Telset.id – Moris Suhendi, mantan Mitra Pengemudi Grab, berhasil mengembangkan usaha keluarga Warung Bude Pecel Khas Wonogiri dengan memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant. Penerapan rekomendasi AI tersebut mendorong penjualan menu bundling Paket Duo Hemat 48,42% lebih tinggi dibandingkan menu Pecel Campur satuan, membuktikan bahwa teknologi dapat membantu UMKM naik kelas.
Kisah Moris menjadi bagian dari kampanye Grab Indonesia bertajuk “Temukan Jawaban untuk Apa Pun” yang diluncurkan pada 12 Juni 2026. Kampanye ini bertujuan memperkenalkan AI sebagai alat bantu praktis bagi pelaku usaha. Dalam waktu kurang dari lima bulan, mitra merchant telah berinteraksi dengan Asisten AI GrabMerchant lebih dari satu juta kali dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 96,1%.
Perjalanan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bermula pada 1998 ketika orang tua Moris merantau ke Tangerang. Sang ibu, Sari, mulai berjualan pecel keliling di sekitar sekolah dasar, pasar, dan kompleks permukiman. Setelah menyelesaikan sekolah, Moris mulai membantu usaha ibunya sebelum akhirnya bergabung sebagai Mitra Pengemudi Grab pada 2019.
Melalui pekerjaannya sebagai pengemudi, Moris melihat bagaimana berbagai usaha kuliner menerima pesanan melalui platform digital. Pengalaman itu mendorongnya mendaftarkan usaha keluarga sebagai Mitra Merchant GrabFood pada 2021. Sejak tersedia di aplikasi, Warung Bude Pecel Khas Wonogiri mulai menerima pesanan dari pelanggan baru di luar wilayah operasional mereka.
“Sebelumnya, ibu saya hanya berjualan di lingkungan sekitar Kelurahan Tajur. Setelah bergabung dengan Grab, jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Pesanan bisa datang dari Bintaro hingga Kunciran,” ujar Moris.
Dalam mengembangkan usaha, Moris juga pernah memenangkan GrabModal Mantul Challenge dan memperoleh pinjaman modal usaha senilai lebih dari 10 juta rupiah. Kini, ia aktif mempelajari berbagai fitur aplikasi GrabMerchant, termasuk Asisten AI yang membantunya mengelola toko mulai dari mengubah jam operasional hingga menonaktifkan menu yang tidak tersedia.
“Asisten AI ini benar-benar saya gunakan sebagai asisten, sesuai dengan namanya. Kalau ingin memperpanjang jam buka, mengubah jadwal khusus untuk hari itu, atau mematikan menu yang sudah habis, prosesnya jadi lebih mudah,” jelas Moris.
Bagi Moris, AI juga berperan sebagai “kamus” untuk memahami analisis toko. Ia dapat mengevaluasi promosi dengan mempertimbangkan harga jual, potongan, dan komisi agar margin tetap terjaga. Saat harga bahan baku naik atau ingin mencoba promo, ia bisa mengecek kembali apakah harga yang digunakan masih aman.
Salah satu rekomendasi Asisten AI yang diterapkan adalah menggabungkan dua porsi Pecel Campur menjadi menu bundling Paket Duo Hemat [2X Pecel Campur]. Sejak diperkenalkan pada April 2026, menu tersebut mengalami peningkatan penjualan sebesar 48,42% dibandingkan Pecel Campur satuan dan menjadi menu paling sering dipesan.
Baca Juga:
Keaktifan Moris mengeksplorasi fitur Asisten AI juga membawanya mengikuti tantangan Merchant Paling lihAI dan menjadi salah satu pemenang dengan hadiah logam mulia. Namun baginya, manfaat terbesar adalah pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari.
Saat ini, Moris menangani langsung proses memasak dan operasional warung dengan dukungan istrinya. Usaha paling ramai melayani pelanggan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 08.30 dengan permintaan lebih tinggi pada akhir pekan. Ke depan, ia berencana memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant untuk menyusun target usaha dan menentukan langkah pengembangan secara bertahap.
Adopsi fitur AI GrabMerchant terus meningkat dengan 59,2% gerai merchant Grab di Indonesia aktif menggunakannya sepanjang periode awal tahun hingga Mei. Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi AI dirancang agar mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan merchant berbagai skala usaha.
Pelaku UMKM yang ingin memperluas jangkauan usaha dapat bergabung sebagai Mitra GrabMerchant melalui situs GrabMerchant atau aplikasi yang tersedia di App Store dan Google Play. Kisah Moris menunjukkan bahwa iklan digital untuk UMKM dan teknologi AI dapat menjadi pendamping harian yang membantu pelaku usaha memahami performa toko serta menyusun promosi yang tepat. Dukungan inklusi keuangan pelaku UMKM juga semakin terbuka melalui berbagai program ekosistem digital.





Komentar
Belum ada komentar.