Kecanduan Game, Remaja Meninggal di Depan PC

Kecanduan Game

Telset.id, Jakarta – Seorang remaja asal Thailand meninggal dunia akibat kecanduan game. Remaja bernama Piyawat Harikun itu meregang nyawa setelah mengalami gagal jantung akibat bermain game tanpa henti di kamarnya.

Dilansir Telset.id dari Asia One pada Jumat (08/11/2019), kasus remaja meninggal akibat kecanduan game ini bermula saat Piyawat Harikun memasuki masa libur pada akhir oktober 2019.

Dibandingkan melakukan aktifitas seperti liburan bersama keluarga atau teman, remaja berusia 17 tahun itu memilih untuk bermain game di komputer miliknya.

Awalnya tidak ada yang aneh dengan perilaku Piyawat. Namun, pihak keluarga mulai menyadari bahwa anaknya tidak pernah keluar kamar.

Remaja tersebut tidak berhenti bermain game komputer. Ia tetap menatap layar dan bermain game sejak matahari terbit hingga keesokan harinya.

{Baca juga: Pria Ini Lumpuh karena Terlalu Lama Duduk Depan Komputer}

Keluarganya pun terus-menerus membawakannya makanan dan memohonnya untuk berhenti. Namun, Piyawat tetap bergeming.

Puncaknya pada Senin 4 November 2019. Ayahnya yang bernama Jaranwit, menemukan anaknya jatuh dari kursinya dalam kondisi tak bernyawa. Jaranwit berulangkali memanggil anaknya untuk bangun tapi tidak ada respon.

https://www.facebook.com/Khaodeb/posts/266730164232508

Keluarga yang panik pun langsung memanggil dokter setempat untuk memeriksa sang anak. Hasilnya, Piyawat telah meninggal dunia sekitar 8 jam sebelum ditemukan dan diduga menderita gagal jantung. Kasus ini pun viral usai diposting lewat Facebook oleh akun bernama Khaodeb

{Baca juga: Gamers Ini Nyaris Tewas Gara-gara Kecanduan Main PUBG}

Akun tersebut berisi curahan hati Jaranwit yang meminta kepada orang tua dimanapun untuk mencegah anak-anak mereka dari kecanduan game dan menghargai waktu bersama sebagai keluarga.

Jaranwit mengungkapkan bahwa sang anak merupakan anak yang pintar karena mendapatkan IPK rata-rata 3,7. Meski begitu, Piyawat memiliki kebiasaan buruk yakni suka bermain game secara berlebihan.

Masalah kecanduan bermain game yang dialami para remaja sudah cukup mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia WHO, mengakui keberadaan penyakit bernama Gaming Disorder.

Bahkan, Gaming Disorder masuk daftar gangguan kesehatan mental yang baru saja dirilis oleh WHO. Dilansir Polygon, badan kesehatan dunia itu mengambil keputusan tersebut setelah menggelar rapat tahunan 2019 di Geneva, Swiss. Adiksi atau kecanduan bermain game via ponsel dan platform lain pun dinyatakan sebagai penyakit internasional.

Gangguan kesehatan semacam itu diberi kode ICD-11. Sebagai dampak dari hal tersebut, negara-negara anggota WHO dituntut merancang rencana kesehatan publik. (NM/FHP)

Sumber: Asia One

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here