Capitol.

{Baca juga: YouTube Perpanjang Masa Blokir Channel Donald Trump}

Dengan ekstensi penangguhan dari YouTube, 2,79 juta subscriber channel Donald Trump tidak akan dapat berkomentar di bawah video. Selama masa penangguhan juga, Trump masih dilarang meng-upload konten baru.

“Mengingat kekhawatiran tentang potensi kekerasan yang sedang berlangsung, saluran Donald J Trump akan dicegah untuk meng-upload video baru atau streaming selama minimal tujuh hari,” kata YouTube. [SN/IF]

SourceReuters

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -