Keuntungan dan Kerugian Belajar Online Lewat Smartphone

Telset.id, Jakarta – Sejak pandemi Covid-19, aktifitas belajar di sekolah dihentikan. Sebagai gantinya, siswa belajar dari rumah secara online dengan menggunakan smartphone. Cara belajar online memiliki dampak keuntungan dan kerugian bagi siswa.

Selain dijadikan sebagai perangkat untuk berkomunikasi, bekerja dan hiburan, smartphone juga sebenarnya bisa dijadikan sarana belajar bagi anak-anak.

Pemanfaatan smartphone sebagai alat penunjang belajar semakin terasa sejak adanya pandemi Covid-19. Kebijakan PSBB yang diterapkan pemerintah, membuat semua siswa sekolah belajar secara online menggunakan smartphone atau tablet.

Tapi harap diingat, penggunaan smartphone untuk sarana belajar juga ada keuntungan dan kerugiannya. Hal itu diungkapkan oleh pendiri Berkarya! Indonesia, Ilham Habibie.

Menurut Ilham, perangkat teknologi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya oleh siswa-siswa sebagai pendamping untuk belajar.

“Teknologi jadi salah satu solusi untuk belajar. Tapi ini lebih ke bimbingan belajar (bimbel) atau pendamping yang melengkapi,” kata Ilham di acara Extramarks Smart Challenge, di Jakarta.

{Baca juga: Pembelajaran Online dan Pengaruhnya Bagi Generasi Z}

Keuntungan Belajar Online

Ilham menjelaskan bahwa ada keuntungan dan kerugian ketika siswa belajar menggunakan smartphone. Keuntungannya, perpaduan antara smartphone dengan aplikasi pendidikan dapat memudahkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran selama 24 jam.

“Salah satunya seperti aplikasi Kelas Pintar yang jadi sarana untuk belajar dan tersedia selama 24 jam,” ujar putra sulung Presiden Indonesia, BJ Habibie itu.

Seperti diketahui, aplikasi Kelas Pintar merupakan layanan digital learning solution yang memungkinkan para siswa untuk belajar dengan cara yang menarik, mudah, dan menyenangkan.

Nantinya, dengan menggunakan aplikasi ini, guru, murid, sekolah maupun orang tua murid dapat terintegrasi satu sama lain untuk bekerjasama demi membudayakan teknologi lewat pendidikan.

{Baca juga: Sisi Positif Belajar Online di Tengah Pandemi}

Kerugian Belajar Online

Digital Learning Solution
Pendiri Berkarya! Indonesia, Ilham Habibie dan Country Manager Extramarks Indonesia, Fernando Uffie sedang mencoba aplikasi Extramarks. (Foto: Faisal/Telset.id)

Sementara kerugian belajar menggunakan smartphone, anak-anak bisa menjadi tidak fokus saat belajar menggunakan smartphone. Sebab, dalam satu waktu mereka juga bisa belajar sambil mengakses aplikasi lain seperti musik, browsing, chatting, dan lainnya.

Sehingga untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peran dari orang tua untuk bisa mengingatkan kepada anak-anaknya agar bisa lebih fokus belajar dengan menggunakan smartphone mereka.

Para orang tua harus mengawasi anak-anaknya agar mereka tidak hanya mengakses internet di perangkat smartphone untuk membuka aplikasi lain, seperti chatting, media sosial, game, dll.

{Baca juga: Belajar Online Hadirkan Kolaborasi Antara Sekolah dan Orang Tua}

“Kita harus kasih pengertian kepada anak-anak, karena mereka masih lugu. Dimana (memakai smartphone) ada manfaat, ada juga mudaratnya,” jelas Ilham.

Tips Belajar Online Menggunakan Smartphone

Balajar secara online di rumah menggunakan perangkat smartphone merupakan tantangan tersendiri, karena banyak “godaan” yang bisa membuat anak-anak menjadi tidak fokus belajar, seperti bermain game, Facebook, Instagram, atau chatting di WhatsApp.

Ilham memberikan tips bagi para siswa yang sering belajar menggunakan smartphone supaya tetap fokus. Triknya sederhana tapi sangat bermanfaat, yaitu disiplin terhadap diri sendiri.

Smartphone Belajar Online
Siswa sekolah belajar secara online menggunakan smartphone

Para siswa harus ditanamkan disiplin pada diri mereka untuk belajar mandiri secara online, karena selama ‘school from home‘, tidak ada guru yang mengawasi secara langsung seperti di sekolah. Disinilah perlunya kedisiplinan pada diri sendiri untuk belajar.

Para siswa bisa memberitahukan teman-temannya untuk tidak chatting terlebih dahulu di saat waktunya belajar, agar mereka bisa lebih fokus untuk menyelesaikan tugas atau membaca materi pelajaran yang diberikan guru.

“Tekniknya itu berbeda-beda. Tapi satu cara, disiplin diri kita sendiri. Bisa memberitahukan teman untuk tidak chatting terlebih dahulu, agar lebih fokus,” ujar peraih gelar Doktor Ingenieur dari Technical University of Munich, Jerman) dengan hasil akhir Summa Cum Laude itu. (FHP/HBS)

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -