Karena Pandemi, Mahasiswa di China Ujian Renang Online di Kasur

Telset.id – Pandemi Covid-19 membuat sebuah universitas di Shanghai, China, menjadi olok-olokan setelah mengganti ujian renang wajib dari offline ke online. Caranya, para mahasiswa harus mengikuti ujian renang online di atas kasur.

Sudah menjadi hal yang lumrah, semua sekolah di dunia melakukan ujian online selama pandemi Covid-19. Tapi ujian online di sebuah universitas di Shanghai, China, justru menjadi bahan olok-olokan.

Pekan lalu, Universitas Shanghai menyatakan bahwa mahasiswa yang belum menyelesaikan ujian renang 50 meter bisa melakukannya secara online dari rumah.

BACA JUGA:

Kebijakan itu untuk memastikan bahwa proses kelulusan berjalan lancar di tengah pandemi Covid-19 di Shanghai. Pengumuman kebijakan tayang di situs kampus.

Pengumuman kebijakan memang sudah tidak ada di situs universitas. Namun, orang-orang kadung mencuplik dan menyebarluaskannya melalui media sosial.

Menurut South China Morning Post, mahasiswa di beberapa universitas top Cina wajib menguasai renang karena merupakan keterampilan untuk bertahan hidup.

Telset kutip dari Business Insider, Senin (30/5/2022), untuk lulus persyaratan renang, siswa harus ikut ujian Teori Dasar Berenang online, pada 29 Mei 2022.

Berita tentang pengumuman itu segera memicu ejekan setelah menjadi viral. Muncul tagar tes renang Universitas Shanghai berganti menjadi penilaian online.

Unggahan itu telah disaksikan sebanyak 120 juta kali di platform Weibo. Netizen pun ramai-ramai menuliskan komentar untuk menanggapi unggahan tersebut.

“Memalukan! Universitas kondang punya kebijakan seperti ini. Bagaimana bisa renang di kolam renang berganti menjadi renang di kasur,” tulis pengguna Weibo.

Banyak pula pengguna membagikan video diri berpura-pura renang di kamar sebagai bahan lelucon. Bahkan, ada video seorang pengguna berenang di atas tempat tidur.

BACA: Social Distancing Paksa Siswa di Jepang Rayakan Kelulusan di Minecraft

Asal tahu saja, kasus Covid-19 di China sudah turun dalam beberapa hari terakhir, tetapi jutaan warga harus berada di rumah seiring kebijakan penerapan lockdown.

Kebijakan itu muncul lantaran kasus Covid-19 di Cina sempat meninggi. Saat ini, pemerintah Cina berencana untuk segera mencabut aturan penguncian di seluruh wilayah. [SN/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0