Duh! Murid di Sekolah Ini Tak Bisa Baca Jam Analog

jam analog jam digital

Telset.id, Jakarta – Teknologi nampaknya telah mengubah perilaku anak dan remaja. Sekolah di Inggris harus mengganti seluruh jam analog dengan jam digital. Alasannya  karena para murid di sana tidak mampu membaca jam analog.

Dilansir Telset.id dari World of Buzz pada Sabtu (09/11/2019) kasus ini bermula saat murid-murid mengikuti ujian sekolah. Ketika itu para guru melihat jika murid mereka tampak stress bukan karena tingkat kesulitan soal, namun karena mereka tidak tahu berapa banyak waktu yang tersisa akibat tak mampu membaca jam analog.

{Baca juga: Memanfaatkan Teknologi Demi Memahami Karakter Anak}

Akhirnya sekolah tersebut mengganti jam analog dengan jam digital karena anak muridnya tidak bisa membaca jam analog. Para guru ingin meringankan beban siswa dan membuat mereka merasa sesantai mungkin, terutama saat ujian. Oleh karena itu, mengganti jam analog dengan jam digital akan memudahkan siswa untuk membaca waktu yang tersisa.

Kasus ini pun menjadi perhatian asosiasi sekolah di negara tersebut. Menurut Wakil sekretaris jenderal di Association of School and College Leaders (ASCL), Malcolm Trobe kasus ini merupakan dampak teknologi digital yang semakin berkembang.

Anak-anak dan remaja di Inggris lebih banyak menggunakan gadget yang memiliki konsep jam digital. Mereka tidak paham membaca jam analog yang identik dengan jarum serta barisan angka yang berbentuk bulat tersebut.

“Generasi saat ini tidak pandai membaca jam wajah tradisional seperti generasi yang lebih tua. Mereka terbiasa melihat representasi digital dari waktu di ponsel mereka, di komputer mereka. Hampir semua yang mereka dapatkan adalah digital, jadi anak-anak muda hanya diberi waktu untuk diberikan secara digital di mana-mana, ” ujar Malcolm.

{Baca juga: Anak-Anak Hanya Tahan 7 Menit Tanpa Ponsel}

Sejak tahun lalu,  kepala ahli terapi okupasi anak-anak di yayasan Heart of England NHS Trust yakni Sally Payne juga menemukan fakta bahwa anak-anak  semakin sulit untuk memegang dan menggunakan pensil dan pena akibat terlalu bergantung terhadap teknologi digital.

Sumber: World of Buzz

 

Previous articleTagar #MaulidNabi1441H Bergema di Twitter
Next articleHeboh Video Ponsel Terbakar di Mall Emporium, Hoaks!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here