šŸ“‘ Daftar Isi

Katy Perry dalam penerbangan luar angkasa Blue Origin Jeff Bezos

Katy Perry Dikritik Habis-habisan Usai Penerbangan Luar Angkasa Mewahnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Penerbangan luar angkasa selama 11 menit Katy Perry bersama Blue Origin milik Jeff Bezos ternyata menuai badai kritik. Dua pekan setelah aksi ā€œgirlbossā€ ke stratosfer itu, penyanyi multi-jutawan ini mengaku merasa ā€œterluka dan babak belurā€ oleh reaksi negatif netizen.

Katy Perry dalam penerbangan luar angkasa Blue Origin

Misi all-women pada 14 April itu disebut sebagai simbol kesenjangan kelas. Mulai dari tuduhan pamer kekayaan, kedok feminisme palsu, hingga pemborosan sumber daya untuk space tourism. Di kolom komentar akun penggemarnya, Perry menulis panjang lebar: ā€œAku bersyukur untuk kalian. Kita bersama dalam perjalanan liar nan indah ini.ā€

ā€œKetika dunia ā€˜online’ menjadikanku human piƱata,ā€ lanjutnya, ā€œkuterima dengan lapang dada dan mengirim mereka cinta, karena banyak orang yang sedang terluka.ā€ Namun, ia tak menyentuh akar kritik tentang privilege-nya sebagai miliarder.

Antara Ambisi dan Realita

Perry bersikeras bahwa penerbangan bernilai jutaan dolar itu ā€œtentang membuka jalan bagi perempuan masa depanā€. Padahal, seperti dilaporkan dalam artikel Telset sebelumnya, misi ini justru memicu perdebatan etis.

Bocoran dari timnya mengungkap, Perry berharap aksi ini bisa memompa penjualan tiket tur Lifetimes-nya, menyaingi kesuksesan Taylor Swift. Nyatanya? Respons pasar justru lesu. Bahkan Elon Musk tak ketinggalan menyindir melalui cuitan pedas.

Krisis Citra yang Tak Terelakkan

Insiden dengan Wendy’s memperkeruh situasi. Saat akun resmi restoran itu berkelakar ā€œbisa kita kembalikan saja?ā€, tim Perry konon marah besar. Sumber anonim membenarkan bahwa publicistnya mendesak permintaan maaf.

Analis media melihat ini sebagai contoh klasik celebrity bubble. ā€œPerry terjebak dalam persepsi bahwa semua publisitas adalah baik,ā€ ujar seorang pakar branding. Padahal, di era kesadaran sosial tinggi, aksi mewah tanpa substansi justru berisiko.

Apakah kritik ini adil? Tergantung sudut pandang. Tapi yang jelas, seperti pernah dilaporkan Telset, reputasi online Perry memang sedang diuji. Dari masalah followers Twitter hingga kini, penerbangan kontroversial ini.

Pelajaran apa yang bisa diambil? Mungkin kata-kata Perry sendiri: ā€œI get back up and go onā€œ. Tapi apakah publik akan memberinya kesempatan kedua? Itu cerita lain.