Survei: Anak-anak Main Gadget 3,6 Jam Setiap Hari

Telset.id, Jakarta – Kecanduan gadget rupanya tak hanya dialami oleh anak-anak perkotaan di Indonesia. Anak-anak di Amerika Serikat ternyata juga mengalaminya, bahkan hingga mengorbankan waktu tidur dan bergaul mereka.

Hasil survei terhadap 4.520 anak-anak di berbagai penjuru AS yang diterbitkan dalam studi The Lancet Child & Adolescent Health mengungkapkan temuan yang cukup mengejutkan itu.

Menurut hasil survey penggunaan gadget pada anak tersebut, bahwa anak-anak berumur hingga 11 tahun rata-rata menghabiskan waktu hingga 3,6 jam untuk bermain gadget, komputer, menonton TV atau tablet.

Seperti dilansir Channelnewsasia, Kamis (27/9/2018), angka tersebut ternyata hampir dua kali 2 jam lebih lama dari batas maksimal yang dianjurkan oleh otoritas pendidikan di Negari Paman Sam itu.

Bahkan survei ini mengungkapkan hanya ada 1 dari 20 anak yang mengukuti pedoman hidup sehat, dari sisi waktu tidur, berolahraga dan menonton televisi, gadget dan sebagainya. Sedangkan anak yang tidak mengikuti tiga pedoman hidup sehat, jumlahnya mencapai 1/3 responden.

Baca juga: iOS 12 Diklaim Bisa Kurangi Kecanduan Gadget

Kurang tidur dan bermain gadget bagi anak-anak rupanya menimbulkan dampak yang cukup berbahaya karena bisa mengurangi kemampuan kognitif mereka seperti kemampuan berbicara, daya ingat dan daya pikir atau nalar.

“Kami mendapati bahwa menonton di perangkat hiburan lebih dari dua jam, menyebabkan penurunan perkembangan kognitif. Dokter anak, orang tua, pendidik dan pembuat kebijakan harus melakukan kampanye pembatasan waktu menonton di gadget, dan memprioritaskan tidur rutin yang sehat selama masa kanak-kanak dan remaja,” kata pimpinan studi Jeremy Walsh.

Sebagai informasi, Jeremy Walsh selain dikenal sebagai pengarang The Lancet Child & Adolescent Health, dia juga seorang periset The Children’s Hospital of Eastern Ontario Research Institute).

Dalam survei itu, periset juga melakukan tes enam jenis kemampuan kognitif terhadap responden. Tes ini disesuaikan dengan pendapatan rumah tangga, masa pubertas dan faktor lain yang mungkin memengaruhinya. Hasilnya kemudian diukur berdasarkan Pedoman Gerakan 24 jam Kanada untuk anak-anak.

Baca juga: Anak-Anak Hanya Tahan 7 Menit Tanpa Ponsel

Soal tidur dan olahraga, rekomendasi tersebut setara dengan yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tetapi Kanada adalah negara pertama yang mengusulkan batasan waktu yang boleh digunakan menonton layar dengan lampu latar (back lit screen).

Alhasil, hampir 30 persen responden gagal mencapai angka patokan rekomendasi, lebih dari 40 persen hanya bisa mencapai satu patokan, 25 persen responden mencapai dua patokan dan hanya 5 persen yang bisa memenuhi angka patokan tersebut.

Survei ini juga mengungkapkan setengah dari responden kurang tidur, 37 persen responen memenuhi batas waktu berkutat dengan layar ponsel mereka, dan hanya 18 persen menjalankan aktifitas fisik sesuai rekomendasi.

google play

Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel

Para ilmuwan dan pengajar semakin khawatir dengan tren penggunaan telepon seluler berlebihan dari usia dini, karena dapat menyebabkan berbagai masalah mulai dari kecanduan hingga penyakit gangguan perhatian (ADD).

Sebagian besar guru di negara Adidaya tersebut bahkan mengatakan bahwa smartphone telah menjadi gangguan di kelas karena mengikis kemampuan siswa untuk fokus.

Sejumlah negara telah melakukan upaya pencegahan kecanduan gadget pada anak, seperti Perancis yang mendesak orang tua supaya melarang anak-anak berusia di bawah 3 tahun untuk menonton TV.

Begitupun dokter anak Amerika juga mendukung larangan untuk memberikan tontonan layar sampai minimal usia 18 bulan. [WS/HBS]

Sumber: ChannelNewsAsia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0